Anastasia

6 posts

Anastasia

Anastasia

@fdwinandaa

Katılım Şubat 2026
8 Takip Edilen0 Takipçiler
Anastasia retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, sebelum semua drama trantrum AD pasca menikahnnya El Rumi dan Syifa Hadju meledak ke publik ada satu podcast yang menurut gue sangat penting untuk dipahami konteksnya. Maia Estianty duduk dan bicara jujur tentang hidupnya. Dan kalimat yang dia pilih sebagai judul episode itu bukan kebetulan: Semakin diserang mantan, gue semakin diratukan suami. Siapa Maia Estianty untuk yang perlu konteks: Maia adalah salah satu musisi perempuan paling berpengaruh di Indonesia. Mantan istri Ahmad Dhani salah satu hubungan yang paling banyak dibicarakan dan paling dramatis dalam sejarah industri musik Indonesia. Dari pernikahan itu lahir tiga anak: Al, El, dan Dul. Setelah perceraian yang penuh sorotan Maia menikah lagi dengan Irwan Mussry. Dan itulah yang menjadi latar belakang dari kalimat yang dia ucapkan di podcast itu. Yang paling jarang dibicarakan orang hubungan Maia dengan Al, El, dan Dul setelah cerai: Ini bagian yang menurut gue paling penting dan paling sering terlewat di antara semua drama yang mengelilingi keluarga ini. Maia mengakui sendiri di podcast ini dengan sangat jujur dan ini butuh keberanian untuk diucapkan seorang ibu di depan publik: Kalau melihat masa lalu yang paling gue sedihin adalah ketika lihat video anak-anak masa kecil. Gue ngerasa bahwa gue enggak full ada di situ. Golden moment-nya enggak ada. Dia cerai dari Dhani ketika Al berumur 9 tahun, El 8 tahun, dan Dul baru 6 tahun. Setelah perceraian pertemuan dengan anak-anaknya sangat terbatas. Kadang hanya sekali setahun. Bahkan ada periode di mana intensitasnya sangat rendah. Yang membuat situasi ini semakin kompleks: anak-anak tinggal bersama Dhani artinya Maia kehilangan akses ke momen-momen tumbuh kembang yang tidak bisa diulang. Ulang tahun. Hari pertama sekolah. Pertandingan. Momen-momen kecil yang justru membentuk ingatan seumur hidup. Titik balik yang mengubah semuanya dan ini kisah yang jarang diceritakan: Maia menyebutkan satu peristiwa yang mengubah dinamika hubungannya dengan anak-anaknya: kecelakaan yang dialami Dul pada usia 13 tahun. Ketika Dul kecelakaan Maia masuk kembali dengan intensitas penuh ke kehidupan anak-anaknya. Dan dari situlah semuanya mulai berubah. Setelah itu anak-anak kemudian pindah ke rumah Maia. Kebersamaan yang selama bertahun-tahun hanya bisa dia impikan akhirnya terjadi. Cara Maia bertahan di tahun-tahun paling gelap — dan ini yang paling mengejutkan: Selama tahun-tahun ketika dia tidak bisa dekat dengan anak-anaknya sendiri Maia melakukan sesuatu yang menurut gue sangat reveal tentang karakternya. Dia membiayai banyak anak yatim piatu. Membangun pesantren. Merawat anak-anak yang bukan anak kandungnya. Logika yang dia pakai untuk bertahan secara mental adalah sesuatu yang sangat profound: Sama aja antara membesarkan anak yang titipan Tuhan dan membesarkan anak-anak yatim yang juga punya Tuhan. Karena aku belum bisa ngebesarin anak-anak tiga ini, aku ngebesarin yang lain-lain dulu. Dan aku yakin suatu saat anak-anak akan kembali. Dan mereka kembali. Hubungan Maia dan anak-anaknya sekarang dan ini yang paling heartwarming: Di podcast ini Maia bicara tentang hubungannya dengan Al, El, dan Dul dengan cara yang sangat berbeda dari narasi "ibu yang ditinggalkan" yang sering dibentuk media. Sekarang Al dan istrinya Alisa tinggal dekat dengan rumah Maia di Pejaten jarak yang bisa ditempuh dalam hitungan menit. Maia bilang hubungan mereka sudah sangat natural bukan lagi yang awkward atau penuh jarak. Yang menarik Maia juga sangat sadar dengan perannya sebagai mertua. Dia belajar dari pengalaman pernikahan Al untuk tidak membuat kesalahan yang sama di pernikahan El. Salah satu hal konkret yang dia siapkan untuk pernikahan El dan Syifa: memastikan baju keluarga seragam atau senada supaya tidak ada kesan pilih kasih yang terbaca publik dan menyakiti perasaan siapapun. "Kita penginnya supaya enggak terjadi banyak polemik. Kasihan ke anak-anak sendiri juga." Soal posisinya sebagai ibu setelah semua yang terjadi: Maia mengakui bahwa ada masa ketika dia sangat keras ke anak-anaknya terutama ketika mereka baru mulai mengenal dunia pergaulan. Dia pakai istilah "FBI" dia monitor, dia kasih tahu, dia arahkan. Sampai pernah ada momen di mana anak-anaknya pindah karena merasa terlalu dikekang. Tapi Maia bilang itu semua dia lakukan karena dia tahu dari pengalaman hidupnya sendiri apa yang bisa terjadi kalau seseorang tidak punya pegangan yang kuat di usia muda. "Bukan aku