Pegawai Negri Sipil itu gajihnya kecil, jadi harus pandai-pandai mengelolanya. Istri saya 23 tahun sebagai PNS dan saat ini pensiun dini. Selama pemerintahan Pak SBY gajih PNS selalu naik setiap tahunya, dan insentif tunkin yang terus meningkat. Pemerintahan saat ini selama 9 tahun baru saja mengumumkan kenaikan gaji PNS 8% atau jika gajih1 PNS Rp. 3.500.000,-/bulan sekitar Rp. 280.000 per bulan potong pajak, mungkin karena menjelang Pemilu. Sejatinya gaji PNS naik setiap tahun sesuai dengan tingkat inflasi dan situasi ekonomi negara.
Kenapa lagu Rungkad ini yang dinyanyikan di acara Upacara Kemerdekaan, Upacara yang dulunya begitu hikmat dan sakral, dan selama beberapa tahun ini berubah jadi Karnaval Baju-Baju Daerah kayak anak SD lagi Kartinian dan Joged-joged koplo?
Tentu saja lagu ini dinyanyikan atas sepengetahuan dia. Dia yang pakai Baju Kebesaran Raja Mataram yang paling tinggi derajatnya, Baju Panglima Perang, yang digunakan Raja Amangkurat I yang terkenal sangat kejam dan bengis terhadap rakyat juga terhadap lawan-lawan politiknya, hingga dipakai oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo menyerang Batavia untuk mengusir VOC di tahun 1629?
Mengapa dia pakai baju itu dan mengapa lagu Rungkad yang dinyanyikan pada Hari yang, sebagian besar Rakyat ternyata sudah menganggapnya sebagai acara biasa-biasa saja?
Saya menduga ini lambang yang dia pakai untuk mengatakan kepada kelompok yang selama ini menganggap dia sebagai boneka, sebagai wayang, sebagai petugas partai. Kelompok yang tendensinya akan membuang dia balik ke gorong-gorong dan menimbunnya, karena dia beberapa waktu lagi sudah obsolete, sudah expired.
Bahkan sekarang Buzzer-Buzzer sudah dikerahkan untuk mati-matian mendongkrak elektabilitas boneka berikutnya, petugas partai berikutnya, yang bukan tidak mungkin akan jadi orang pertama yang akan menjungkalkan dia masuk gorong-gorong, yang tentu saja atas persetujuan mbah putri dan oligarki.
Saya masih ingat sekali, dan semoga anda juga, kontestasi Pilpres 2014, dimana Calon Terkuat dengan menenteng buku novel berjudul Ghost Fleet, yang sangat percaya pada isi buku novel yang ditulis Ahli Intelijen dari US, bahwa di tahun 2030, negara ini sudah tidak ada lagi, diganti menjadi Medan Pertempuran Perang yang tak bertuan dan tak berpenghuni.
Artinya, mungkin Pak Sultan Agung KW 78 ber IPK<2 ini juga percaya, bahwa negara ini, atas ulah gerombolan biawak darat yang selama ini menempel padanya, yang membuat negara Rungkad, hancur lebur, bagaikan pohon kena gempa yang tercabut sampai ke akar-akarnya.
Masalahnya, mungkin dia tidak sadar, dalam lirik lagu Rungkad itu, yang dinyanyikan Putri Ariani tepat di depan hidungnya, ada lirik yang menyatakan:
"Saiki aku wes sadar,
Terlalu Goblok mencintaimu"
Artinya ya memang goblok, alias tolol, orang yang percaya
Bahwa orang yang mengangkat derajatnya dari pinggir kali hingga jadi orang nomor satu, yang sudah dia beri imbalan ratusan Triliun, akan terus menjaga dia dan tidak bakal menjerumuskan dia satu waktu nanti.
Bahwa dia bisa amempertahankan kekuasaannya dengan segala cara sampai kapanpun, sungguhpun anak-ana dan keluarga dia kerahkan mendapat jabatan untuk mengamankan dirinya
Bahwa orang-orang di sekitar dia, yang selama ini menempatkan dia sebagai cucuk lampah paling depan, akan terus menggunakan dia dan membela mati-matian kalau dia kenapa-kenapa
Bahwa orang-orang yang dia beri jasa, harta, jabatan, akan selalu setia kepadanya sampai kapan juga.
Lebih goblok lagi adalah, sampai detik ini, dia tidak sadar atau tidak mau sadar juga, bahwa negara mengalami rungkad ini, sebagian besar akibat keputusan yang diam ambil sebagai pemegang mandat kekuasaan tertinggi negara ini, selama hampir 10 tahun.
