noy

14.2K posts

noy banner
noy

noy

@dooryblue

menyuarakan isi kepala yang terus berbisik.

Katılım Mayıs 2019
356 Takip Edilen253 Takipçiler
noy
noy@dooryblue·
minimal minta maaf, bukan reply begini. itu kedua ortunya dosen gue. almh baru aja meninggal dan dukanya masih berasa, terutama bagi dosen gue (dekan fib sekarang) dan ketiga anaknya. empatinya mana? kita semua memang marah sama pelaku KS, tapi jangan main asal sebar informasi.
Indonesia
0
0
1
241
noy retweetledi
ega
ega@fluoxetan·
pernah baca, kalau hati lagi rapuh, mental lagi capek, dan pikiran gak dijaga, orang jadi lebih gampang kena waswas. setan masuk lewat celah-celah kelemahan kita. pas iman lagi turun, lagi lalai, emosi berantakan, atau merasa hopeless, godaan biasanya kerasa lebih kuat. secara psikologi juga make sense. saat orang lagi stress, depresi, kurang tidur (wkowow), trauma, atau emosinya gak stabil, kemampuan otak buat ngontrol impuls (cognitive control) ikut menurun. negative thinking naik, self control turun, jadi lebih susah nolak dorongan yang merusak (jadi destruktif sm diri sendiri). jadi kondisi mental emang memengaruhi vulnerability terhadap godaan. contohnya: -orang yang lagi ngerasa kesepian bisa jadi lebih mudah nyari perhatian di tempat yang kurang tepat. -orang yang lagi burnout bisa ngerasa ibadah dan tanggung jawab harian jadi jauh lebih berat. -orang yang lagi overthinking bisa lebih mudah tenggelam dalam prasangka buruk dan negative thoughts. -orang yang lagi emosional bisa lebih reactive lalu nyesel setelahnya. -orang yang lagi ngerasa kosong bisa lebih mudah buat nyari distraksi yang bisa menenangkan walaupun sementara doang. literatur psikologi juga nujukkin saat seseorang lagi depresi/mengalami emotional distress, mereka bisa menjadi lebih rentan mencari coping mechanism instan untuk nenangin rasa sakit batinnya. kadang bentuknya muncul sebagai kebiasaan adiktif atau coping yang destruktif, kayak substance abuse, compulsive sexual behavior, doomscrolling, binge eating, etc. so, buat aku pribadi yang juga lagi mentally struggling, belajar ngerawat mental, emosi, tubuh, dan lingkungan juga kerasanya kayak lagi mengusahakan untuk jaga sebagian kualitas ibadah. selain tawakkulmaxxing dan terus doa supaya Allah jaga hati aku, aku juga percaya ikhtiar memperbaiki diri secara psikologis juga termasuk bentuk usaha untuk memudahkan aku untuk taat. semoga Allah jaga hati kita semua dan meneguhkannya di atas kebaikan ya. ya muqollibal quluub tsabbit qolbi 'alaa diinik🪷
ega tweet mediaega tweet mediaega tweet media
miw.@lilaccountz

gaada sesuatu yg lebih dicintai syaithon drpd kesedihan seorg mukmin maka dr itu wahai mukminin, bergembiralah! optimislah! berdoalah! berbaik sangkalah pada Allah! biar si syaithon yg sedih, bukan kita☺️☝️

Indonesia
0
361
1.4K
32K
noy retweetledi
Abul Muzaffar
Abul Muzaffar@abulmuzaffar10·
Ini salah satu sidang yang paling keras menurut gw dalam sejarah UI. Dibuka dari jam 5 sore, selesainya nyaris jam 3 pagi. Ratusan mahasiswa menyidang dan menyoraki pelaku KS. Dekan, Wadek, Kaprodi, sebagian Guru Besar dan Dosen2 pada hadir. Ga ada yang pulang. Dekan berjanji akan menjatuhkan sanksi DO ke pelaku KS jika terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan KS. Sidang etiknya akan dimulai selasa ini. Kawal terus prosesnya.
mine@hirunclouds

14 PUTRI TIDUR KITA DATENG GUYS HAHAHAHAHAHA btw kalo kalian ketemu footage yang ada muka kakak kerudung abu2 yang naik ke stage jgn dishare ya, i assume she's one of the victim karena dia emotional banget begitu liat pelaku

