
SERET NAMA BESAR, SEMBUNYIKAN FAKTA Ada satu fakta yang tidak bisa dihapus begitu saja dari ruang publik: saya dr. Tifauzia Tyassuma bersama Dr. Roy Suryo telah melakukan kajian serius terhadap keaslian ijazah melalui karya mereka JOKOWI’S White Paper. Itu bukan opini kosong. Itu adalah hasil pembacaan data, analisis forensik digital, dan pendekatan ilmiah yang disusun secara sistematis. Narasi ini penting untuk diletakkan secara jernih: Jika memang ijazah tersebut asli, valid, dan tidak bermasalah, maka secara logika sederhana, bahkan logika paling dasar, tidak akan ada kebutuhan untuk: memperpanjang polemic dan mengaburkan data. Menyeret nama besar seperti Pak Jusuf Kalla justru menimbulkan satu pertanyaan yang lebih dalam: Apakah ini upaya memperlebar isu, agar inti masalahnya, yaitu pembuktian ijazah palsu, menjadi kabur? Jika memang ijazah itu ada dan sah, maka membuktikannya di ruang publik dengan metode ilmiah justru akan: mengangkat legitimasi dan menutup ruang fitnah. Namun jika yang terjadi adalah sebaliknya, penundaan, pengalihan isu, bahkan kriminalisasi terhadap pihak yang bertanya, maka publik akan membaca itu bukan sebagai klarifikasi, tetapi sebagai sinyal adanya sesuatu yang disembunyikan. Ketika substansi sulit dijawab, maka isu diperluas, termul mulai menyeret nama-nama besar, ditarik masuk dalam pusaran perkara, menciptakan kegaduhan baru, sehingga perhatian public terpecah. Dan akhirnya, orang lupa bertanya pada satu hal yang paling penting: ADA ATAU TIDAK IJAZAH ASLI JOKOWI?












