
bucinLoh
2.5K posts


@hunter_tnok @mazzini_gsp @kpp_pa Yg bikin miris tuh msh dbawah umur, sumpah gw aja gk tega liatnya. Bener2 se vulgar itu mami nawarin orang random.
Indonesia

Praktik prostitusi anak di kawasan Lokasari sudah sangat meresahkan dan terorganisir. Saya telah mengidentifikasi lokasi gedung yang dijadikan tempat eksploitasi gadis-gadis muda. Mohon bantu sebarkan ini agar pihak berwenang segera melakukan investigasi dan tindakan hukum.




ペドハンター谷岡@hunter_tnok
Dalam video yang diunggah ke YouTube oleh seorang pria Jepang pada April 2026, terlihat para mucikari di Lokasari berulang kali meneriakkan kata “Seventeen” dan “Perawan” untuk mempromosikan prostitusi anak. Bukti nyata bahwa praktik prostitusi anak merajalela di Lokasari.
Indonesia
bucinLoh retweetledi
bucinLoh retweetledi
bucinLoh retweetledi

@LambeSahamjja Kok dy gk malu ya? Gw dpet hadiah dr customer aj malu di up sosmed.
Indonesia
bucinLoh retweetledi

🚨MUMPUNG LOONG WEEKEND🚨
Lapak temenan Bekasi is backkk
Woy beks, ayo reply domisili, hobi dan lain lainnya biat cari temen!
Siapa tau cocok dan bisa nongkrong bareng, apalagi buat yang baru pindah ke Bekasi!!
Tar bakalan ada yg kita folbeks juga yak!!
Letsgoooo mari memperluas silaturahmi warga Bekasi!
Indonesia

@LambeSahamjja Panjang bet tuh cerita, intinya aja taat pada rambu atw larangan sih gk kejebak dtngah rell. Di survey lg setiap jln yg lewat perlintasan kreta api dbikin palang dksh penjaga palang. Pengendara lain jg hrs sadar diri hrs taat klo palang dah trun jgn nerobos.
Indonesia

