Diosetta

42K posts

Diosetta banner
Diosetta

Diosetta

@diosetta

Penulis Cerita Horror, Urban Legend, Misteri, Kisah leluhur. ( update tiap #malamjumat ) Business inquiry : 0882 0056 04288 (WA) index cerita di link di bawah

Jawa Tengah, Indonesia Katılım Ağustos 2009
565 Takip Edilen80K Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Diosetta
Diosetta@diosetta·
INDEX JAGAD SEGORO DEMIT JSD - Karyakarsa x Twitter 1. Imah Leuweung - x.com/diosetta/statu… 2. Radio Tengah Malam - x.com/diosetta/statu… 3. Gending Alas Mayit - x.com/diosetta/statu… 4. Ludruk Topeng Ireng - x.com/diosetta/statu… 5. Senandung Sedu Lembayung Senja (Part 1) - x.com/diosetta/statu… 6. Senandung Sedu Lembayung Senja (Part 2) - x.com/diosetta/statu… 7. Senandung Sedu Lembayung Senja (Part 3) - x.com/diosetta/statu… 8. Jejak Ghaib Alam Merapi - x.com/diosetta/statu… 9. Widarpa Dayu Sambara - x.com/diosetta/statu… 10. Jagad Segoro Demit - x.com/diosetta/statu… 11. Jeritan Lembah Keramat - x.com/diosetta/statu… 12. Dalang Demit Kampung Wayang - x.com/diosetta/statu… 13. Monyet Kembar Alas Wetan - x.com/diosetta/statu… 14. Desa Tanggul Mayit - x.com/diosetta/statu… 15. Getih Ireng Abdi Lelembut - x.com/diosetta/statu… 16. Sukma Geni - x.com/diosetta/statu… 17. Keris Benggolo Ireng - x.com/diosetta/statu… 18. Sinden Pengabdi Setan - x.com/diosetta/statu… 19. Setra Gandamayit - x.com/diosetta/statu… 20. Danan & Cahyo - x.com/diosetta/statu… 21. Sendang Banyu Getih - x.com/diosetta/statu… 22. Dendam Patung Arwah - x.com/diosetta/statu… 23. Daryana Putra Sambara - x.com/diosetta/statu… 24. Alas Sewu Lelembut - x.com/diosetta/statu… 25. Manten Mayit - x.com/diosetta/statu… 26. Cahyo - Turonggo Mayit - x.com/diosetta/statu… 27. Kutukan Sewu Lelembut - x.com/diosetta/statu… 28. Tumbal Manten - x.com/diosetta/statu… 29. Daryana - Tanding Sukmo - karyakarsa.com/diosetta69/dar… 30. Kurusetra - x.com/diosetta/statu… 31. Pagelaran Sewu Lelembut - x.com/diosetta/statu… 32. Jagad Segoro Demit II - x.com/diosetta/statu… 33. Perang Tanah Danyang - x.com/diosetta/statu… 34. Pusakayana - x.com/diosetta/statu… 35. Jurang Penari - x.com/diosetta/statu… 36. Puri Jagatsukma - x.com/diosetta/statu…
Diosetta tweet media
Diosetta@diosetta

LUDRUK TOPENG IRENG Siap-siap abis maghrib saya upload.. Sambil menunggu tolong bantu retweet ya.. @bacahorror @IDN_Horor @ceritaht @cerita_setann @qwertyping @horrornesia #ludruktopengireng Yg ga sabar bisa dengerin dulu di podcast @bagihorror , udah di upload semalem.

