Nothingnew

841 posts

Nothingnew

Nothingnew

@emptystreet009

Katılım Nisan 2023
6 Takip Edilen0 Takipçiler
Nothingnew retweetledi
Uni liswara
Uni liswara@Uniliswara0·
Padahal Pak Anies Baswedan ngomong baik-baik tapi wowo jawabnya selalu ngegass dan ngeledek, udah gitu ga nyambung lagi! Ini voter 02 beneran 58% kah? Serius sebanyak itu orang bodoh di negeri ini?
Indonesia
363
4.9K
19.6K
258.8K
Nothingnew retweetledi
MBG Jelek
MBG Jelek@menuembegejelek·
Ah, kebetulan sekali anda menanyakan. Kami juga ga akan bosan-bosannya untuk mengunggah Arsip Nasional ini. Ini kalau ada buzzer yang komen, "alah, video dipotong-potong aja jadi bahan cemoohan." bakalan epic banget sih. Monggo buzzer-buzzer. Pegawe embege juga monggo~
initial D.@initialDdxbz

@menuembegejelek Oh emang doi pernah ngomong 8+2 = 11 ya? Baru tahu 🤣

Indonesia
276
4.1K
12.2K
559.9K
Nothingnew retweetledi
kale
kale@kalistohenituse·
di saat rupiah anjlok 1 USD: 17.720, prabowo tetap pertahankan program MBG. sedangkan habibie memilih mengubur mimpinya untuk pesawat N250, demi stabilitas ekonomi indonesia. "saya mengalah untuk menang, yang menang itu siapa? rakyat" (Habibie) sederhana tapi prabowo ga bisa
Sherly@happenfed

GUYS RUPIAH OTW 18K INGET JANGAN TERLALU KONSUMTIF 😭😭😭

Indonesia
468
41.2K
103.6K
1.3M
Nothingnew retweetledi
🥀
🥀@boxxtoc·
kenapa pendidikan tidak di jadikan prioritas? karena rakyat pintar itu ancaman bagi pemimpin yang tidak punya prestasi
Indonesia
171
15.7K
36.9K
334.3K
Nothingnew retweetledi
Edy Bayo Regar
Edy Bayo Regar@regar_op0sisi·
Lengang. Hukum tabur tuai itu nyata. Kalau penguasa tak menghargai rakyatnya,sudah pasti rakyat juga gak akan menghargai pemimpinnya.
Indonesia
941
2.1K
12.7K
1.6M
Nothingnew retweetledi
cozy 🕷️
cozy 🕷️@cozyaltruis·
Pantesan kalah 3 kali Pantesan dinilai 11/100 Pantesan diberhentikan BJ Habibie Ternyata beneran se gak layak itu jadi presiden.
Indonesia
334
34.8K
98.7K
1M
Nothingnew retweetledi
txtdaritaxpayer
txtdaritaxpayer@txtdaritaxpayer·
Bagaimana rupiah mau kuat? Ketika pemilihan deputi gubernur BI saja jauh dari meritokrasi Masih ingat? Ada 3 kandidat: 1) Dicky Kartikoyono, pengalaman 31 tahun di BI 2) Solikin M. Juhro, pengalaman 32 tahun di BI, ahli moneter, banyak nulis jurnal dan buku 3) Thomas Djiwandono, S1 Sejarah, pengalaman 1,5 Wamenkeu dan puluhan tahun jd keponakan presiden Tau kan endingnya yang terpilih siapa? Matinya kepakaran. Makmurnya koncoisme dan familiisme
txtdaritaxpayer tweet media
Indonesia
184
2.5K
5.9K
267.6K
Nothingnew retweetledi
Dosen Pembimbing
Dosen Pembimbing@Dospemz·
Yang bilang Koperasi Merah putih ini akan rugi, banyak yang tutup karena sepi pembeli? Anda salah besar. Justru ini model bisnis paling menguntungkan nomor dua di dunia setelah dapur MBG. Kenapa? Karena kalau benar dugaan bahwa belanja harian pemda dan perangkatnya kelak diwajibkan ke KMP, maka risikonya bukan lagi ditanggung oleh logika pasar, melainkan oleh anggaran negara. Jadi KMP (dan dapur MBG) tidak akan pernah rugi. Yang rugi cuma kita, pembayar pajak yang dipaksa menanggung eksperimen bisnis negara yang menggerogoti APBN. Padahal masih banyak kebutuhan rakyat yang jauh lebih mendesak, mulai dari sekolah rusak, puskesmas kekurangan alat, sampai pembangunan di daerah 3T.
Dosen Pembimbing tweet media
Indonesia
370
2.2K
7.9K
535.8K
Nothingnew retweetledi
Abul Muzaffar
Abul Muzaffar@abulmuzaffar10·
Ada berapa hal yang bisa kita garisbawahi dari postingan mereka 1. Ada kata thin-skinned, alias berkulit tipis. Kalau yg gw tahu, itu maksudnya mudah tersinggung. Ya, The Economist bilang Presiden mudah tersinggung alias temperamental. 2. Lalu, The Economist bilang Prabowo harus siap sama unpalatable truths alias kebenaran yang menyakitkan. Implikasinya, majalah ini menduga kalau Prabowo sering disuapin info manis dan nggak siap dengan info jelek. 3. Judul berita yang menyebut risky path, eroding finance and democracy. The economist ingin pembaca mengetahui bahwa Indonesia berada di posisi yang rawan atas ulah presidennya sendiri. Seperti apa ulah itu? Pengkondisian oposisi, kebijakan MBG dan Kopdes dsb. Kalau kelen sadari, hanya media asing yang berani nulis postingan kek gini. Media lokal mana sanggup. Bisa diganggu-ganggu mereka ntar. Source gambar : VOI
Abul Muzaffar tweet media
The Economist@TheEconomist