Guys, fakta baru soal kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur baru saja keluar dan ini jauh lebih mengejutkan dari yang gue bayangkan sebelumnya.
Sopir taksi Green SM yang mobilnya mogok di perlintasan rel malam itu baru kerja 3 hari.
Tiga hari.
Dan sebelum tiga hari itu dia hanya dilatih satu hari.
Apa yang terjadi dalam satu hari pelatihan itu:
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengungkap langsung isi pelatihan itu. Bukan pelatihan mengemudi yang komprehensif. Bukan simulasi darurat.
Bukan prosedur menghadapi situasi kritis.
Isinya: cara menyalakan dan mematikan mobil.
Cara pakai lampu sein.
Cara parkir.
Itu saja.
Satu hari.
Cara nyalain mobil.
Cara matiin mobil.
Cara parkir.
Lalu tiga hari kemudian dia mengemudikan taksi berbasis listrik asal Vietnam itu melewati perlintasan kereta aktif di salah satu titik tersibuk di Bekasi. Mobilnya mogok di atas rel. Dan 14 orang mati.
Kenapa ini bukan hanya soal satu sopir ini soal sistem yang gagal:
Green SM adalah perusahaan taksi online asal Vietnam yang beroperasi di Indonesia.
Armadanya menggunakan kendaraan listrik yang sistem kelistrikan dan fitur-fiturnya berbeda secara fundamental dari kendaraan konvensional.
Kendaraan listrik punya karakteristik yang perlu waktu untuk dipelajari termasuk bagaimana bereaksi di kondisi tertentu, bagaimana sistem keamanannya bekerja, dan apa yang harus dilakukan ketika kendaraan bermasalah di situasi darurat.
Satu hari pelatihan cara nyalain, cara matiin, cara parkir untuk mengemudikan kendaraan jenis baru di jalanan kota besar adalah sesuatu yang seharusnya tidak pernah diizinkan terjadi.
Dan ini bukan hanya soal Green SM.
Polisi sekarang sedang menyelidiki sistem perekrutan dan standar operasional perusahaan taksi online terkait secara keseluruhan.
Pertanyaannya: apakah ini kelalaian satu perusahaan atau ini cerminan dari lemahnya regulasi dan pengawasan terhadap industri ride-hailing secara nasional?
Pertanyaan yang harus dijawab dan ini yang paling mendesak:
Satu — apakah regulator transportasi Indonesia punya standar minimum pelatihan yang jelas dan terukur untuk pengemudi taksi online?
Bukan hanya syarat SIM tapi berapa jam pelatihan minimum, materi apa yang wajib dicakup, siapa yang mengaudit?
Dua — apakah ada mekanisme verifikasi bahwa standar itu benar-benar dijalankan oleh perusahaan? Atau ini hanya syarat di atas kertas yang tidak pernah dicek?
Tiga — Green SM adalah perusahaan asal Vietnam yang beroperasi di Indonesia.
Apakah ada proses verifikasi bahwa standar operasional mereka memenuhi regulasi Indonesia atau mereka bisa masuk dan beroperasi dengan membawa standar dari negara asal yang belum tentu sesuai?
Empat — kendaraan listrik dengan sistem dan teknologi yang berbeda dari kendaraan konvensional apakah ada regulasi khusus untuk pelatihan pengemudinya?
Atau regulasi kita masih menggunakan framework lama yang dibuat untuk kendaraan berbahan bakar konvensional?
Soal sopir dan ini yang perlu diperlakukan dengan adil:
Polisi menegaskan status sopir saat ini masih sebagai saksi bukan tersangka.
Penyidik masih mendalami berbagai keterangan dan alat bukti sebelum menentukan ada tidaknya unsur pidana.
Dan menurut gue ini penting untuk dijaga.
Sopir ini adalah korban dari sistem yang gagal sama seperti 14 orang yang meninggal malam itu adalah korban dari sistem yang gagal.
Dia diberi pelatihan satu hari untuk mengemudikan kendaraan yang tidak dia kenal sepenuhnya.
Dia dilempar ke jalanan kota besar tiga hari kemudian.
Ketika mobilnya bermasalah di situasi yang tidak pernah disimulasikan dalam pelatihannya tidak ada yang mengajarinya harus berbuat apa.
Tanggung jawab moral yang paling besar ada pada perusahaan yang merekrut tanpa standar yang memadai dan pada regulator yang membiarkan ini terjadi.
Konteks yang lebih besar dan ini yang tidak boleh dilupakan:
Kita sudah bahas sebelumnya tentang perlintasan sebidang yang tidak dijaga, sinyal yang gagal bekerja, infrastruktur kereta yang puluhan tahun tidak diperbaiki menyeluruh.
Rp4 triliun yang baru diumumkan Prabowo setelah 14 orang mati.
Dan sekarang kita tahu ada lapisan masalah lain: perusahaan transportasi yang beroperasi dengan standar pelatihan yang tidak memadai satu hari untuk menyalakan dan mematikan mobil yang kemudian melepas pengemudinya ke jalanan tanpa bekal yang cukup untuk menghadapi situasi darurat.
Ini bukan satu kegagalan.
Ini adalah rangkaian kegagalan sistemik yang bertemu di satu titik malam 27 April 2026 di Stasiun Bekasi Timur.
Perlintasan yang tidak aman.
Sinyal yang gagal.
Taksi yang mogok.
Pengemudi yang tidak siap.
Empat faktor yang masing-masing bisa dicegah dan keempatnya tidak dicegah.
Apa yang perlu terjadi sekarang:
Pertama — investigasi terhadap Green SM harus tuntas dan hasilnya dipublikasikan. Bukan hanya soal malam itu tapi soal seluruh standar operasional, rekrutmen, dan pelatihan mereka.
Kedua — Kemenhub harus segera audit standar pelatihan minimum seluruh perusahaan ride-hailing yang beroperasi di Indonesia. Kalau tidak ada standar minimum yang tegas dan terverifikasi ini akan terjadi lagi.
Ketiga — kendaraan listrik sebagai armada transportasi publik perlu regulasi pelatihan khusus yang berbeda dari kendaraan konvensional. Teknologinya berbeda. Pelatihannya harus berbeda.
Keempat — izin operasional perusahaan transportasi asing yang beroperasi di Indonesia harus disertai verifikasi ketat bahwa standar mereka sesuai regulasi Indonesia bukan sekadar syarat administrasi di atas kertas.
Satu hari pelatihan.
Tiga hari kerja.
Empat belas orang mati.
Sopir itu tidak lahir dengan niat membahayakan siapapun.
Dia adalah seseorang yang mencari nafkah yang kemudian dilempar ke situasi yang sistem tidak pernah mempersiapkannya untuk menghadapi.
Yang harus bertanggung jawab adalah mereka yang membangun sistem itu yang memutuskan bahwa satu hari pelatihan cukup, bahwa tiga hari sudah siap jalan, bahwa tidak perlu simulasi darurat, bahwa tidak perlu standar yang lebih ketat.
Dan pertanyaan yang harus dijawab regulator adalah: sudah berapa lama ini berlangsung di seluruh industri bukan hanya di Green SM?