Terakhir dalam tulisan panjang ini,
Saya heran ya, ada lagu, yang berisikan kata-kata "Goblok" bisa dinyanyikan dalam Upacara Kemerdekaan di sebuah Istana Negara, terlepas dari apapun maksud di balik pemilihan lagu itu.
Dan yang lebih goblok lagi, orang-orang yang hadir dalam upacara itu, yang notabene adalah Pejabat-Pejabat tertinggi di negara ini, tanpa sungkan dan ragu berjoged-joged koplo mengikuti lagu itu.
Alhamdulillah, Putri Ariani tidak melihat ironi di depan dia, semoga dia tidak terpengaruh dengan tingkah polah orang-orang itu dan tetap fokus persiapan Semi Final AGT.
-------
Lirik lagu Rungkad biar saya ngga dianggap hoax:
Rungkad
Entek Entek an
Kelangan Koe Sing Paling Tak Sayang
Stop Mencintaimu
Gawe Aku Ngelu
Mungkin Aku Terlalu Cinta
Aku Terlalu Sayang
Nganti Ra Kroso Dilarani
PancenKu Akui Kusalah
Terlalu Percoyo
Mergo Mung Nyawang Rupo
Saiki Aku Wes Sadar
Terlalu Goblok Mencintaimu
Rungkad
Entek Entek an
Kelangan Koe Sing Paling Tak Sayang
Bondoku Melayang
Tego Tenan Tangis Tangisan
dst.....
Pertanyaannya :
Para ketum ini kan sering bertemu Pak @jokowi hingga membentuk KIB.
Pak Jokowi pasti punya tujuan atas pembentukan Koalisi dini saat itu.
Apa agenda besar Pak Jokowi hingga KIB yg beliau ikut cawe-cawe, saat ini mendukung PS, sedangkan gerombolannya PS adalah pembencinya?
Dukungan Mencurigakan Golkar-PAN untuk Prabowo, Adakah Sesuatu yang Disembunyikan?
Mengetahui adanya deklarasi dukungan yang dilakukan Golkar dan PAN terhadap Prabowo Subianto membuat saya agak terkejut. Ini tak hanya soal waktu yang terkesan mendadak, tetapi manuver yang dilakukan oleh partai kuning dan biru ini terbilang mencurigakan. Ada apa sebenarnya dengan Golkar dan PAN yang terlihat buru-buru mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo Subianto.
Kecurigaan saya cukup beralasan, terutama ketika membaca beberapa informasi yang beredar bahwa kabarnya selama acara Rakernas PAN, sampai yang ini kabarnya tidak pernah muncul nama Prabowo Subianto yang akan didukung bersama-sama oleh segenap kekuatan partai yang dahulu dekat dengan sosok Amien Rais itu.
Sementara bagi partai Golkar, kita tahu bahwa dalam acara Rakernas Golkar yang terakhir juga saya dengar eks partai zaman Orde Baru itu memutuskan untuk mengusung Airlangga Hartarto sebagai capres, yang kabarnya tidak bisa ditawar-tawar lagi ketika Golkar harus berkoalisi dengan partai lain untuk Pilpres 2024 nanti.
Dua kondisi di atas belum termasuk fakta bahwa baik Zulkifli Hasan maupun Airlangga Hartarto adalah dua menteri Jokowi yang masih aktif sampai hari ini. Mereka tentu saja mengetahui apa yang dilakukan Prabowo Subianto selaku menteri, yang tampaknya memiliki rapor yang tidak terlalu bagus sebagai seorang Menhan itu, termasuk saat melakukan pemborosan dalam pembelian pesawat jet tempur bekas dengan harga selangit itu.
Mereka semestinya juga bisa menilai kegagalan Prabowo dalam membangun ketahanan pangan di negeri ini. Namun, entah mengapa dua sosok ketua umum partai itu masih berupaya membawa gerbong partai mereka untuk berkoalisi dengan Gerindra dan mendukung Prabowo Subianto. Mungkinkah dalam dukungan mencurigakan ini, seperti kata pepatah, ada udang dibalik batu atas dukungan yang mereka berikan ini? Memang sangat mencurigakan, seperti ada yang disembunyikan dari publik!
