Farkhan retweetledi
Farkhan
12.6K posts

Farkhan
@farkhan__
Life Observer // Prokopton.
Bandung, Indonesia Katılım Eylül 2009
353 Takip Edilen396 Takipçiler
Farkhan retweetledi
Farkhan retweetledi
Farkhan retweetledi
Farkhan retweetledi

Salah satu album terbaik 2026 pilihan saya datang dari @elephantkind - ‘More Time’ youtube.com/playlist?list=…


Indonesia
Farkhan retweetledi

Guys, ini mulai kelihatan polanya asing keluar, negara masuk.
Kebetulan?
Atau emang lagi dirapihindiam-diam?
Langkah Danantara ambil alih 4 manajer investasi Himbara senilai Rp2,7 triliun datang di timing yang bikin pasar mikir keras. Kenapa? Karena di saat yang sama, dana asing justru kabur besar-besaran dari bank jumbo.
Dalam beberapa bulan di 2026:
BMRI → asing keluar Rp2,45 triliun
BBRI → keluar Rp3,21 triliun
BBNI → keluar Rp3,11 triliun
Total: hampir Rp9 triliun outflow
Ini bukan angka kecil. Ini sinyal.
Di saat asing keluar… domestik justru konsolidasi
Masuklah Danantara:
Ambil alih manajer investasi
Konsolidasi kekuatan dana domestik
Perkuat kontrol dalam negeri
Secara teori:
Bagus → kemandirian finansial naik
Tapi… pasar baca beda
Investor asing biasanya alergi sama satu hal:
ketidakpastian kebijakan
Dan langkah ini memunculkan pertanyaan:
Apakah negara mau lebih dominan di sektor keuangan?
Apakah aturan main akan berubah?
Apakah ini awal “semi kontrol negara”?
Buat asing:
Kalau nggak jelas → mending keluar dulu
Narasi “kebetulan” vs “arah yang disengaja”
Di sini mulai muncul spekulasi liar:
Versi 1 (resmi):
Ini strategi memperkuat domestik
Supaya nggak terlalu tergantung asing
Versi 2 (yang mulai dibisikkan pasar):
Asing udah baca arah kebijakan lebih dulu
Mereka keluar sebelum “perubahan besar”
Domestik disiapkan buat takeover likuiditas
Kalau ini benar:
berarti ini bukan kebetulan… tapi transisi
Kenapa isu ini sensitif?
Karena sejarahnya:
Banyak fund di Indonesia track record-nya nggak konsisten
Ada kasus pengelolaan dana yang “abu-abu”
Transparansi sering dipertanyakan
Jadi ketika:
aset dikonsolidasi
kontrol makin terpusat
Pasar langsung mikir:
“Ini makin kuat… atau makin berisiko?”
Kalau skenario negatif terjadi:
Asing makin deras keluar
Likuiditas pasar turun
Valuasi bank bisa tertekan
IHSG jadi lebih “domestik-driven”
Dan itu artinya:
volatilitas bisa makin tinggi
Tapi ada juga sisi positifnya
Jangan lupa:
Kalau berhasil:
Indonesia bisa lebih mandiri
Nggak terlalu tergantung dana asing
Market lebih stabil jangka panjang
Masalahnya cuma satu:
pasar belum yakin
Bukan soal Danantara doang.
Tapi soal:
“Arah besar kebijakan keuangan Indonesia mau ke mana?”
Kalau jelas → investor stay
Kalau abu-abu → investor kabur duluan
Yang terjadi sekarang:
Asing keluar hampir Rp9T
Domestik masuk lewat konsolidasi
Pasar mulai curiga
Ini bukan sekadar transaksi
Ini soal pergeseran kekuatan di pasar modal

Indonesia
Farkhan retweetledi

me first: Punya SPV terlibat aktif dalam training karyawan baru dan welcome dijelasin to detail prosesnya dan ada handbook sekelas entry level. Punya Manager yang proaktif dan tidak melimpahkan kesalahan ke bawahannya malahan supporting buat handdling issue dan ga diem". MNC FMCG
HRD BACOT@hrdbacot
Pengalaman saat lo bekerja/berkarier seperti apa yang menurut lo layak dikasih rating 10/10?
Indonesia
Farkhan retweetledi
Farkhan retweetledi
Farkhan retweetledi

Di Indonesia, banyak yang nganggep kerja remote itu identik sama freelance.
Padahal… banyak banget yang full-time, digaji bulanan, bahkan standar global.
Masalahnya bukan skill aslii.
Orang Indonesia itu asli ga kalah sama Singapore, Malaysia, India, atau Philippines.
Secara capability, kita bisa bgt compete.
Sayangnya, alesan yang dapet kerja remote masih sedikit di 🇮🇩 dibanding negara berkembang lainnya:
1.Karena belum jadi “normal” di Indo
Di luar, pdhl sama2 negara berkembang, misal phillipines, kerja remote itu udah common.
Di sini, masih dianggap alternatif, bukan career path yang diincer banget. Ngertinya ya PNS, dll.
2.Exposurenya masih rendah banget.
Apalagi di luar kota besar, banyak yang bahkan belum tau opsi ini ada.
3.Bahasa Inggris jadi bottleneck
Padahalll asli gak harus fluent, tapi cukup buat interview & komunikasi kerja sehari2 aj cukuppp. Lama2 lo jg bakalan lancar asli pas kerja nanti.
Dan ini yang banyak orang males latihan, pdhl tinggal bikin script interview bahasa inggris, hafalin deh. .
Padahal opportunity-nya ada dan skill kita alias orang indo jago jago banget woi.
Cuman kalah berani dan yang pada apply kerja remote sedikit dibanding sebelah. 😅
adityapram@adityapramoudya
Unpopular opinion tentang kerja remote.
Indonesia
Farkhan retweetledi
Farkhan retweetledi

Militer dan preman di Indonesia itu satu paket. Fakta bahwa perwira muda macam Teddy ini secara terbuka/jumawa melakukan ini, hanya menunjukkan bahwa adonan amis ini sudah melembaga dan membudaya di tubuh TNI.
tempo.co@tempodotco
Terima Hercules di Kantornya, Seskab Teddy: Kawan Lama
Indonesia
Farkhan retweetledi
Farkhan retweetledi

@MurtadhoRoy Nas-alullaha ta’ala min kulli su-i wal munkarat.
Eesti
Farkhan retweetledi
Farkhan retweetledi

Rezim bobrok: preman ditemani & dilindungi. Sementara akademisi, aktivis & masyarakat yg kritis dimusuhi.
tempo.co@tempodotco
Terima Hercules di Kantornya, Seskab Teddy: Kawan Lama
Indonesia
