Indonesia

@mirzasyaif @LambeSahamjja Manipulatif buat si botak. Basi dih masa lalu, galon kah? Atw malu kalah kaya sm bos Rolex?
Indonesia

@LambeSahamjja Kl suatu saat terbukti Dhani di pihak yg "benar" Gmn yak netijen 😂
Indonesia

lagi dan lagi ahmad dani nyenggol bunda maia
dengan nulis caption
Ketika Shafeea menangis gara gara drama sinetron di sebuah acara Siraman , Aku langsung peluk Putri ku tersayang dan membisikkan sebuah Fakta yg harus ke ungkap.
“Yang tadi km lihat adalah akting yg sangat buruk dari wanita yg mentalnya perlu diperiksa” Wanita itu diTalak 3 oleh suaminya karena perselingkuhannya dgn pemilik tv swasta dan perbuatannya itu sudah diakui secara tertulis dan ditandatangi. Tp demi citra nya , dia dibantu pemilik tv swasta itu bikin konten konten di infotainment yg isinya :
Suaminya yg selingkuh dgn orang ke 3
Tidak bisa bertemu anak anak nya
Bikin Drama KDRT , hingga bikin LAPORAN PALSU KDRT.
Masuk Rumah harus Lompat pagar
BEBERAPA NARASI ITU TERUS DI ANGKAT OLEH INFOTAINMENT ( terutama PH INDIGO ) yang bekerja untuk selingkuhannya pemilik TV SWASTA.
Sudah 20 TAHUN BERLANGSUNG, BEBERAPA NARASI itu HANYA DIPERCAYA oleh PARA PENGGEMAR SINETRON DAN DRAMA KOREA. Tetapi TIDAK DIPERCAYA oleh MAHKAMAH AGUNG. Terbukti MA HANYA MENGABULKAN PERMOHONAN CERAI SAJA. Bahkan HAK ASUH ANAK pun tidak dikabulkan apalagi Gugatan yg lain. Terbukti , HAKIM MAHKAMAH AGUNG bukan penggemar SINETRON dan DRAMA KOREA.
Mau tau siapa pemilik TV SWASTA Tersebut ? Cek di mana Wanita Drakor ini diblacklist oleh TV SWASTA tersebut hingga saat ini!. ISTRI PEMILIK TV SWASTA itupun tau siapa PELAKOR SEJATI NYA.
Yg membingungkan , sudah 20 TAHUN , DRAMA SINETRON itu masih saja dilakukan di SIRAMAN yg harusnya menjadi ajang Silaturahmi, tetapi dimanfaatkan untuk mengais perhatian penggemar sinetron dan drama korea. Menyedihkan
Kubisikkan lagi kepada putriku tersayang , “ BERSYUKURLAH KM PUNYA BUNDA YANG :
1. Menomorsatukan keluarga.
2. Tidak membabi buta mencari materi dan menomor dua kan anak.
3. Tidak pernah pergi meninggalkan Rumah meskipun ada masalah sebesar apapun.

Indonesia

@jjkrnjj @dinawiratma @SosmedAnu Ortu brharap gk cepet nikah biar tuh anak. Ada wktu buat berbakti selagi ortu msh hdup. Lah klo anak dah nikah hidupnya fokus sm suami & bayinya. Kejadian ini sm kek adek gw, kesel lah hrsunya bs bantu biaya hdup ortu malah beban.
Indonesia

@dinawiratma @SosmedAnu tp anaknya bahagia ga pernikahannya?
itulah knp kita jgn memaksakan standar bahagia kpd org lain, dan tdk menggantung harapan kpd org lain
Supaya kecewanya tdk mendalam :(
Indonesia
bucinLoh retweetledi

