Korean Car Enthusiast

9.8K posts

Korean Car Enthusiast banner
Korean Car Enthusiast

Korean Car Enthusiast

@elfathyeah

Silahkan tanya-tanya tentang mobil Korea disini. Father of two.

Jogjakarta Katılım Temmuz 2010
461 Takip Edilen371 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Korean Car Enthusiast
Korean Car Enthusiast@elfathyeah·
Mau cerita dikit dikit ah tentang perjalanan pake mobil Korea. 1. Mobil Korea pertama Kia Picanto 2005 Full Option Mobil yang compact, tarikan enak sama irit BBM. Buat mobil sekelasnya, 1.100 cc, ini termasuk worth to buy banget kalo beli 2nd. Make dari tahun 2014-2019.
Korean Car Enthusiast tweet media
Indonesia
1
0
2
322
Cita sang pejuang pampers dan susu
Mobil RD4 ini akhirnya dijual sama ownernya ke tukang kampakan cuma 15jt. Barusan unitnya langsung di towing dari workshop ke bekasi sama pembelinya buat direcah disana. Buat penggantinya owner rd4 ini minta saya buat cariin freed. Pilihan tepat, karna crv gen 1 dan gen 2 ga cocok buat pemula
Cita sang pejuang pampers dan susu@be_em_we323i

Kayanya saya bakal saranin ke ownernya buat jual ni mobil apa adanya. Semakin dicari semakin banyak temuan, gada yg bisa diselamatin dari ni mobil. Mesin harus turun full, cylinder head mesti ganti, pompa oli mesti ganti, power steering system + racksteernya mesti ganti semua, engine harness + body harness, fuse box + micu harus ganti semua

Indonesia
7
3
28
12.3K
Juragan Kerupuk and 758 others
@SmwGwOto Om minta insightnya dong. Mau ganti mobil, budget 300-400jutaan. Tertarik Kia All New Carens 2026, Tangerang - Jkt PP tiap hari. Ke Jawa & jalan2 6-10x setahun. Ada masukan merk lain ? Atau EV ? Terimakasih.
Indonesia
1
0
1
1.4K
SmwGwOto
SmwGwOto@SmwGwOto·
Orang Indonesia sebenarnya minat buat beli EV tinggi. Sayangnya, daya beli kurang.
SmwGwOto tweet media
Indonesia
5
2
20
1.9K
irv
irv@Direzza32·
@elfathyeah @ertigaid @be_em_we323i Yup akhir akhir udah CKD kalau tidak salah 70:30, cuma gen 1 ini beneran masa edarnya sebentar, maklum mobil 1995 masuk Indonesia 2001
Indonesia
1
0
1
29
irv
irv@Direzza32·
@ertigaid @be_em_we323i Gen satu masuk awal CBU walaupun lewat resmi, lama lama mulai dinaikin kandungan lokalnya, ingat saya ada 3 varian, AWD M/T, 2WD A/T, 2WD M/T
Indonesia
1
0
0
117
Budi Windekind
Budi Windekind@Windekind_Budi·
Ada satu hal yang saya & istri biasakan kepada anak-anak perihal tidur. Selepas solat Isya (jam 19.30 WITA), lampu kamar akan diredupkan, keduanya akan kami minta untuk buang air kecil & segera naik tempat tidur. Saya yang mengipasi si sulung & istri mengipasi si bungsu atau sebaliknya, kami lakukan itu sambil mendengar bibir keduanya bercerita dengan sisa tenaga. Pada pukul 20.15 WITA, biasanya mereka sudah terlelap. Membentuk jam tubuh, kata saya kepada istri. Karena bagi kami, tidur & bangun lebih awal better than tidur larut & susah bangun pagi.
Budi Windekind tweet media
Indonesia
14
4
49
2.1K
Mandor ⚒️
Mandor ⚒️@vctrbk·
@fajarnugros Gubernurku malah menjabat seumur hidup mas. kurang tinggi apa coba? ngga kaget juga kalau jadi pejabat, bahkan ga perlu pemilu. wkwkwkkwwkwk
Indonesia
2
0
0
3K
Korean Car Enthusiast
Korean Car Enthusiast@elfathyeah·
@SelebtwitMobil Tapi ini autobahn, orang miskinpun boleh ngebut disana. Gak ada speed limit soalnya. Sering liat M539 Restoration ngetest sampe 250++ disana.
Indonesia
0
0
1
79
INDONESIAN CAR CULTURE
INDONESIAN CAR CULTURE@SelebtwitMobil·
Kalau di Indonesia cukup bilang kalimat sakti "maaf saya orang kecil" dan kamu terbebas dari segala jenis tanggung jawab === In Indonesia its so much more practical, you just say the magic word "Sorry I'm just a poor boy" and you'll be freed from any kind of accountability
Mario Nawfal@MarioNawfal

