sahaaing

704 posts

sahaaing banner
sahaaing

sahaaing

@es_cauu

kang ngeluh

Pasawahan, Indonesia Katılım Ocak 2020
53 Takip Edilen1 Takipçiler
sahaaing
sahaaing@es_cauu·
@lilaccountz Ka izin ikutan ya hehe Sebelumnya terimakasih bgt buat para donatur yg udh mau berbagi rezeki ke kita2 Aku mau buka puasa sama ketoprak dan minum es tehhhhh🤏🤏🤏
Indonesia
0
0
0
47
miw.
miw.@lilaccountz·
guys, yg puasa coba reply lagi pengen buka puasa apa disini deh. nanti kupilih random, ada shopeepay dari donatur 100 ribu utk 4 org🫶 masing masing 25k yaah! diumumin jam 4 WIB semoga semuanya dimudahkan puasanya~
Indonesia
2.6K
430
3.1K
166.9K
sahaaing retweetledi
aca
aca@brzchaa·
cobain deh sholat 5 waktu tepat waktu, jam 3 bangun sholat taubat 2 rakaat, sholat tahajjud 2 rakaat, sholat hajad 2 rakaat dan witir 1 rakaat, jangan bobo nanti lanjut qobliyah subuh, subuh, membaca ayat seribu dinar sama al-waqiah. kalau ada waktu luang tambahin sholat dhuha, insyaAllah pelan-pelan Allah bantu rubah hidupmu nanti🥺💖
Indonesia
71
2.4K
11.6K
136.4K
sahaaing retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada kasus yang menurut gue perlu lo dengar karena ini bukan cuma soal satu anak di satu sekolah di Pemalang. Ini adalah cerminan dari sesuatu yang jauh lebih besar. Seorang orang tua di Randudongkal, Kabupaten Pemalang sebut saja Bapak ini memposting sesuatu di media sosialnya. Isinya dua hal: kritik terhadap implementasi MBG dan pengingat bahwa sekolah negeri dilarang memungut biaya LKS dan infak berdasarkan aturan pemerintah yang sudah berlaku. Dia tidak menyebut nama sekolah anaknya. Tidak menyebut nama kepala sekolah. Tidak menyebut nama guru siapapun. Tapi anaknya Mas Azhim, siswa SD N 01 Banjarayar dikeluarkan dari sekolah. Yang terjadi secara kronologis: Bapak ini memposting kritik soal MBG dan pungutan liar di sekolah negeri di akun media sosialnya. Kepala sekolah memanggil dia. Dan setelah pertemuan itu anaknya diberhentikan secara sepihak. Tidak ada surat resmi pemberhentian yang prosedural. Tidak ada proses klarifikasi yang fair. Tidak ada mekanisme banding. Satu pertemuan dan anak itu tidak boleh masuk sekolah lagi. Dua bulan lebih Mas Azhim tidak mengikuti pelajaran. Dua bulan lebih seorang anak SD kehilangan haknya atas pendidikan bukan karena dia berbuat salah, tapi karena bapaknya berani bicara. Dan di atas itu semua Mas Azhim juga mengalami bullying. Bukti percakapan yang beredar dan ini yang paling mengejutkan: Ada screenshot percakapan WhatsApp yang beredar. Pihak sekolah melalui salah satu guru membalas pesan si Bapak dengan kalimat yang menurut gue sangat mengungkapkan segalanya: Meskipun njenengan tidak menyebutkan identitas sekolah, tapi kan masyarakat tahu kalau Mas Azhim sekolah di SD N 01 Banjarayar, jadi menggiring opini publik ke SD kami. Berhenti sebentar di sini. Pihak sekolah sendiri yang mengakui bahwa yang jadi masalah bukan tindakan si Bapak secara hukum tapi dampak reputasi ke sekolah. Bukan soal anak yang melanggar aturan. Bukan soal proses belajar yang terganggu. Tapi