Guys, gue mau cerita soal sesuatu yang banyak orang salah baca dari awal.
Tomoro Coffee.
Yang banyak orang kira brand lokal.
Yang kopinya bisa dapat Rp9.000 pakai promo.
Yang dalam kurang dari setahun buka 200 cabang.
Yang sekarang sudah nomor 1 di Jabodetabek dari sisi jumlah gerai.
Ternyata bukan bisnis kopi.
Dan itu bukan kalimat lebay.
Itu literally inti dari seluruh strategi mereka.
Siapa di balik Tomoro:
CEO-nya Xing Wei Yuan dipanggil Star.
Background-nya: eks co-founder J&T Express dan eks direktur Oppo.
Pernah bangun Imoo jam tangan anak-anak berbasis teknologi.
Tidak ada pengalaman di FnB sama sekali.
Dan justru itu yang membuat Tomoro berbeda dari semua coffee chain lain yang ada sekarang.
Kenapa orang yang tidak paham kopi justru bisa menang di bisnis kopi:
Ini yang paling penting dipahami.
Kebanyakan orang yang mau buka bisnis kopi mikirnya begini: harus punya kopi enak, biji pilihan, barista handal, tempat yang estetik.
Tomoro tidak bermain di sana.
Mereka bermain di sesuatu yang jauh lebih susah dan jauh lebih powerful: store economics.
Artinya: setiap cabang dihitung sampai ke angka paling kecil.
Listrik.
Cicilan mesin.
Upah barista.
Food waste.
Waktu idle mesin.
Biaya pengiriman bahan baku ke setiap outlet.
Sampai semua itu dioptimalkan baru direplikasi ke cabang berikutnya.
Hasilnya:
biaya operasional serendah mungkin. Margin sesehat mungkin.
Dan harga jual bisa ditekan sampai level yang membuat kompetitor bingung ini mereka untung dari mana?
Satu keputusan teknis yang mengubah segalanya:
Kompetitor seperti Kopi Kenangan dan Janji Jiwa pakai mesin kopi yang semi-manual biji kopi harus digiling dulu, baru masuk espresso machine, baru diolah barista.
Tomoro pakai mesin Eversys fully automated. Taruh biji kopi, langsung keluar kopi jadi.
Implikasinya:
Satu — barista tidak perlu terlalu terampil.
Cukup tahu cara pencet tombol.
Biaya SDM turun.
Dua — kecepatan produksi meningkat.
Satu mesin bisa serve lebih banyak pelanggan dalam waktu yang sama.
Tiga — konsistensi rasa terjaga karena manusia variabelnya dikurangi.
Gerai Tomoro kecil-kecil.
Barista sedikit.
Tapi throughput-nya tinggi.
Biaya operasional rendah.
Itulah kenapa harganya bisa Rp9.000-15.000 dan mereka masih bisa survive.
Kenapa Kopi Kenangan tidak bisa langsung tiru ini:
Sederhana: mereka sudah punya 900+ cabang dengan mesin lama. Untuk replace semua mesin itu biayanya jauh lebih besar dari keuntungan yang didapat dari efisiensi. Mereka terjebak oleh skala yang sudah terlanjur besar.
Tomoro masuk belakangan tapi justru itu keuntungannya. Mereka belajar dari semua kesalahan yang sudah dilakukan kompetitor. Dan langsung bangun sistemnya dari nol dengan teknologi yang lebih efisien.
Strategi pasar yang sangat cerdas:
90% konsumsi kopi Indonesia adalah kopi sachet. Bukan Starbucks. Bukan Kopi Kenangan. Tapi Kapal Api, Nescafe, Good Day yang dijual ribuan rupiah di warung.
Tomoro tidak menyasar pengguna Starbucks atau Kopi Kenangan. Mereka menyasar pengguna kopi sachet yang selama ini tidak pernah terpikir beli kopi gerai karena terlalu mahal.
Dengan harga Rp9.000-15.000 bahkan kadang lebih murah dari secangkir kopi sachet dengan susu Tomoro mengkonversi segmen yang selama ini tidak pernah disentuh oleh coffee chain manapun.
Dan mayoritas konsumen Indonesia memang willing to spend Rp11.000-30.000 untuk kopi. Persis di zona Tomoro.
Aplikasi adalah senjata tersembunyi:
Promo Rp9.000 hanya bisa diakses lewat aplikasi Tomoro.
Ini bukan sekadar cara jualan murah. Ini adalah cara mengumpulkan data pelanggan dari transaksi pertama. Nama. Lokasi. Frekuensi beli. Preferensi menu. Semua terekam.
Dengan data itu mereka bisa bangun sistem CRM yang membuat setiap kampanye marketing jauh lebih presisi dan lebih murah daripada iklan konvensional.
Ini bukan bisnis kopi. Ini bisnis teknologi yang kebetulan menjual kopi:
Founder-nya sendiri bilang: dalam 5 tahun dia mau Tomoro sebesar J&T atau Oppo. Bukan sebesar Starbucks atau Kopi Kenangan.
J&T dan Oppo adalah perusahaan teknologi dengan valuasi di atas Rp100 triliun. Bukan coffee chain.
Artinya Tomoro sedang membangun platform teknologi berbasis data konsumen yang kebetulan entry point-nya adalah kopi murah. Sama persis seperti J&T masuk lewat bisnis logistik, tapi sebenarnya membangun ekosistem teknologi distribusi.
Apakah Tomoro akan bertahan jangka panjang:
Ini pertanyaan yang jujur belum bisa dijawab dengan pasti.
Resikonya ada: apakah repeat purchase akan konsisten setelah promo habis? Apakah kualitas rasa cukup untuk mempertahankan loyalitas? Apakah ekspansi ke 1.000 cabang bisa dijaga unit economics-nya tetap sehat?
Tapi yang sudah terbukti: dalam waktu sangat singkat dengan modal teknologi dan efisiensi operasional Tomoro berhasil masuk ke pasar yang sudah sangat ramai dan langsung menjadi nomor satu di Jabodetabek dari sisi jumlah gerai.
Itu bukan keberuntungan. Itu eksekusi sistem yang sangat terencana.
Pelajaran yang bisa diambil untuk bisnis lokal:
Satu — bisnis FnB bukan tentang produk yang paling enak. Tapi tentang sistem yang paling efisien.
Dua — masuk belakangan bukan selalu kerugian. Bisa jadi keuntungan karena bisa belajar dari semua kesalahan yang sudah dilakukan pemain sebelumnya.
Tiga — teknologi bukan hanya untuk startup digital. Bisnis kopi pun bisa dimenangkan dengan pendekatan teknologi yang tepat.
Empat — segmen pasar yang paling besar seringkali justru yang paling diabaikan. Kopi sachet adalah pasar terbesar kopi Indonesia dan tidak ada satu pun coffee chain yang menyentuhnya sampai Tomoro datang.