🇩🇪 A Czech millionaire hit 414 km/h (257 mph) in his Bugatti Chiron on the Autobahn and walked away without charges. German prosecutors investigated, then dropped the case, ruling the early morning run on a near-empty stretch posed no proven danger to others. If you want to legally do the same, start looking at apartments in Germany, the only place on Earth where this is allowed on public roads.

Indonesia
2
4
13
3K
Info Serie A Italia
Info Serie A Italia@Info_SerieA·
Ada seorang bocah di SMP gue yang baru aja MOS/ ospek udah langsung dapet title "Legenda". Di hari ketiga ospek, kita diwajibkan membawa kerajinan tangan. Bocah-bocah lain membuat prakarya lucu, unik dsb. Ada satu bocah disuruh ke depan menjelaskan karyanya, ia maju dengan percaya diri. Ia tunjukkan karyanya, sepintas kelihatan dari kejauhan dia cuma bawa botol kaca bekas. Saat ia jelaskan, semua terdiam. Dia jelaskan ini barang bisa didapat di rumah. Cuma butuh botol bekas kratindaeng, koran bekas/ kain, minyak tanah, dan gerusan korek api kayu. Ya, legenda itu membuat prakarya berupa bom molotov di acara ospek SMP.
Arman@dipanggilarman

Apa cerita masa SMP yang masih kalian ingat?

