Leo🐧
6.3K posts

Leo🐧
@dkphileo
An account for fun, mostly talking about animes, movies, novels, webcomics, and sometimes sambat ✨✨✨
Katılım Ocak 2020
233 Takip Edilen232 Takipçiler

@cheiluvi 🔥 CANVA 🔥
HARIAN
1 hari: 800p
2 hari: 1K
3 hari: 1.3K
4 hari: 2K
5 hari: 2.5K
7 hari: 3K
14 hari: 5K
BULANAN
1 bulan: 4K
2 bulan: 7K
Designer +1k
Yukkk kakk, diskon harga khusus bulan Mei nihh
Order kesini kakk @siadelzia
Indonesia

@leymonillo 🍿DISNEY+ HOTSTAR
3 USER (ANTI LIMIT)
• 1 Hari: 5,5k
• 3 Hari: 9k
• 7 Hari: 15k
• 1 Bulan: 48k
✨ Note:
⊹ Plan premium 4K UHD
⊹ limit screen 3 user
⊹ support all device
Yukk kak, udah aman gabakal kena limit screen lagi kakk
Order kesini kakk @siadelzia
Indonesia

@251ra 🔥 CANVA 🔥
HARIAN
1 hari: 800p
2 hari: 1K
3 hari: 1.3K
4 hari: 2K
5 hari: 2.5K
7 hari: 3K
14 hari: 5K
BULANAN
1 bulan: 4K
2 bulan: 7K
Designer +1k
Yukkk kakk, diskon harga khusus bulan Mei nihh
Order kesini kakk @siadelzia
Indonesia

Baca komen dan yahh

Tanyarlfes@tanyarlfes
💚 gesss kalian kalau jadi ortu jangan terlalu agamis yaaa :(
Indonesia

@tanyakanrl Akhirnya ada yg relate pny nenek jahat gini wkwk kebanyakan pasti neneknya baik. It's okay nder, jangan biarin omongan jahat org lain menghancurkan confidence mu. Kuncinya adalah tegas, lawan balik kalo emang kamu bener atau langsung abaikan aja, pake headset atau keluar rumah🥰
Indonesia
Leo🐧 retweetledi
Leo🐧 retweetledi

Korban kekerasan seksual:
30 santriwati di bawah umur (salah satunya dibawa/culik 19 hari, ditemukan dalam keadaan linglung di dekat Jembatan Suramadu)
Pelaku:
UF (anak kiai, pengajar ngaji) & S (adiknya)
TKP:
Pesantren Nurul Karomah, Bangkalan, Madura
Waktu kejadian:
Tahun 2025 (ada laporan sejak 2023)
Hukum:
Laporan masuk ke Polda Jatim 1 Desember 2025, UF ditangkap dan ditahan 10 Desember 2025. Pada 6 April 2026, Polda Jatim melimpahkan tersangka UF beserta barang bukti ke Kejaksaan Negeri Bangkalan (Tahap II / P21). UF sudah ditahan selama 117 hari di Rutan Polda Jatim. S masih dalam proses penyidikan.
Update:
Korban sudah mendapat pendampingan psikologis dari Polres Bangkalan dan perlindungan dari LPSK. Proses restitusi (ganti rugi) bagi korban sedang berjalan.
Inikah tampang salah satu pelaku yang harus dihukum sangat berat itu? 🤬🤬

Indonesia
Leo🐧 retweetledi

⚠️ TW! / Rape / Rudapaksa
BIADAB!
Baru 30 Januari silam telah terjadi pencabulan yang dilakukan oleh KEPALA KUBANGAN LUMPUR (espepege) di Lampung Timur, dan bege'en baru memecatnya pada 6 Maret, 2026.
Seolah peristiwa di Lampung Timur sama sekali tak dijadikan pelajaran, pada hari ini peristiwa nahas serupa TERJADI LAGI! Dan kali ini pelakunya adalah tukang cuci ompreng, sedangkan korbannya adalah siswi SD di Serang, Banten.
> Sudah melakukan sejak Februari, lalu Desember, dilanjut bulan ini.
> Pelaku merekam aksi bejatnya untuk digunakan sebagai ancaman.



