Elfan MDI

7.3K posts

Elfan MDI banner
Elfan MDI

Elfan MDI

@elfanmdi

MPP Candidate at Unpad. Bridging Public Administration with Policy Analysis. An academic repository for adaptive governance and evidence-based policy solutions.

Bandung Katılım Ocak 2021
869 Takip Edilen1.6K Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Elfan MDI
Elfan MDI@elfanmdi·
X Bukan TikTok, Tapi Algoritmanya Bisa Lebih Gila dari TikTok Bayangin kamu upload video di platform ratusan juta pengguna. Video kamu dapat jutaan tayangan. Padahal followers kamu nol. Bukan TikTok. Bukan YouTube. Tapi X. Banyak yang langsung panik waktu dengar ini. "X mau jadi TikTok? Mau hapus budaya teks?" Wajar. Karena kita udah terbiasa: Twitter itu tempatnya cuitan, thread panjang, debat 280 karakter. Tapi sebelum panik, baca dulu lebih teliti apa yang sebenarnya terjadi. Nikita Bier, salah satu orang paling berpengaruh di dunia produk teknologi, nulis sesuatu yang menarik. Dia bilang: video pendek di X sekarang di-boost oleh algoritma, bahkan kalau kamu belum punya satu pun followers. Ini bukan soal X yang mau ganti identitas. Yang berubah adalah satu hal kecil tapi penting: cara konten menyebar. Video punya jalur distribusi ekstra yang teks biasa tidak punya. Dari kacamata kebijakan publik, ini bukan cuma soal fitur baru. Ini soal siapa yang dikasih akses ke ruang publik digital. Selama ini, distribusi informasi di media sosial sangat bergantung pada modal sosial, berapa followers kamu, seberapa lama kamu aktif, seberapa besar jaringanmu. Orang baru, akademisi, aktivis, mahasiswa, yang punya ide bagus tapi belum punya audiens, selalu kalah start. Pergeseran algoritma kayak ini secara tidak langsung menurunkan barrier masuk ke ruang diskursus publik. Artinya, kalau kamu bisa memanfaatkan ini lebih awal, kamu bisa ikut membentuk narasi, bukan sekadar mengikutinya. Di TikTok dan Reels, persaingan sudah brutal. Di X, mayoritas pengguna masih main teks. Belum banyak yang bikin video ngobrol soal isu serius: kebijakan, riset, analisis. Ruangnya masih sepi. Kompetisinya masih rendah. Window kayak gini biasanya cuma terbuka beberapa bulan. Setelah itu semua orang ikut, dan keuntungan awal sudah diambil duluan. Jadi sebelum kamu ikut ribut soal "Twitter mati" atau "X makin aneh", coba tanya satu pertanyaan berbeda. Gimana caranya gue manfaatin ini? Jadi jangan takut payout jadi kecil juga. Nikita gak bilang ngurangin boost dari teks biasa, tapi dia kasih berkali-kali lipat buat video. Ini opportunity baru yang keren banget.
Nikita Bier@nikitabier

@RadicalFalk People should make more talking videos like this on X. Easy way to get millions of impressions with basically no followers.

Indonesia
0
0
0
123
maya
maya@Skilic21·
selamat siang semuanya 🫶🌺 day 1 cenblue, boleh dibantu mutualan cenblue kak 😭🙏❣️❣️❣️
maya tweet media
Indonesia
85
20
65
1.6K
Bardan - Digital Marketer
Alhamdulillah in this economy cair gajian modal yapping2 dari mamang elon. lumayan bgt 2 minggu Rp 4.7 juta. enaknya buat apa gaes??? sudah jelas buat jajan istri 🙏🏻😂 kamu sudah cair gaes?? yg belum semangattttttttt
Bardan - Digital Marketer tweet media
Indonesia
133
8
247
9.3K
Setya
Setya@Setyo69243017·
Kuy gas lah day 1 mutualan lah ayok, kasih jejekmu di kolom komentar, yang komen di disini wajib di follow ya, jangan lupa bantu repost seikhlasnya
Setya tweet media
Indonesia
24
10
17
641
Ciamagnolia
Ciamagnolia@ciamagnoliaaa·
aku mau nambah mutualan aja deh, biar lebih banyak interaksi juga sama moots kuu, yuk langsung ajaa auto fb
Indonesia
25
7
17
705
𝐱𝐞𝐞⋆
𝐱𝐞𝐞⋆@dailyofxee·
happy sunday gaiss! yuk yg mau jb jb gassss
𝐱𝐞𝐞⋆ tweet media
Indonesia
89
13
64
2.5K
Dhanii🖤
Dhanii🖤@notmezy_·
Bantuin anak kecil ini pwiss,gatau harus ngapain hehe,boleh bantu RT JBJB moots🫠
Dhanii🖤 tweet media
Indonesia
71
22
62
2.6K
Elfan MDI
Elfan MDI@elfanmdi·
Elfan MDI@elfanmdi