soal opini publik yang mengarah ke SD mereka. Artinya anak ini dikeluarkan bukan karena dia salah. Tapi karena bapaknya membuat sekolah tidak nyaman di mata publik. Apa yang dilakukan si Bapak itu sebenarnya? Dia mengingatkan bahwa sekolah negeri tidak boleh memungut biaya LKS dan infak. Ini bukan opini. Ini fakta hukum. Permendikbud dan berbagai regulasi turunannya sudah jelas melarang pungutan di sekolah negeri yang sudah mendapat BOS Bantuan Operasional Sekolah. Sekolah negeri mendapat dana BOS dari APBN untuk membiayai operasional sekolah. Dana itu sudah termasuk untuk pengadaan buku, alat tulis, dan kebutuhan belajar siswa. Memungut LKS tambahan di atas BOS adalah pelanggaran regulasi. Si Bapak tidak mengarang. Dia mengingatkan aturan yang memang ada. Dan untuk itu anaknya dikeluarkan. Soal kritik MBG yang dia sampaikan dan ini relevan dengan konteks yang lebih besar: Kita sudah bahas panjang lebar soal MBG dari Rp340 miliar yang menurut Mahfud MD hanya sampai ke makanan dari total triliunan yang dianggarkan, sampai 33.000 kasus keracunan, sampai 1.720 SPPG yang tutup tapi tetap dibayar Rp6 juta per hari. Orang tua yang kritis terhadap MBG bukan musuh program. Mereka adalah orang-orang yang paling langsung terdampak ketika program itu tidak berjalan dengan baik. Anak-anak merekalah yang makan makanan dari program itu. Anak-anak merekalah yang keracunan ketika standar sanitasinya tidak terpenuhi. Mengkritisi MBG bukan kejahatan. Mengkritisi sekolah yang memungut biaya ilegal bukan kejahatan. Tapi di Banjarayar Pemalang melakukan dua hal itu ternyata cukup untuk membuat anakmu kehilangan akses pendidikan. Ini bukan hanya masalah satu sekolah ini adalah masalah sistemik: Yang terjadi di sini adalah penggunaan kekuasaan institusional untuk membungkam kritik warga. Dan yang dikorbankan bukan si orang tua tapi anaknya yang tidak berdaya. Ini adalah bentuk intimidasi yang sangat kejam justru karena targetnya bukan si pengkritik secara langsung. Targetnya adalah orang yang paling dicintai oleh pengkritik itu anaknya sendiri. Kalau lo mau membungkam seseorang tanpa kelihatan melanggar hukum secara terang-terangan sakiti anaknya. Itu yang terjadi di sini. Dan kalimat dari guru itu tadi "menggiring opini publik ke SD kami" menunjukkan bahwa ini adalah keputusan yang diambil secara sadar untuk melindungi reputasi institusi, bukan untuk kepentingan terbaik anak didik mereka. Apa yang seharusnya terjadi secara hukum: Pertama — sekolah tidak punya kewenangan hukum untuk mengeluarkan siswa secara sepihak hanya karena orang tuanya mengkritik di media sosial. Ini melanggar hak anak atas pendidikan yang dijamin Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UUD 1945 Pasal 31. Kedua — pungutan LKS dan infak di sekolah negeri yang sudah menerima BOS adalah pelanggaran regulasi yang seharusnya dilaporkan dan diinvestigasi oleh Dinas Pendidikan dan inspektorat daerah. Ketiga — bullying terhadap anak karena tindakan orang tuanya adalah pelanggaran serius yang masuk dalam kategori kekerasan