enggak mau mereka mengalami seperti yang aku alami." Dan yang membuat anak-anak akhirnya lebih nyaman bercerita ke Maia dibanding ke pihak lain justru karena Maia dikenal sebagai orang yang bisa menjaga cerita. Tidak bocor. Tidak reaktif berlebihan. Mendengarkan dulu. Soal Ahmad Dhani dan cara Maia bicara tentang dia: Maia tidak berbicara dengan kepahitan tentang Dhani. Tapi dia juga tidak berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja. Ketika ditanya tentang Dhani jawabannya singkat dan sangat revealing: Mata gua ke mana-mana. No komen deh sama orang ini. Tapi dalam konteks anak-anak Maia sangat jelas: Dhani tetap bapak dari Al, El, dan Dul. Dan sebagai bapak dia harus dihargai posisinya. Urusan hubungan mereka sebagai mantan suami istri itu urusan mereka. Urusan Dhani dengan anak-anak itu urusan berbeda yang tidak dicampuradukkan. Bahkan ada cerita kecil yang cukup revealing: ketika El menelepon dari Swiss setelah lamaran Maia yang pertama dia hubungi justru menegurnya karena dia belum telepon ayahnya duluan. "Gimana sih kamu? Harusnya telepon ayah dulu dong." Dari seorang mantan istri yang kata orang "berseteru" dengan mantannya itu adalah sikap yang menurut gue jauh lebih dewasa dari yang banyak orang bayangkan. Irwan Mussry dan mengapa hubungan ini berbeda: Maia tidak berbicara tentang Irwan dengan cara yang kliché. Yang dia ceritakan lebih spesifik: Irwan adalah seseorang yang tidak perlu dipengaruhi suara luar untuk menentukan bagaimana dia melihat istrinya. Di era di mana opini publik begitu mudah terbentuk kemampuan seseorang untuk memilah mana yang dia tahu sendiri dari mana yang hanya dia dengar dari orang lain adalah sesuatu yang sangat langka. Dan setiap kali serangan dari luar datang Irwan tidak bergeser. Justru semakin memperlihatkan posisinya. Itulah yang Maia maksud dengan "diratukan". Bukan dalam arti glamor. Tapi dalam arti yang paling fundamental: dia merasa aman. Dia merasa dipilih. Berulang kali. Bahkan di kondisi yang paling tidak mudah. Cerita Maia bukan cerita tentang perempuan yang hidupnya hancur lalu diselamatkan oleh pernikahan kedua. Itu terlalu simplistis. Cerita Maia adalah tentang seorang perempuan yang kehilangan banyak hal termasuk tahun-tahun bersama anak-anaknya yang tidak bisa dikembalikan yang kemudian belajar untuk melepas kepahitan, memilih kedamaian, dan menemukan kembali dirinya. Dan di ujung perjalanan itu dia tidak hanya menemukan suami yang tepat. Dia menemukan kembali anak-anaknya. Dan itu yang menurut gue jauh lebih berharga dari semua hal lain yang sering jadi headline.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
68
608
5K
433.6K
Anastasia retweetledi
Han🍀
Han🍀@0xhanyfa·
Ada istilah yang disebut “outgoing introvert” Dari luar keliatan kayak extrovert, tapi abis sosialisasi butuh banget waktu buat sendiri. Sebenernya ini tipe introvert yang paling banyak ada. Serius, paling banyak? Iya, apalagi pas setelah main Begitu nyampe rumah, langsung tepar, gak ada tenaga buat ngapa-ngapain. Capeknya tuh bukan capek biasa, beda dari yang lain.
Indonesia
39
1K
3.8K
112.4K
Anastasia
Anastasia@fdwinandaa·
@kangbramind real kak, pdhl dia nnton jhope tp dapet bonus nonton day6🤣
Anastasia tweet media
Indonesia
0
0
0
57
Anastasia retweetledi
Seafelizwin.
Seafelizwin.@notyourwinda·
Fun fact: fancam ini sangat viral pada masanya karena lirikan sungjin yang mematikan, sampe dicari tau siapa yang dia lirik. Gak taunya dia mengakui sendiri kalau monitor liriknya itu salah nampilin lirik makanya dia nyengir. Tapi tetep aja 😏
Indonesia
7
823
3.4K
75.2K
Anastasia retweetledi
dunia kegelisahan
dunia kegelisahan@IndonesiaFedera·
PSIKOLOGI DI BALIK BAHASA TUBUH " 1. Sering lihat jam saat lo bicara Bukan sibuk. Dia udah selesai sama lo, tapi terlalu sopan buat bilang pergi. 2. Tangan diselipin ke belakang tubuh Posisi dominan. Dia ngerasa pegang kendali, bukan sekadar percaya diri. 3. Mata lirik kanan-kiri pas ngomong Otak lagi nyusun cerita. Bukan nginget fakta, tapi ngatur kebohongan. 4. Kedip mata terlalu cepat Tubuh panik. Dia nggak nyaman sama situasi atau sama lo. 5. Mainin jari / retak-retakin jari Tekanan mental. Dia nahan stres, emosi, atau rasa takut kebuka. 6. Tenang berlebihan di situasi tegang Ini yang bahaya. Orang kayak gini bukan kosong — dia udah biasa sama tekanan. 7. Diam tapi ngamatin detail kecil Dia bukan pendiam. Dia lagi ngumpulin data sebelum mutusin sikap.
Indonesia
4
278
2.6K
154.6K
Anastasia retweetledi
MYDAY || send mfs pke link di bio
-my6 guys sambil ngabuburit yu spill Top 3 AU day6 versimu, boleh bebas yah cast-nya 🥰
Indonesia
13
10
66
10.8K