Indonesia
Leo🐧 retweetledi

Dikit-dikit TNI, apa-apa TNI. Kita yang baca berita jadi stres. 😭
Pantes aja orang Papua sampe buat 1800 salib merah untuk “menyalib” militer dan perusahaan. 60 tahun jadi daerah operasi militer, loh.
tempo.co@tempodotco
Tentara Nasional Indonesia berperan penting dalam proses seleksi sekitar 30 ribu calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Menurut kamu gimana?🧐
Indonesia
Leo🐧 retweetledi
Leo🐧 retweetledi

Sumpah serem bgt anjir. Soal kasus Ibam, ada cerita menarik yang ditulis di Tempo:
“Saya diminta membuat pernyataan yang mengarah ke atas, dengan ancaman bahwa jika saya tidak bisa membuat pernyataan seperti itu, perkara ini akan diperluas,” kata Ibam dalam konferensi pers di sebuah restoran di Jakarta Pusat, Selasa, 21 April 2026.
"Tidak ada. Saya tidak bisa membuat apa-apa karena memang tidak ada fakta yang mengarah ke atas," ujar Ibam.
Setelah itu, mereka menjawab, "Oke, akan kami proses"... Tiga minggu kemudian, Ibam menjadi tersangka.
SEREM ANJIR. Kayak gini dilawan pake narasi patriotisme-nya Ibam atau Ibam ga nerima duit juga susah kalo emang awalnya udah niat menjarain.
tempo.co/hukum/ibrahim-…
Indonesia
Leo🐧 retweetledi

Guys, ada seorang nelayan dari Banten bernama Kholid yang baru ngomong sesuatu yang menurut gua adalah salah satu pernyataan paling menyayat hati tentang kondisi hukum di Indonesia yang pernah gua dengar dari orang biasa.
Dan dia bilang ini dengan sangat sadar dan sangat tenang.
Kalau hari ini mati besok mati sama saja. S
udah siap.
Kholid bukan politisi.
Bukan akademisi.
Dia nelayan yang sudah berbulan-bulan berteriak tentang kasus pagar laut dan sampai hari ini tidak melihat satu pun dalangnya ditangkap.
Yang paling menggelisahkan dari seluruh ceritanya bukan soal pagar lautnya sendiri.
Yang paling menggelisahkan adalah pola yang dia gambarkan dengan sangat tepat.
Pagar laut dicabut dengan seremonial besar. Menteri ATR hadir.
Angkatan Laut hadir.
Ibu Titi hadir dan bilang jangan takut kalau di belakangnya ada oligarki.
Semua difoto, disiarkan, dirayakan.
Tapi pelaku yang memagari laut yang mencoba merebut kedaulatan negara dengan cara menyertifikatkan laut menggunakan nama-nama warga palsu tidak satu pun yang ditangkap.
Yang ditangkap hanya Arsin seorang lurah.
Dihukum 4,5 tahun untuk kasus pemalsuan dokumen.
Bukan untuk pemagaran laut.
Bukan untuk mencoba merebut kedaulatan negara. Dan denda Rp48 miliar yang dijatuhkan Kholid bertanya dengan sangat tepat dibayar siapa?
Ke mana uangnya?
Tidak ada yang tahu.
Kholid bilang satu kalimat yang menurut gua adalah diagnosa paling akurat tentang apa yang sedang terjadi.
Tidak mungkin ada pagar laut kalau tidak ada proyek PSN di belakangnya.
Tidak mungkin ada yang berani melakukan itu kalau tidak ada kompromi di atas.
Dan sekarang di Tanjung Burung reklamasi masih berjalan.
Ada bupati di situ, ada gubernur di situ, ada Kementerian Kelautan di situ, ada Angkatan Laut di situ.
Masa semua tidak tahu?
Dan yang paling terang-terangan karangan bunga ulang tahun untuk Teddy SS Cap datang dari mana?
Kholid tidak perlu menjawab sendiri.
Dia hanya bilang lihat saja dari siapa itu.
Dari oligarki. Dan kalau tidak ada kepentinga
tidak ada orang yang kirim karangan bunga.
Tapi yang paling menurut gua penting untuk dipahami dari seluruh obrolan ini adalah bukan kemarahannya Kholid.
Yang paling penting adalah ketakutannya.
Kholid bilang dia takut.
Bukan takut ditembak atau diintimidasi
dia sudah melewati semua itu.
Yang dia takuti adalah satu skenario
yang jauh lebih besar.
Persoalan seperti pagar laut di Banten
bukan hanya terjadi di Banten.
Ada di Sulawesi.
Ada di Manado Utara.
Ada di Pulau Pari.
Ada di banyak tempat lain dengan pola yang sama tanah dan air rakyat diambil, dalangnya tidak tersentuh, rakyat kecil yang bayar harga.
Dan ketika semua korban dari berbagai daerah itu saling terkoordinasi, saling berbagi cerita tentang nasib yang sama, melihat bahwa masa depan mereka semakin tidak jelas mereka akan membentuk kekuatan sendiri.
Dan rumput kering tinggal butuh satu percikan.
Entah percikan alami entah dari orang yang punya kepentingan politik untuk memantiknya.
Kholid bilang sudah ada tanda-tandanya.
Rumputnya sudah kering.
Yang paling miris dari seluruh cerita ini adalah kontrasnya.
Di satu sisi ada program-program besar yang dibicarakan di Jakarta MBG, Koperasi Desa Merah Putih, rusun, koperasi.
Di sisi lain ada nelayan yang setiap hari melaut sambil khawatir kipas perahunya tersangkut sisa-sisa bambu pagar laut yang tenggelam dan tidak terlihat waktu air pasang.
Yang tanahnya di sekitar kawasan itu masih dalam sengketa.
Yang hutan lindungnya masih ada bangunan di atasnya dan tidak ada yang menindak.
Dan Kholid menutup dengan satu kalimat yang menurut gua harus didengar oleh siapapun yang punya kewenangan di negeri ini.
Kalau tidak berani, serahkan ke rakyat.
Biarkan cara rakyat.
Itu bukan ancaman.
Itu adalah peringatan dari orang yang sudah terlalu lama melihat hukum hanya berlaku untuk yang kecil tapi tidak berani menyentuh yang besar.
Dan peringatan dari orang seperti Kholid nelayan SMP hampir tidak lulus, tidak punya jabatan, tidak punya modal selain suara dan keberanian adalah peringatan yang justru harus paling ditakuti oleh siapapun yang merasa berkuasa.

