Ave

87.2K posts

Ave banner
Ave

Ave

@flawedmango

one day i’m gonna grow wings

Katılım Eylül 2010
945 Takip Edilen7.2K Takipçiler
berbiegemuk
berbiegemuk@rumahsenja_·
Tgl 14 Mei 2026, beberapa gerai Point Coffee (Indomaret) di Jakarta tutup karena karyawan protes. Alasannya : permasalahan tentang aturan baru dimana karyawan yang masuk di tanggal merah (hari libur resmi) bukan dibayar lembur tetapi hanya digantikan libur biasa di hari lainnya. Padahal untuk para pegawai retail, lemburan tuh lumayan banget dan menjadi andalan penghasilan 🥹 Menurut UU No.13/2003 (diubah UU Cipta Kerja) & PP 35/2021, perusahaan wajib bayar upah lembur hari libur nasional & dilarang ganti dengan off biasa. Kalau dilanggar, pengusaha bisa kena sanksi pidana kurungan 1-12 bulan dan/atau denda Rp10–100 juta. Semoga pihak manajemen Point Coffee/Indomaret segera kasih tanggapan & solusi yang adil buat karyawan. ✨
Mika@mlvponx

cuma mo bilang hari ini di point coffee beli himalayan butterscoth cuma bayar 19ribuuuu

Indonesia
146
1.9K
8.2K
657.2K
Ave
Ave@flawedmango·
@tuisney oy cenblu kalo dapet dr threads itu ya cantumin username sumbernya, ga dikit2 “dapet dari threads” hadeh
Indonesia
0
0
0
44
nindy
nindy@tuisney·
mau nanya, ini untuk kamar anak 6 tahun normal kah??? dpt dr threads
nindy tweet medianindy tweet medianindy tweet media
Indonesia
354
66
7.6K
965.1K
Ave retweetledi
Abul Muzaffar
Abul Muzaffar@abulmuzaffar10·
Berat.. Justru kalau minta hentikan MBG, pasti kalah calonnya. Pegawai SPPG itu jumlahnya jutaan orang, belum lagi keluarganya, belum lagi supply chainnya dari transportasi hingga bahan baku. Menghentikan MBG itu hanya akan membuat kelas menengah di perkotaan senang. Tapi akan bikin marah kelas bawah dan orang2 kampung yang pekerjaannya bergantung dari MBG. Makanya itu, kita semua ini udah dijebak secara politik oleh MBG. Tidak akan ada politisi yang akan membatalkan MBG. Dijamin itu.
arawr@flllowiee

Visi misi capres setelah prabowo gausah aneh - aneh dah. Cukup: “Saya akan hentikan MBG” Fix langsung kepilih.

Indonesia
634
5.9K
22.2K
1.1M
Ave
Ave@flawedmango·
@flllowiee ga bisa liat dari bubble di medsos aja jir, lo harus liat di lapangannya kaya gmn😭😭😭
Indonesia
0
0
0
31
arawr
arawr@flllowiee·
Visi misi capres setelah prabowo gausah aneh - aneh dah. Cukup: “Saya akan hentikan MBG” Fix langsung kepilih.
Indonesia
229
4.1K
27.6K
1.3M
Ave
Ave@flawedmango·
@februar_ry @itsTimWijaya @saybuddy yg dibahas kan soal bangun courtnya wkwkw di surabaya jg sumpek bgt tiap daerah ada padel court kayak indomaret, satu per satu mulai sepiiiii
Indonesia
1
0
1
1.2K
 กุมภาพันธ์
@itsTimWijaya @saybuddy Olahraga kok di nyinyirin… Better mereka yg fomo olarhaga ketimbang yg fomo antri di jualan donat, minuman gula… Klo gak suka sama salah satu olahraga better diem aja ketimbang spekulasi fama fomo… Org Lari dibilang fomo Org tenis dibilang fomo Org Padel dibilang fomo
Indonesia
18
6
66
24.9K
Tim Wijaya
Tim Wijaya@itsTimWijaya·
Padel mulai sepi karena udah gak eksklusif lagi. Tren padel dulu dimulai sama bule expat dan anak Jaksel. Dalam setahun, semua orang FOMO bangun court. Hasilnya, nilai eksklusif padel menurun. Begitu mainstream, the original crowd yang bikin padel cool langsung cabut. Mereka pindah to the latest cool sport: HYROX. Without them, massa yang ikut2an main padel just to hang around these "cool people" juga stop main. One day, HYROX will decline too, dan trennya akan pindah lagi ke sport baru. And the cycle repeats.
Bardan - Digital Marketer@bardanslm

lapangan padel sampe dijual rugi 😳 padel beneran udah lewat hype-nya kah? ingfo dong yg usaha/pemain padel masih rame gak?