Saya tak percaya kalau dukungan mereka tulus kepada koalisi Gerindra dan kawan-kawannya. Boleh saja kita menduga begitu kan? Sama kayak dugaan atau anggapan bahwa mereka tak tahu balas budi setelah diajak berkoalisi oleh PDI Perjuangan dan kursi menteri diakomodir pasca Pilpres 2019 untuk diberikan kepada ketum Golkar dan PAN itu? Apakah mungkin pula mereka sedang berlindung di bawah ketiak Prabowo, agar dugaan kasus hukum yang pernah mengarah pada Zulkifli dan Airlangga akan dipastikan aman kalau koalisi besar kubu Prabowo berkuasa?
@KakekHalal KOQ JADDI BINGUNG SENDIRI SAMPAI MEMBUAT NARASI NARASI DENGAN KAJIAN YG LIAR, NGGAK PERLULAH, LAKUKAN SAJA KONSOLIDASI UTK KEMENANGAN GANJAR, SEBAB JANGAN SAMPAI LOMENTAR ANDA JADI ANTITESIS BUAT ANDA SENDIRI
*Skenario Mengeroyok Ganjar Pranowo*
Terkait peristiwa deklarasi Partai Golkar dan Partai PAN hari ini, Minggu 13 Agustus 2023 kepada Bacapres Prabowo Subianto dari Partai Gerindra, Ketua Umum Ganjarian Spartan Ganjar Pranowo, HM Guntur Romli memberikan respon:
1. Ada skenario mengeroyok Ganjar Pranowo dengan menggalang koalisi parpol yang gemuk, tapi Pilpres (Pemilihan Presiden) berbeda dengan Pemilihan Legislatif (Pileg) di mana tokoh Capresnya yang sangat menentukan, bukan koalisi parpolnya, hal ini mengingatkan kita pada Pilpres 2014, waktu itu Joko Widodo "dikeroyok" oleh gabungan 6 parpol, termasuk di dalamnya Gerindra dan Golkar. Namun Jokowi tetap menjadi pemenang Pilpres 2014. Untuk 2024 kita akan tetap membendung kembalinya kekuatan Orde Baru dan Dinasti Cendana serta perlaku kejahatan HAM masa lalu. Sementara penggalangan kekuatan parpol-parpol tersebut hanya bisa memungkinkan melalui fulus dan janji-janji bagi-bagi jabatan. Hal itu terjadi karena survei-survei yang obyektif menempatkan Ganjar mendapat dukungan kuat dari akar rumput. Maka Ganjar harus dikeroyok.
2. Selama ini kita melihat sudah ada komunikasi antara pihak Ganjar Pranowo dan PDI Perjuangan dengan parpol-parpol tersebut: khususnya Golkar dan PAN, namun kami mendengar informasi adanya persyaratan-persyaratan yang bisa terjebak dalam "koalisi dagang sapi" yang sarat dengan kepentingan temporal, sedangkan Ganjar Pranowo sendiri ingin membangun kerjasama antar partai-partai yang berasas pada kepentingan rakyat yang tetap teguh pada Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, bukan dengan menekan siapa cawapresnya, berapa jatah menterinya dan lain-lain yang berorientasi pada kepentingan kekuasaan semata.
3. Selama belum ada pendaftaran resmi Capres-Cawapres, maka yang disebut dengan koalisi parpol sebenarnya masih sangat cair dan situasional, belum ada koalisi yang solid, karena semuanya ini bisa dilihat sebagai akrobat-akrobat politik untuk mengirimkan kesan dan pesan, bisa jadi koalisi yang ada sekarang nantinya bubar, dan terbentuk koalisi baru, karena itu kepada para pendukung Ganjar Pranowo, khususnya para spartan Ganjar Pranowo agar tidak terpengaruh oleh intrik-intrik politik atas nama deklarasi dan koalisi ini, karena segala hal bisa terjadi untuk ke depan.
Tetap semangat, solid dan terus melalukan aksi-aksi nyata untuk terus menyapa rakyat demi kemenangan Ganjar Pranowo sebagai Presiden Republik Indonesia tahun 2024.
Jakarta, 13 Agustus 2023
HM Guntur Romli
Ketua Umum Ganjarian Spartan
UCAPAN SI ROKDUNGU DIPENGARUHI OLEH KERJA SISTIM HORMONAL Yang TIDAK TERSALUR PADA TEMPAT SEBENARNYA, KARENA DIPAKSAKAN LEWAT KOCOKAN YANG SUPER CEPAT SEHINGGA MENEKAN OTAK DAN KELUAR DARI MULUT YANG TIDAK BERADAB😂😂😂😂
Orang-Orang Tak Beradab yang Senang Dengar Makian Rocky Gerung
“Siapa pun yang beradab, saya kira, akan merasa risih dan jijik mendengarkan hinaan Rocky Gerung terhadap presiden. Jadi, kalau Anda justru merasa senang mendengarkan hinaan itu, jangan-jangan Anda termasuk golongan tidak beradab."
