sukasuki retweetledi
sukasuki
3K posts

sukasuki retweetledi

Gue punya temen cewek namanya Amel.
Pintar, mandiri, dan waktu nikah semua orang bilang dia beruntung banget.
Suaminya kerja bagus
penghasilan oke,
sayang banget sama dia.
Dan karena semua itu Amel berhenti kerja.
Ngapain capek-capek, suami gue udah cukupin semua.
Gue nggak bilang apa-apa waktu itu.
Karena secara logika masuk akal.
Tahun pertama sampai ketiga
semua baik-baik aja.
Amel ngurusin rumah.
Suami cari duit.
Hidup terasa lengkap.
Tapi pelan-pelan gue mulai notice sesuatu.
Amel yang dulu berani berpendapat mulai jarang ngomong kalau beda pendapat sama suaminya.
Amel yang dulu spontan mau nongkrong sekarang selalu nanti tanya suami dulu.
Dan waktu gue tanya "Mel, lo nggak kangen kerja?"
Dia jawab "Kangen sih.
Tapi nanti suami gue ngerasa nggak dibutuhkan."
Tahun kelima semuanya berubah.
Kantor suaminya kena efisiensi besar-besaran.
Di-PHK tanpa pesangon yang cukup.
Dan tiba-tiba satu penghasilan yang selama ini jadi satu-satunya sumber kehidupan mereka, hilang.
Amel mau balik kerja.
Tapi gap-nya udah 5 tahun. Industri udah berubah. Koneksinya udah banyak yang putus.
CV-nya terasa ketinggalan zaman.
Dan yang paling berat bukan soal keuangannya tapi soal dynamic yang berubah di dalam rumah tangga mereka.
Suaminya yang tadinya provider tiba-tiba merasa kehilangan identitas.
Dan Amel yang tadinya dependent tiba-tiba harus jadi tulang punggung tanpa persiapan apapun.
Dua orang yang saling sayang tapi nggak siap untuk skenario yang seharusnya mereka antisipasi dari awal.
Dan ini yang gue pelajarin dari cerita Amel.
Punya penghasilan sendiri bukan soal nggak percaya sama suami.
Bukan soal "gue harus mandiri karena suami gue pasti selingkuh."
Bukan soal emansipasi yang dipaksain.
Tapi soal satu hal sederhana yang sering kita lupa
Dunia ini nggak berjalan sesuai rencana.
Dan lo nggak bisa mendelegasikan seluruh ketahanan hidup lo ke satu orang.
Suami yang baik bisa kena PHK.
Suami yang sehat bisa tiba-tiba sakit.
Suami yang setia bisa burnout dan berubah.
Dan kalau di titik itu lo nggak punya apa-apa atas nama lo sendiri bukan rekening, bukan skill, bukan network lo nggak punya pilihan.
Dan ketiadaan pilihan itu yang paling berbahaya bukan karena lo miskin, tapi karena lo jadi terpaksa bertahan di situasi yang harusnya bisa lo tinggalkan.
Amel sekarang udah balik kerja.
Prosesnya nggak mudah dan nggak cepat.
Tapi dia bilang satu hal ke gue yang gue inget sampai sekarang
Gue bukan nggak percaya sama suami gue.
Gue cuma nggak mau jadi orang yang nggak punya pilihan kalau hal yang nggak gue inginkan terjadi.
Punya penghasilan sendiri bukan ancaman buat rumah tangga.
Itu justru salah satu fondasi yang bikin rumah tangga bisa bertahan karena dua orang yang saling backup jauh lebih kuat dari satu orang yang nanggung semuanya.
R.A. Kartini udah bilang ini lebih dari 100 tahun yang lalu.
Dan kita masih debatin hal yang sama.
YAPPINGFESS@yappingfess
yap! apa cuma aku yang apa apa selalu dibeliin cowo aku 🥹🥹 ternyata cewe ga harus punya pengasilan sendiri kalo cowonya bener 🥰
Indonesia
sukasuki retweetledi

Hasil kamera infinix hot 50pro+



Tanyarlfes@tanyarlfes
Tunjukkan pesona kamera hp kalian guyss 💚
Indonesia

@Astrudmunandari @utfess Tugas 3 udah bisa di akses kah kak? Aku belum bisa soalnya
Indonesia
sukasuki retweetledi

@Getjzebulon24 @howtodresvvell mayor gitu sih kak, tapi ga jarang cewe jawa brutal abis, aku yg jawa malah sering bgt nemuin cewe jawa brutal parah
Indonesia
sukasuki retweetledi
sukasuki retweetledi
sukasuki retweetledi

Gak kalah misuh nih dokk....Aplgi sampe exploitasi anak😭
"Udu sepatu mas Gedang"🤣🤣🤣
TIRTA@tirta_cipeng
Ra gelem ngakak dewe Wkwwkwkw
Indonesia


Sbg tante yg punya keponakan kuliah hukum di UT, aku bisa jawab : SANGAT WORTH IT!!!
Sini aku jelasin kenapa.
1. UT itu universitas negeri. Semua dosen² nya dr seluruh penjuru universitas negeri ternama Indonesia
2. Lulus UT jauh lebih susah.
Kenapa? Karena----
au@deathsuntik
@nabiylarisfa @bitter_daddy SH di UT apakah worth it?
Indonesia



















