Eki Ramadan

38.2K posts

Eki Ramadan banner
Eki Ramadan

Eki Ramadan

@ekirmdn

Free

bandung,jawabarat Katılım Nisan 2012
173 Takip Edilen331 Takipçiler
Eki Ramadan
Eki Ramadan@ekirmdn·
Aerostreet emang sebagus itu dan murah lagi ... siguel punya sepatu aerostreet sampe 5 dan kaos yg dipake sehari² hampir 70% dari aerostreet ... p bisa kali kirim jaket @aerostreet 🤭😭🤣
Kick Nost@kicknost

Brand Lokal Tidak Kekurangan Kualitas, Tapi Kekurangan Kepercayaan Ada satu pola yang terus berulang setiap kali membahas brand lokal. Kualitasnya sebenarnya bagus, desainnya menarik, harganya kompetitif tapi tetap saja, banyak orang masih ragu. Ini bukan soal produk, ini soal kepercayaan. Selama beberapa tahun terakhir, perkembangan brand lokal Indonesia sebenarnya cukup signifikan. Di industri fashion, misalnya, nama-nama seperti Erigo, Eiger, hingga Aerostreet berhasil membangun pasar yang kuat. Bahkan dalam survei konsumen terbaru, brand lokal mulai masuk dalam daftar pilihan utama, sesuatu yang jarang terjadi satu dekade lalu. Fenomena ini menunjukkan satu hal penting, brand lokal tidak lagi hanya menjadi alternatif murah, tapi sudah mulai dipertimbangkan sebagai pilihan utama. Namun di balik pertumbuhan tersebut, ada satu tantangan yang masih terasa konsisten yang keberlanjutan. Banyak brand lokal tumbuh cepat karena momentum digital. Mereka hadir dengan desain menarik, harga kompetitif, dan strategi pemasaran yang agresif di media sosial. Dalam waktu singkat, brand tersebut menjadi populer, bahkan viral. Namun setelah hype mereda, tidak semuanya mampu mempertahankan posisi tersebut. Masalahnya bukan pada kreativitas, masalahnya adalah ada pada konsistensi. Ketika skala bisnis meningkat, tantangan mulai muncul yaitu produksi massal, kontrol kualitas, distribusi, hingga layanan purna jual. Di titik inilah beberapa brand lokal mulai kehilangan momentum. Sebaliknya, brand lokal yang berhasil bertahan biasanya memiliki satu kesamaan, mereka membangun sistem, bukan sekadar momentum. Eiger, misalnya, berkembang dengan pendekatan jangka panjang dan positioning yang jelas. Contoh lain ada Aerostreet berhasil menjaga harga terjangkau tanpa meninggalkan identitas produknya. Sementara beberapa brand fashion lokal lainnya mulai berani masuk pasar internasional, sesuatu yang sebelumnya jarang terjadi. Ini menunjukkan bahwa brand lokal sebenarnya sudah berada di jalur yang tepat. Yang sering tidak disadari, brand lokal Indonesia saat ini berada dalam fase yang mirip dengan industri sepakbola yang sedang membangun ulang fondasi. Potensinya besar, pasarnya berkembang, dan kualitasnya semakin meningkat. Namun sistemnya belum sepenuhnya matang. Itulah sebabnya persepsi terhadap brand lokal masih naik turun. Unpopular opinion: Brand lokal Indonesia bukan kalah kualitas. Mereka hanya belum konsisten dalam membangun kepercayaan jangka panjang. Jika konsistensi itu mulai terbentuk, bukan tidak mungkin brand lokal akan menjadi pilihan utama, bukan lagi alternatif. Tanda-tanda itu sebenarnya sudah mulai terlihat, tinggal menunggu siapa yang mampu bertahan paling lama. Pertanyaannya sekarang sederhana, kalian membeli brand lokal karena percaya kualitasnya atau karena sekadar ingin mencoba dan sedikit ikut-ikutan saja? Komen yuk 👇🏻