Rocky Gerung memang sangat tidak beradab karena dia berani memaki dan menghina seorang presiden di depan umum. Anehnya, kok ya masih ada orang-orang malah senang atau mendukung Rocky Gerung. Bukankah ini menunjukkan bahwa mereka juga sama tidak beradabnya dengan Rocky Gerung?
Sosok Rocky ini memang pantas disebut memiliki hobi menghina dan merendahkan orang lain. Nalar dan logikanya juga tampak agak konslet, juga hati nuraninya mati karena gagal memfilter materi hinaan yang dia rasa boleh dilancarkan kepada siapa saja,bahkan dengan target seorang Presiden RI sekalipun, dengan dalih itu hanya kritikan.
Padahal apa yang Rocky sampaikan sangat jauh dari definisi kritikan, karena lebih mengarah pada serangan pribadi, bukan mengritik program, kebijakan, atau perilaku Jokowi sebagai Presiden RI. Apa itu nggak pantas disebut konslet?
Rocky ini tidak beda jauh sama Jonru Ginting, gara-gara fitnahan kepada Jokowi, yang membuatnya harus berurusan dengan hukum. Mungkin Rocky diam-diam adalah pengagum Jonru dan bertekad mengikuti jejaknya dengan logika-logika yang mengandung kedunguan karena "tidak ada isinya" sama sekali.
Program ILC ala Karni Ilyas bisa dibilang ikut berjasa dalam membesarkan Rocky Gerung yang layak dikumpulkan dengan manusia lain sejenisnya, kalau perlu dikirim ke daerah atau negara konflik, supaya negeri ini aman dan tidak lagi mendengar ocehan Rocky Gerung.
Akan tetapi, saya yakin bahwa jika Rocky nanti sampai diciduk dan dibui, maka sesama orang tidak beradab yang kini bersorak dan mendukung omongan biadab Rocky, mereka akan berpaling dan meninggalan Rocky, termasuk sosok yang dipujanya begitu rupa dan selama ini menjadi bekingnya.
Akhirnya, selamat deg-degan Bung Rocky karena kabarnya ada laporan tentang kelakuan Anda yang diterima oleh pihak kepolisian dan tinggal menunggu waktu untuk proses selanjutnya, yang bisa mengubah statusmu menjadi tersangka. Kapok!
#TangkapRockyGerung
China investasi Rp 175 Triliun, bangga?
Berapa RIBU TRILIUN China dapat dari sekian banyak proyek selama 9 tahun ini? Berapa RIBU TRILIUN China dapat dari mengeruk tambang selama ini? Sejak 2014?
Setiap kali lihat wajah ini, darah mendidih rasanya.
cnbcindonesia.com/news/202307290…
KATANYA GURU, DOSEN TAPI NGOMONGNYA NGGAK BERETIKA, MENGANGGAP SELALU DIRINYA PALING BENAR , TANGKAP SI ROKKI MULUT COMBERAN,.SUPER DUNGU SUMBAT MULUTNYA DENGAN DENGKUL
@UtomoUmay@detikcom YANG SALAH ITU ORANG TUANYA, NGGAK BERTANGGUNG JAWAB MENYEKOLAHKAN ANAK, IRU SEBABNYA SEBELUM BIKIN ANAK MIKIR DULU MAMPU NGGAK YAAA
@detikcom Biaya untuk seragam saja sudah segini besar terus bagaimana kalau orang tua yang tidak mampu, kenapa sekolah sekarang semakin memberatkan ya? Pasti ada yang salah dengan sistem pendidikan kita sekarang ini...
@detikcom ITU SEBABNYA SEBELUM BIKIN ANAK HARUS MIKIR DULU, MAMPU NGGAK SEKOLAHIN DIA, KALAU NGGAK MAMPU YA JANGAN BIKIN ANAK, ANAK ITU TANGGUNG JAWAB ORANG TUA BUKAN TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH.
Bakal Calon Presiden dari PDIP, Ganjar Pranowo hari ini (22/07) blusukan ditemani Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, ke Pasar Citereup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Bersama Gibran, Ganjar sempat berhenti di sejumlah lapak pedagang.
Hingga akhirnya duduk di sebuah lapak dan berbincang dengan pedagang.