Far too much in Indonesia depends on a thin-skinned former general with a sketchy human-rights record. Prabowo Subianto needs to hear some unpalatable truths econ.st/3RE0Fum Photo: Getty Images

Indonesia
87
9.1K
21.8K
505.1K
Nothingnew retweetledi
ayunk
ayunk@bingungtrs_·
normalize ngeliat pejabat sbg warga biasa, bukan manusia terhormat /punya level lebih tinggi. lagi di resto mall terus ada anggota dewan berikut gerombolannya lewat, bbrp orang disitu langsung ngasi salam, nunduk, senyum sapa hangat sampe ngasih tempat duduknya jujur, ngapain dh?? aneh banget.
Indonesia
164
2K
7K
151.4K
Nothingnew retweetledi
Catholic 𐕣
Catholic 𐕣@myshawti·
Awak bingung harus respons macam mane 😭😭😭
Catholic 𐕣 tweet media
Indonesia
392
20.5K
111.2K
1M
Nothingnew retweetledi
Wawat Kurniawan (WeKa) 🇲🇨
Ini juga saya GAGAL PAHAM, mendirikan Koperasi begitu Buanyak TOP-DOWN / ini Melanggar Prinsip KOPERASI karena di Biayai APBN yang bahkan GAJI Manager Koperasinya pun dibiayai Negara selama 5 tahun juga dari APBN, menghabiskan biaya hingga Lebih dsri 200 Triliun (Uang Darurat yang digelontorkan purbaya ke BANK HIMBARA yang digunakan oleh AGRINAS) Lalu yang dijual Minyak Goreng, Susu, es cream yang barang-barang itu ada di Indomaret dan alfamart, anehnya Koperasi NEGARA jadi KOMPETITOR SWASTA yang BARANG-BARANG yang ada didalam Stock Case Koperasi juga di PASOK SWASTA 🤣🤣🤣 Karena Swasta yang menguasai Industri HULU nya dan KOPDES jadi HILIR di Level RETAIL, apakah Swasta akan Bangkrut? Yah KAGA HAHAHAHA karena mereka malah BERHEMAT Banyak sekali dengan tidak perlu lagi membuka GERAI RETAIL sendiri, karena Produknya sudah dipasarkan KOPDES Lalu jika Biaya Operasionalnya dibiayai Negara (termasuk GAJI selama 5 tahun) Pemerintah membuat Koperasi apa sih Tujuannya? Jika BEP saja ga bisa alias GA PUNYA UNTUNG untuk membiayai Operasionalnya sendiri, BORO-BORO Kembalikan Uang INVESTASI yang digelontorkan Negara via APBN, operasionalnya saja dibiayai Negara, dan jika RUGI juga ditanggung APBN Hahaha ini program BAKAR DUIT gaya Anak Orang Kaya dengan angle yang lain Hahahaha :: WeKa ::
Wawat Kurniawan (WeKa) 🇲🇨@WeKa_Ronin