berbasis relasi kuasa. Kasus ini sudah masuk ke Polres Pemalang. Dan si Bapak memohon agar Kapolres mengawal proses penyidikan ini agar berjalan sesuai hukum bukan sesuai keinginan pihak tertentu. Yang paling menyentuh dari seluruh cerita ini: Si Bapak menulis: "Saya tidak mampu membayar pengacara untuk mencari keadilan." Dan di sisi lain dia bilang: "Tidak apa-apa, saya bisa mendidik anak-anak walaupun tanpa ada ijazah." Ini adalah seorang ayah yang sudah pasrah dengan sistem tapi belum menyerah pada kebenaran. Yang tahu dia mungkin tidak punya kekuatan finansial untuk melawan. Tapi tetap berjalan karena dia yakin masih ada orang-orang baik yang bisa membantu. Dan si Bapak menutup pernyataannya dengan kalimat yang menurut gue harus diingat oleh setiap pejabat dan kepala sekolah di Indonesia: "Jangan semena-mena dengan jabatan yang kau sandang karena itu semua hanya titipan." Kalau kita bisa marah pada triliunan rupiah MBG yang tidak sampai ke makanan anak-anak kita juga harus bisa marah ketika satu anak SD kehilangan haknya atas pendidikan hanya karena bapaknya berani mengingatkan aturan. Keduanya adalah wajah dari sistem yang sama sistem di mana institusi lebih sibuk melindungi dirinya sendiri daripada melayani mereka yang seharusnya dilayani. Mas Azhim berhak atas pendidikannya. Dan bapaknya berhak atas keadilannya.
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
360
5.3K
9.1K
493.3K
sahaaing retweetledi
liaa
liaa@liaasister·
Kasihan Bapak Ibu ini . Mereka bayar cicilan motor tepat waktu , tapi motor nya di ambil paksa oleh Debt Collector ketika berada di jalan . Mereka sudah berjuang bersama bekerja keras & mencicil setiap bulan . Kejadian nya di Probolinggo . Mudah mudahan itu bukan begal , ya ..
Indonesia
309
2.5K
6.8K
372.6K
sahaaing retweetledi
Hidup sebagai +62
Hidup sebagai +62@Hidupsebagai62·
Hanya di negara ini orang miskin rela menghabiskan waktu dan uangnya untuk sekedar menonton bagaimana orang-orang kaya menambah kekayaannya
Hidup sebagai +62 tweet media
Indonesia
725
2.6K
16K
1.7M
sahaaing retweetledi
Seputar Tetangga
Seputar Tetangga@SeputarTetangga·
Halo kakak-kakak nakes terutama yg sering handle pasien infeksi, coba ke threads dan bantu bujuk mas-mas ini 😟. Istrinya bilang dia gak mau dibawa berobat. Dia takut krn ada temennya sakit gigi berobat ke rs dan meninggal (kemungkinan sudah parah bngt baru dibawa ke rs).
Seputar Tetangga tweet mediaSeputar Tetangga tweet media
Indonesia
306
510
5.7K
859.2K
sahaaing retweetledi
dunia kegelisahan
dunia kegelisahan@IndonesiaFedera·
GUE NGGAK BOSAN NASEHATIN KE PEREMPUAN jangan langsung hamil setelah nikah! lihat baik-baik sifat suamimu, kira-kira layak dikasih anak atau nggak. karena banyak perempuan yang akhirnya terjebak dalam pernikahan toxic dan gak bisa cerai karena udah terlanjur punya anak. dan bagi yang udah punya anak : jangan nambah anak lagi kalo suamimu duitnya pas-pasan, nggak mau bantu urus anak, ogah-ogahan nafkahin anak, apalagi suka selingkuh,judol, suka mabok, kasar, perokok,dll. sayangi dirimu!
