100 posts

•

@enterthevoiddd

Katılım Ekim 2012
23 Takip Edilen16 Takipçiler
• retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Purbaya baru bilang sesuatu yang menurut gue adalah pengakuan paling gamblang sekaligus paling mengerikan tentang kondisi birokrasi Indonesia yang pernah keluar dari mulut seorang menteri. "Dikasih tahu, di depan bilang 'Siap Pak' ternyata tidak dikerjakan sampai tiga bulan. Dikasih tahu lagi, tidak dikerjakan lagi. Ketika digeser baru nangis-nangis." Berhenti sebentar dan biarkan kalimat itu meresap. Ini bukan cerita tentang satu pegawai malas. Ini adalah gambaran sistemik tentang bagaimana birokrasi Indonesia bekerja atau lebih tepatnya tidak bekerja dari perspektif orang yang ada di dalamnya dan mencoba mengubahnya. Seorang Menteri Keuangan salah satu posisi paling powerful di kabinet memberikan arahan. Pegawainya bilang siap. Dan selama tiga bulan tidak ada yang dikerjakan. Tiga bulan. Bukan tiga hari. Bukan tiga minggu. Tiga bulan. Dan ini yang paling mengejutkan: Purbaya bilang dia harus mengingatkan lagi setelah tiga bulan. Dan setelah diingatkan masih tidak dikerjakan. Baru ketika orang itu digeser dari jabatannya baru nangis. Bukan nangis karena merasa bersalah tidak mengerjakan tugasnya. Nangis karena kehilangan jabatannya. Itu adalah cerminan yang sangat telanjang tentang motivasi sebagian birokrat kita: bukan untuk bekerja. Tapi untuk mempertahankan posisi. Konteks yang membuat ini semakin berat: Ini bukan terjadi di kementerian kecil yang tidak punya sumber daya. Ini terjadi di Kementerian Keuangan institusi yang mengelola anggaran negara ratusan triliun rupiah. Yang dipercaya investor global. Yang S&P kasih rating stable. Kalau di Kemenkeu saja kementerian yang paling disorot, paling diawasi, paling diperhatikan investor internasional masih ada pegawai yang bisa mengabaikan arahan menteri selama tiga bulan tanpa konsekuensi langsung Bayangkan kondisi di kementerian lain yang tidak mendapat sorotan sebesar itu. atau emang semua kementrian seperti ini??? Soal bocor yang diakui Purbaya: "Saya perbaiki tax collection, saya lindungi market dari barang ilegal. Sudah mulai jalan, tapi masih bocor sana sini. Orang di lapangan masih bocor." Ini adalah pengakuan yang sangat penting secara fiskal. Kebocoran pajak bukan hanya soal wajib pajak yang tidak jujur. Tapi juga soal oknum di dalam sistem yang menjadi fasilitator yang sudah gue bahas sebelumnya soal 40 perusahaan China yang tidak bayar pajak semestinya dan ada indikasi dilindungi dari dalam. Dan Purbaya mengakui upaya menutup kebocoran itu masih belum selesai. Ancaman Purbaya dan gue mau nilai ini secara jujur: "Kalau tidak, siap-siap saja angkat koper." Ancaman ini terdengar tegas. Dan gue appreciate keberaniannya untuk mengucapkannya secara publik. Tapi ada pertanyaan yang lebih penting dari sekadar ancaman: Sistem apa yang memungkinkan pegawai mengabaikan arahan menteri selama tiga bulan tanpa ada konsekuensi otomatis? Kalau sistem sudah benar tidak perlu menteri mengancam satu per satu. Konsekuensinya sudah built-in. Tidak kerjakan tugas tiga bulan otomatis ada evaluasi. Tidak ada perlu nunggu diingatkan dua kali. Fakta bahwa Purbaya harus secara personal mengancam pegawainya menunjukkan bahwa sistem akuntabilitas internal di Kemenkeu belum cukup kuat untuk berjalan sendiri tanpa intervensi langsung dari pucuk pimpinan. Dan ini yang paling relate dengan semua yang sudah kita bahas: Dokumen kebijakan pajak beredar dengan tanda tangan elektronik Purbaya tanpa Purbaya tahu. Karena staf yang bilang "sudah aman Pak." Dua Dirjen dicopot karena dianggap bocorkan informasi menyesatkan ke pasar. Karena tidak ada yang lapor ke Purbaya sebelum informasi itu tersebar. 