The Institute for Ecosoc Rights

70.7K posts

The Institute for Ecosoc Rights banner
The Institute for Ecosoc Rights

The Institute for Ecosoc Rights

@ecosocrights

Riset & pendidikan untuk pemajuan hak ekonomi, sosial & budaya. Telpon: 62-21-8304153; email: [email protected]

Jakarta Katılım Ağustos 2010
3.6K Takip Edilen23.1K Takipçiler
The Institute for Ecosoc Rights retweetledi
Roy Murtadho
Roy Murtadho@MurtadhoRoy·
Saya jumpa dgn mama Yasinta & warga Merauke lainnya di kantor PP Muhammadiyah JKT, sebelum kami diskusi & menyampaikan sikap tokoh lintas agama menolak PSN Merauke. Waktu itu, suara mama Yasinta tegas menolak PSN. So, kalo skrg ada pernyataan sebaliknya. Bisa jd sdg diintimidasi
Dandhy Laksono@Dandhy_Laksono

Indonesia
20
1.4K
3.9K
75.8K
The Institute for Ecosoc Rights retweetledi
BBC News Indonesia
BBC News Indonesia@BBCIndonesia·
Rencana kerja sama Indonesia-AS untuk memanfaatkan Bandara Kertajati di Majalengka, Jabar, sebagai "bengkel internasional" pesawat Hercules/C-130 memiliki risiko keamanan nasional yang besar ketimbang keuntungan secara finansial, kata pengamat. bbc.com/indonesia/arti…
Indonesia
0
5
13
1.1K
The Institute for Ecosoc Rights
Di tengah krisis, @prabowo membuang sia2 makanan MBG. Ini pemborosan yg keji krn banyak rakyat lapar @taufikd59/post/DYyecD7j0GQ?xmt=AQG0wgCjlQ8RixcDvxh_yfNmGauUyJtIPwxKRiJX5nh2RoX6aeZcOSYyNMpAISu1h0Nqllx8&slof=1" target="_blank" rel="nofollow noopener">threads.com/@taufikd59/pos…
Semplak 1, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
0
0
0
15
The Institute for Ecosoc Rights
Yg berharga bg pengurus negara ini cuma uang. Selebihnya persetan. Mau mati, mau punah, bukan urusan mrk @kasitau.info/post/DYwecFLjNIm?xmt=AQG0JUWROiLJsLQKn_MaTcW7j0Kd5tCLRv3qdWfdqt6QoXC3-Rt5YEennqNJiHjCfUoO09nV&slof=1" target="_blank" rel="nofollow noopener">threads.com/@kasitau.info/…
Semplak 1, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
0
0
0
20
The Institute for Ecosoc Rights
Manusianya saja digusur apalagi hewan. Perikemanusiaan saja tdk punya apalagi empati thd hewan. Mrk cuma peduli uang dan kekayaan. @a1syah_gunawan/post/DYwU1Fnk5Zq?xmt=AQG0YolIc42PKLorS3ctM6wDA6OGaspVNyeFLb-jobE3w63SBO0O1tdEnZfQz-qu2fOEmpJZ&slof=1" target="_blank" rel="nofollow noopener">threads.com/@a1syah_gunawa
Semplak 1, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
0
0
0
16
The Institute for Ecosoc Rights
Produk demokrasi tdk sama dng produk pengkhianatan. Menyamakannya berarti ngawur alias ngasal
Indra Kusuma 🔻@indrakusuma

@ecosocrights Intinya tetap sama adalah produk dan hasil demokrasi, lahir dari rahim proses demokrasi yang sah Hanya karena anda ga suka bentuk rupanya setelah brojol, bukan berarti dia bukan anak yang sah.

Semplak 1, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
1
0
0
44
The Institute for Ecosoc Rights
Yg dipilih orgnya khan? Yg dipilih begal (org), bukan militerismenya. Militerisme hasil pengkhianatan, bukan hasil pilihan yg dikehendaki rakyat
Karina@KarinaShen54587

@ecosocrights @indrakusuma Secara esensi demokrasi itu prinsipnya vox populi, vox dei. Mau masyarakatnya milih begal yg jelas² kriminal jadi presiden juga thats the will of the people

Semplak 1, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
1
0
0
57
The Institute for Ecosoc Rights
Militerisme mmg hrs ditolak. Selain membusukkan demokrasi dan HAM, kita sdh punya pengalaman buruk ttg kejahatan berat HAM yg dilakukan militer. Militer tempatnya di barak, bukan di ranah masyarakat sipil.
Kompas.com@kompascom

Baca di sini: regional.kompas.com/read/2026/05/2… Ratusan petani kopi di Desa Selosabrang, Temanggung, terpaksa memanen dini biji kopi yang masih hijau akibat instruksi pengosongan lahan secara mendadak pada awal Mei 2026. Perintah tersebut dikeluarkan karena lahan garapan warga akan segera digusur untuk pembangunan markas batalion teritorial pembangunan TNI. ~TR #PetaniKopi #PembangunanBatalion #Temanggung

Semplak 1, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
3
55
81
999
The Institute for Ecosoc Rights retweetledi
The Institute for Ecosoc Rights
Oh akhirnya @prabowo dan kabinetnya mengakui negaranya sdg krisis. Selama ini krisis ditutupi dng pidato2 kosong, arogansi, pemborosan dan tipu2 : nggak usah khawatir duit kita banyak; dolar naik setinggi apapun nggak masalah krn org desa nggak pakai rupiah; kalau mau investasi di sini silakan kalau nggak mau ya cari negara lain.
Ari3Pras ☯️@Ari3Pras

Nyalon ber-kali2 kalah melulu. Giliran sudah (dibolehkan) menang dia pun obral jabatan kpd partai pendukung dan donatur dg memberi posisi utk 109 pembantu (menko, menteri, pejabat setingkat menteri, dan wakil menteri). Tapi ketika terjadi krisis ekonomi, yg diminta bantuan cari solusi justru pejabat era Presiden SBY. Kan DBL!