Indonesia
136
3.8K
15.2K
315K
sahaaing retweetledi
MinDos
MinDos@dosenkesmas·
IARC memasukkan ikan asin (dikeringkan dan diasinkan) dalam kategori Karsinogen grup 1 (penyebab kanker pada manusia)🚨 Derajatnya sudah sama levelnya kaya rokok. Apa yang perlu jadi perhatian? Konsumsi secara wajar dan jangan berlebihan ya. Sebenernya ikannya ga bermasalah ya manteman, tapi proses pengasinannya dimana campuran garam dan fermentasinya menghasilkan senyawa nitrosamin. Nah senyawa inilah yang jika dikonsumsi dalam jangka panjang menjadi penyebab terjadinya kanker. Foto by detikfood-detikcom
MinDos tweet media
Indonesia
86
831
2.1K
922.6K
sahaaing retweetledi
Tanyarl 💚
Tanyarl 💚@tanyakanrl·
nangis baca ini, ada dokter jantung yang mau mengupayakan kesembuhan pasiennya walau pasiennya peserta BPJS PBI, tapi malah dipecat sepihak sama rumah sakitnya 💚 alasan lainya juga gara² vokal membela temen sejawatnya yang dimutasi karena alasan yang gak masuk akal 😔
Tanyarl 💚 tweet media
Indonesia
92
3.4K
25.2K
422.9K
sahaaing retweetledi
Hanif | AI For Productivity
Hanif | AI For Productivity@hanifproduktif·
iPhone lo dicopet sekarang. Maling matiin HP lo. Find My nunjukin "Offline." Data lo, foto lo, mobile banking lo, semuanya di tangan dia. Tapi kalau lo udah setup 3 hal ini sebelumnya, maling itu cuma pegang lempengan logam seharga 15 juta yang ga bisa diapa2in.
Indonesia
17
783
4.3K
397.3K
sahaaing retweetledi
dunia kegelisahan
dunia kegelisahan@IndonesiaFedera·
UJIAN RUMAH TANGGA YANG JARANG DIBICARAKAN KE LELAKI Pernikahan bukan hanya tentang cinta dan kebahagiaan, tapi juga serangkaian ujian yang datang bertahap. Berikut 4 fase besar yang biasanya dihadapi suami, yang jarang sekali dibahas secara terbuka: 1. TAHUN 1–3 | UJIAN DIRI (Masa Paling Rawan)Ini adalah fase pembentukan fondasi. Dua orang dengan latar belakang berbeda sedang belajar menyatu. Ekonomi belum stabil, emosi sering naik-turun, dan ego masih sering berbicara lebih keras daripada hati. Di fase ini, Allah sedang membentuk pondasi rumah tangga kalian: Sabar, komunikasi yang baik, dan kemauan saling belajar menjadi kunci. Banyak pasangan yang berpisah di tahap ini karena tidak kuat menghadapi “uji diri” ini. Yang bertahan biasanya adalah mereka yang mau saling mengalah dan terus belajar. 2. TAHUN 4–7 | UJIAN PERAN Masalah tidak hilang, tapi cara menyikapinya sudah jauh lebih dewasa. Rezeki mulai perlahan stabil, suasana rumah terasa lebih hangat, dan peran sebagai suami mulai terasa nyata dan berat. Ini masa di mana seorang lelaki baru benar-benar merasakan: “Ya, aku sekarang punya keluarga.” Tanggung jawab semakin terasa, tapi kehangatan dan kebersamaan juga mulai tumbuh. Fase ini biasanya menjadi salah satu masa paling indah sekaligus menantang dalam perjalanan pernikahan. 3. TAHUN 8–12 | UJIAN KESETIAAN HATI Fase yang terlihat indah, tapi penuh ujian tersembunyi. Rasa jenuh (boredom) sering muncul tanpa disadari. Kesibukan anak dan pekerjaan bisa memecah fokus. Kesetiaan di fase ini tidak diuji oleh badai besar, melainkan oleh kelengahan kecil yang dibiarkan — seperti: Kurang perhatian Jarang quality time Mulai merasa “biasa saja” dengan pasangan Fase ini berbahaya karena kelihatannya tenang, tapi retakan yang terjadi bisa sangat dalam jika tidak dijaga. 