PinkyFreaky@PinkyGeesh
Kebayang gimana rasanya di marking selama 90' menit pertandingan ?
Sebagai fans Manchester United, saya cukup rindu dengan pemain satu ini yang sanggup menghentikan dominasi de Gea sebagai Player of the Year di era tersulit kita.
Ander Herrera, dialah orangnya...✍️
Jika Varane disambut dengan MEGAH, Ander Herrera pergi dengan penuh dengan rasa EMOSIONAL.
Didatangkan di era van Gaal, 2014 merupakan tahun bersejarah bagi Herrera karena akan merumput di Inggris bersama United, satu-satunya klub Inggris yang pernah dia bela.
Kemudian di lepas begitu saja pada tahun 2019 oleh menajemen MU di era Ole Gunnar Solskjaer.
Gelandang yang mungkin tidak punya fisik sekuat McTominay, tapi punya hati yang lebih besar dari seluruh isi Old Trafford.
Merupakan salah satu gelandang terbaik di Premier League pada musim 2016/2017.
Siapa yang bisa lupa tanggal 16 April 2017 MU vs Chelsea di Old Trafford?
Herrera hanya mengemban satu tugas, yakni membayangi Eden Hazard.
🗣️ : "Ke mana pun Hazard pergi, bahkan jika Hazard ke toilet sekalipun, aku akan mencoba mengikutinya". Begitulah jawaban yang dia berikan kepada Mourinho.
Hasilnya, Hazard mati kutu dan Herrera mencetak satu gol, satu asis, dan dinobatkan jadi Man of the Match pada laga kemenangan 2-0 tersebut.
Banyak yang lupa kalau Ander Herrera adalah MVP Final Europa League 2017 di Stockholm. Dialah tukang jagal atau spesialis shithousery dan merangkap sebagai pemimpin lapangan tengah yang memberikan keseimbangan.
Selama 5 musim bersama Manchester United, dia mencatatkan 189 penampilan, 20 gol dan 21 asis. Dia memberikan segalanya sebelum akhirnya manajemen, "membiarkannya" pergi begitu saja.
Banyak penggemar seperti saya yang merasa bahwa karirnya di Old Trafford harusnya bertahan lebih lama semusim atau dua.
Namun, karena kontrak saga yang berkepanjangan, dia pun hengkang karena tidak adanya kontrak baru.
Momen paling menyakitkan bukan saat dia pindah ke Paris, tapi saat dia melakukan interview perpisahan.
Herrera menangis. Dia berhenti bicara karena tidak sanggup menahan emosinya.
🗣️ : "Benar, aku merasa emosional akan kepergianku dari Old Trafford, aku mengingat terakhir kalinya di Old Trafford, aku berfoto bersama anak perempuanku, jadi ya... Emosional." Ucapnya dengan suara bergetar.
Kemudian dia tertawa kecil dan tak sadar air mata itu pun menetes.
Dia pergi dari Old Trafford bukan karena tidak loyal, sama sekali tidak. Dia pergi karena merasa tidak cukup dihargai oleh petinggi klub di waktu yang tepat.
Kini setiap kali lini tengah United terlihat "lembek" dan kurang gairah, nama Herrera selalu muncul di memori.
Dia adalah pengingat bahwa teknik bisa dipelajari, tapi passion dan rasa lapar untuk menang adalah bakat alami yang tidak bisa dibeli.
Punya momen favorit lain dari si "anjing penjaga" yang satu ini?