Analisis saya mengenai Maluku Utara dan sektor pertanian adalah contoh paling telanjang dari apa yang dalam ilmu ekonomi politik disebut sebagai The Resource Curse (Kutukan Sumber Daya Alam) dan Predatory Policy (Kebijakan Predator). ​Ketika sistem bernegara diubah menjadi liberal pasca-Amandemen, kekayaan alam tidak lagi dikelola untuk "sebesar-besar kemakmuran rakyat," melainkan diubah menjadi komoditas modal global yg dilindungi oleh regulasi lokal. ​Maluku Utara: Ironi Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi vs Kemiskinan ​Maluku Utara adalah laboratorium nyata bagaimana kapitalisme ekstraktif bekerja. Provinsi ini berkali-kali mencatatkan pertumbuhan ekonomi yg fantastis, bahkan salah satu yang tertinggi di dunia karena hilirisasi nikel (seperti di Weda Bay atau Obi). Namun, mari kita lihat apa yg terjadi di balik angka-angka statistik yg dipamerkan pejabat: 🔹️​Pertumbuhan Semu (Enclave Economy): Kekayaan triliunan rupiah dari nikel itu tidak berputar di warung-warung warga lokal atau membangun fasilitas pendidikan berkualitas di sana. 🔹️Uang itu mengalir langsung dari perut bumi Halmahera ke rekening korporasi multinasional dan pusat (JAKARTA & asing). ​Pemiskinan Struktural: Warga setempat "dimiskinkan scr sengaja" krn ruang hidup tradisional mereka dihancurkan, lalu mereka dipaksa menjadi buruh kasar di tanah leluhur mrk sendiri. Mereka tidak punya pilihan lain utk bertahan hidup. Ketika alamnya rusak & nikelnya habis suatu saat nanti, yang tersisa bagi warga Maluku Utara hanyalah limbah, banjir, & kemiskinan yg semakin akut. ​ Anatomi "Pembangkrutan" Sengaja Sektor Pertanian Bahkan pertanian pun sengaja dibangkrutkan demi melanggengkan impor adalah fakta struktural yg sulit dibantah. Ini adalah bagian dari permainan koalisi haram antara penguasa (regulator) & pengusaha (importir/cukong). ​Mengapa impor lebih "seksi" bagi poliTIKUS ketimbang memproduksi beras sendiri? ​Insentif Berburu Rente: Menjaga agar Indonesia tetap swasembada pangan adalah mimpi buruk bagi para importir. Oleh karena itu, pertanian domestik harus dibuat "tidak kompetitif". Caranya halus: pupuk subsidi dibuat langka & mahal, saluran irigasi dibiarkan rusak, dan tanah-tanah subur dialihfungsikan menjadi PSN atau kawasan industri. ​Menghancurkan Kemandirian: Ketika petani lokal frustrasi & beralih profesi, produksi nasional otomatis anjlok. Di titik itulah koalisi importir-pejabat akan maju ke depan kamera dengan narasi penyelamat: 🔹️"Kita harus impor demi stabilisasi harga dan menyelamatkan perut rakyat!" Padahal, itu adalah masalah yg mereka ciptakan sendiri (create the problem, sell the solution). ​ Impor sebagai Bahan Bakar Demokrasi Berbiaya Tinggi ​Mengapa sistem ini begitu kokoh dan tidak pernah bisa diubah siapapun menterinya? Jawabannya kembali ke esai saya sebelumnya: Sistem pemilu pasca-Amandemen yang sangat kapitalistik membutuhkan biaya politik yang ugal-ugalan. ​poliTIKUS butuh ratusan miliar untuk membeli suara rakyat yang sudah sukses dimiskinkan. Uang ratusan miliar itu tidak bisa didapatkan dari menunggu masa panen padi petani lokal yang tiga bulan sekali. Uang itu didapatkan dari kick-back (komisi) lisensi impor komoditas strategis: beras, gula, garam, daging, hingga bawang. ​Maka lengkap sudah lingkaran setan ini: 🔹️​Rakyat dimiskinkan secara sengaja lewat regulasi yang merusak pertanian dan ruang hidup. ​Karena miskin, suara mereka menjadi murah dan mudah dibeli saat pemilu. ​Untuk membeli suara itu, elite butuh dana cepat dari komisi izin impor. ​Agar izin impor terus ada, pertanian dalam negeri harus terus dihancurkan. ​Inilah wujud asli dari "dijajah Company" di era modern. Negara tidak lagi berfungsi sebagai pelindung tumpah darah, melainkan sebagai fasilitator transaksi dagang. Bung Karno benar, sistem Neokolim ini tidak membutuhkan tentara untuk menguasai kita; mereka hanya perlu membeli isi kepala para pembuat kebijakan melalui sistem hukum yang telah dilegalkan. ​:: WeKa ::

