fikiiii

18.6K posts

fikiiii banner
fikiiii

fikiiii

@dnlsdnlsge

sher/her • akun campur

Katılım Ekim 2020
206 Takip Edilen101 Takipçiler
fikiiii retweetledi
😭
😭@bebeqmadura·
Katanya manusia itu dinamis gampang berubah. Tapi kalau lu milih 02 terus sekarang nyesel, itu bukan dinamis itu namanya lu sadar kalo lu tolol
Indonesia
107
7.5K
23.5K
211.1K
fikiiii retweetledi
vyooo
vyooo@vyowiz_·
Ketemu magic words: "Kalau mau apa-apa jangan lihat kemampuan kita, tapi lihat kemampuan Allah."
Indonesia
31
5.1K
18.8K
161.5K
fikiiii retweetledi
gara
gara@anggarasamvdr·
singkat, padat, simple, tapi banyak yang lupa..
gara tweet media
Indonesia
100
12.9K
42.9K
345.4K
fikiiii retweetledi
muklas
muklas@mukaikhlas·
yang pengen bubarin mbg boleh retweet
Indonesia
135
48.6K
39.7K
512.5K
fikiiii retweetledi
Ali 👊🏻
Ali 👊🏻@mhuseinali·
Ngakak banget anjiiim ada desainer yang bikin parodi Avatar. Beliau terdampak AI juga dan jadi pake AI buat kritik 😂😂 ig: @farkhadooov
Indonesia
79
3.6K
12.5K
320.1K
fikiiii retweetledi
𝐩𝐢𝐚🧚🏼‍♀️
Koperasi merah putih bisa berdiri cepat, bahkan nembus pelosok tanpa banyak drama. Tapi giliran bangun sekolah yang jelas” buat masa depan anak bangsa prosesnya kayak lari di tempat. Ironisnya, yang dikejar justru yang bisa muterin uang, bukan yang mencerdaskan pikiran. Seolah untung lebih penting daripada masa depan. Padahal negara yang kuat itu bukan cuma soal ekonomi, tapi juga soal pendidikan yang layak dan merata. Kalau bangun koperasi bisa secepat itu, harusnya bangun sekolah bukan hal yang mustahil. Atau memang prioritasnya yang perlu dipertanyakan?
𝐩𝐢𝐚🧚🏼‍♀️ tweet media
Indonesia
35
1.3K
2.2K
31.7K
fikiiii retweetledi
fikiiii retweetledi
muklas
muklas@mukaikhlas·
ANJENGGGGGG😭😭😭😭😭
muklas tweet media
Indonesia
183
7.3K
48.1K
295.2K
fikiiii retweetledi
Kalanara Mahardika 🎬✨
Tetangga yang Kerja di Dapur MBG, Gajinya Jauh Lebih Gede dari Guru. Jujur, waktu baca tweet soal ini, aku sempet diam agak lama. Pekerja dapur MBG di Tasik, gajinya 5 juta per bulan. Aku nggak nyalahin dia. Mungkin rezekinya memang bagus. Tapi aku jadi kepikiran guru honorer yang ngajarin adik aku. Yang tiap pagi masuk kelas, nulis di papan tulis, ngoreksi PR, bikin rancangan pembelajaran, bikin soal, dengerin curhatan murid, cuma pulang dengan gaji 300 ribu sebulan. Tiga. Ratus. Ribu. Wakil Ketua Komisi X DPR aja sampai bilang angka itu "tidak manusiawi di era sekarang." Dan data lebih keras lagi: survei IDEAS dan Dompet Dhuafa menemukan 74,3% guru honorer masih digaji di bawah 2 juta per bulan, bahkan 20,5% dari mereka cuma dapat di bawah 500 ribu. Sementara program MBG terus dijalankan dengan anggaran raksasa. Program ini menyerap hingga Rp 335 triliun dari APBN 2026, diambil dari jatah anggaran pendidikan yang sebelumnya Rp 757,8 triliun. Mari kita duduk sebentar, pikirin sama-sama. Kalau kamu masih sekolah atau punya adik yang sekolah, siapa yang lebih penting buat masa depan kamu: makanan siang di kantin, atau guru yang tiap hari masuk kelas dan beneran ngajar? Dua-duanya penting, iya. Tapi kalau kamu harus milih mana yang duluan diselamatin, kamu pilih mana? Pemerintah udah milih, sayangnya pilihannya bukan guru. Ada guru honorer yang harus jualan gorengan sepulang sekolah demi nutupin kebutuhan hidup. Orang yang tiap hari berdiri di depan kelas, nyiapin materi, ngorbanin waktu, tapi pulang ke rumah harus cari tambahan karena gajinya nggak cukup buat makan. Kalau kondisinya kayak gini terus, siapa yang mau jadi guru? Orang-orang pintar bakal kabur ke profesi lain. Dan kita yang rugi. Pendidikan yang rugi. Bangsa yang rugi. Tapi masalahnya belum selesai sampai di situ. Karena ternyata, MBG yang katanya untuk anak-anak ini pun belum beres dengan urusan dasarnya: makanannya. Ya, memenuhi bare minimum saja mereka tidak mampu. Sejak awal 2025 hingga April 2026, setidaknya 33.626 pelajar tercatat mengalami keracunan dari program MBG, tersebar di 31 provinsi, berdasarkan catatan medis puskesmas dan RSUD. Dan ini bukan kejadian sekali dua kali. Guru Besar Teknologi Pangan UGM mencatat kejadian keracunan dalam program MBG hampir terjadi setiap bulan sepanjang 2025. Kenapa bisa keracunan terus? Banyak laporan menyebutkan makanan yang dikirim ke sekolah sering sudah tidak segar karena disiapkan jauh sebelum jam makan, sehingga bakteri punya cukup waktu untuk berkembang. Anak-anak dikasih makan, tapi makannya bikin mereka masuk puskesmas. Ini program bergizi atau program beracun? Dan sekarang, coba kita lihat ke mana uang pajak orang tua kita pergi. Dari total anggaran BGN 2025, belanja kendaraan menjadi pos terbesar, mencapai Rp 1,39 triliun, dengan sekitar Rp 1,2 triliun di antaranya khusus untuk pengadaan sepeda motor listrik. Motornya buat apa? Kata pemerintah untuk operasional. Tapi seluruh unit dilaporkan masih numpuk di gudang dan belum terdistribusi ke satu pun dapur MBG. Belum cukup. Di anggaran yang sama, BGN juga mengalokasikan Rp 6,9 miliar untuk pengadaan kaos kaki. Ironisnya, pos anggaran untuk makanan itu sendiri justru paling kecil, hanya Rp 242,8 miliar. Kaos kaki yang dibeli pun tidak bermerek, belum ber-SNI, tapi dihargai Rp 100.000 per pasang. Dan yang ini bikin aku nyaris nggak percaya: BGN menghabiskan Rp 113,9 miliar untuk menyewa jasa event organizer sepanjang 2025, dalam 31 paket pengadaan. Salah satunya untuk acara Fun Run Hari Antikorupsi Sedunia, dengan biaya EO Rp 1,339 miliar. Acara lari antikorupsi, dibayar pakai uang rakyat, lebih dari satu miliar rupiah. Aku nggak tau harus ketawa atau nangis. Kita sedang menyaksikan kehancuran negeri tepat di depan mata kita. Karena, saat fondasi pendidikan kita rapuh akibat guru yang nggak sejahtera, mau sekenyangnya anak makan siang pun, mereka tetap nggak akan bisa tumbuh jadi generasi yang kita harapkan.
Bardan - Digital Marketer@bardanslm

