Baru dapat insight baru dari orang dikerjaan :
Salah satu kunci tenang kerja di kantor adalah gratitude. Mau liat orang promosi, dapet bonus berlipat-lipat, akrab sama bos, akrab sama client, dll pokoknya jangan pernah iri sama rezeki orang.
Go to work - get the job done - evaluate - improve - go home
Rezeki sudah ada yang atur dan ga mungkin tertukar.
cantik banget kalimat ini :
"Kalau hujan yang nyentuh kulitmu aja harus nempuh perjalanan sejauh itu buat sampai ke kamu, berarti semua hal yang emang buatmu; rezeki, kesempatan, jabatan, bahkan orang-orang yang tepat, semuanya lagi berproses menujumu."
trust the delay.
After lebaran
Kamu akan diterima di tempat kerja impianmu, punya profesional carer, gaji 2 digit, lingkungan yang positif, teman-teman baik serta saling support, bisa traktir ortu pakai uang sendiri. Lalu bagi kamu yg punya cicilan/utang semoga dilancarkan dan ditambahkan rezekinya
Aamiin bisa pasti bisa
Fakta dari penelitian:
orang yang sering overthinking dan overanalyze ternyata punya cara mikir yang lebih dalam.
Dan yes, itu termasuk tanda kecerdasan.
Mereka itu bisa ngelihat...
barter kuesioner yuu,
1. pada pilihan pernah melamar SO bisa dijawab “Sudah”
2. Diharap jawaban cenderung Pro
3. Boleh jawab 3 tapi sesekali saja ya
4. jangan ngeblock ya (4444/5555/4545).
Bit.ly/KuesionerKandi…
yang mau barter bisa kirim link nya di pc ya
katanya;
“komunikasi part penting dari hubungan, kalo ada apa-apa harus diobrolin dg baik-baik”
tapi giliran ngomong malah disalahin bahkan sampai ribut.
kamu ga akan pernah tau gimana sedihnya buat jelasin suatu hal yg buat dia ovt, tapi malah kamu anggap dia cari masalah!
Banyak orang bingung saat seorang laki-laki tiba-tiba menjauh.
Pesan tak dibalas. Telepon tak diangkat.
Bukan selingkuh, bukan juga lupa. Ia cuma… capek hidup.
Di luar, itu terlihat seperti kabur.
Tidak dewasa. Tidak bertanggung jawab.
Padahal sering kali, ia sedang kalah telak dan tak tahu harus pulang ke mana.
Laki-laki dibesarkan dengan satu skrip usang:
harus kuat, harus beres, harus jadi sandaran.
Masalahnya, tak ada bab di skrip itu tentang gagal.
Saat pekerjaan ambruk, uang menipis, atau masa depan tiba-tiba blur seperti kaca motor kehujanan, yang runtuh bukan cuma rencana tapi harga diri.
Dan di fase itu, banyak laki-laki memilih diam.
Bukan karena tak peduli, tapi karena malu terlihat rapuh.
Mereka takut satu hal:
kalau tetap bicara, orang akan tahu mereka bukan versi “seharusnya”.
Maka menghilang terasa lebih aman.
Tak perlu menjelaskan. Tak perlu ditanya.
Tak perlu menjawab pertanyaan yang bahkan ia sendiri belum sanggup dengar.
Ini bukan pembenaran.
Ini penjelasan.
Diam mereka bukan tembok,
itu ruang sempit tempat ego sedang berdarah,
dan kata-kata terasa seperti beban tambahan.
Kalau suatu hari ada laki-laki di hidupmu yang tiba-tiba senyap,
jangan langsung menilai ia tak bertanggung jawab.
Bisa jadi, ia sedang belajar satu hal yang tak pernah diajarkan padanya:
bagaimana menjadi manusia, bukan mesin kuat-kuatan.
Pict : pinterest
Laki laki itu over excited, punya uang 100rb, 20rb nya buat beli bensin lalu 80rb nya buat nemuin anak orang cuma biar bisa jajanin dan biar bisa denger kalimat "makasih yaa buat waktunya"
@emakjulidd So?
Sejak paham kalo dunia itu gaadil, the more i didn't give a f ke hidup orang lain. Bandingin diri sama nasib orang lain gaakan ada abisnya.
Berusaha ya berusaha aja. Gagal berhasil yg penting dah diusahakan sebaik mungkin.
Jatuh, bangkit lagi, meskipun harus sambil nangis2