Endingnya dinilai kurang memuaskan, sutradara #TheScarecrow bilang kalau mereka emang sengaja gak bikin ending yang melegakan atau penuh balas dendam manis ala drama kriminal pada umumnya.
Karena in real casenya, korban pun gak bener bener mendapat keadilan. Pelaku dan orang orang yang terlibat banyak yang gak dihukum dengan layak, jadi menurut mereka gak masuk akal kalau dramanya tiba tiba kasih ending super memuaskan cuma demi penonton.
Drama ini sendiri terinspirasi dari kasus pembunuhan berantai Hwaseong. Sutradaranya pernah bertemu langsung dengan korban salah tuduh yang dipaksa ngaku sampai dipenjara 20 tahun, juga keluarga korban pembunuhan asli. Setelah ketemu mereka, dia memutuskan bikin drama yang fokus ke luka dan hidup orang orang yang ditinggalkan tragedi itu, bukan sekadar cari sensasi siapa pelakunya.
Makanya di The Scarecrow, rasa sesak dan frustrasinya sengaja dipertahankan sampai akhir. Bahkan awalnya pihak studio dan stasiun TV sempat request minta ending yang lebih sat-set memuaskan, tapi sutradaranya nolak. Dia bilang, "Masa iya penjahatnya tiba-tiba mati kesambar petir atau kecelakaan?"
#ReviewSofia: The Scarecrow
Sebenarnya pendapat aku gak berubah, The Scarecrow jadi drama adaptasi Pembunuhan Lee Chun Jae yang paling mendekati. The Scarecrow jadi versi 'lulus sensornya' dari kejadian asli.
Cuman yaa menjelang ending, ada bagian yang hilang. Ada dua hal yang perlu dibahas: Alasan mengapa drama ini tetap jadi yang paling mendekati kasus asli dan hal yang bikin drama ini seolah jati dirinya 'hilang'.