Indonesia
25
321
791
218.6K
Diosetta
Diosetta@diosetta·
"Kliwon?! Sejak kapan kamu ikut?" Dalam wujud Wanasudra, Kliwon hanya memperlihatkan deretan giginya sambil tersenyum lebar. Rupanya, ketika menyadari pakleknya berada dalam bahaya, ia segera meninggalkan tubuh keranya dan menembus gerbang Jagad Segoro Demit untuk menyusul Cahyo. Wanasura dan Wanasudra membalas tatapan Giridaru dengan senyum hangat. Di balik sorot mata kedua panglima itu tersimpan kerinduan mendalam. Hutan yang kini mereka pijak adalah kampung halaman mereka pada masa lampau. Namun mereka tahu... Hutan itu telah lama lenyap di zaman mereka. Yang mereka pijak sekarang hanyalah masa lalu, sebuah waktu yang seharusnya sudah tak lagi bisa mereka datangi. Wanasudra mengangkat tubuh Giridaru ke atas pundaknya. Sementara Wanasura melakukan hal yang sama kepada Cahyo. Mereka pun melangkah menyusuri Jagad Segoro Demit. Di sepanjang perjalanan, makhluk-makhluk yang sebelumnya mengintai Cahyo kini memilih bersembunyi di balik pepohonan dan kabut. Tak satu pun berani menampakkan diri di hadapan dua panglima wanara legendaris itu. "Waktu kita masih panjang," kata Giridaru sambil tersenyum. "Kau bisa menceritakan bagaimana aku mati... dan bagaimana nasib bocah hutan itu." "Widarpa?" Giridaru mengangguk. Cahyo tertawa kecil. "Ceritanya panjang. Sekarang aku malah bersahabat dengan keturunan Widarpa. Tepatnya cucu dari cucu... cucunya. Namanya Dananjaya Sambara. Bocah yang sejak tadi sedang kucari." "Jadi temanmu itu keturunan bocah hutan itu?" Giridaru mengusap dagunya. "Hm... menarik." Perjalanan mereka masih sangat panjang. Udara pengap, aroma asing yang memenuhi hutan, serta aura mencekam Jagad Segoro Demit perlahan terlupakan oleh obrolan yang mengalir di antara mereka. Namun mereka tahu, tujuan yang sesungguhnya masih berada jauh di kedalaman hutan tua itu... Di tempat yang menyimpan rahasia mantra-mantra para dewata. ***
Indonesia
0
3
13
679
Diosetta
Diosetta@diosetta·
Giridaru terkekeh kecil. "Oh? Jadi kita masih akan bertemu lagi? Lalu... apa aku mati dengan bermartabat?" Cahyo mengangguk perlahan. Tanpa disadari, matanya mulai berkaca-kaca. "Bahkan di akhir hidupmu... kau masih membantu kami." Giridaru hanya tersenyum tipis, lalu berbalik melangkah memasuki hutan. "Kawanmu memiliki jalannya sendiri. Jangan khawatirkan dia. Ikuti aku." Sambil berjalan, Giridaru mulai bercerita. Kedatangan Cahyo dan Danan ke Jagad Segoro Demit ternyata telah dipersiapkan jauh-jauh hari oleh beberapa sosok besar. Mereka adalah makhluk-makhluk yang memiliki ikatan dengan para danyang yang pernah bersinggungan dengan Danan dan Cahyo. "Menurut para roh tua itu," ujar Giridaru, "apa yang kau cari mungkin berada di tempat ini. Begitu pula temanmu. Apa yang ia cari kemungkinan berada di tempat ia terdampar sekarang." Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan. "Tapi kalian sendiri yang harus menemukannya." Cahyo mengangguk pelan. Ia teringat bagaimana Nyi Sendang Rangu telah berusaha membuka jalan agar mereka bisa memasuki alam terkutuk ini dengan risiko sekecil mungkin. Bahkan, sang danyang sampai meminta bantuan sosok-sosok yang jauh lebih tua dan lebih kuat darinya. "Tapi... kenapa justru kau yang menyambutku, Giridaru?" tanya Cahyo. Giridaru mendengus. "Jangan besar kepala, bocah. Aku bukan menyambutmu." Ia mengangkat satu jari, lalu menempelkannya ke dada Cahyo. "Tapi mereka." Seketika dua sosok kera raksasa muncul di belakang Cahyo. "Hormat saya, Panglima Wanasura... Panglima Wanasudra." Giridaru langsung menundukkan badan memberi hormat layaknya seorang prajurit kepada rajanya. Cahyo terbelalak ketika melihat sosok Kliwon ikut muncul dari dalam tubuhnya.
Indonesia
1
0
25
2K
Diosetta
Diosetta@diosetta·