Indonesia
bucinLoh retweetledi


nihhh, aku jg syok tp yaudalah biar jadi pelajaran aja



18FESSS@18fesss
ges, ada cerita dari dm nih. Orangnya minta dishare juga, klen mo baca ga? identitasnya gaakan kushare sih soalnya dia jg nitip gitu. kalo mau, nanti aku share. lumayan menarik sih
Indonesia

Oke.
Gw beli ke outlet Warung Terburai Kemang.
Antri 20 menit.
Pesen makanan.
Kasir bingung karena gw pesen banyak menu ala carte.
Gw pesen nasi 1, tambusu, dendeng cabe hijau, ayam goreng, paru, tumis, tahu.
Stuck 20 menit karena kasir bingung.
Posisi outlet rame.
5-7 orang masak.
3 orang di kasir.
2 orang waiters.
Semua makanan yg gw pesen ready udh dimasak semua gaada yg dadakan.
Selesai pesen.
Gw duduk dikasih nomor meja (gw take away tp gw gatau kenapa dikasih nomor meja).
Setelah 50 menit nunggu, makanan ga keluar.
Gw iseng cek struk.
Ayam goreng ga diinput sama kasir.
Gw antri ulang 10 menit.
Pesen ayam goreng + teh pucuk.
Nunggu lagi sambil minum teh pucuk.
Setelah 30 menit makanan tetep ga keluar.
Gw confirm lagi.
Ternyata makanan gw dibawa sama orang.
Tapi kasir nggak konfirmasi sama sekali.
Gw yang kesel nunggu kelamaan,
gw bilang.
“Udah mba saya ambil teh pucuknya aja, duit pegang aja. Jam istirahat saya udah selesai. Makasih”
Kalo resto yg bener. Kira kira bakal ngapain?
Betul.
Nahan customer, jelasin, minta maaf, kelar.
Kemarin?
Mereka malah salah salahan sesama karyawan dan tunjuk-tunjukan.
Total spend.
>150rb lebih cuma dapet teh pucuk dan ngeliatin karyawan berantem.
Total waktu.
1 jam setengah lebih.
Uda jelas belom?
Zaqeyzen@Zaqeyzen
@ELPonyin Gak nyalahin si bang Tapi lu harusnya rangkumin semua keluhan lu di one section biar gak tercecer atau apakah ini strategi marketing
Indonesia
bucinLoh retweetledi