Indonesia
304
16.5K
72.7K
2.2M
noy retweetledi
Iim Fahima Jachja
Iim Fahima Jachja@iimfahima·
“Para bapak, sudahi prinsip: mendidik anak laki-laki itu mudah. Turun tangan, didik anak laki-lakimu” Semalam 16 mahasiswa FH UI disidang sampai jam tiga pagi, sidang terbuka, disaksikan secara live oleh ribuan orang. Kejadian ini tidak tiba-tiba. Ini akumulasi. Terlalu lama society menelan mentah-mentah prinsip: “mendidik anak laki-laki itu mudah.” TIDAK. Justru karena dianggap mudah, banyak hal yang tidak diajarkan. Lihat saja pola yang sering diremehkan: Berawal dari obrolan santai yang melecehkan, jadi kebiasaan, jadi cara pandang, lalu jadi perilaku nyata (liat gambar piramida perkosaan) Tidak semua langsung jadi pelaku kekerasan seksual. Tapi hampir semua berangkat dari titik yang sama: normalisasi. Society sibuk mendidik anak perempuan: jaga diri, jaga batas, jaga perilaku. Tapi kendor pada anak laki-laki. “Namanya juga laki-laki.” “Cuma bercanda.” “Nanti juga ngerti sendiri.” "Boys will be boys" Tidak. Karakter tidak tumbuh sendiri. Ia dibentuk. Dilatih. Ditegaskan. Orang tua, perhatikan obrolan anak laki-lakimu. Kalau sudah mulai ada convo yang melecehkan: Tegur. Luruskan. Jangan ditertawakan atau dianggap enteng. Karena di situlah fondasi dibangun. Terutama para bapak. Anak laki-laki belajar bukan dari teori, tapi dari contoh. Bagaimana kamu bicara tentang perempuan. Bagaimana kamu memperlakukan pasanganmu. Bagaimana kamu menempatkan perempuan sebagai manusia, bukan objek. Semua itu direkam. Dan akan mereka ulang. Ketika seorang bapak menganggap mendidik anak laki-laki itu mudah, dia sedang memilih untuk menjerumuskan anak dengan tidak hadir secara penuh, tidak waspada, hingga di satu titik si anak bisa jadi pelaku ataupun korban. Anak kemudian dibesarkan oleh algoritma, oleh teman, oleh budaya yang seringkali permisif terhadap pelecehan dan standar moral yang yang tidak sehat. Kalau kita tidak serius mendidik anak laki-laki hari ini, jangan kaget dengan realitas besok. Karena pelaku tidak lahir tiba-tiba. Mereka dibentuk pelan-pelan, dari hal-hal yang selama ini dianggap “sepele.” Just incase ada yang komen: "emang siapa yang bilang mendidik anak laki-laki itu mudah? Saya dididik dengan sangat keras" Oh well, cara pandang itu sudah mengakar sejak lama di masyarakat.
Iim Fahima Jachja tweet mediaIim Fahima Jachja tweet media
Indonesia
34
6.6K
10.8K
189.8K
noy
noy@dooryblue·
@Nursna7 walah disebar mantan
Indonesia
0
0
0
20
noy
noy@dooryblue·
mau grup chat privat pun, sama aja ngerendahin perempuan anjirrrr. kok malah ngewajarin bahas di grup chat
Mastin@MastinSaurus

@sampahfhui Jadi ini sebenernya grup chat privat? Udah bener mereka begitu di grup, bukan lecehin depan korban, yg salah itu yg ngeshare. Isi kepala manusia juga kalo diumbar ke sosmed pasti isinya macem2 dari julid, porno, dll. Tapi selama di simpen didalam kepala ya gak masalah

Indonesia
0
0
0
96
noy retweetledi
邸珥菲
邸珥菲@SAIBdelvi·
Sholat lima kali sehari bukan cuma karena wajib, tapi karena mental bisa burnout kalau digempur terus menerus tanpa ada pause sama sekali. Sholat is a need indeed. Not only a must.
Indonesia
11
1.3K
6K
57.8K
noy retweetledi
Reen
Reen@heretheunsaid·
tak apa, pelan-pelan.
Reen tweet media
Indonesia
7
1.4K
3.3K
41.8K
noy retweetledi
邸珥菲
邸珥菲@SAIBdelvi·
Perubahan yg terjadi saat heartbreak itu real guys. Dada sesek, mual, hilang nafsu makan, berat badan naik/turun signifikan, ga bisa tidur, berat untuk bangun dan functioning. Terima keadaannya dan cari pertolongan. Mengakui ga lantas menjadikan kamu lebay.
邸珥菲 tweet media邸珥菲 tweet media
(((((el met jihyo)))))🔊🫧@ellucilf3r

seek therapist. i once fell sick everytime i cried. bukan sakit biasa. sakit yang rasa macam ada jarum paling tajam cucuk dekat dalam. its not the kind of pain that we felt time nangis biasa. its more than that. get help and tell them everything

Indonesia
45
1.2K
4.5K
115.6K
noy
noy@dooryblue·
@xiaoczhan halo, nad! congrats and welcome to media monitoring harian kompas. senin kita ketemu yaa~
Indonesia
1
0
0
1.1K
Nad || 🇰🇷🇨🇳🇯🇵
Bismillah. Guys, Alhamdulillah akhirnya di umur 26 tahun ini aku keterima magang😭 aku udh pesimis bgt bisa ngerasain magang. Bisa dapet kerja di umur 26 aja aku gk yakin. Tp ternyata gk ada yg gk mungkin untuk Allah🥺 Mohon doa nya ya semoga dilancarkan selama magang❤️
Nad || 🇰🇷🇨🇳🇯🇵 tweet media
Indonesia
165
252
7.6K
124K
noy
noy@dooryblue·
makan dengan mindfulness ternyata menenangkan ya. hati senang, perut kenyang. masyaAllah alhamdulillah
Indonesia
0
0
0
48
noy
noy@dooryblue·
ternyata, kalo berusaha berprasangka baik dan bersyukur akan hal-hal sederhana, hidup bisa lebih tenang ya
Indonesia
0
0
0
24
noy retweetledi
vyooo
vyooo@vyowiz_·
Dr. Gia said: "Peluang kita meninggal itu 100% Peluang kita hidup itu 0,000000001% Hidup itu keajaiban, anugerah. We the chosen one".
Indonesia
73
18.8K
75.9K
680.5K
noy
noy@dooryblue·
jangan kalah sama isi kepalamu itu
Indonesia
0
0
0
33
noy
noy@dooryblue·
janji jangan menyerah sama diri sendiri ya?
Indonesia
1
0
0
46