X Bukan TikTok, Tapi Algoritmanya Bisa Lebih Gila dari TikTok Bayangin kamu upload video di platform ratusan juta pengguna. Video kamu dapat jutaan tayangan. Padahal followers kamu nol. Bukan TikTok. Bukan YouTube. Tapi X. Banyak yang langsung panik waktu dengar ini. "X mau jadi TikTok? Mau hapus budaya teks?" Wajar. Karena kita udah terbiasa: Twitter itu tempatnya cuitan, thread panjang, debat 280 karakter. Tapi sebelum panik, baca dulu lebih teliti apa yang sebenarnya terjadi. Nikita Bier, salah satu orang paling berpengaruh di dunia produk teknologi, nulis sesuatu yang menarik. Dia bilang: video pendek di X sekarang di-boost oleh algoritma, bahkan kalau kamu belum punya satu pun followers. Ini bukan soal X yang mau ganti identitas. Yang berubah adalah satu hal kecil tapi penting: cara konten menyebar. Video punya jalur distribusi ekstra yang teks biasa tidak punya. Dari kacamata kebijakan publik, ini bukan cuma soal fitur baru. Ini soal siapa yang dikasih akses ke ruang publik digital. Selama ini, distribusi informasi di media sosial sangat bergantung pada modal sosial, berapa followers kamu, seberapa lama kamu aktif, seberapa besar jaringanmu. Orang baru, akademisi, aktivis, mahasiswa, yang punya ide bagus tapi belum punya audiens, selalu kalah start. Pergeseran algoritma kayak ini secara tidak langsung menurunkan barrier masuk ke ruang diskursus publik. Artinya, kalau kamu bisa memanfaatkan ini lebih awal, kamu bisa ikut membentuk narasi, bukan sekadar mengikutinya. Di TikTok dan Reels, persaingan sudah brutal. Di X, mayoritas pengguna masih main teks. Belum banyak yang bikin video ngobrol soal isu serius: kebijakan, riset, analisis. Ruangnya masih sepi. Kompetisinya masih rendah. Window kayak gini biasanya cuma terbuka beberapa bulan. Setelah itu semua orang ikut, dan keuntungan awal sudah diambil duluan. Jadi sebelum kamu ikut ribut soal "Twitter mati" atau "X makin aneh", coba tanya satu pertanyaan berbeda. Gimana caranya gue manfaatin ini? Jadi jangan takut payout jadi kecil juga. Nikita gak bilang ngurangin boost dari teks biasa, tapi dia kasih berkali-kali lipat buat video. Ini opportunity baru yang keren banget.

Indonesia
1
0
1
17
Pansky
Pansky@panskyy22·
dikasih saran sama nikmir buat konten dengan format video untuk ngeboost impression tapi kebanyakan orang malah jadi repos2 dari platform sebelah doang wkwkw btw ini X sepertinya mengarah mau jadi pesaing tiktok dan youtube yaa :D
Nikita Bier@nikitabier

@RadicalFalk People should make more talking videos like this on X. Easy way to get millions of impressions with basically no followers.

Indonesia
18
0
23
684
BABI
BABI@Sardennk·
ayo JB" lagi guyss gmna kalau Gita buat grup JB" setuju ga
Indonesia
118
4
76
4.1K
dirtydity
dirtydity@dirtydity·
Day 3 nih Ada yang mau berteman sama meng gak ya meng baik bakalan di fb kok yuk jadi besti sama meng
dirtydity tweet media
Indonesia
67
15
52
1.5K
epin
epin@epinezra·
Mencari mutualan cenblu 👀 Dimana kamu? Keluar kamu semua! 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Indonesia
16
1
6
267
namanya juga
namanya juga@nammjugg·
Haloo gesss baru day 2, helpp yang pada mau mutualan langsung saja bisa rt/like/follow. karena pemerintah sibuk mbg, jadi mending warga bantu warga 🤝🤝
namanya juga tweet media
Indonesia
36
7
26
739
Pribumi
Pribumi@sunarwedy·
Newbie cenblue, mohon pencerahannya dari para senior
Pribumi tweet media
Indonesia
53
9
55
1.9K
PusatTroll
PusatTroll@PusatTroll·
ini cari mutualan dimana lagi si
PusatTroll tweet media
Indonesia
71
10
41
1.1K
Moi 🎀
Moi 🎀@toodumbtodai·
Another 4M, semangaaaaat! Biar gajian dr X bisa buat keperluan nenek!!! 😭 Yang mau mutualan boleh banget tmn2 🥹🫶
Moi 🎀 tweet media
Indonesia
34
5
20
712
miyu
miyu@crbicket·
haii, aku masih nyari mutual cenblue dan non cenblue untuk saling interaksi dan jb jb. follow duluan aja ya, auto fb kok. sekalian bantu rt kalau lewat di tl kalian. terima kasih!
miyu tweet media
Indonesia
16
4
22
456