40 perusahaan China tidak bayar pajak ada indikasi dilindungi oknum dari dalam. Dan sekarang: pegawai bilang "Siap Pak" tapi tidak dikerjakan tiga bulan. Pola yang sama. Berulang. Di berbagai level. Di satu kementerian. Soal generasi birokrat dan ini yang paling dalam: Ini bukan soal satu generasi yang perlu diganti. Ini adalah soal sistem insentif yang sudah salah sejak lama. Selama naik jabatan lebih ditentukan oleh loyalitas dan kedekatan daripada kinerja perilaku "siap pak tapi tidak dikerjakan" akan terus ada. Selama tidak ada konsekuensi otomatis yang cepat dan proporsional ancaman "angkat koper" hanya efektif selama menterinya masih ingat dan masih mau follow up satu per satu. Selama penilaian kinerja hanya formalitas yang semua orang tahu bisa "diatur" tidak ada yang takut dengan evaluasi. Purbaya mengungkap sesuatu yang semua orang di birokrasi Indonesia sudah tahu tapi jarang diakui secara publik oleh pejabat setingkat menteri: Bilang "siap" itu mudah. Mengerjakan itu pilihan. Dan selama konsekuensinya tidak cepat dan tidak pasti pilihan yang paling aman bagi banyak birokrat adalah menunggu sampai lupa atau diganti. Dan kalau itu terjadi di Kemenkeu kementerian yang paling diawasi maka pertanyaan soal MBG yang programnya tidak jelas siapa penanggung jawabnya, Kopdes yang tidak ada yang tahu siapa bayar gajinya, SPPG yang terus bertambah lewat jalur tidak transparan Semua itu tidak lagi mengejutkan. Karena sistemnya memang belum dirancang untuk akuntabel. Sistemnya masih dirancang untuk bertahan. Kalo sekelas bendahara negara kek gini jangan heran dengan kementrrian yang lain pasti gk jauh jauh bedanya bisa jadi lebih parah separah yang tidak pernah kita bayangkan
Lambe Saham tweet media
Lambe Saham@LambeSahamjja

GUys ini sakit sih...... Lu pada ingat gak kemarin ada dua Dirjen Kemenkeu yang dicopot tanpa penjelasan resmi, tanpa konferensi pers, tanpa pernyataan apapun dari kementerian? Semua pejabat Kemenkeu kompak bungkam. Tidak ada yang mau menjelaskan kenapa. Nah sekarang setelah konpers Purbaya mulai kelihatan gambarannya. Dan ini jauh lebih dalam dari sekadar rotasi biasa. Ternyata ada sabotase dari dalam. Purbaya di konpers ini mengakui secara eksplisit ada informasi yang sengaja bocor dari internal Kemenkeu untuk merusak kepercayaan pasar. Bocoran pertama: kas pemerintah hanya cukup 3 minggu. Bocoran kedua: uang negara tinggal 120 triliun dan hampir habis. Bocoran ketiga : dan ini yang paling gila: ada yang dari internal bilang ke investor asing: Jangan bawa Menteri Keuangan ini ke temu investor. Dia tidak bisa bahasa Inggris dan akan mengacaukan. Itu dari internal, kata Purbaya secara langsung. Bukan dari oposisi. Bukan dari pengamat. Dari dalam Kemenkeu sendiri. Dampaknya nyata ke pasar. Tiga informasi itu meskipun tidak akurat sudah terlanjur membentuk ekspektasi negatif di pasar. Rupiah tertekan sebagian karena sentimen yang dibentuk oleh bocoran-bocoran itu. Dan Purbaya harus terbang ke luar negeri, ketemu investor satu per satu menjelaskan bahwa kondisi fiskal kita tidak separah yang disebarkan. Bule-bule itu bilang clear. Investor-investor besar juga tidak menanyakan itu lagi. Tapi kerusakan sentimen