ekorahman

3.4K posts

ekorahman banner
ekorahman

ekorahman

@ekorahman

Biota Laut

Indonesia Katılım Temmuz 2009
175 Takip Edilen126 Takipçiler
𝐆𝐚𝐥
𝐆𝐚𝐥@pantungalimar·
ada apa dengan kopo?
𝐆𝐚𝐥 tweet media
Indonesia
113
19
312
29.9K
ekorahman retweetledi
Spoorweg van Java
Spoorweg van Java@SpoorwegvanJava·
Coming soon🆕 KA Sangkuriang (BD-SGU-KTG P. P) TS Non-SSNG Depo BD
Indonesia
31
50
304
31.6K
ekorahman
ekorahman@ekorahman·
😪... dahlah, capek.
Indonesia
0
0
1
186
ekorahman
ekorahman@ekorahman·
Memang sebaiknya tidak terburu²... #GGMU
ekorahman tweet media
Indonesia
0
0
0
32
ekorahman
ekorahman@ekorahman·
@txtdrjkt Pusing, orang jalan lalu lalng pada cepet² amat.
Indonesia
0
0
0
155
TXT DARI JAKARTA
TXT DARI JAKARTA@txtdrjkt·
selain nyarap pake mie ayam
TXT DARI JAKARTA tweet media
Indonesia
784
3.2K
40.9K
1.7M
ekorahman retweetledi
Bening
Bening@RELAXASl·
related????? 😭
English
394
339
2.9K
371.4K
ekorahman retweetledi
Bobotoh
Bobotoh@LalajoPersib·
😁😃
QME
5
75
752
48.8K
ekorahman retweetledi
ET Hadi Saputra 🍉🦉🇮🇩🏴‍☠️
Saya harus akui, jantung saya berdetak kencang, ingatan saya kembali menyergap tajam saat melihat berita bencana di Sumatera pekan ini. Dulu, hampir dua dekade lalu, saya ada di sana. Bukan sebagai pengacara, melainkan penerbang sipil yang dipanggil negara, berdesakan di lambung pesawat tua. Ya, pesawat TNI AU uzur. Kami terbang gila-gilaan, hampir tidak kenal pagi, siang, atau malam. Seringkali, kami sudah harus take off dari Halim sebelum subuh. Tujuannya: Banda Aceh. Kami bawa Hercules C-130 yang sudah sepuh itu. Pesawat itu, Bapak-Ibu sekalian, adalah potret jujur bangsa ini: tua, berisik, kurang terawat, tapi untungnya sangat andal dan pekerja keras. Di dalam perutnya yang gelap, kami duduk di jaring samping. Telinga berdengung raungan Allison T56. Jika Anda mau tau, bau di dalam kabin itu adalah campuran unik: solar, minyak mesin yang bocor halus, keringat relawan yang tidak mandi tiga hari, dan aroma timpahan mi instan basi. Intensitasnya? Luar biasa. Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) mendadak menjadi terminal paling sibuk di dunia. Ada Hercules TNI, ada C-17 Amerika, ada Ilyushin dari Rusia, semua berebut slot. Air Traffic Controller (ATC) kita seperti pesulap. Semua ingin cepat, semua jadi pahlawan tanpa berharap bintang. Ironinya adalah pada sistem logistik kita. Di satu sisi, kita punya Hercules TNI yang bertempur mati-matian, mengangkut puluhan ton barang. Di sisi lain, muncul pahlawan yang datang dari sektor yang paling tidak kita duga: Maskapai Sipil. Ya, maskapai-maskapai besar seperti Lion Air dan Batavia Air ikut menyumbangkan free lift dari Jakarta. Mereka menggunakan pesawat komersial, kursi dilepas, diisi karung beras. Mereka bergerak karena kemanusiaan, mendahului banyak surat izin dan nota dinas yang mungkin masih diketik di kantor-kantor pusat. Dan pahlawan sejati di udara adalah Susi Air. @susipudjiastuti Saat pesawat-pesawat besar TNI dan asing fokus ke Banda Aceh, Meulaboh dan Simeulue masih jadi titik buta. Landasan hancur, Susi dengan dua pesawat kecil Cessna Caravan-nya mengangkut obat-obatan dan susu bayi. Susi dan crew pilot asingnya terbang nekat, masuk ke landasan perintis. Mereka adalah antitesis dari birokrasi yang kaku. Contoh nyata bagaimana rule of law itu sejenak harus tunduk pada rule of need. Kebutuhan lebih dulu, baru administrasi. Saya ingat, interaksi kami dengan crew Susi itu terasa sangat kontras. Di dekat Hercules yang penuh serdadu, mereka berdiri di samping Caravan kecil, mengenakan kaos, mengangkut sendiri kardus-kardus tanpa forklift mewah. Salah satu pilot asingnya pernah menyindir, "Saya pikir tugas saya hanya lobster, ternyata saya juga delivery harapan kemanusiaan." Tawa kami pecah. Tawa terdengar pahit tapi kejujurannya nyata hanya berharap pahala. Saat ini, kita kembali menghadapi bencana di Sumatera. Apa yang berubah? Infrastruktur mungkin lebih baik. Teknologi komunikasi pasti lebih canggih. Namun, saya khawatir, jiwa gotong royong yang non-bureaucratic itu justru semakin menipis. yang jelas saya tidak dipanggil lagi menerbangkan pesawat, mungkin pilotnya sudah banyak. Mungkin juga karena memang tak ada landasan yang bisa didaratin fix wing. Mungkin juga kita makin terbiasa menunggu instruksi pusat, menunggu dana cair, menunggu SOP selesai dicetak. Padahal, semangat yang dibutuhkan saat bencana adalah semangat Susi Air: bergerak cepat, tidak bertanya izin, dan langsung menuju titik yang paling terluka. Semangat yang harusnya diwarisi oleh setiap aparatur sipil dan militer. Sudah saatnya kita belajar dari Hercules tua dan Cessna kecil. Aset terbaik bangsa ini bukanlah pesawat baru atau regulasi yang tebal, melainkan keberanian mengambil risiko dan keikhlasan untuk bergerak tanpa menunggu tepuk tangan. Jika tidak, setiap bencana hanya akan jadi pengulangan tragedi birokrasi yang mematikan. #ethadisaputra #majalahforumkeadilan #tsunamiaceh #operasikemanusiaan #hercules #susiair #dahlaniskan #hukumdanlogistik #militersipil #bencanaindonesia
ET Hadi Saputra 🍉🦉🇮🇩🏴‍☠️ tweet media
Cilandak, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
228
4.1K
6.7K
644.1K
ekorahman retweetledi
literally not ida
literally not ida@mabuksianida·
itb cabang edinburgh
literally not ida tweet media
English
335
6.1K
63K
891.2K
ekorahman
ekorahman@ekorahman·
@infobdg Kupat tahu petis disanguan, anyone?
Indonesia
0
0
1
13
BANDUNG ᮘᮔ᮪ᮓᮥᮀ
Coba sebutin opini kamu tentang kuliner Bandung yang bisa buat ada di posisi gini, Taruwit. Mimin duluan: Seblak yang asli adalah seblak yang toppingnya kurupuk aja~
BANDUNG ᮘᮔ᮪ᮓᮥᮀ tweet media
Indonesia
201
44
319
210.5K
ekorahman
ekorahman@ekorahman·
Hari, hari apa yg mantap... harry maguire 💪💪
Indonesia
0
0
0
2
ekorahman
ekorahman@ekorahman·
Maguire!!! 🔥🔥🔥
English
0
0
0
4