Pergerakan nih guys… lu pada tau gak ada gosip panas
Katanya lagi rame isu soal skenario jatuhin kepemimpinan Prabowo Subianto.
Mulainya dari tekanan buat naikin harga BBM, terus kalau itu kejadian bakal dipakai jadi “pemantik” buat goreng isu → demo besar → situasi dipanasin.
Bahkan ada yang bawa-bawa nama George Soros sama Pentagon, katanya ada peran di balik media & LSM buat shaping opini publik.
@rimapurwasih itu udah membuktikan klo otaknya bodoh sih logikanya nggak ada. ini bukan perbuatan baik atau utk pencitraan dia bodoh aja makanya melakukan apapun utk pencitraan ppadahal itu penghinaan. malu lah NU punya wapres kek gini katanya kalian ngaku paham islam
Makin hari makin muak dgn kebijakan pemerintah. Bertahun-tahun guru mengabdi, nggak tuh dikasih motor. Lah ini MBG malah dikasih motor, bahkan insentif sampai 6 jt per hari.
Beginilah hasil presiden joget².
sekarang kerasakan dari kebijakan pemerintah semuanya mahal.
Jancukkk
@RadioElshinta udahlah kau tuh ndk mampu kerja kamu sndiri yg ngomong di video kamu mnta undur diri kan karna merasa tidak mampu katanya. jgn sok2an lagilah dasar penjilat ludah. malu tuh sama air liur lu
Hasan Nasbi Kritik Provokasi di Momen Silaturahmi: Tak Paham Esensi Demokrasi
Jakarta - Hasan Nasbi merespons video pernyataan seorang pimpinan lembaga survei dalam sebuah acara halalbihalal. Hasan mengaku miris menyaksikan pernyataan provokatif pimpinan lembaga survei tersebut.
Pimpinan lembaga survei itu, Hasan mengungkapkan, ingin menjatuhkan pemerintahan yang sah tanpa melalui proses demokrasi hanya karena petahana bukan pihak yang didukungnya saat Pemilu 2024 lalu.
"Mungkin hasrat untuk berkuasa tanpa Pemilu ini meronta-ronta dalam jiwa mereka. Mereka ingin menempuh sebuah jalan untuk berkuasa tanpa melalui proses demokrasi. Mereka itu mengakunya pejuang demokrasi, tapi enggak pernah mau paham apa esensi demokrasi. Kalau perebutan kekuasaan dalam demokrasi itu difasilitasi kok lewat Pemilu," kata Hasan dalam akun Youtube resminya, dikutip pada Minggu (5/4).
Hasan pun merasa heran karena provokasi tersebut datang dari seorang pimpinan lembaga survei yang juga pakar di bidang ilmu politik. Ajakannya mengatasnamakan kepentingan rakyat, sementara tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan saat ini tinggi.
Pimpinan lembaga survei yang hidup dari sistem demokrasi, tapi malah tidak menghormati proses demokrasi. Mengeklaim kepentingan pribadinya sebagai 'kepentingan rakyat'.
"Sebagai konsultan politik kan beliau juga kaya raya dari proses demokrasi. Proses Pilkada, proses Pilpres, proses Pileg. Klien-kliennya presiden dulu, calon presiden, partai politik, caleg-caleg, dan yang hari ini dia hina semua itu. Presidennya dia hina, partai politiknya dia hina, caleg-calegnya dia hina. Dia juga seorang Pollster yang harusnya paham data," ujar Hasan.
Di setiap masa pemerintahan, lanjut Hasan, memang ada saja pihak-pihak yang ingin menjatuhkan pemerintahan sah tanpa melalui proses yang demokratis. Tapi di tengah dinamika global saat ini, provokasi tersebut sungguh tidak tepat. Dalam kondisi seperti sekarang, persatuan sangat dibutuhkan agar bangsa Indonesia dapat mengatasi berbagai tantangan.
"Ketika situasi ekonomi dunia kacau balau, situasi keamanan dunia juga sedang tidak baik-baik saja, cuaca panas di luar, ada banyak pertengkaran di luar negeri. Tapi di dalam negeri, orang-orang yang mengaku pejuang demokrasi ini juga memanas-manasi susana. Kan yang kita butuhkan hari ini adalah persatuan, kerja sama. Ada satu semangat, satu hati, satu perasaan untuk menjaga bangsa kita bisa melalui keadaan yang sulit ini dengan baik. Ini kok malah mengacak-acak, malah memprovokasi supaya pemerintahan tumbang," ucap Hasan.
Menurut Hasan, kritik adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Tapi provokasi untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah tanpa melalui proses yang konstitusional merupakan pelangggaran terhadap demokrasi.
"Kritik itu enggak masalah. Silakan kritik pemerintah sekeras-kerasnya, dan pemerintah harusnya juga boleh menjelaskan pembelaannya seterang-terangnya. Itu esensi demokrasi yang bisa kita terima. Tapi kalau pemerintah tidak melakukan pelanggaran, tidak melakukan kesalahan melanggar Undang-Undang, tidak menabrak konstitusi, tapi Anda ingin mengajak masyarakat untuk menjatuhkan presiden karena perasaan Anda tidak terpenuhi, karena keinginan Anda tidak tercapai, itu sesuatu hal yang tidak bisa diterima," tegasnya.
