Sabitlenmiş Tweet

KOTA YANG MENUA [AGING CITY]
―Bandung, memori sebuah kota
Bangunan² lama kian menua, rusak fisik, dan tak terawat (urban blight),
Infrastruktur usang dgn fasad kusam, sanitasi rusak, dan teknologi bangunan yg tertinggal,
Tanpa konservasi, sebagian bahkan terlepas dari sejarah.
Meski aktivitas ekonomi kota secara makro membaik,
Kawasan Kota Tua menghadapi tantangan dlm menjaga vitalitas,
Karena sejarah yg penuh gejolak, kebijakan yg membatasi, dan pariwisata yg tak terintegrasi,
Kota Tua pun Menua: Nilai² historis menurun, juga estetika, dan fungsional.
Kota Yang Menua: Diikuti penurunan aktivitas ekonomi hingga penyusutan populasi (shrinking city),
Investasi menepi, biaya perbaikan lebih mahal daripada nilai properti,
Bangunan² kosong, dibarengi tingginya angka pengangguran . .
Kota Yang Menua: Seonggok warisan yg dikelola oleh masa lalu,
Kawasan fungsional yg sedang kehilangan relevansi dan kualitas hidup,
Romantisme melankolis yg terlupakan,
Penghuninya bertahan hidup di tengah pudarnya kejayaan.
Kota Yang Menua: Ambience getir, sunyi di tengah keramaian,
Penghuni²nya berinteraksi dgn narasi kehilangan:
Kisah tentang anak² muda yg pergi merantau mencari masa depan,
Orang² tua yg tetap setia pada rumah² tua mereka,
Solidaritas para lansia yg berbagi memori tentang masa jaya kota yg kini usang, Tentang kehidupan yg melambat,
Bukan karena pilihan, tapi denyut nadi ekonomi yg kian melemah.
Kota Yang Menua: Ada keindahan yg menyakitkan (bittersweet),
Kisah tentang Toko Roti tua yg masih buka meski pelanggannya segelintir,
Sampah kota, coretan² acak di dinding yg kusam yg memicu perasaan campur aduk,
Taman kota yg sulit diakses, ditumbuhi ilalang, rindu akan cengkerama.
Kota Yang Menua: Romantisme tentang perpisahan yg panjang dgn masa lalu,
Yang tak akan kembali.🏢
📸




Indonesia














