ID|futaki
51.3K posts

ID|futaki
@foetaki
falling in law with football #skripsibola. half #boyanese. kurator etalase di @makarumakara. RT ≠ endorsement.

Edisi baru segera hadir. Detail menyusul.











@tomsan106 Di rumah ngapain aja pak latihannya?


🚨 FINAL COUNTDOWN CHAMPIONSHIP 🚨 Kasta kedua liga, Championship 2025/26 menuju dua pekan terakhir Fase Wilayah! Belum ada satupun tim baik di Wilayah Barat dan Timur yang sudah memastikan tiket promosi ke kasta tertinggi pasca pekan ke-25 selesai dimainkan. Sebelum ke pembahasan potensi jelang akhir musim, seperti diketahui kasta kedua Liga musim ini dimainkan dengan sistem yang berbeda dari musim-musim sebelumnya. Pada musim ini setiap tim bermain sebanyak 27 pertandingan (triple round robin). 3 tim terbaik akan promosi ke 🇮🇩ISL 2026/27 3 tin terbawah akan degradasi ke Liga Nusantara 2026/27 Dua tim Juara Grup di tiap wilayah akan otomatis promosi sekaligus memainkan laga Final Championship untuk menentukan siapa yang jadi Juara. Dua tim Runner Up di tiap wilayah bakal memainkan laga Playoff Promosi untuk memperebutkan satu tiket tersisa promosi. Dua tim terbawah tiap Wilayah akan degradasi atau turun kasta ke kasta ketiga, Liga Nusantara (SRIWIJAYA FC dan PERSIPAL) Sementara dua tim peringkat ke-9 tiap wilayah akan bermain di Playoff Degradasi untuk menghindari jatah satu tiket tersisa degradasi. Untuk laga-laga krusial diatas Final, Playoff Promosi, dan Playoff Degradasi akan dimainkan dengan sistem Single Match. Tuan rumah ditentukan berdasarkan perolehan terbaik selama Fase Wilayah. Seperti waktu itu pernah aku prediksi beberapa bulan lalu bakal terjadi • Final akan dimainkan di Timur • Playoff Promosi akan dimainkan di Timur • Playoff Degradasi akan dimainman di Barat






Unpopular opinion about R.A. Kartini








The system of false nationalities used by the Malaysian Football Association 🇲🇾 has been detrimental not only to Asian opponents but also to Malaysian teams in the league itself, as the fraud benefited the Johor Darul Ta'Zim club – owned by the eldest son of the King of Malaysia and Sultan of Johor Despite the sanctions imposed (belatedly) by FIFA on the players and the federation (merely a fine), a question arises : how did the officials manage to get away with NOTHING ? How can the federation continue to act as if nothing had happened, given that Malaysian football is, to boot, riddled with serious problems (refereeing, the fixture list, failure to comply with basic rules and regulations, match-fixing, violence...) ?













