@0rgpulupulu Aku juga dapet tawaran kerja gaji 2 juta cuma dapet maksi tanpa bpjs apapun, kerja harus siap di rolling bagian produksi/packer/spg toko, 8 jam kerja shift dan tanggal merah masuk libur cuma sehari dalam seminggu termasuk worth it gak ya? Tempat nya lumayan deket sih dari rumah
akuu dapet kerjaa, dan senin besok masukk. gaji 2jt tapi dapet maksi, uang lembur kalo lembur... dan pulang nya tenggo 🙏🙏 aku udah hitung ongkos... cukup kalo naik tj, jadi aku harus naik tj. gapapa, alhamdulillah.... yang penting dapet kerjaa, belajar... biar bisa upgrade diri
@txtharihariWNI Nanya gaji kan? Kalau bilang 10 dan memang gajiannya segitu ya wajar. Kalau yang masuk ke rekening lebih dari 10 karna ada yang balikin hutang itu lain cerita.
Guys...
Hari ini suami gajian.
Udah planning dari jauh-jauh hari mau pergi berdua ke Bogor, quality time sebentar dari kesibukan sehari-hari.
Di atas motor, angin sepoi-sepoi, suasana lagi enak banget. Terus iseng deh nanya...
"Yank, gajian berapa?"
Suami jawab santai, "10 yank."
Dalam hati alhamdulillah, seneng banget.
Apalagi kata suami ada rapel sama insentif bulan ini. Rasanya hangat, kayak kerja keras dia terbayar.
Tapi... di tengah jalan itu, aku pengen WA mertua nanyain anak-anak udah bangun belum.
Karena pakai HP suami, aku buka WhatsApp-nya.
Dan mata langsung tertuju ke satu chat dari teman kantornya, minta nomor rekening buat bayar utang.
Refleks.
Langsung buka m-banking suami.
Dan waktu liat mutasi masuk...
Nominal yang tertera bukan 10.
Lebih. Jauh lebih dari itu.
Dada langsung sesak.
Tangan gemetar pegang HP.
Rasanya kayak lantai tiba-tiba hilang dari bawah kaki.
Bukan soal uangnya, tapi soal kenapa harus ada yang disembunyikan?
"Kamu bohong ya?! Bilang 10, tapi lebih?! Takut aku minta?!"
Suami panik, langsung ngelak, bilang dia sebenernya mau surprise karena ini pertama kali gaji dia sampai segitu.
Niat baik katanya.
Tapi buat aku... niat baik yang dibungkus kebohongan tetap bohong.
Udah puluhan kali aku bilang, jangan pernah nutup-nutupin soal uang. Ini bukan soal nominalnya, ini soal kepercayaan.
Sepanjang jalan dari Cilengsi sampai Citereup, aku nangis di atas motor.
Berantem di pinggir jalan. Hari yang harusnya jadi kenangan manis, berubah jadi diam yang panjang dan berat.
Wajar nggak sih kalau aku kecewa?
@elzachh@kiittsch Fitur ini bisa diatur agar ketika ada notif layar tidak menyala, dan bisa diatur layar tetap menyala tapi isih pesan tidak terlihat ketika HP terkunci tapi bisa diliat ketika kunci sudah terbuka. Memang rata2 buat jaga kamera dan layar ketika tidak sengaja ada barang jatuh wkkwkw
@astrajig@promisenewera Setuju, pamanku jadi ustadz lulusan pondok pesantren dan gelar s1. Makanya jamaah banyak yang senang kalau beliau yang isi. Dan dari segi penyampaian juga beda
@promisenewera To be honest gw ngebayangin kalo islam itu berjaya imam masjid itu org org terdidik ceramahnya akademis berisi kyk dosen di kampus2 dan ga itu itu aja even tema yg sama tentang nabi ibrahim
SEMARANG — Misteri hilangnya seorang pemuda akhirnya terungkap dengan cara tragis. Setelah 19 hari menghilang, tubuh Dion Kusuma Pratama (20), warga Jalan Satrio Wibowo, Tlogosari, ditemukan di reservoir atau penampungan air Siranda, Lempongsari, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu (16/8/2025) siang.
Menurut keterangan sang ayah, Dion sudah dilaporkan hilang sejak 29 Juli 2025. Penemuan jasadnya sontak mengundang perhatian warga sekitar karena lokasi reservoir tersebut merupakan sumber pasokan air bersih.
Jenazah Dion segera dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara untuk menjalani autopsi. Wakasat Reskrim Poltabes Semarang, Kompol Aris, menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait penyebab kematian korban.
Demi menjaga kualitas air, PDAM Semarang langsung melakukan tindakan darurat. Seluruh isi tandon berkapasitas 3.700 meter kubik itu dikuras habis, dibersihkan, dan diberi desinfektan. Reservoir yang dibangun sejak tahun 1912 tersebut untuk sementara tidak digunakan hingga proses sterilisasi selesai.
Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga menimbulkan keresahan warga yang menggantungkan kebutuhan air dari reservoir tersebut. Polisi masih berupaya mengungkap apakah kematian Dion murni kecelakaan atau ada unsur lain di baliknya.
@falsblood@cakrawalasenj4@worksfess ya sapa suruh cari yg bayar? padahal sekolah negeri gratis. bbm di oplos jaman jkw aja kali, presiden sebelumnya emang ga disubsidi? lah lu tinggal di perkampungan mana? di w sih jarang bgt mati lampu kalo ada pemadaman pun diinfo terlebih dahulu. pemerintah daerah lu yg ga jls
💚 muslim only
guys, serius nanya. ini 🤟 lambang setankah? sender abis bikin velocity sama sodara, terus ditegur ibu2. katanya itu tarian pemanggil setan. terima kasih banyak.