Semplak 1, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
1
4
7
168
The Institute for Ecosoc Rights retweetledi
The Institute for Ecosoc Rights retweetledi
Ardianto Satriawan
Ardianto Satriawan@ardisatriawan·
Update terbaru! Katanya Rifaldy ini juga pernah masukin nama adiknya dan Ibunya si papernya. Bahkan nama labnya gada di kampus itu. Dan ibunya gak berafiliasi di kampus itu. 👇🏼 Gokil abis.
Ardianto Satriawan tweet mediaArdianto Satriawan tweet mediaArdianto Satriawan tweet mediaArdianto Satriawan tweet media
Ardianto Satriawan@ardisatriawan

Ada yang lagi rame: DUGAAN Beberapa orang Indonesia melakukan pemalsuan riset terorganisir dan TERUNGKAP di Konferensi ilmiah di Denmark?? Masih menunggu kesimpulannya. Karena ini berpotensi mencoreng nama baik ilmuwan Indonesia di mata internasional.

Indonesia
100
855
2.9K
98.7K
The Institute for Ecosoc Rights retweetledi
𝐎𝐦𝐉_𝙹³ռɢɢօtȶ
Klaim sepihak Tanah milik Negara Padahal tanah dan kampung sudah ada sebelum negri ini merdeka
Indonesia
43
758
1.2K
13.1K
The Institute for Ecosoc Rights retweetledi
Ari3Pras ☯️
Ari3Pras ☯️@Ari3Pras·
Beginilah kalau orang2 pemerintahan disuruh berbisnis. Gak punya pengetahuan dasar, gak punya pengalaman, tapi merasa serba bisa. Duit udah boncos buat bancakan antek2nya, presidennya masih aja ngide dg rencana2 yg gak membumi. Ujung2nya dimanfaatkan lagi oleh maling dan begal anggaran buat memperkaya diri.
Ari3Pras ☯️ tweet media
Indonesia
71
170
306
12.8K
The Institute for Ecosoc Rights retweetledi
Sumatera Adil & Federal
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera·
BEDA NASIB: YANG SATU DIRAYAKAN DI INGGRIS🇬🇧, YANG SATU TERJERAT TRAGIS DI SUMATERA 🇮🇩💔🐅. Lahir di Inggris Dijaga, Lahir di Sumatera Malah Terjerat... 🥺 Sungguh ironis melihat nasib satwa kebanggaan Indonesia saat ini. Di saat dunia internasional (Howletts Park, Inggris) bersukacita menyambut kelahiran 4 bayi Harimau Sumatera sebagai pahlawan konservasi, di tanah airnya sendiri mereka justru harus bertaruh nyawa. Seekor anak Harimau Sumatera betina berusia sekitar 9-11 bulan ditemukan terluka parah akibat terkena jerat di perkebunan warga Jorong Sumpadang Baru, Pasaman, Sumbar (21/5/2026). Leher dan beberapa kakinya mengalami luka jeratan serius. Saat ini korban sudah dievakuasi BKSDA ke Padang untuk perawatan intensif. Warga sekitar diimbau ekstra waspada karena diduga induk harimau masih berada di sekitar lokasi untuk mencari anaknya yang hilang. Yuk, sama-sama kita suarakan
Sumatera Adil & Federal tweet media
Indonesia
12
452
1.2K
7.4K
The Institute for Ecosoc Rights retweetledi
txtdrimedia
txtdrimedia@txtdrimedia·
punya utang 1 juta, pegawai ASN tewas ditembak pegawai bank keliling depan istri serta 2 anakny usia 3 & 7 thn awalny, pelaku FJ (21) datangin korban D (40) untuk nagih utang tapi terjadi cekcok berujung perkelahian FJ mengeluarkan senjata api dari tas dan menembak D tepat di kepala istri dan ke-2 anak korban histeris melihat langsung kejadian ini korban sempat dibawa ke RS tapi tidak terselamatkan
txtdrimedia tweet media
Indonesia
181
160
1K
143.5K
The Institute for Ecosoc Rights retweetledi
Ardianto Satriawan
Ardianto Satriawan@ardisatriawan·
Ada yang bilang data mereka 100% PALSU. Jadi Bapak ini pernah ketemu di Korea, pake data 700 TEVAR. Pas ditanya data dari mana, dijawab dari 1 RS swasta di Bandung, lalu buru buru pergi. Padahal RS Jantung terbesar di Indonesia aja tidak memiliki data 700 Tevar. Detail👇🏼:
Ardianto Satriawan tweet mediaArdianto Satriawan tweet media
Ardianto Satriawan@ardisatriawan

Ada yang lagi rame: DUGAAN Beberapa orang Indonesia melakukan pemalsuan riset terorganisir dan TERUNGKAP di Konferensi ilmiah di Denmark?? Masih menunggu kesimpulannya. Karena ini berpotensi mencoreng nama baik ilmuwan Indonesia di mata internasional.

Indonesia
86
1.5K
5.7K
184K