Indonesia
394
1.6K
8.2K
1.5M
Ave retweetledi
Power to assume
Power to assume@powertoassume·
My life keeps getting softer, happier, and more beautiful.
English
2
38
97
1.5K
Ave
Ave@flawedmango·
@rofiiiiah @pedas__manis Banyak kasus KDRT tuh berhenti di tengah bkn karena palsu (apalagi ini dulu), udah jelas babak belur aja sering masih kurang dianggap serius apalagi yg nggak keliatan lukanya kaya ga kenal indonesia aj wkw
Indonesia
0
0
7
234
ofiiiia 🍂
ofiiiia 🍂@rofiiiiah·
@pedas__manis tp aku pernah liat ada video mulan ditampar ahd dipinggir jalan, kaya ga mngkin klo ga kdrt, tp ya gatau juga sih
Indonesia
2
0
5
1.6K
Kangkung
Kangkung@pedas__manis·
Akun IG nya udah balik dan belio langsung menunjukkan bukti laporan palsu tentang KDRT yang pernah dilakukan AD terhadap bunda Maia. Jadi siapakah yang berbohong?
Kangkung tweet mediaKangkung tweet mediaKangkung tweet media
Indonesia
156
36
1.2K
552.8K
rangga🗡
rangga🗡@flamedelaflame·
Bahaya banget jamet-jamet sekarang tawurannya jadi pada pake air keras gara-gara diajarin sama TNI nyiram ke Andrie Yunus
Indonesia
39
3.7K
19.3K
218.6K
Ave
Ave@flawedmango·
@naravvlert @CallGeee ya itu sakittttttttttt namanya, org udh sakit ga ngeliat mau dia bayi sekalipun
Indonesia
1
0
117
4.2K
jeyel
jeyel@naravvlert·
@CallGeee kan tt aja gada loh gee... dia liat apa sih ya allah🙂
Indonesia
4
0
233
39.1K
jeyel
jeyel@naravvlert·
gue heran dari kemaren di tl nongol anak dibawah umur bahkan masih bayi di perkosa ama bapak bapak. gue herannya tuh lu liat apa si anjg? bocah masih kecil, lu gada rasa kemanusiaaan kah anjg? bocah kecil lu ewe, maksdnya kan tt aja belom ada.. lu napsu apa anjg. sinting
Indonesia
151
2.7K
18.5K
785.8K
Bicara Box Office
Bicara Box Office@bicaraboxoffice·
Berakhir di bawah 200K. Sejak pantauan prarilis BiBO tidak pernah punya ekspektasi besar terhadap PARA PERASUK, namun ternyata hasil ini bahkan lebih rendah lagi.
Bicara Box Office tweet media
Indonesia
502
193
3.7K
5.2M
Ave retweetledi
firgi ☁️
firgi ☁️@merekamcahaya·
No choices, no safety net, no guidance, just me and my guts. I feel like i’ve spent my whole life in survival mode, dan inilah letak serunya (kapan kiamat)
English
12
1.3K
2.9K
53.4K
Ave retweetledi
Gandalf Kitty | Aran
Gandalf Kitty | Aran@kitty_gandalf·
bayangin, musibah kecelakaan dijadiin materi buat perang gender, heuhh
Indonesia
46
2K
12.6K
141.1K
Ave retweetledi
BANG HAKIEM
BANG HAKIEM@warpopski·
di warpopski masih terima cash, yang ga kami terima cuma mayor tedi.
Indonesia
56
1.3K
4.3K
125.2K
Ave
Ave@flawedmango·
@marakanbisimati @thisisyudhis di beberapa case akun band temen aku/fnb, mereka itu dapet email tawaran centang biru mengatasnamakan instagram, disuruh klik link gt lah
Indonesia
0
0
0
308
Perut tidak boleh kosong
Perut tidak boleh kosong@marakanbisimati·
@thisisyudhis Penasaran deh kasus kaya gini banyak terjadi ama band-band. Ini adminnya ngira ada tawaran manggung terus adminnya klik link gitu ga sih??? Kejadian jga ama Leipzig, Sajalah Cut, The Jeblogs dan yang lainnya
Indonesia
2
0
4
3.8K
Yudhistira
Yudhistira@thisisyudhis·
oscar lolang sekarang agen jualan hp?
Yudhistira tweet media
Indonesia
12
3
47
26.3K
folkative
folkative@insidefolkative·
G-Dragon salah tag homeband saat tampil di Coachella, malah tag ekskul band di Cirebon.
folkative tweet mediafolkative tweet mediafolkative tweet media
Indonesia
810
4K
36K
1.1M
Ave retweetledi