Indonesia
Leo🐧 retweetledi

Gayanya pakai tas Papua lagi, padahal dia dan bapaknya yang menggunduli hutan masyarakat adat di Papua.
Noken (tas khas Papua) dibuat dari serat tumbuhan yang didapat di hutan-hutan adat Papua.
Era Jokowi hutan Papua hilang seluas 296 ribu ha. Sementara era Prabowo-Gibran, kayak yang dilaporin film “Pesta Babi”, hutan Papua akan digunduli hingga 2,5 juta ha.
𝕯𝖚𝖗𝖊𝖓@Duren___
HAHH!!! Cuma seperti ini?? 🤦🤦
Indonesia
Leo🐧 retweetledi
Leo🐧 retweetledi

Jasa terbesar Nadiem adalah mendemokratisasi jasa ojek dan warung FnB. Serendah apapu pendapatan driver, ingat sebelum Gojek lu punya motor sendiri pun ga bisa jadi penghasilan karena yang boleh ngojek cuma opang dan kroninya.
lucacadalora (e/aiccelerate.id)@lucaxyzz
Gaji lu skrng, income freelance yg lu makan, bisa aja itu efek dari legacy nadiem and team waktu bikin gojek btw
Indonesia
Leo🐧 retweetledi

Kartini was so hated during her era thats why perjuangan beliau direduksi dengan mendomestifikasi figurnya pada hari ulang tahunnya. Bener-bener cara paling brengsek rezim ini menindas perempuan
eca@champagnecak
sjw yg lu lu pada benci
Indonesia
Leo🐧 retweetledi
Leo🐧 retweetledi

Ini namanya music-washing ya gaes.
Sengaja dibikinin konser artis-artis biar nutupin kondisi negara yang lagi carut marut
tempo.co@tempodotco
News Update: Prabowo Ingin Tambah Jumlah Konser K-Pop di Indonesia Rencana ini diungkap Menlu Sugiono setelah kunjungan ke Korea Selatan awal April lalu, yang juga membahas kerja sama kedua negara.
Indonesia