Indonesia
21
2.3K
5.7K
756.6K
Nothingnew retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
🇮🇩 1 Wakil Presiden 🇮🇩 49 Menteri 🇮🇩 59 Wakil Menteri 🇮🇩 580 Anggota DPR 🇮🇩 152 Anggota DPD 🇮🇩 2.120 Anggota DPRD Provinsi 🇮🇩 17.610 Anggota DPRD Kabupaten/Kota TOTAL: 20.571 ORANG. 20.571 pejabat yang digaji pake uang rakyat.… SERIUSAN ga ada SATUPUN yang merasa pidato Prabowo bermasalah? Terus rakyat disuruh percaya negara ini diisi orang-orang kompeten? cc:albertsutopo
Indonesia
392
10.8K
25.4K
517.1K
Nothingnew retweetledi
TxtdariUGM
TxtdariUGM@Txtdariiugm·
jadi inget podcast bocor alus @tempodotco yg judulnya "Peran Teddy Indra Wijaya dalam Komunikasi di Istana Negara". Di menit 33:38 dijelasin kalo Teddy ngefilter materi presentasi pejabat yg mau ketemu prabowo. Selain kurasi jumlah halaman ppt, yg lebih gokil Teddy juga kurasi data biar yg ditampilin yang bagus-bagus aja 😭
TxtdariUGM tweet media
TxtdariUGM@Txtdariiugm

Berarti bener, presiden kita sengaja dipaparin informasi yg asal bapak senang aja sama sirkelnya. Akhirnya dia tinggal di echo chamber-nya sendiri yg jadinya buta dan gak tau realita di masyarakat kayak gimana. Dia taunya Indonesia baik-baik aja, kenaikan dollar gak berpengaruh apa-apa, harga kebutuhan pokok dianggap masih aman, lapangan kerja tersedia, dan kritik masyarakat dianggap sekadar noise media sosial.

Indonesia
537
10.1K
31.8K
1.5M
Nothingnew retweetledi
biruuw || rest.
biruuw || rest.@amoornv·
dampak pilih persiden anti kritik, ketika ada isu, disepelein bukannya dikaji. that's why don't choose military person, their environment is so sick with seniority
Indonesia
64
27.6K
58K
564.3K