
ery
14.9K posts







Mertua di Jawa mulai keluhkan rumah yang memanas belakangan ini. Saatnya keluarin kalkulator exhaust fan yang pernah ku buat di Google Sheet untuk bikin forced cross ventilation, dan panggil tukang. Dari COVID-19 (6 tahun), kita masih belum belajar banyak.








Aku salah satu "korban" emas digital ini (meski ga sampe rugi banyak). Sebelum memutuskan beli emas digital di salah satu platform, aku riset terkait hukumnya seperti apa, serta pengelolaan emas digital di sana seperti apa. Hingga akhirnya aku sampai pada kesimpulan bahwa emas digital itu aman dan halal. Kenapa demikian? Karena aku baca salah satu penelitian yg meneliti perusahaan tersebut dalam mengelola emas, disitu dikatakan bahwa setiap gr emas digital pasti dibackup dgn emas fisik. Sehingga menurutnya, membeli emas digital itu ibarat meminta platform tsb mewakili kita utk membeli emas fisik, sekaligus menitipkannya di mereka. Trus dmn salahnya? Yg menurutku salah adalah mereka memastikan bahwa setiap gr emas digital dibackup dgn emas fisik dan bisa diambil kapan saja, tp realitanya aku ga pernah bisa ambil fisiknya, selalu muncul keterangan "stock habis", aneh kan? Kalau pun itu disebabkan oleh proses percetakan emas fisik, harusnya bisa dibuat sistem antrian, sehingga kita sbg customer bisa tahu bahwa emas fisiknya ada, dan tahu waktu perkiraan kapan emas kita bisa ditarik. Karena hal itu, akhirnya aku menjual kembali emas digital tsb semuanya, meski harganya dibawah harga beli. Ada yg punya pengalaman yg sama?






