sudah terlanjur terjadi di dalam negeri. Soal pencopotan dua Dirjen jawaban Purbaya sangat mengejutkan: Ketika wartawan bertanya langsung apakah pencopotan itu ada hubungannya dengan bocoran-bocoran itu Purbaya menjawab: Iya dan tidak. Ada sedikit. Tapi ada yang lain-lain juga. Ini adalah pengakuan implisit yang sangat jelas. Ada sedikit hubungannya tapi bukan satu-satunya alasan. Artinya ada akumulasi masalah yang akhirnya sampai di titik Purbaya memutuskan harus ada pergantian di level Dirjen. Dan ada tiga masalah lain yang terungkap bersamaan: Pertama 40 perusahaan asing tidak bayar pajak semestinya. Mayoritas perusahaan China. Under invoicing ekspor melaporkan nilai ekspor lebih kecil dari yang sebenarnya untuk memperkecil pajak dan bea keluar. Dua sudah dikejar dan berjanji membayar. Tapi 38 yang lain masih berjalan normal. Tebakan mereka benar kita tidak akan berubah. Dan yang lebih mengkhawatirkan Purbaya mengindikasikan ada kemungkinan oknum di Dirjen Pajak yang melindungi perusahaan-perusahaan itu: Kalau dikasih ke orang pajak yang di situ aja sepertinya dilindungin juga kelihatannya. Makanya rencananya membentuk tim khusus langsung di bawah Irjen atau Sekjen bukan Dirjen Pajak. Kedua dokumen pajak jalan tol dan pajak orang kaya yang Purbaya sendiri tidak tahu ada. Wartawan tanya soal dokumen rencana pajak baru yang beredar pajak jalan tol, pajak orang kaya. Jawaban Purbaya: Pajak orang kaya saya baru dengar kemarin. Pajak jalan tol sama, baru tahu kemarin." Wartawan bilang dokumen itu ada tanda tangan elektronik Purbaya. Oh, tanda tangan elektronik ada loh. Kadang mereka bilang 'sudah aman Pak' saya tanda tangan." Seorang Menteri Keuangan tidak tahu ada kebijakan yang beredar atas namanya karena terlalu percaya ke staf yang bilang "sudah aman." Ketiga sistem IT SPT pajak yang masih bermasalah. Wajib pajak yang sudah mengisi SPT badan datanya bisa hilang begitu saja setelah server dimatikan 15 menit untuk maintenance. Semua isian dari awal lagi. Purbaya bilang sudah ada yang sengaja menghidupkan lagi akses yang sudah dimatikan: Ada orang dalam yang ngidupin lagi gitu. Gambar besarnya dan ini yang paling mengkhawatirkan: Kemenkeu adalah kementerian yang secara eksternal paling dipercaya investor global saat ini. S&P bilang stable. IMF bilang bright spot. Tapi di dalam: Ada Dirjen yang diduga aktif sabotase kepercayaan pasar terhadap Menkeu-nya sendiri. Ada 40 perusahaan asing yang tidak bayar pajak semestinya dengan indikasi ada yang melindungi dari dalam Dirjen Pajak. Ada kebijakan yang ditandatangani Menteri tanpa Menteri benar-benar tahu isinya. Ada sistem IT yang masih bisa disabotase dari dalam. Dan Menkeu yang paling dipercaya investor global ini masih harus berperang melawan sistemnya sendiri dari dalam. Kalau Kemenkeu saja masih seperti ini bayangkan kondisi di kementerian lain yang tidak mendapat sorotan sebesar ini. sungguh sakit ini negeri kita

Indonesia
64
671
2.3K
110.9K
•
@enterthevoiddd·
@54f4ra @toxipc Gak aman kok cuma memang menohok dan saya suka, seriusan 🤣🤣🤣. Mempertanyakan kualitas kognitif tapi bahasanya masih halus bgt wkwkakwkwwwkwk
Indonesia
0
0
0
30
🌬🕊
🌬🕊@54f4ra·
@enterthevoiddd @toxipc maaf ya kak terkait kalimatku🥲 setiap manusia lahir itu pasti banyak gak tahunya dan itu wajar banget. namun, sangat gak bijak dengan ketidaktahuan kita, kita jadi merendahkan orang lain. kalau gak tahu ya baca lagi. kalo gak sanggup baca ya spt umumnya manusia saja, empati.