Sisters in Danger x Simponi
Sisters in Danger x Simponi@SistersInDanger·
Empat syarat Kartini sebelum (terpaksa) mau dipoligami: 1. Boleh mendirikan sekolah & mengajar untuk putri di Rembang, melanjutkan cita-citanya memajukan pendidikan perempuan. 2. Penolakan adat feodal dalam upacara pernikahan: tidak mau berjalan jongkok di belakang suami, tidak berlutut, tidak menyembah/mencium kaki suami. 3. Kesetaraan bahasa: berbicara dengan suami menggunakan bahasa Jawa Ngoko (bahasa sehari-hari setara), bukan Krama Inggil (bahasa hormat yang menunjukkan hierarki istri lebih rendah). 4. Boleh membawa ahli ukir dari Jepara ke Rembang untuk mengembangkan kerajinan secara komersial sebagai kegiatan ekonomi perempuan. Semua syarat ini (sangat progresif & radikal pada masa itu) dipenuhi oleh calon suaminya, Bupati Rembang Raden Adipati Djojoadiningrat. Kartini melihat poligami sebagai bentuk penindasan terbesar terhadap perempuan. Ia menyaksikan langsung penderitaan ibunya, Ngasirah, yang dimadu oleh ayahnya. Dalam surat-suratnya, ia menulis dengan getir bahwa tak ada perempuan yang bahagia dimadu, & laki-laki yang memadu kehilangan kehormatan. Poligami dianggapnya sebagai "dosa" yang membuat perempuan menjadi saingan dan korban, sementara laki-laki bebas. Ia juga menolak pernikahan paksa dengan orang asing yang belum dikenal, karena cinta sejati harus dimulai dari rasa hormat, bukan paksaan adat. Namun, pada 1903, Kartini di usia 24 tahun (dianggap perawan tua yang memalukan keluarga ningrat pada masa itu) terpaksa menikah dengan Raden Adipati Ario Djojoadiningrat, Bupati Rembang yang jauh lebih tua (~25 tahun) & sudah punya 3 istri (salah satunya baru meninggal) karena tekanan budaya feodal priyayi pada masa itu & karena ayahnya, R.M. Adipati Ario Sosroningrat, sakit serta terus "dibully" teman-temannya karena anak perempuannya belum menikah. “Saya telah berjuang, bergulat, menderita, dan saya tidak dapat menjadikan nasib celaka Ayah, dan dengan demikian membawa bencana bagi semua yang saya cintai." (Surat Kartini kepada Abendanon, 14 Juli 1903) Meski seumur hidup menentang poligami & pernikahan paksa, Kartini terpaksa mengalahkan idealismenya, terpaksa menanggalkan egoismenya, serta harus berkompromi dengan realitas sosial feodal Jawa demi menjaga kehormatan ayah & keluarga yang dicintainya. Tekanan budaya feodal & partriarkis kelas priyayi pada masa itu terlalu kuat & ketat, di mana poligami & pernikahan paksa merupakan norma adat (diperkuat ajaran agama), sehingga meskipun Kartini sempat menolak keras, beliau kalah, beliau akhirnya terpaksa menerima pernikahan poligami itu. Kartini tetap melanjutkan perjuangan emansipasi & pendidikan perempuan dari dalam pernikahan, meski hanya berlangsung singkat karena beliau wafat 4 hari setelah melahirkan anak pertamanya pada pada 17 September 1904 di usia 25 tahun. Penyebab utama kematiannya adalah komplikasi persalinan, diduga akibat preeklampsia (tekanan darah tinggi pada kehamilan yang dapat memicu kejang dan kegagalan organ). Tragedi ini sangat ironis karena Kartini baru saja mulai mewujudkan cita-citanya setelah menikah, yang salah satu visinya tentu saja untuk meningkatkan akses kesehatan yang lebih baik bagi perempuan, khususnya kesehatan reproduksi & maternal (masa kehamilan, persalinan, & pasca melahirkan). Alfatihah untuk Ibu Kartini, damai di surga 🌹🌷🌼💐🌺🌸🪻
Sisters in Danger x Simponi@SistersInDanger

