rebahan bentar retweetledi
rebahan bentar
2.3K posts

rebahan bentar
@ferdanairvan
#ynwa
Kota Bekasi, Indonesia Katılım Mart 2013
366 Takip Edilen66 Takipçiler

Dan dampaknya adalah saldo kredit saya minus, dompet tunai saya kosang dan saya tidak mendapat orderan. Terimakasih @GrabID semoga apa yg saya rasakan dan kalian seluruh yg bekerja dikantor merasakan apa yg saya rasakan.

Indonesia

Jujur saya bingung harus ngelapor kemana lagi, dari aplikasi grab udah dm langsung ke pihak grab juga udah tapi buntu semua
Saya kira grab berbaik hati kepada drivernya yg lagi kesulitan
Hanya gara" foto makanan yg ga kebuka pengajuan reimbus orderan fiktip saya di tolak @GrabID


Indonesia

@GrabID Halo admin grab saya driver grab, belum lama saya kena opik saya udah melakukan prosedur reimbus/pengembalian dana tapi ditolak pihak grab perkara foto makanan tidak kebuka sedangkan makanan nya masih utuh dan dikabel tis, saya sangat minta tolong agar duit saya dikembalikan 🙏🏻
Indonesia

Baru dapet notif gajian, eh udah banyak notif “Paket sedang dikirim”. 📦
Biar paket sat-set sampai rumah, checkout-nya langsung pilih GrabExpress Instant aja. Gak pake drama nunggu hilal.
Kirim paketmu di grb.to/43fPfip 💨
Indonesia
rebahan bentar retweetledi

gimana kalo targetin lu mundur di 2027
tempo.co@tempodotco
Prabowo Targetkan Kurs Rupiah di 16.800-17.500 per USD di 2027
Indonesia
rebahan bentar retweetledi

bodoamat call me anak abah or whatever cs he's still my biggest what if
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan
Izinkan ikut berpendapat tentang situasi belakangan ini…
English
rebahan bentar retweetledi

Dibilang antek asing saya diam
Dibilang ndasmu saya diam
Dibilang tidak pakai dollar saya diam
Dibilang tidak bermimpi kaya raya
SAYA AKAN LAWAN!!
"Rakyat tidak bermimpi kaya, tapi bisa hidup layak"
Hidup layak itu bare minimum, serendah itukah impian rakyat Indonesia di mata dia.
Atau emang dia sengaja menciptakan gap agar rakyat tidak bisa kaya? agar yang miskin tetap miskin? 🤔
Indonesia
rebahan bentar retweetledi
rebahan bentar retweetledi
rebahan bentar retweetledi
rebahan bentar retweetledi