Indonesia
149
717
8K
709.4K
z
z@AN74U·
@elfathyeah @AgusMagelangan biasanya twitter isinya AI slop, dongeng-an, n repost-an cenblu, demi impresi/duit, liat cenblu ngepost konten ori n niat rasanya aneh
Indonesia
1
0
0
176
Agus Mulyadi
Agus Mulyadi@AgusMagelangan·
Namanya Gembus, dia salah satu kawan saya yang cukup sering saya ceritakan di dalam tulisan-tulisan dan buku-buku saya. Sosoknya jenaka tetapi bras-bres, santai tapi tak kenal kompromi, murah senyum tetapi tegas, sangat N'Golo Kanté. Dulu, ia bekerja di bengkel las Laksana Teknik Terminal Lama. Setelah itu, ia diajak oleh salah satu kerabatnya untuk menggarap proyek pengerjaan jalan di Jakarta Timur. Tahun lalu, ia seharusnya geser ke IKN untuk mengerjakan beberapa proyek di sana, tapi ia menolak dan lebih memilih untuk tetap mroyek di Jakarta. IKN adoh, kata Gembus. “Nek perkoro adoh, Jakarta yo podo-podo adoh,” timpal Paijo, kawan saya yang lain. “Iyo, tapi adoh’e Jakarta ki isih luwih iso dibayangke mbangane adoh’e IKN,” terang Gembus, “Nek pengin bali, gari numpak Santoso. Nek IKN, pengin bali kudu nyarter mobil njuk numpak pesawat, abot duite, bingung carane.” Gembus pulang ke Magelang setahun dua kali, ditambah saat momen-momen tertentu, misal saat libur tahun baru atau ada anggota keluarganya yang menyelenggarakan hajatan. Gembus memang jarang pulang, tetapi saya dan kawan-kawannya yang lain rutin memantau aktivitas kehidupan Gembus di perantauan sana melalui unggahan-unggahan Whatsapp story-nya yang lumayan rutin, setidaknya untuk ukuran pekerja proyek. “Uripmu saiki ketoke luwih penak yo, Mbus,” tanya Niko, beberapa waktu lalu saat Gembus pulang. “Penak piye?” timpal Gembus. “Lha yo penak, story-mu saiki wis ora tau sambat koyo biyen, saiki kerep’e malah posting video sholawatan karo lagu-lagu reggae.” Saya yang mendengar analisis Niko tersebut seketika tersenyum, sebab ingatan saya langsung terlempar pada kebiasaan Gembus yang memang suka memposting hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas pekerjaannya di perantauan. Kadang ia memposting foto secangkir kopi dengan caption “Wayahe”, lengkap dengan backsound lagu dangdut koplo “Wegah Tukaran”. Lain waktu, ia mengunggah video hujan deras lengkap dengan caption “Alam’e ra iso diajak kerja sama, garapan akeh malah udan.” Kali lain, ia mengunggah foto gambar jalan raya yang masih anyar dengan caption “Hasil prakarya Bandung Bondowoso!” Singkat kata, walau kami paham bahwa sosial media tak melulu merupakan representasi kehidupan yang sebenarnya, tapi kami bisa sedikit meraba kehidupan Gembus di perantuan melalui story-story Whatsappnya. Mangkanya, ketika Niko menganalisis kebiasaan Gembus yang belakangan makin sering memposting video-video sholawat dan lagu-lagu reggae alih-alih foto-foto aktivitas pekerjaannya, saya agak penasaran juga, apa gerangan yang terjadi, apakah memang seperti analisis Niko yang mengatakan bahwa hidup Gembus sekarang sudah enak, atau bagaimana? Walau tak terlalu menggebu untuk ingin tahu, tapi dalam hati, saya menunggu juga apa penjelasan Gembus di balik kebiasaan barunya belakangan ini. “Wah, kowe ki ra ngerti ilmu nylamur og, Nik,” jawab Gembus. Nah, ini dia, batin saya. Penjelasannya sudah mulai dijlentrehkan. Tirai penasaran saya mulai tersibak. “Nylamur piye?” Niko penasaran. “Nek aku posting video-video sholawat kuwi ora berarti uripku penak, justru kuwi tanda nek aku gek ora nduwe duit. Wong nek ra nduwe duit kuwi kudu disedul karo sing apik-apik ben ora gampang emosi. Ben ora gampang osa-asu. Lha yo video sholawat kuwi sing tak ngge nyedul.” Demi mendengar penjelasan itu, saya tentu saja tertawa. Tertawa karena melihat betapa seriusnya Gembus menjelaskan, dan lebih tertawa lagi karena saya tak menyangka, betapa tak terduganya isi penjelasannya. “Ha nek pas posting lagu Three Little Birds kuwi, berarti kowe pas seneng mergo nduwe duit?” cecar Niko “Kuwi yo salah. Nek aku posting lagu reggae kuwi artine aku bar bayaran, tapi duite langsung entek ngge mbayar bon mandor.” Tawa pecah makin tak terkendali. “Bajingaaaaaan….” Saya pikir, ini bukan kesalahan Niko yang gagal memaknai makna ekstrinsik yang terkandung di dalam video-video Whatsapp story Gembus, ini murni karena kedalaman makna postingan-postingan Whatsapp story Gembus yang memang terlalu tinggi dan subliminal, nyaris adiluhung. Saya yakin, bahkan pakar semiotika sekelas Roland Barthes pun tidak akan bisa menebak dengan presisi apa yang ingin Gembus sampaikan melalui video-video sholawat dan lagu-lagu reggae-nya itu. Gara-gara Gembus, sholawat kini tak lagi sama di mata kami. Gara-gara Gembus, Bob Marley kini tak lebih dari sinyal tagihan bon yang harus dibayar setelah gajian. Dan yang paling penting, gara-gara Gembus, kami makin yakin, sosial media adalah fana, sambat abadi.
Agus Mulyadi tweet media
Indonesia
21
113
675
60.3K
Rizuka
Rizuka@minase_nayuki·
@dittolongdit Appreciate tok, ga iso ngedolno 🤣🤣🤣
Slovenščina
1
0
6
519
Korean Car Enthusiast
Korean Car Enthusiast@elfathyeah·
@sibambaang Yang dihitung cuma cukainya, tapi kerugiannya yang dilihat makronya 😂 Industri rokoknya gak diitung? Ppn dari rokok, dari kemasan, gaji buruh, tembakaunya, pajak pendapatan industri rokoknya, dll, dll, dll 😂