#HasanNasbi#Demokrasi#JagaDemokrasi#TolakProvokasi#Pemilu#StabilitasNasional#PersatuanBangsa@prabowo#PolitikIndonesia#SuaraPublik
@myshawti Rusakin aja mobil tuh ndk ada yg tau juga. Setiap org lewat lempari telor kek atau batu biar duit si kampret ni lari k tukang service. Kalian rakyat tegas dikit napa. Kalian kekeh terhadap aturan yg ndk guna tuh barbar aja udh kasih paham kekuatan rakyat. Bukan jdi ternak gini
@zanatul_91 Ni seriusan org² yg ngaku paham islam pada diem aja? Pemerintahan kalian ini zalim loh tolol kali setelah diberi jabatan dan tambang. Malu kalian sma tuhan kalian tuh
Total ada 4 gugatan:
1. Yayasan, guru, mahasiswa
2. Dosen
3. Guru Honorer & P2G
4. MBG Watch, lembaga, individu
Seinget saya masih ada lagi tapi lupa. Yang merasa dirugikan oleh program Makan Bergizi dalam UU APBN 2026, bukan sekedar gugatan pada APBN-nya, tapi mempersoalkan MBGnya.
Ingat, ini bukan soal menang dan kalah, ini soal mendidik negara untuk taat konstitusi.
@narkosun Yang pasti pak ya, yg kerja swasta tpi yg dpt enak cuma PNS kayak kalian. Memang sial, kerja d indo ni capek² mikirkan menjaga kualitas dan kuantitas dimana anggarannya udh dipotong oleh PNS yg ndk guna tuh udh jadi pun masih dimintain. Bahkan polisi yg ndk ada hubungan aja mnta
@KangManto123 boleh naikin tapi juga naikin gaji2 pegawai, khususnya orang2 menengah. Pak @prabowo coba kamu mnta orang2 ham itu sidak kantor2 swasta tanyakkan gaji2 karyawannya masaklah konsultan proyek cuma 6 jt gajinya? mnta naikkan kek ke 8jt lah cukup.
@Ndons_Back Prabowo k luar negri bukannya dia cuma mau pamer k penguasa² di luar negri ya? Biar dia nnti diingat sebagai presiden RI. Ah come on temon omon. Presiden ndk jelas umur mau sekarat aja bikin susah 1 negara
Di Tengah Ketidakpastian Dunia, Blusukan Prabowo ke Jepang dan Korea: Bukti Diplomasi Ekonomi yang Berhasil
Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan baru-baru ini bukan sekadar perjalanan kenegaraan biasa, melainkan sebuah langkah strategis yang menghasilkan capaian luar biasa di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian. Dengan membawa pulang komitmen investasi senilai total USD 33,89 miliar atau setara Rp575 triliun, langkah ini menjadi bukti nyata bahwa diplomasi ekonomi yang dijalankan pemerintah saat ini sangat efektif dan berorientasi pada hasil nyata.
Angka yang fantastis ini bukanlah kebetulan. Di tengah gejolak geopolitik dan ketidakstabilan ekonomi dunia, Indonesia justru semakin menjadi tujuan investasi yang menarik dan terpercaya. Jepang dan Korea Selatan, sebagai dua negara maju dengan teknologi dan modal yang kuat, melihat potensi besar di Indonesia terutama dalam arah kebijakan yang fokus pada hilirisasi industri, ketahanan energi, dan pengembangan sektor strategis seperti energi terbarukan, teknologi karbon, industri baja, baterai, hingga ekonomi digital. Ini menunjukkan bahwa visi pembangunan yang ditawarkan pemerintah sejalan dengan kebutuhan dan tren global, sehingga mampu menarik minat investor jangka panjang.
Yang tak kalah penting adalah pendekatan langsung dan aktif yang dilakukan Presiden Prabowo. Ia tidak hanya hadir secara simbolik, tetapi terlibat langsung dalam dialog dengan para pelaku usaha, mendengarkan masukan, merespons cepat kendala yang dihadapi, dan memberikan solusi serta arahan yang jelas. Keterlibatan pribadi kepala negara ini menjadi faktor kunci yang meningkatkan kepercayaan investor, karena mereka merasa didengar dan yakin bahwa pemerintah serius dalam memfasilitasi dan mengawal setiap proyek investasi hingga terwujud.
Capaian ini juga membawa dampak positif yang luas bagi rakyat. Investasi jumbo ini akan membuka ribuan lapangan kerja baru, meningkatkan transfer teknologi, memperkuat industri dalam negeri, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Pemerintah juga telah menyiapkan mekanisme debottlenecking untuk mempercepat realisasi proyek, sehingga manfaatnya bisa dirasakan secepat mungkin oleh masyarakat.
Secara keseluruhan, kunjungan ini adalah bukti bahwa di bawah kepemimpinan Prabowo, Indonesia memiliki kemampuan untuk bersaing dan berkolaborasi dengan dunia internasional, bahkan di saat kondisi global tidak menentu. Ini adalah langkah awal yang sangat baik, dan menjadi sinyal kuat bahwa masa depan ekonomi Indonesia semakin cerah dan berkelanjutan.
PERINGATAN KERAS DARI BEM UI UNTUK PRABOWO....
ULTIMATUM 3X24 JAM DARI BEM UI KE PRABOWO...
KELUAR DARI BoP ATAU GELOMBANG AKSI MAHASISWA MENGGUNCANG....‼️
#RakyatTolakMBGDanBoP#RakyatTolakMBGDanBoP
🆘🆗