Terima kasih sudah membaca part ini hingga selesai. Mohon maaf apabila ada salah kata atau bagian cerita yang menyinggung. Buat temen-temen yang mau baca kelanjutannya duluan, bisa mampir ke @karyakarsa_id ya : karyakarsa.com/diosetta69/man…
Indonesia
2
0
15
999
Diosetta
Diosetta@diosetta·
"Dari sekian banyak pusaka keramat dan roh digdaya di tempat ini, kau malah mengincar tusuk konde nenek-nenek itu? Kau sudah gila, Bocah?" gerutunya. "Aku merasa benda itu lebih dari yang terlihat. Kalau benar itu pusaka Kerajaan Danyang, mungkin saja benda itu bisa berguna." Giridaru menatap Cahyo beberapa saat, memastikan bahwa pemuda itu benar-benar serius. Akhirnya ia mengembuskan napas panjang. "Baiklah. Aku sudah dibayar untuk semua ini. Berarti aku tak punya hak untuk mengeluh." Cahyo sempat bertanya-tanya siapa sebenarnya yang mengutus Giridaru hingga rela mempertaruhkan nyawanya. Namun rasa penasaran itu segera ia singkirkan. Keadaan mereka terlalu genting untuk memikirkan hal lain. Ia menoleh kepada Wanasura dan Kliwon. "Kalian sanggup menahan mereka?" Kedua panglima kera itu saling pandang, lalu menyeringai lebar sambil menepuk dada masing-masing. "Ckckck... kalian memang tidak mengenal takut," ujar Giridaru sambil terkekeh. "Kalau begitu, aku akan menghadapi nenek itu. Bantu aku setelah urusan kalian selesai," kata Cahyo. Giridaru mengernyit. "Tanpa Wanasura merasukimu?" Cahyo menggeleng. "Tidak ada pilihan. Bukankah kita semua sedang menghadapi sesuatu yang berada di luar kemampuan kita?" Giridaru tak mampu membantah. Ia segera berlari ke arah Nyai Plantih yang masih melayang angkuh di depan istananya. "Beritahu aku kalau kau sudah mendapatkan tusuk konde itu!" teriak Cahyo. "Setelah itu kita cari cara untuk kabur!" "Aku mengerti!" Sambil berlari, Giridaru menyelimuti tubuhnya dengan kain lusuh. Dari kantongnya, ia mengeluarkan sebuah botol kecil berisi cairan hitam berbau busuk, lalu menyiramkan isinya ke seluruh tubuh. Nyai Plantih memperhatikan Cahyo yang kini maju sendirian, tanpa roh Wanasura menyatu dengannya. Seringai tipis muncul di wajahnya. Baginya, manusia biasa tak mungkin mampu melukainya di wilayah kekuasaannya sendiri. Cahyo mulai melafalkan ajian penguat raga. Otot-ototnya menegang. Napasnya menjadi berat. Tenaga di seluruh tubuhnya meningkat berkali-kali lipat. "Kau terlalu meremehkanku, Bocah." Nyai Plantih turun perlahan ke tanah. Ia melangkah santai, seolah Cahyo hanyalah serangga yang tak layak ditakuti. "Aku heran..." katanya dingin. "Mengapa Panglima Kera mau mengikuti makhluk selemah dirimu." Kuku-kukunya yang panjang terangkat, siap menebas kepala Cahyo.Namun Cahyo tidak mundur. Ia justru melesat lebih dulu. Kepalan tangannya meluncur lurus ke arah wajah Nyai Plantih. Tak seorang pun menyadari bahwa di dalam genggaman itu terselip sesuatu yang telah lama ia simpan. Sesuatu yang bahkan hampir ia lupakan. Sehelai rambut kera. Nyai Plantih tetap tersenyum ketika pukulan itu hampir mengenainya. Baginya, serangan itu terlalu lemah untuk dianggap ancaman. Namun sesaat sebelum tinju Cahyo menyentuh wajahnya, satu teriakan mengguncang seluruh medan pertempuran. "RANGKARA!!" BRUUAAAAKKK!!! Pukulan lemah Cahyo seketika berubah menjadi pukulan seekor roh kera raksasa yang telah melalui begitu banyak pertarungan. Satu rambut terakhir sang kera yang pernah menantang dewa!. *** (Bersambung Part 9)
Indonesia
2
3
46
1.2K
Diosetta retweetledi
mwv.mystic
mwv.mystic@mwv_mystic·
Nggak, film Urang Bunian bukan diangkat dari thread gw dan gw ga terlibat apapun di film itu.
Indonesia
1
2
14
17.5K
Diosetta
Diosetta@diosetta·
Hari ini updatenya malem ya temen2 🙏
Indonesia
3
0
33
5.2K
Diosetta
Diosetta@diosetta·
Karakter siapa yang paling kalian tunggu buat muncul di MANTARAYUDA?
Indonesia
21
0
31
14.3K