nadia t.
21.3K posts

nadia t.
@emonymphreads
A reader who loves books too much, writer, film enjoyer, foodie, and pop culture enthusiast. | ID/EN/JP OK!

Ada satu esai menarik dari Eka Kurniawan dan menjadi kegelisahan saya sebagai pembaca sastra terjemahan akhir-akhir ini. Kecendrungan raksasa kapital penerbitan melihat buku atau sastra hanya sebagai produk industrial hanya akan menciptakan suatu formula produksi. Formula produksi sastra yg "sejenis". Penerbit kapital besar yg menguasai distribusi dan percetakan akan menciptakan selera pembaca yg "sejenis" tanpa disadari oleh pembaca. Di sini pasar diciptakan, bukan cipta dipasarkan. Semakin masif penerbit kapital menciptakan selera pembaca, semakin sedikit ruang untuk sastra alternatif. Keanekaragaman bacaan juga terancam jika industri hanya dikuasai bacaan sejenis. Asian literature yg digadang-gadang penerbit Gramedia masuk ke dalam penerbit kapital yg menyeramgamkan selera pembaca. Asian Literature sungguh luas, berbeda dengan penerbit kapital lainnya, Mizan. Mizan masih menerbitkan sastra Asia dari beberapa negara tidak hanya Jepang dan Korea. Jika menyangkut penerbit kapital yg memang fokus menerbitkan keanekaragaman sastra dunia, salah satunya adalah Penerbit Obor. Obor menerbitkan beberapa sastra dunia bahkan dari negara tetangga kita.


HAI TEMEN-TEMEN! KEMBALI LAGI DENGAN ✨INFO BUKU BARU✨ Kali ini special episode K-LIT terjemahan bahasa Indonesia terbaru & yang akan segera terbit! 🇰🇷😍 🧙🏻 The Full Moon Eye Clinic 📚 Made In Library ☀️ My First Summer, Wanju KLINIK MATA? 🤯 PERPUSTAKAAN? 😍 MUSIM PANAS? 😯





📚 guys rekomendasiin sender buku penulis lokal dongg

Akhirnya mampir juga ke salah satu book café pendatang baru di Jogja. Tempatnya cukup spacious, koleksi bukunya juga banyak (belum ku cek lebih detail karena aku bawa buku sendiri), dan Almond Latte-nya enaaakkk 😍 . 📍Hålte Library Cafe, Bantul, Yogyakarta


