Indonesia
0
0
0
43
Bambang
Bambang@sibambaang·
Unpopular opinions about rokok. Negara rugi jauh lebih besar daripada untung dari rokok (kerugian 3x lipat cukai). Cukai rokok menghasilkan Rp217–230 triliun per tahun, tapi kerugian makro ekonominya Rp400–600 triliun (3x lipat). Hanya sebagian kecil (sekitar Rp7 triliun via pajak rokok + subsidi APBN) yang langsung mendukung BPJS, sementara BPJS justru keluar Rp10–17 triliun per tahun untuk biaya pengobatan penyakit rokok. Ini sering disebut “dilema dana sehat”. Cukai rokok “membayar” penyakit yang diciptakannya sendiri. Data ini bersumber dari Kemenkes, DJBC Kemenkeu, CISDI, dan laporan resmi 2024–2025. Sini kalian pecandu rokok, bantah kalau berani
Bambang tweet media
Indonesia
295
633
2.4K
306.4K
Korean Car Enthusiast retweetledi
IF
IF@IFnubia·
ANAK SMA GAK BISA NGITUNG! Kurang lebih begitu judul provokatif di beberapa video pendek yang sempat saya tonton. Saya kurang percaya. Apa iya: penjumlahan, pengurangan, pengalian, dan pembagian dasar saja, lambat? Sampai akhirnya beberapa hari terakhir mengharuskan berinteraksi lumayan intens dengan beberapa anak SMA baru (akan) lulus di sebuah kabupaten pesisir. Remaja dengan aktivitas biologis sedang galak-galaknya, banyak menghabiskan waktu scrolling tiktok, sekolah asal lulus, tapi bisa makan MBG sampai 5 ompreng karena sekolah mereka selalu diberikan jatah lebih. Muridnya sedikit. Bagusnya: mereka mau mengerjakan apa saja asal "bisa hidup". Mulai dagang cilok di gerobak dorong, membantu di warung, sampai jadi tulang urut panggilan. Ternyata benar, mereka sangat lambat berhitung. Perkalian dasar setingkat SD saja lemah. Perlu bermenit-menit menghitung 8 kali tiga. DELAPAN KALI TIGA! sampai-sampai seluruh jari tangannya dikeluarkan semua, dipakai menghitung dengan cara menjumlahkan. Saya mengurut dada. Dada sendiri. Sedih. Kecewa. Marah. Semua campur aduk. Bukan marah kepada mereka pribadi, karena biar bagaimana, mereka adalah PRODUK pendidikan. Pendidikan formal di sekolahan, di rumah, dan di lingkungan. Dan, ini saya sampaikan kepada mereka pelan-pelan dengan bahasa amat sederhana. Bahasa sederhana yang sekiranya dipahami oleh mereka yang seumur hidup belum pernah membaca satu buku pun hingga tuntas. Bukan salah menteri dengan kebijakan asal-asalannya, karena jangan-jangan mereka pun TIDAK PAHAM atau di bawah todongan. Pun bukan salah sekolah, apalagi orang tua. Yang tidak tahu tidak bisa dikenakan delik, bukan? Abad-21 dipenuhi piranti canggih, namun pengguna kecanggihan tersebut kalah telak oleh generasi dua ribu tahun lalu, atau abad pertengahan, jauh sebelum renaissance. Kala itu manusia usia belasan tahun sudah siap mandiri, sendiri mengarungi kehidupan. PR terbesarnya kemudian: bagaimana 'menyembuhkan' mereka, yang semula sebagai PRODUK GAGAL sistem pendidikan, menjadi generasi tangguh, terampil, cerdas sekaligus mandiri di tengah tantangan dunia yang semakin berat? Berat. Sangat berat. *** Stella, ini buktinya. Tiap hari makan MBG sampai 5 ompreng pun TIDAK bikin cerdas.
Indonesia
114
838
3.3K
248.8K
Korean Car Enthusiast
Korean Car Enthusiast@elfathyeah·
Cen negoro kuwooontooooolll!!!
Ibrahim Arief@ibamarief

Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara? Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu. Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun. Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai. Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain. Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi. Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook. Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa: 1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN. 2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal. 3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu. 4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan. 5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian. Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam. Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka. Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam. Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan. Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja. Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam. Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek. Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan. JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun. Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara. Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan. Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga. Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum. Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi. Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun... Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit. Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus. Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini? Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara? Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian. Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi. Jakarta, 16 April 2026 Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)

Indonesia
0
0
0
17