Suaminya Mbak Cahaya ✨️ 🇵🇸
142.4K posts

Suaminya Mbak Cahaya ✨️ 🇵🇸
@fadjarkim_
akun personal | Part of @alumnihk16 | Kopites | @PodcastPatriot with @buk1910 | Ball Playing GK | Atasan Presiden RI

Karena saya nyenggol chief @aniesbaswedan dengan QRT, maka saya pelajari regulasi terkait rating Gim (game). Apa sih sebenarnya yang terjadi, sampai mantan Capres kalah ikut komentar, sambil disisipkan tudingan yang menyalahkan pemerintah, seperti biasa. Kita uji, apakah tudingan beliau ini benar,; 1. pemerintah tak melbatkan stakeholder Gim (Komunitas, penerbit gim, masyarakat). 2. pemerintah bertindak sendiri, menentukan sendiri rating (IGRS) 3. IGRS alat pembatasan. Ternyata setelah saya pelajari, dan kumpulkan data sana sini, membaca percakapan dan keluhan, maka kesimpulannya, chief @aniesbaswedan memang hanya menunggangi isu, tanpa tahu duduk masalah, tapi langsung menuding pemerintah salah. Saya jelaskan di threat ya....

Selalu menunggangi isu, dan sekarang selalu menempatkan pemerintah salah. Padahal chief ini saat berkuasa, ya ndablek setengah mati, waktu Mendikbud dinasihati jangan sok paling tahu, tapi kan cuek saja, sampai membatalkan K13 yg sedang masuk tahapannya.

Ikut urun rembug soal IGRS boleh ya… Dulu pernah terlibat langsung dalam rapat-rapat inisiasi awal bersama Menkominfo saat kami bertugas di Kemdikbud. Ada dua pendekatan melindungi anak di konten digital. Pertama, membuat lingkungan “steril” lewat sensor dan pemblokiran. Kedua, membangun “imunitas” pada anak serta keluarga. Pendekatan kekebalan jauh lebih berdampak dan berkelanjutan. Rating game seharusnya menjadi alat bantu bagi orangtua untuk membangun kekebalan anak dgn melatihnya jadi mandiri dan cakap melindungi diri sendiri, bukan jadi instrumen sensor bagi pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah sebaiknya bekerja sama erat dengan komunitas game. Lebih baik lagi, biarkan komunitas itu sendiri yang menjalankan sepenuhnya dengan difasilitasi pemerintah. Tak perlu berpretensi serba tahu apa yang terbaik bagi setiap segmen masyarakat. Punya wewenang tidak otomatis punya pengetahuan. IGRS selayaknya jadi alat pemberdayaan, bukan pembatasan. 🙏 —— Sosialisasi ESRB di 2016, saat belum ada IGRS: facebook.com/share/1HPkjvh4…



Ikut urun rembug soal IGRS boleh ya… Dulu pernah terlibat langsung dalam rapat-rapat inisiasi awal bersama Menkominfo saat kami bertugas di Kemdikbud. Ada dua pendekatan melindungi anak di konten digital. Pertama, membuat lingkungan “steril” lewat sensor dan pemblokiran. Kedua, membangun “imunitas” pada anak serta keluarga. Pendekatan kekebalan jauh lebih berdampak dan berkelanjutan. Rating game seharusnya menjadi alat bantu bagi orangtua untuk membangun kekebalan anak dgn melatihnya jadi mandiri dan cakap melindungi diri sendiri, bukan jadi instrumen sensor bagi pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah sebaiknya bekerja sama erat dengan komunitas game. Lebih baik lagi, biarkan komunitas itu sendiri yang menjalankan sepenuhnya dengan difasilitasi pemerintah. Tak perlu berpretensi serba tahu apa yang terbaik bagi setiap segmen masyarakat. Punya wewenang tidak otomatis punya pengetahuan. IGRS selayaknya jadi alat pemberdayaan, bukan pembatasan. 🙏 —— Sosialisasi ESRB di 2016, saat belum ada IGRS: facebook.com/share/1HPkjvh4…


ngeliat para nakes yg lg sama2 'adu nasib', boleh jg dong aku sbg honorer ngeluh dg gaji 300rb—even jauuuuhhh buat menyentuh 1 jt. tp selama ini aku ngerasa itu wajar dan nothing wrong krn selalu dpt respon "siapa suruh jd honorer" yaallahhh siapa sih yg mau juga?😭 💚


terkait masalah ini : 1. Rating yg publik lihat skrg bukan rating resmi dari Komdigi 2. Steam telah melakukan rating palsu yg meresahkan publik 3. Steam ditenggarai melanggar aturan hukum di Indonesia 4. Komdigi akan lakukan evaluasi segera. terima kasih atas inputnya





Salamalaikum ✈️🚁🚁 Alaikumsalam🚀🚀🚀

Krn plastik pada naik, gula naik, kacang naik, lontong ibuku yang biasanya 6rb jadi 7rb, soto dari 7rb jadi 8rb, lotek dari 8rb jadi 10k, tapi yang beli jadi makin dikit. Tapi lebih kasihan lagi tetangga ku yang jual martabak. Tepung, susu, kacang, keju, semua naik. Kalau kaya gini mah udah bukan rezeki diatur Tuhan lagi, tapi rezeki diatur pemerintah

Krn plastik pada naik, gula naik, kacang naik, lontong ibuku yang biasanya 6rb jadi 7rb, soto dari 7rb jadi 8rb, lotek dari 8rb jadi 10k, tapi yang beli jadi makin dikit. Tapi lebih kasihan lagi tetangga ku yang jual martabak. Tepung, susu, kacang, keju, semua naik. Kalau kaya gini mah udah bukan rezeki diatur Tuhan lagi, tapi rezeki diatur pemerintah