Dipikir saya anak yesterday afternoon kali ya di bidang jual beli mobil/motor. Modus segitiga begini udah makanan sehari2. Si pelaku post ulang motor saya harga murah, nanti calon korban dtg (tergiur harga murah yg pelaku posting)
@creepyroom Para orang tua yg anaknya terlibat sebaiknya segera menyerahkan anaknya ke pihak yg berwajib,jangan di sembunyikan atau berusaha menutupi
Efeknya akan sangat buruk untuk anak2 itu sendiri,kalian bisa melindungi nya didunia tapi tidak di akhirat
⚠️ PERINGATAN: KONTEN SENSITIF
SEMPAT PERANG SARUNG, INI PENYEBAB PELAJAR KUNINGAN YANG TEWAS DI TPU
Kuningan - Kasus tewasnya pelajar SMP bernama Muhammad Hilman Herdian (14) yang jasadnya ditemukan di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Caringin Kurung, Kelurahan Cirendang, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan pada Kamis (6/3/2025) pagi kini memasuki babak baru. Penyidik Polres Kuningan telah menerima hasil autopsi jenazah Hilman dan disimpulkan penyebab kematiannya bukan akibat penganiayaan.
Kapolres Kuningan AKBP Willy Andrian mengungkapkan, dalam kasus tewasnya pelajar kelas 2 SMPN Cigugur ini pihaknya telah melakukan sejumlah rangkaian penyelidikan termasuk membongkar kuburan Hilman dan membawa jenazahnya ke RS Bhayangkara Losarang, Indramayu, untuk dilakukan autopsi.
Polisi juga memanggil sejumlah rekan-rekan korban yang sempat bersama sebelum kejadian untuk dimintai keterangan. Total ada 20 remaja yang diperiksa dan semuanya masih berstatus pelajar yang berusia rata-rata 14 dan 15 tahun.
"Diperoleh informasi, ternyata awal mulanya memang sempat terjadi perang sarung antara anak RT 01 dan 09, hingga ada salah satu kelompok yang kalah dan melarikan diri hingga tercerai berai. Kemudian kelompok yang kalah ini kembali berkumpul dan ternyata tidak mendapati korban, sehingga bersama-sama mereka melakukan pencarian. Ternyata pada Kamis pagi korban ditemukan di area pemakaman sudah dalam keadaan meninggal dunia," papar Willy kepada awak media di Mapolres Kuningan, Jumat (7/3).
Atas kejadian itu, Willy melanjutkan, pihaknya segera melakukan sejumlah rangkaian penyelidikan dan melakukan autopsi terhadap jenazah Hilman. Dari hasil otopsi, kata Willy, ternyata benar ditemukan sejumlah luka di antaranya di bagian dahi, lecet di pipi dan luka lengan.
"Tapi hasil keterangan dari dokter forensik menyimpulkan luka tersebut tidak menyebabkan kematian. Dan, kami juga sudah menanyakan apakah ada luka memar di bagian wajah, kepala dan di badan, dinyatakan oleh dokter forensik tidak ada. Sehingga bisa diartikan korban ini meninggal bukan akibat penganiayaan," ungkap Willy.
Adapun penyebab kematiannya, menurut Willy, kemungkinan akibat korban terjatuh saat dalam upaya pelarian dari perang sarung tadi. "Karena dari hasil autopsi menyatakan bahwa luka di bagian dahi, wajah dan lengan korban bukan menyebabkan kematian dan tidak ada bekas luka memar di bagian kepala, wajah dan badan korban. Mungkin saat korban melarikan diri ini terjatuh sehingga langsung meninggal dunia," jelasnya.
Terlebih, kata Willy, ada informasi dari pihak keluarga bahwa korban Hilman ini ternyata juga punya riwayat penyakit bawaan yang kerap kambuh. "Bahkan di saat mengalami kelelahan bisa membuatnya pingsan. Mungkin penyakit bawaan ini juga sebagai salah satu pemicunya," ungkap Willy.
Namun demikian, Willy mengatakan, kasus meninggalnya Hilman ini masih dalam penanganan anggota Satreskrim Polres Kuningan termasuk melakukan pemeriksaan terhadap anak-anak yang terlibat dalam perang sarung yang menjadi pemicu kejadian di Kelurahan Cirendang tersebut. Keterlibatan anak-anak yang masih di bawah umur, kata Willy, mengharuskan penanganan kasus ini secara khusus dengan melibatkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan instansi terkait.
"Ini patut menjadi perhatian bersama tidak hanya kepolisian, namun juga pemerintah daerah, tenaga pendidik, pemerintah desa dan kecamatan terutama para orang tua untuk mengawasi para remaja yang masih duduk di bangku SMP dan SMA agar jangan sampai kejadian ini terulang lagi. Di bulan Ramadan ini, sebaiknya anak-anak bisa diarahkan untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat seperti mengaji, pesantren kilat dan lainnya. Anak-anak jangan dibiarkan keluar rumah pada malam hari sehingga mereka bisa melakukan kegiatan negatif yang dapat meresahkan masyarakat," imbau Willy.
SUMBER: DETIK JABAR
KASUS TRAGIS ROSANGELA ALMEIDA (2018)
Dikira sudah meninggal, wanita asal Brazil terkubur hidup-hidup selama 11 hari di dalam makamnya sendiri dan berusaha untuk keluar dari peti mati yang tersegel