Merayakan Kartini Secara Radikal Kita telah melampaui era memperingati hari Kartini dengan hanya melihat sosok tubuhnya dan memaknainya cukup sebatas busana kebaya, lomba memasak atau menyanyikan lagunya. Peringatan hari Kartini yang demikian menumpulkan pemikiran. Sebab Kartini tidak pantas hanya dinilai dari sosok tubuhnya semata melainkan ide-ide brilian yang lahir dari otaknya yang cemerlang tentang kesetaraan dan kebebasan perempuan, justru inilah yang harus kita rayakan. Jadi hendaknya kebaya Kartini disimbolkan sebagai pembebasan perempuan, bukan ornamen tubuh semata, namun untuk merangsang kegairahan pemikiran melawan dominasi. Segala bentuk dominasi seperti penjajahan, pembodohan, pengekangan agama, dan tradisi serta penindasan perempuan. Sebab Kartini perempuan Jawa yang hidup di abad ke-19 telah memikirkan semua itu dan menuangkannya dalam bentuk tulisan yang dimuat di buku “Habis Gelap, Terbitlah Terang” (HGTT). Kartini mengungkapkan kegeramannya pada tradisi yang mengekang anak perempuan termasuk dirinya yang “dipingit” dari umur 12 hingga 16 tahun.    "Teringat aku, betapa aku, oleh karena putus asa dan sedih hati yang tiada terhingga, lalu mengempaskan badanku berulang-ulang kepada pintu yang senantiasa tertutup itu, dan kepada dinding batu bengis itu." (Jepara, 6 November, 1899, HGTT, 2009:30). Perang melawan kebodohan dipahaminya sebagai cara untuk membawa bangsa Bumiputra maju dan keluar dari penjajahan. "Pemerintah tiada akan sanggup menyediakan nasi di piring bagi segala orang Jawa, akan dimakannya, tetapi Pemerintah dapat memberikan daya upaya, supaya orang Jawa itu dapat mencapai tempat makanan itu ada. Daya upaya itu ialah pengajaran. Memberi anak negeri pengajaran yang baik, sama halnya seolah-olah Pemerintah menyerahkan suluh ke dalam tangannya, supaya dapat ia sendiri mencari jalan yang benar, yang menuju ke tempat nasi itu. Bapak akan berusaha sekuat tenaganya akan mengajukan anak negeri, dan aku pun akan turut membantunya." (12 Januari 1900, HGTT, 2009:34). Sikapnya menentang poligami sangat jelas. Kadang Ia menganggap bahwa perkawinan itu menindas dan bukan membahagiakan. "Mengertikah engkau sekarang apakah sebabnya maka sangat besar benciku akan perkawinan? Kerja serendah-rendahnya maulah aku mengerjakannya dengan berbesar hati dan dengan sungguh-sungguh, asalkan aku tiada kawin, dan aku bebas." (Jepara, 6 November, 1899, HGTT, 2009:29). Pemikiran Kartini tentang agama termasuk permikiran yang moderat dan toleran. "...sebenarnya agamaku agama Islam, hanya karena nenek moyangku beragama Islam... Orang diajar di sini membaca Qur’an tetapi yang dibacanya itu tiada ia mengerti. Pikiranku, pekerjaan gilakah pekerjaan semacam itu. Sekalipun tiada jadi orang saleh, kan boleh juga orang jadi orang baik hati.." (Jepara, 6 November, 1899, HGTT, 2009:31). "Agama harus menjaga kita daripada berbuat dosa, tetapi berapa banyaknya dosa diperbuat orang atas nama agama itu?" (Jepara, 6 November, 1899, HGTT, 2009:31). Kartini memang tidak pernah terlibat dalam sebuah pergerakan apalagi mengorganisir sebuah protes di lapangan. Bentuk protes yang ia lakukan hanyalah lewat tulisan-tulisannya yang mencoba memahami apa yang terjadi di lingkungannya. Tulisan-tulisannya tidak dituangkan ke dalam bahasa Melayu atau Jawa melainkan ke dalam bahasa Belanda dan ditujukan kepada teman Belandanya di Belanda.  Apakah karena Kartini menyadari tulisan-tulisannya tidak akan ditanggapi bila ia menggugat masyarakatnya secara langsung?  Atau bahkan dapat membahayakan dirinya bila pemikirannya diketahui oleh masyarakatnya sendiri? Semangat Kartini pada zamannya adalah semangat yang juga dirasakan oleh sebagian perempuan pada zaman itu. Beberapa pemikir perempuan lainnya seperti Dewi Sartika juga memiliki pemikiran yang maju tentang hak-hak perempuan, dengan nyata membuat sekolah di tahun 1904 yang disebut dengan “Sekolah Istri”. Kartini memang bukan sekedar kebaya. Tapi makna kebaya Kartini hendaknya diinterpretasikan secara kritis. Pemikiran Kartini masih terus harus direnda agar “kebaya” itu menjadi sempurna. Merenda pemikiran Kartini di segala ruang dan sudut bangsa, menjadikan bangsa kritis yang menghargai kesetaraan. --- Satu lagi cuplikan dari artikel yang sangat bagus & kuat dari @jurnalperempuan, yang ditulis oleh Gadis Arivia. Selamat Hari Kartini 21 April 1879–17 September 1904 Damai di surga, Perempuan yang mendahului zaman 🙏💜 (Link artikel lengkap di utas berikutnya)

Indonesia
59
6.5K
18K
1.3M