Indonesia
0
0
1
76
Eki Ramadan retweetledi
Cinephile Intern
Cinephile Intern@cinephileintern·
Laki-laki gak boleh miskin. Dunia jahat sama laki-laki miskin. 😭😔
Cinephile Intern tweet media
Indonesia
110
6.8K
18.6K
473.5K
Eki Ramadan retweetledi
jen
jen@uoqbi·
home home home bacott anjinggggg. gada yg bisa gua jadiin rumah, semua kek bangsatt gaada yang bisa dipercaya.
Indonesia
124
437
994
16.5K
Eki Ramadan retweetledi
jen
jen@uoqbi·
apa yang di harapkan dari seorang anak yang batinnya berduka seumur hidup.
Indonesia
3
518
1K
26.7K
Eki Ramadan
Eki Ramadan@ekirmdn·
@iflfrss @vvotanet Lah baru sadar ya , marsha emang kalo nyanyi keliatan banget ketara lypsing nya ... I mean kayak lagu yg powernya full juga dia mangap nya biasa aja 😭
Indonesia
1
0
0
48
Noir
Noir@iflfrss·
@vvotanet iya. tapi jeleknya, maeng kayak kalo di konser kemaren pas bawain SaCin, mulutnya kek ogah²an pas nge-lip sync. ketara bgt timpangnya sama cara Christy. ganggu bgt kalo duet gitu, tapi satu orangnya ga kompak
Indonesia
1
0
6
555
WOTANET MENFESS
WOTANET MENFESS@vvotanet·
siapa yang setuju nyawa lagu sacin ada di marsha
WOTANET MENFESS tweet media
Indonesia
19
31
317
13.4K
Eki Ramadan retweetledi
Disdukcapil Kota Bandung
Disdukcapil Kota Bandung@bdg_dukcapil·
Wargi Bandung, silakan dapat scan qrcode Telegram di bawah ini untuk mendapatkan nomor antrian layanan ke kantor Disdukcapil, atau ke Gerai Pelayanan Istimewa (Geulis) di Bandung Trade Center (BTC), Metro Indah Mal (MIM), RS Bandung Kiwari atau kantor DPRD.
Disdukcapil Kota Bandung tweet media
Indonesia
1
1
7
1.4K
Eki Ramadan retweetledi
Bagas93
Bagas93@Subehan110·
luka dari keluarga, bikin kita haus kasih sayang ya.
Indonesia
178
3.6K
11.4K
215.6K
Eki Ramadan retweetledi
nday
nday@assertndayy·
ngeliat diri sendiri, kadang kasian juga ya
Indonesia
140
5.2K
10.4K
193.2K
Eki Ramadan retweetledi
𝓗𝓮𝓪𝓵𝓲𝓷𝓰
𝓗𝓮𝓪𝓵𝓲𝓷𝓰@ruanganhealing·
Semoga setiap pengeluaran tak terduga kita bulan ini digantikan dengan rezeki yang lebih baik dan tak terduga pada bulan depan 🤍
Indonesia
47
4.2K
9.7K
131.7K
Eki Ramadan retweetledi
adit , jfb!
adit , jfb!@rofmeov·
Fungsi whatsapp gua skrng: - nyimak grup - liat sw orang - bikin sw (opsional) - bales chat (opsional)
Indonesia
210
9.7K
35.7K
303.8K
Eki Ramadan retweetledi
HRD BACOT
HRD BACOT@hrdbacot·
Kembali akrab dengan kopi setelah sebulan hubungannya merenggang
Indonesia
161
2.1K
3.9K
188.2K
Eki Ramadan retweetledi
ontyyy
ontyyy@awdilss·
Teori benang merah memang nyata ya. Ketika perpisahan direstui semesta, maka tidak akan bertemu dikebetulan manapun.
Indonesia
378
8.3K
38K
755.9K
Eki Ramadan retweetledi
vyooo
vyooo@vyowiz_·
Sebelum gue sampai di titik berani nge-cut off teman, gue itu tipe orang yang selalu ngasih effort bahkan buat hal-hal kecil. Tapi begitu ngerasa nggak dihargai, gue mulai sadar: “Capek juga ya, ternyata cuma gue yang excited sendirian.”
Indonesia
40
1.4K
3.6K
79.3K
Eki Ramadan retweetledi
Jejak Rasa
Jejak Rasa@jejakrasa27·
Anak yang menyimpan kecewa pada orang tuanya, bukan berarti ia kehilangan rasa hormat atau berhenti berbakti. Justru seringkali, ia terlalu mencintai hingga takut salah dalam menyampaikan perasaannya sendiri. Ia memendam, bukan karena tidak peduli, tapi karena bingung bagaimana mengungkapkan luka tanpa terdengar seperti perlawanan. Di dalam diamnya, ada hati yang ingin dimengerti tanpa harus menjelaskan panjang lebar. Ada air mata yang ditahan, karena takut dianggap durhaka hanya karena jujur tentang rasa sakitnya. Mereka bukan anak yang membangkang, mereka hanya manusia yang terluka yang masih belajar menyeimbangkan antara bakti dan perasaan yang belum sempat sembuh.
Indonesia
18
901
2.3K
65.3K
Eki Ramadan retweetledi
vianna
vianna@vivinn___·
Foto keluarga itu mahal, ga semua orang punya.
Indonesia
125
1.5K
6.3K
140.6K
Eki Ramadan retweetledi
andi
andi@andihiyat·
Yang keluarganya berantakan, met lebaran ya
Indonesia
59
380
1.5K
60.9K
Eki Ramadan retweetledi
unmag
unmag@unmagnetism·
lebaran malah main hp mulu ga akrab sama kluarga yaa
Indonesia
297
727
6.4K
149.1K
Eki Ramadan retweetledi
folkative
folkative@insidefolkative·
Tidur siang pas lebaran adalah tidur siang ternikmat.
Indonesia
94
1.6K
5.6K
104.2K
Eki Ramadan retweetledi
ChoSultan
ChoSultan@Chosultan·
Aku berhutang satu kata pada diriku sendiri: maaf. Maaf ya, untuk semua lelah yang sering kuabaikan, untuk semua badai yang kupaksa kuat. Di ramadhan berikutnya mari kita datang lagi dengan versi diri yang lebih baik, lebih sehat, dan penuh kelancaran dalam setiap apapun itu. 🤍
Indonesia
8
2.3K
4K
84.6K