☆
18.8K posts


Diskusi Buku “Reset Indonesia” di Desa Gunungsari, Madiun, Jawa Timur, batal terselenggara, Sabtu, (20/12/2025). Acara ini diselenggarakan oleh beberapa komunitas setempat, menghadirkan tim lengkap penulis buku: Dandhy Laksono, Farid Gaban, Yusuf Priambodo dan Benaya Harobu. Ketika acara siap dibuka, camat, lurah, sekdes, Babinsa, dan Polsek, datang meminta acara dihentikan dengan alasan tidak ada izin. Padahal panitia sudah memberikan surat pemberitahuan kepada Polsek Madiun. Tim penulis “Reset Indonesia” telah melakukan diskusi di sekitar 45 titik di berbagai kota. Inilah untuk pertama kali diskusi dibubarkan paksa. Setelah Madiun, tim berencana memenuhi undangan resmi Bupati Trenggalek pada 22 Desember. Sebelumnya, pada 4 Desember, kami juga menyelenggarakan diskusi di Pendopo Wakil Bupati Banyumas, Jawa Tengah, atas undangan Logawa, komunitas budaya setempat. Selama dua bulan terakhir sejak diluncurkan pada Oktober, buku “Reset Indonesia” telah didiskusikan di berbagai komunitas, kampus, sekolah, petani dan nelayan mulai dari Jabodetabek, Serang, Sumedang, Bandung, Pangandandaran, Purwokerto, Cirebon, Pekalongan, Brebes, Batang, Yogya, Solo, Temanggung, Wonosobo, Banjarnegara, dan Madiun. #ResetIndonesia

Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya menanggapi aspirasi agar banjir dan longsor di tiga provinsi Sumatera diberikan status darurat bencana nasional. "Masih ada pihak-pihak yang terus saja membahas status bencana nasional. Sejak hari pertama tanggal 26, pemerintah pusat sudah melakukan penanganan skala nasional di tiga provinsi ini. Langsung mobilisasi nasional," ujar Teddy. Teddy menegaskan, lebih dari 50.000 pasukan TNI, Polri, Basarnas, serta relawan sudah menangani bencana di Sumatera. Bahkan, pada seminggu awal bencana, sudah 26.000 pasukan yang diterjunkan. Baca di: nasional.kompas.com/read/2025/12/1…. | #TeddyIndraWijaya #BencanaSumatera