@hibikorekanko @haluandotco Bukan ranahnya Kak. Gak bisa gitu.
Indonesia
bucinLoh retweetledi

Guys, ada obrolan antara Ahok dan Mahfud MD yang gue pikir jarang banget kedengarannya dari pejabat atau mantan pejabat Indonesia.
Dan yang bikin gue diem bukan karena dramatis. Tapi karena jujurnya.
Ahok bilang satu hal soal Mahfud yang langsung gue catat.
Pak Mahfud ini walaupun orangnya keras
kalau kita kasih data yang masuk akal, dia terima kok.
Dan di kalimat berikutnya dia langsung kasih kontrasnya
Paling repot sama orang berkuasa yang udah salah tapi ngeyel.
Lu ngomongin dia enggak mau dengar.
Lu mau apa?
Dua kalimat.
Tapi nggak perlu dijelasin panjang-panjang siapa yang dia maksud.
Dan dari situ obrolan mereka masuk ke satu pertanyaan yang lebih besar.
Kenapa hukum di Indonesia tidak pernah benar-benar jalan?
Mahfud jawab dengan satu angka yang gue rasa banyak orang belum tahu.
Kekayaan alam yang selama ini kita bangga-banggain itu cuma 23% dari aset kemajuan suatu bangsa.
Yang 44%? Hukum.
Anda sekaya apapun kalau hukumnya tidak jalan Anda akan ambruk.
Negara di mana pun hanya begitu.
Dan kalau lo lihat negara-negara yang maju
New Zealand, Taiwan, negara-negara Nordik
bukan karena mereka lebih kaya sumber daya.
Tapi karena indeks korupsi mereka bagus dan hukumnya ditegakkan serius.
Lalu Ahok cerita soal enaknya jadi pejabat dan ini yang bikin gue pikir.
Bukan enaknya dalam artian korup.
Tapi enaknya dalam artian bisa beneran bantu orang.
Dia cerita waktu jadi Gubernur DKI.
Ada laporan orang sakit diangkut pakai gerobak.
Dia forward ke grup kesehatan. Langsung ditangani.
Ada yang meninggal dia suruh antar jenazahnya pulang ke Jawa gratis pakai ambulans provinsi.
Ada orang lapor ijazah ditahan karena utang Rp3 juta dia bayarin dari kantong sendiri.
Bahkan waktu di tahanan pun orang masih lapor ke dia. Janda yang kerja ojek, motornya rusak, nggak bisa bayar kos. Dia masih coba bantu.
Paling repot sekarang orang minta bantuan tapi saya udah nggak punya dana taktis.
Dan ini yang paling gue inget dari seluruh obrolannya.
Ahok bilang waktu jadi pejabat, dia pernah dapat untung bisnis 140.000 dolar dalam sebulan.
Tapi senangnya kalah sama waktu dia bisa bantu orang.
Ada nenek-nenek bilang ke gue lu miskin, lu jadi pejabat, enggak mau korupsi, gaji kecil. Gue bilang gue pasti lebih kaya.
Karena gue bantu orang miskin tanpa pakai duit gue sendiri.
Dan gue ke mana-mana dibayarin negara.
Soal Danantara Ahok dan Mahfud juga kasih pandangan yang tidak banyak disuarakan.
Ahok bilang dari awal dia udah usul ke Jokowi: bubarkan Kementerian BUMN.
Buat dia negara nggak perlu BUMN.
Yang perlu adalah sistem royalti yang benar.
Contohnya Freeport.
Dia nggak setuju beli saham 51% karena artinya Indonesia ikut nanggung kerusakan lingkungan puluhan tahun yang sudah terjadi sebelumnya.
Mending duduk anteng, dapat royalti, dan biarkan yang ngerjain yang memang ahlinya.
Dan soal Danantara dia bilang nggak perlu debat panjang. Faktanya sudah bicara sendiri.
Kalau Danantara berhasil kenapa rating kita turun?"
Dan yang paling gue appreciate dari obrolan ini:
Dua orang ini Ahok dan Mahfud sama-sama datang dari latar belakang yang nggak mewah.
Sama-sama besar di lingkungan yang bikin mereka ngerti rasanya jadi orang yang enggak punya pilihan.
Dan keduanya sepakat soal satu hal kalau lu punya kekuasaan, gunakan untuk yang benar.
Kalau nggak punya kekuasaan berteriak.
Kalau nggak bisa berteriak lagi berdoa.
Itu selemah-lemahnya iman.

Indonesia























