🍽🍉
6.6K posts





Orang sering bilang, “Kalau tahu gajinya kecil kenapa masih jadi guru?” Nah masalahnya, memilih profesi dan menerima ketidakadilan itu dua hal yang berbeda. Seseorang bisa memilih jadi guru karena suka mengajar, peduli pendidikan, atau merasa itu panggilan hidup. Tapi itu bukan berarti dia otomatis rela digaji rendah, dibebani administrasi berlebihan, atau hidup terus dalam tekanan ekonomi. Pekerjaan itu kewajiban profesional, sedangkan menuntut kesejahteraan itu hak sebagai pekerja. Dua hal itu bisa jalan bersamaan. Kadang masyarakat seolah menganggap begitu seseorang masuk profesi tertentu, dia kehilangan hak untuk mengkritik sistemnya. Padahal justru orang-orang di dalam profesi itu yang paling tahu seberapa rusaknya kondisi di lapangan. Guru punya kewajiban mendidik murid, iya. Tapi guru juga manusia yang punya hak untuk hidup layak. Punya hak dapat upah yang pantas, lingkungan kerja yang sehat, dan sistem yang mendukung. Ketika guru protes soal gaji atau kebijakan pendidikan, respons yang muncul sering cuma, “Kan udah tahu dari awal.” Kalau logika itu dipakai terus, berarti semua pekerja gak boleh protes cuma karena mereka sudah tahu risikonya sejak awal. Itu kan aneh.



@tanyakanrl anak fkip kenyang dibuat menderita sih, sebelum lulus seneng tu karna nanti daftar p3k setelah ikut ppg gratis, eh ppg ga dibuka, pas akhir 2025 akhirnya dibuka tapi ga semua jurusan dibuka (efisiensi karna pake dana pemerintah) contoh ppg biologi fisika kimia dan banyak lain +

“Bekerja tanpa libur 3 bulan di IGD”🥲 “Jaga malam dalam kondisi sesak nafas” Apakah dokter gaboleh sakit??