Dijadwalkan sejumlah agenda di Kabupaten Bogor, akan dihadiri Ganjar pada hari ini.
@dennyindrayana HIDUP DALAM ARTI MEMBERI HIDUP KEHIDUPAN BERDEMOKRASI DAN KEHIDUPAN SOSIAL SERTA KEHIDUPAN POLITIK BUKAN DALAM ARTI HIDUP SEHINGGA SELALU DIAMANDEMEN OLEH DPR, SEBAIKNYA KEMBALIKAN SAJA UUD45 KE YG ASLI NANTI BUAT TURUNAN HUKUM DIBAWAHNYA
Hari ini saya membaca berita inspiratif Kompas, Pak Jacob Tobing menyelsaikan studi doktoral di Universitas Leiden. Menjelang usia 80 tahun, luar biasa!
Topik disertasi Pak Jacob, sama dengan penelitian S3 saya di Melbourne Law School. Yang berminat membaca disertasi kami, sila klik: integritylawfirms.com/indonesia/2018…
Konstitusi kita hidup, dan harusnya menjadi pegangan perjalanan bangsa. Persoalannya sama dengan Pancasila, yang selalu fasih dilafazkan, konstitusi juga rajin diucapkan tapi sering dilanggar, dengan perilaku kuasa yang koruptif dan destruktif.
Inkonsistensi kuasa dan korupsi merusak konstitusi kita.
Dulu Nempel Rizieq, Sekarang Nempel Jokowi
Tahu gak apa perbedaan mendasar antara Prabowo saat pilpres 2019 dengan Prabowo yang sekarang?
Jika Anda bisa menjawab pertanyaan ini, maka Anda akan paham kenapa banyak yang masih ragu dengan Prabowo, banyak yang tidak percaya Prabowo akan meneruskan jejak kepemimpinan Jokowi.
Prabowo pada Pilpres 2019 didukung oleh kelompok-kelompok yang kalian pasti sudah tahu lah. Rizieq, PA 212 dan kelompok sejenis, yang menggunakan agama untuk membodohi masyarakat. Kelompok-kelompok menjual narasi konyol. Surga, neraka, azab dll.
Prabowo dulu bahkan pernah mengatakan akan menjemput Rizieq pulang dari Arab Saudi jika menang pilpres. Bahkan dia akan jemput pakai pesawatnya sendiri. Betapa pentingnya Rizieq di mata Prabowo. Tujuannya jelas, Prabowo ngiler dengan suara pendukung Rizieq. Prabowo nempel Rizieq karena merasa suara mereka cukup besar.
Prabowo sepertinya paham dengan fenomena ini. Apalagi Rizieq dkk berhasil memenangkan Anies di Pilgub DKI 2017 dengan sentimen dan strategi yang sama.
Tapi saat ini Prabowo ganti strategi. Prabowo tidak mau menempel dengan Rizieq lagi, bahkan terkesan seolah mereka tidak pernah akrab sebelumnya. Prabowo sekarang lebih suka menempel ke Jokowi. Prabowo dan pendukungnya sudah terlalu sering menjual kedekatan antara Prabowo dan Jokowi agar terbentuk sebuah persepsi bahwa Prabowo adalah the next Jokowi.
Prabowo paham tidak bisa mengharapkan Rizieq lagi karena kekuatannya sudah lemah, pernah masuk penjara pula. Masyarakat sudah muak dengan kelompok yang menjual agama. Makanya Prabowo mendekat ke Jokowi agar kecipratan dukungan.
Masalahnya, apakah kita bisa percaya Prabowo sudah benar-benar sadar dengan kesalahannya selama dua kali pilpres? Apakah Prabowo bakal melanjutkan program Jokowi atau sebenarnya hanya memanfaatkan Jokowi sebagai batu loncatan untuk mencapai ambisi politiknya? Dikhawatirkan, Prabowo punya agenda tersendiri jika menang pilpres. Mengingat Prabowo tidak segan-segan mau didukung Rizieq dan PA 212 yang suka bikin gaduh.
Kalau begini, apa bedanya Prabowo dengan Anies yang juga tidak menolak saat didukung kelompok intoleran? Mau sebagus apapun seseorang saat ini, tapi jejak digital masa lalu tidak akan pernah terhapuskan. Jejak itu akan ada, sebagai pengingat bahwa dulu ada orang yang begini begini begini. Tak ada yang bisa dijual sehingga terpaksa nempel ke Jokowi dan memelas dukungan?