4. TAHUN 13–20 | UJIAN KONSISTENSI Badai besar biasanya sudah mulai reda. Kalian sudah melewati banyak hal bersama dan semakin kompak. Namun, ingat selalu: Manusia boleh berencana, Allah yang menentukan. PESAN UTAMANYA : Jaga doa, jaga hati, dan jaga kesetiaan. Bahagia bukan berarti tidak ada masalah sama sekali, tapi memilih untuk tetap bertahan bersama dalam ridha Allah. PESAN PENUTUP :Setiap fase punya ujiannya masing-masing. Yang membedakan rumah tangga yang bertahan hingga tua adalah kemauan untuk terus belajar, menjaga hati, dan berserah kepada Allah di setiap tahapannya. Kalau kamu sedang berada di salah satu fase di atas, mana yang paling sedang kamu rasakan saat ini? Atau ada fase tertentu yang ingin kamu bahas lebih dalam (misalnya cara menghadapi ujian kesetiaan hati atau menjaga konsistensi jangka panjang)? Note: sayangnya tulisan ini sepi dan tak rame, begitulah kadang kala realitasnya, ilmu selalu sepi, gimick dan segala macem ya selalu rame. Kadang mimin buat konten panjang begini rasanya duh capek juga ya kadang typo sana sini, tapi kalo postingan yang remeh temeh malah rame Jangan lupa bagikan ya dukung dan support terus konten berkualitas
Indonesia
11
534
1.9K
112.1K
sahaaing retweetledi
Anu
Anu@SosmedAnu·
Anu tweet media
ZXX
69
262
6.9K
255.9K
sahaaing retweetledi
Ken Hans
Ken Hans@kenhans03·
Udah nyampek Taiwan nih....
Indonesia
74
8.2K
34.7K
209.5K
sahaaing retweetledi
5tePh3N
5tePh3N@P3gEl·
Seorang kakek pencari cacing yg hidup seadanya, bahkan untuk bensin aja harus ngutang, cari makan juga susah 🥲
Indonesia
63
1.4K
4.9K
85.1K
sahaaing retweetledi
Tanyarlfes
Tanyarlfes@tanyarlfes·
💚 aku mau mulai affiliate buat sampingan, tp kalo video kontennya aku beli di bank konten gitu2 oke ngga ya? Atau gmn enaknya... Makasihh
Indonesia
85
100
2.1K
248.8K
sahaaing retweetledi
folkative
folkative@insidefolkative·
Siswa SMP asal Surabaya ini berhasil ubah kulit bawang jadi tinta spidol yang ramah lingkungan.
folkative tweet mediafolkative tweet mediafolkative tweet media
Indonesia
104
3.5K
24.3K
387.5K
sahaaing retweetledi
Wakgim
Wakgim@gimbot75·
Makanya woyy jangan pada sibuk ngurusin embegeh, noh laut nya kecolongan ‼️ Temuan sampah diduga dari luar negeri di perairan Indonesia memicu kekhawatiran publik. Asal sampah tersebut masih dalam penyelidikan, sementara desakan muncul agar pemerintah segera mengusut tuntas dan memperketat pengawasan laut demi melindungi lingkungan dan kedaulatan negara. yang tau info lengkapnya komen ya gaess 🙏
Indonesia
678
4.2K
8.5K
663K
sahaaing retweetledi
tamrintomagola
tamrintomagola@tamrintomagola·
Rusak berat !
tamrintomagola tweet media
Indonesia
1.5K
6K
14K
376.2K
sahaaing retweetledi
Tanyarl 💚
Tanyarl 💚@tanyakanrl·
💚 Guys ini ada kasus buat diviralin, mungkin kalian bisa bantu buat viralin. Ini kakaknya gk punya akun X, minta buat justice buat adeknya. Td lewat di fyp sender, dan masih dikit yg aware.
Tanyarl 💚 tweet media
Indonesia
52
3.9K
10.8K
103.3K