firda²⁵

4.9K posts

firda²⁵ banner
firda²⁵

firda²⁵

@doyounchu

no bio yet

UNS Katılım Mart 2021
479 Takip Edilen377 Takipçiler
firda²⁵ retweetledi
hani²⁶ || lolos snbp UNDIP
what if kuliah gratis, buku-buku gratis, transum merata ke seluruh daerah, tenaga pendidik digaji layak, lulus kuliah ga pusing cari kerja, perpusda buka 24 jam, trotoar layak pakai, UMR naik, ga ada parkir dan pungli. (omg mimpi basah ak as a wni hiks)
Indonesia
264
27.3K
71.6K
451.6K
firda²⁵ retweetledi
Dai メ𝟶
Dai メ𝟶@_afterpartyguy·
dulu dosen ilmu negara gw bilang kalau tonggak suatu negara tuh ada tiga; kesejahteraan rakyat, kesetaraan pendidikan, dan keadilan penegakkan hukum. indonesia nggak tiga2nya anjir 😭
Indonesia
151
23.2K
64.7K
453.5K
firda²⁵ retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran. Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini. Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan. Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja. Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya. Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia. Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”. Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal. Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;) Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan. Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa. Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri. Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok. Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
tempo.co@tempodotco

JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

Indonesia
419
20.8K
51.7K
1.3M
firda²⁵ retweetledi
txtdrimedia
txtdrimedia@txtdrimedia·
THIS 💯💯
txtdrimedia tweet media
English
53
25.9K
90.5K
548.1K
firda²⁵
firda²⁵@doyounchu·
@yuumeeo haloo kak bisaa dm yaah, kebetulan udah biasa buat live report
Indonesia
0
0
0
13
firda²⁵ retweetledi
kata_maspocongg
kata_maspocongg@TejaAru05798875·
@tanyarlfes “Emang kalau presidenya emil mario bakalan beda? Sama aja kan.” Sekarang presiden kita lagi Prabowo kidz, masa mau mengkritik uni Bakwan. Nanti kalau presidenya bagas dribel juga dia yang gue kritik. Gitu kidz.
Indonesia
6
237
2.2K
25.3K
firda²⁵ retweetledi
Leony
Leony@leony_ip·
Gmn kl ternyata doi bukan saking cinta sm Indo, tp saking bencinya jd rela nyapres berkali-kali buat hancurin ni negara wkwk
Indonesia
73
6.7K
39.9K
575.8K
firda²⁵
firda²⁵@doyounchu·
Mau capcut pro yg bisa login 2 device (hp+laptop) langsung spill harganyaa klo bisa mingguan aja #zonauang #zonajajan
Indonesia
38
0
3
271
firda²⁵ retweetledi
cozy 🕷️
cozy 🕷️@cozyaltruis·
"Politik mah kaga ngaruh dikehidupan gue" Kopi lu noh jadi 30rb
Indonesia
217
8K
32.7K
600.8K
firda²⁵ retweetledi
danerys
danerys@nakaharadz·
Dosen: Menurut kalian, di ASEAN yang dominan itu siapa? Mahasiswa di kelas: Indonesia Pak Dosen: Kenapa Indonesia? Mahasiswa: Karena kita bangsa yang besar GW MALES ASBUN BGTTTT 😭😭
Indonesia
103
8.4K
82.9K
867.5K
firda²⁵
firda²⁵@doyounchu·
Pls kalo aku lg sedih dan sedang alay-alaynya biarin aja, ak cm pgn meluapkan rasa sedih itu dg alay🥹🥹🥹☺️ nnt aku malu sendiri koq tp yaudah keinginanku pas sedih biarin aja, itu sisi lain dr aku.... mungkin
Indonesia
0
0
0
21
firda²⁵ retweetledi
𝐍𝐨𝐳𝐞𝐥⚚ノゼル
“yaelah bbm non subsidi doang yg naik, ga ngaruh ke gw” Yang naik emg bkn subsidi, tp bbm non subsidi dipake sektor logistik dan industri. Ongkos kirim naik —> biaya produksi naik —> harga barang ikut naik. Ujungnya ya kita ttp kena dampak.
Indonesia
208
7.2K
17.4K
328K
firda²⁵ retweetledi
orgil
orgil@bingungharaboji·
YaAllah kalo aku ga dikasih pinter, tolong permudah aja jalan hidupnya
Indonesia
24
8.3K
29.3K
289.4K