Indonesia
1
0
0
72
cila
cila@toxipc·
halo semuanya, saya cila ngin menyampaikan permintaan maaf yang tulus dan mendalam atas perkataan saya yang telah menyinggung perasaan banyak orang. saat itu saya mengatakan bahwa orang miskin hanya mengharapkan bantuan, dan saya menyadari bahwa kalimat tersebut sangat tidak tepat, menyakitkan, serta berpotensi merendahkan. sebenarnya, tidak ada sedikit pun niat dari hati saya untuk merendahkan atau menggeneralisir bahwa semua orang miskin hanya bergantung pada bantuan semata. saya hanya melihat orang yang ada di sekitar saya yang seperti itu tanpa menyebut bahwa "tidak semua" orang miskin yang bergantung pada bantuan. saya sangat menyesal karena kata kata saya keluar begitu saja tanpa memikirkan dampak dan perasaan mereka yang mungkin sedang berjuang keras dalam kehidupan. saya mengakui bahwa pernyataan saya tersebut salah. saya meminta maaf kepada semua pihak terutama kepada mereka yang pernah atau sedang mengalami kesulitan ekonomi. dan saya berjanji akan lebih berhati-hati dan bijak dalam menyampaikan pendapat. Terimakasih 🙏🏻
Indonesia
765
33
451
436.2K
•
@enterthevoiddd·
@54f4ra @toxipc Ni kalo waras sakit ati sih 🤣🤣🤣🤣, saya aja yang bacanya sakit ati gila. Beneran dibilang goblok kognitifnya 🤣🤣🤣
Indonesia
1
0
0
68
🌬🕊
🌬🕊@54f4ra·
@toxipc lo tuh cari duit dengan cara pamer kalo lo aslinya kosong mentooooook. udah gak bisa baca data statistik, gak paham hukum sebab akibat, yang paling parahnya lo gak bisa memanusiakan manusia👎👎 lo cari duit dengan cara begini kok ngerendahin orang sih☺️☺️
Indonesia
1
0
0
108
• retweetledi
Never
Never@neVerAl0nely___·
Inilah rekaman CCTV yang memperlihatkan secara gamblang aksi ter0risme fisik terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Dalam video ini, terlihat jelas bagaimana pelaku telah memantau pergerakan korban sebelum akhirnya menyiramkan air ker4s. Serangan ini bukan sekadar tindakan kriminal biasa, melainkan ancaman nyata terhadap ruang demokrasi dan keselamatan para pembela hak asasi manusia di Indonesia. 🎥 : istimewa
Indonesia
142
2.6K
5.8K
1M
• retweetledi
versace
versace@trunkszoldyck·
Lemas tak berdaya
Indonesia
34
113
773
29.6K
• retweetledi
elyshia
elyshia@elyshianone·
Hit me with the harshest reality truth.
elyshia tweet media
English
522
272
3K
114.6M
• retweetledi
Youngwiz
Youngwiz@YoungwiMn·
Youngwiz tweet media
ZXX
248
24.6K
112.4K
1.5M
• retweetledi
SuperSisi
SuperSisi@SuperSisi·
SuperSisi tweet media
ZXX
314
11.8K
253.7K
3.9M
• retweetledi
TheGameVerse
TheGameVerse@TheGameVerse·
“it’s just an game npc” that npc:
English
213
3.9K
51.7K
2.9M
• retweetledi
Anime Rave
Anime Rave@AniRave·
Demon Slayer with 90s animation would absolutely take over the industry more than it is now holy shit x.com/neko_no_geboku…
English
817
13.9K
107.8K
4.1M
• retweetledi
Some Thread
Some Thread@somexthread·
🤣🤌🏻
Some Thread tweet media
QME
750
641
6.4K
1.4M
• retweetledi
autist
autist@litteralyme0·
ZXX
191
24.3K
191.8K
2.2M