Guys, ada pernyataan Prabowo yang menurut gue paling berbahaya yang pernah gue dengar dari seorang presiden soal mata uang negaranya sendiri.
Dan dia ngomong ini bukan di forum terbatas.
Bukan slip of the tongue.
Tapi di depan ribuan rakyat dengan penuh keyakinan:
Mau dolar berapa ribu kek
kalian di desa-desa kan enggak pakai dolar.
Yang pusing yang suka ke luar negeri.
Ini bukan candaan.
Ini adalah cara berpikir yang sangat berbahaya.
Gue mau kasih lo contoh nyata negara yang pemimpinnya pernah berpikir persis seperti ini.
Dan apa yang terjadi setelahnya.
Zimbabwe
ketika presiden bilang rakyat desa tidak butuh mata uang yang kuat:
Robert Mugabe selama bertahun-tahun bilang kepada rakyatnya bahwa pelemahan nilai mata uang adalah konspirasi Barat.
Bahwa rakyat desa yang tidak bertransaksi dalam dolar tidak perlu khawatir.
Hasilnya?
Inflasi Zimbabwe mencapai 89,7
sextillion persen per tahun di 2008.
Orang membawa uang keranjang penuh hanya untuk beli roti.
Petani di desa yang "tidak pakai dolar" mendapati hasil panennya tidak bisa dibeli siapapun karena harga berubah setiap jam.
Tabungan seumur hidup hilang dalam semalam.
Mereka akhirnya menyerah dan menggunakan dolar Amerika sebagai mata uang resmi.
Mata uang mereka sendiri sudah tidak ada nilainya sama sekali.
Venezuela
ketika pemerintah melarang rakyat khawatir soal kurs:
Hugo Chavez dan Maduro selama bertahun-tahun meyakinkan rakyat bahwa kurs tidak relevan bagi rakyat kecil.
Yang penting ada subsidi.
Yang penting ada program sosial.
Hasilnya?
Inflasi Venezuela mencapai 1.000.000% di 2018.
Dokter, guru, insinyur semua yang punya pendidikan dan bisa pergi pergi.
Lebih dari 7 juta warga Venezuela meninggalkan negaranya.
Rakyat desa yang "tidak pakai dolar" itu akhirnya mengantri berhari-hari untuk dapat sekarung tepung.
Mereka juga akhirnya terpaksa bertransaksi dalam dolar di pasar gelap karena mata uang mereka sendiri tidak dipercaya siapapun.
Dan sekarang kembali ke Indonesia yang ternyata sangat relevan:
Prabowo bilang rakyat desa tidak pakai dolar.
Tapi benarkah demikian?
Kedelai bahan baku tempe dan tahu yang dimakan rakyat desa setiap hari 90% diimpor dari Amerika Serikat.
Harganya ditentukan dalam dolar.
Ketika rupiah melemah dari Rp13.000 ke Rp17.000 — harga kedelai naik.
Harga tempe naik.
Harga tahu naik.
Penjual tahu dan tempe di desa yang "tidak pakai dolar" itu langsung merasakan dampaknya di meja makan mereka.
Gandum bahan baku roti, mie instan, biskuit yang dikonsumsi rakyat desa 100% diimpor.
Harganya dalam dolar.
Pupuk yang dipakai petani desa untuk bercocok tanam sebagian besar bahan bakunya diimpor.
Harganya dalam dolar.
Obat-obatan generik bahan bakunya sebagian besar diimpor dari China dan India.
Harganya? Dalam dolar.
Rakyat desa tidak pegang dolar secara fisik.
Tapi seluruh kehidupan mereka dari makan pagi sampai obat yang mereka minum harganya ditentukan oleh kurs dolar.
Dan inilah yang paling miris:
Presiden yang seharusnya menjaga kepercayaan pasar terhadap mata uang negaranya justru dengan entengnya bilang kurs dolar tidak relevan bagi rakyat.
Padahal kepercayaan itulah
yang membuat rupiah bisa stabil.
Kepercayaan itulah yang membuat investor mau masuk.
Kepercayaan itulah yang membuat rakyat tidak lari ke dolar dan emas seperti yang sekarang terjadi dan dikhawatirkan oleh ekonom-ekonom kita.
Ketika presiden sendiri tidak menganggap serius pelemahan mata uangnya sinyal apa yang dikirim ke pasar?
Sinyal apa yang dikirim ke investor asing?
Sinyal apa yang dikirim ke rakyat yang tabungannya dalam rupiah?
Bandingkan dengan pemimpin yang serius:
Lee Kuan Yew dari Singapura negara tanpa sumber daya alam apapun menjadikan kestabilan mata uang sebagai prioritas utama pemerintahannya.
Dia tahu bahwa kepercayaan terhadap mata uang adalah kepercayaan terhadap negaranya secara keseluruhan.
Hasilnya?
Singapura hari ini punya GDP per kapita lebih dari 80.000 dolar.
Rakyat Singapura yang "cuma pedagang kecil" pun hidupnya jauh lebih sejahtera dari rakyat kita yang punya sumber daya alam berlimpah.
Bukan karena Singapura kaya alam.
Tapi karena pemimpinnya tidak pernah menganggap remeh nilai mata uangnya.
Pernyataan "mau dolar berapa ribu kek, di desa kan tidak pakai dolar" bukan pernyataan yang menunjukkan ketenangan seorang pemimpin.
Itu adalah pernyataan yang menunjukkan ketidakpahaman atau lebih buruk lagi, ketidakpedulian terhadap bagaimana ekonomi nyata bekerja di tingkat paling bawah.
Rakyat desa tidak pegang dolar.
Tapi rakyat desa makan tempe dari kedelai impor yang harganya dalam dolar.
Rakyat desa bertani dengan pupuk yang bahan bakunya dalam dolar.
Rakyat desa berobat dengan obat yang bahan bakunya dalam dolar.
Ketika presiden tidak peduli dengan kurs yang tidak peduli bukan hanya presidennya.
Tapi seluruh sistem di bawahnya ikut tidak peduli.
Dan ketika seluruh sistem tidak peduli dengan nilai mata uangnya sendiri kita tinggal menunggu giliran menjadi Zimbabwe atau Venezuela berikutnya.
Semoga kita tidak sampai di sana.
Tapi pernyataan seperti ini tidak membuat gue yakin bahwa kita sedang bergerak menjauhi arah itu.

Indonesia
rebahan bentar retweetledi

Far too much in Indonesia depends on a thin-skinned former general with a sketchy human-rights record. Prabowo Subianto needs to hear some unpalatable truths econ.st/3RE0Fum
Photo: Getty Images

English
rebahan bentar retweetledi
rebahan bentar retweetledi
rebahan bentar retweetledi
rebahan bentar retweetledi
rebahan bentar retweetledi

Rp 10 Triliun cash. Ditumpuk kek piramid. Disorot, buat backdrop pidato Presiden.
Itu duit apa? Hasil penertiban kawasan hutan itu maksudnya apa? Hasil NGINJEK pengusaha? Atas kesalahan apa? Yang salah siapa? Terus hukumannya apa??
Banyak pertanyaan.
Tp gak akan dijawab.
Yang penting show.
Ini Law Entertainment.
Bukan Law Enforcement.
Kompas.com@kompascom
Penampakan gunungan uang Rp 10 triliun yang ditata bak piramida di kantor Kejagung. ~RS
Indonesia
rebahan bentar retweetledi