tetangga di kampung tasik kerja di dapur MBG dia flexing kerja Rp 5 juta sebulan, sebelumnya dia bantu2 jadi ART sebulan Rp 500 ribu - 1 jutaan. kira2 kalau belio cerita bagaimana menanggapinya? tapi buat di tasik gede bgt asli itu, gaji guru aja jauh dr 5 juta 😳

Indonesia
23
534
1.2K
42.9K
fikiiii retweetledi
aril piterpen
aril piterpen@aril_piterpen1·
udah ga nyanyi kah?😭😭
aril piterpen tweet media
Indonesia
192
1.2K
5.4K
102.6K
fikiiii
fikiiii@dnlsdnlsge·
@elokrupanya @afrkml kalau ga salah memang ada efek dari stress, salah satunya gatel2 kak cmiiw
Indonesia
0
0
0
37
Elok
Elok@elokrupanya·
@afrkml Dulu aku pas lagi stress skripsian hampir setiap hari begini. Dua hari atau setidaknya seminggu sekali. Padahal makanan yang aku makan sama aja kaya sebelum sering kena ini. Sempet curiga sama ikan asin, tapi pas besoknya makan lagi malah ga muncul. Semenjak kelar skripsi, untung
Elok tweet media
Indonesia
8
0
3
4K
Яizal do
Яizal do@afrkml·
Ini reaksi alergi, tp entah apa alergen yg ngetrigger di kasusnya dia krn butuh diperiksa langsung. Dulu pas masih sekolah, pernah badan aku gini jg setelah makan indomie. Iya, ga salah baca. Indomie ngasih aku reaksi alergi begini sebadan2 wkwk. Waktu itu emg lg alergi prohe sihhh. Tp alhamdulillah skg dah sembuh + bisa makan indomie sepuasnya hahaha
Glam_queen@glam_queenn

I visited my boyfriend last weekend and got this, Please what could be the cause it ??

Indonesia
275
97
1.9K
265.8K