The Fool Insight
18.1K posts

The Fool Insight
@foolinsights
Parodi/Komentar | Timpa Posting | Terpercaya Business Inquiries: 0818sisanyakapankapan


Absen udah, sekarang tinggal nunggu jam pulang


Selamat beraktivitas semuanya, semoga hari ini banyak kabar baik ya


Kenapa bisa begini? Ahhh nanti krisis - chaos - penjarahan blablabla Wait-wait 🌟😁 ini tulisan agak panjang, niat mau gw bikin versi Thread tapi males sih wkwk Kita harus tau aturan dulu bahwa 𝗘𝗸𝗼𝗻𝗼𝗺𝗶 𝗶𝘁𝘂 𝘂𝗿𝘂𝘀𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝘂𝘁. 𝗣𝗼𝗹𝗶𝘁𝗶𝗸 𝗶𝘁𝘂 𝘂𝗿𝘂𝘀𝗮𝗻 𝘀𝗶𝗮𝗽𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗻𝗴𝗮𝘁𝘂𝗿. Dan sepanjang sejarah, kalau urusan perut kacau yang ngatur pasti ikut goyang. Sebaliknya jika keputusan politik yang ngawur bisa bikin perut satu negara lapar. Nahh yang terjadi belakangan ini karena urusan perut diurus oleh siapa yang ngatur, Dann yang ngatur ini orang nya pada blangsak semua. 🫥 Dan kepanikan masyarakat itu beralasan kok, dulu Sorosh short selling baht dan sempet ngehancurin Bank of England kok. 𝗔𝘄𝗮𝗹𝗻𝘆𝗮 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝘀𝗲𝗯𝘂𝗮𝗵 𝗸𝗲𝘁𝗮𝗸𝘂𝘁𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗴𝗮𝗸 𝗯𝗲𝗿𝗮𝗹𝗮𝘀𝗮𝗻 𝘁𝗮𝘂-𝘁𝗮𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗯𝗲𝗻𝗲𝗿𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗷𝗮𝗱𝗶𝗮𝗻 🤠🤠 Nah berikut beberapa alasan kenapa Ekonomi di Indonesia perlu di perhatikan secara serius: RUPIAH MELEMAH 🤢 Sepanjang 2026 (year-to-date), rupiah melemah sekitar 12% terhadap dolar. Sejak pertengahan Juni sampai pertengahan Juli, kurs betah nangkring di kisaran Rp17.900–18.000. Kenapa melemah? Kalo dari luar bunga AS bertahan tinggi, dolar jadi tempat aman pilihan investor dunia, ditambah ketegangan geopolitik. Tapi dari dalam juga ada tekanan juga nih 😁 bahwa investor asing net JUAL surat utang negara (SBN) senilai belasan triliun rupiah sepanjang tahun ini. Artinya sebagian pemodal asing memilih keluar dulu dari Indonesia. KELAS MENENGAH KITA BENERAN NYUSUT 💩😈 𝗞𝗲𝗹𝗮𝘀 𝗺𝗲𝗻𝗲𝗻𝗴𝗮𝗵 𝗜𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 𝘁𝘂𝗿𝘂𝗻 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝟰𝟳,𝟵 𝗷𝘂𝘁𝗮 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 (𝟮𝟬𝟮𝟰) 𝗷𝗮𝗱𝗶 𝟰𝟲,𝟳 𝗷𝘂𝘁𝗮 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 (𝟮𝟬𝟮𝟱) 𝗯𝗲𝗿𝗸𝘂𝗿𝗮𝗻𝗴 𝟭,𝟭 𝗷𝘂𝘁𝗮 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝘀𝗲𝘁𝗮𝗵𝘂𝗻. Penurunan ini malah LEBIH DALAM dibanding tahun sebelumnya. Kelas menengah itu mereka penyumbang konsumsi terbesar & basis pajak utama negara. Kalau kelompok ini terus menyusut berarti fondasi ekonomi nya lagi gak baik-baik aja. ADA PAJAK DIAM-DIAM Maksudnya gini angka penerimaan PPN kelihatannya masih naik secara nominal. Tapi itu menipu, karena pertumbuhannya melambat gara-gara kualitas belanja masyarakat menurun orang beli barang lebih murah, lebih jarang, lebih hemat. Dari luar kelihatan baik-baik aja (angkanya naik). Dari dalam sebetulnya udah mulai seret. Ini kayak nilai rapor yang masih di atas KKM tapi trennya terus turun tiap semester. TARGET PAJAK KITA GAK MENCAPAI TARGET 🫠🫠 Kenapa? Tiga hal ketemu barengan ekspor melemah, rupiah tertekan, dan daya beli kelas menengah turun. Padahal kelas menengah itu penyumbang utama basis pajak konsumsi (PPN) dan pajak penghasilan. Menariknya lagi jadi target penerimaan PPh 21 (pajak gaji karyawan) untuk 2026 malah DITURUNKAN dari target tahun lalu, sementara target PPN (pajak belanja) malah DINAIKKAN. Pergeseran ini artinya beban makin condong ke pajak konsumsi yang sifatnya nggak peduli kamu kaya atau pas-pasan, tetap kena pungutan yang sama. Dari semua ini apakah ini artinya klaim @IDNInsight salah? Nggak juga. Growth 5,61%, inflasi 3,34%, cadangan devisa US$145,6 miliar yahh itu semua angka resmi dan benar. RI memang belum masuk kategori krisis kayak 1998 atau Sri Lanka 2022. Tapi data makro yang kelihatan sehat itu bisa nutupin retakan di level mikro loh. Rupiah tertekan konsisten, kelas menengah menyusut, basis pajak melemah. Dua-duanya bisa benar dalam waktu bersamaan. Yahh bayangin aja di badan kamu. Tekanan darah normal, detak jantung normal kelihatan sehat di medical check-up. Tapi kalau tiap hari kamu kecapekan, susah fokus, gampang lemes itu sinyal gak baik-baik aja yang gak keliatan dari luar 😹





























