GAMA 53%

19.5K posts

GAMA 53% banner
GAMA 53%

GAMA 53%

@fuadnoer12

Laki-laki

Katılım Şubat 2022
2.7K Takip Edilen2.1K Takipçiler
GAMA 53% retweetledi
Pemerhati Hukum Emperan
Kami sesama Tionghoa merasa ada yg aneh ketika siswi SMAN 1 Sambas memberikan jawaban yg identik dgn peserta pertama yg sblmnya sdh dikenai minus 5 poin. Timbul pertanyaan, apakah ia berpikir bhw jika saya yg menjawab maka pasti akan dibenarkan? Kami meyakini adanya keberpihakan
Indonesia
143
901
3.1K
52.2K
GAMA 53% retweetledi
L
L@kang___L·
Jokowi itu siapa c? Orang mana? Anaknya siapa?
L tweet media
Indonesia
307
4.4K
14.9K
196.8K
GAMA 53% retweetledi
kiv z
kiv z@triwul82·
Novel Baswedan: "Disiram air keras itu sakit sekali!" Sebagai sesama korban, Bang Novel geram liat teror ke Andrie Yunus cuma disebut 'kenakalan'. ​Bagaimana mungkin tindakan keji yang bikin luka berat dianggap remeh? Hakim bukannya berpihak pada korban, malah condong ke pelaku. Ini bukan peradilan, ini penghinaan terhadap kemanusiaan. Bang Novel juga soroti sikap Hakim yang minim kepedulian & malah mengintimidasi korban yang sedang berjuang pulih. Saat Pembela HAM diserang, negara harusnya melindungi, bukan malah jadi bagian dari sirkus yang melindungi penjahat. Teror terencana dengan dampak permanen kok dianggap main-main? Jangan ganggu proses pemulihan korban dengan ancaman jemput paksa & sidang sandiwara. Rakyat mencatat setiap polah hakim yang mencederai nurani. Sumber vidio : Tribunnews
Indonesia
19
723
1.7K
22K
GAMA 53% retweetledi
Fai Nomady
Fai Nomady@SumandoGaek·
"Jokowi yang paling banyak merugikan negara." BAPPENAS (sebenarnya) tangan kanan Presiden. Project-project besar di skip tak lewat BAPPENAS, Nikel harga $80, diobral ke Cina $34 plus bebas pajak 30 tahun !! Yang dirusak Jokowi fondasi bernegara. ( Faisal Basri ) 👉Sekarang terasa betul, bahwa memang fondasi negara sudah rusak dan Prabowo tak terlihat niatnya memperbaiki fondasi yang telah rusak di 10 tahun Jokowi tersebut. 🔴 Silahkan termul atau terwo protes atau berikan bukti konkrit Indonesia lebih baik atau tambah buruk sekarang??
Indonesia
44
775
1.3K
11.7K
GAMA 53% retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Ferry Latuhihin baru ngomong sesuatu yang menurut gue paling jujur dan paling tidak takut konsekuensi dari semua kritik yang beredar soal pemerintahan Prabowo sekarang. Dan dia mulai dengan satu angka yang langsung bikin gue terdiam. 108 wakil menteri. Lebih gila dari zaman Soekarno: Soekarno terkenal dengan kabinet gemuknya 100 menteri. Itu sudah dicatat sejarah sebagai salah satu pemborosan birokrasi terbesar Indonesia. Prabowo melampauinya. 108 wakil menteri saja belum termasuk menterinya. Ferry bilang dengan sangat datar: "Birokrasi, Bos. Wakil menteri itu 108 loh. You can imagine ini kabinet yang lebih gila dari zaman Soekarno." Dan ini bukan soal gaya atau estetika pemerintahan. Ini soal uang. Setiap wakil menteri punya gaji, tunjangan, staf, kendaraan dinas, protokol, dan anggaran operasional. Dikali 108 angkanya tidak kecil. Dan semua itu dibayar dari pajak rakyat yang sama yang katanya sedang dihemat untuk efisiensi. Soal Purbaya Ferry akui ada yang menarik, tapi ada yang lebih penting: Ferry tidak membabi buta mengkritik Purbaya. Dia mengakui keberanian Purbaya berani head to head dengan Luhut, berani buka Pandora Box soal mafia-mafia yang selama ini nyaman, berani mengakui ada kebocoran di sistem restitusi pajak. Tapi Ferry memisahkan dengan sangat tajam antara administrasi dan kebijakan. Memindahkan Rp200 triliun dari BI ke Himbara? Itu administrasi. Bukan fiscal policy. Dan hasilnya pun menunjukkan itu: undisbursed loan di perbankan sekarang sudah hampir Rp3.000 triliun. Bank sudah punya likuiditas berlimpah tapi kredit growth tetap jatuh dari double digit ke 7%. Debitur tidak mau ambil kredit bukan karena tidak ada uang di bank tapi karena economic outlook-nya tidak meyakinkan. Bisnis tidak ekspansi di tengah ketidakpastian. Jadi pertanyaan Ferry sangat sederhana dan sangat keras: kebijakan apa yang Purbaya tawarkan untuk membalikkan tren ekonomi yang sedang turun ini? Solusi Ferry dan ini yang paling provokatif: Ferry tidak hanya mengkritik. D ia kasih resep yang sangat berlawanan dengan narasi pemerintah sekarang. Turunkan pajak. Semua pajak. PPN dari 11% ke 10%, idealnya ke 5%. Corporate tax diturunkan. PPh diturunkan. Biarkan uang itu tetap di tangan rakyat dan swasta bukan masuk ke kas negara yang menurut Ferry makin besar penerimaannya makin ngawur spendingnya. Logikanya: semakin besar uang yang dikuasai pemerintah semakin besar ruang untuk misallocation of resources. Hambalang. BLBI. IKN. IKTP. Semua terjadi bukan karena kekurangan uang tapi karena uang yang terlalu banyak di tangan yang salah. "The more money the government get, itu makin kacau ekonomi kita." Dan kalau penerimaan pajak turun spending harus dikecilkan juga. Tidak ada jalan lain. Defisit harus dijaga. Negosiasi dengan kreditur kalau perlu. Tapi cara membangun negeri ini harus berubah secara radikal dari government-driven menjadi private sector-driven. Karena yang menciptakan lapangan kerja adalah bisnis. Bukan pemerintah. Dan kalau bisnis punya ruang lebih besar untuk bergerak mereka yang akan menggerakkan ekonomi, bukan program pemerintah yang penuh kebocoran. MBG salah dari awal, salah dalam desain: Ferry tidak malu-malu: Terus terang saja saya tidak setuju dengan program-program ultra populis macam MBG dan Koperasi Merah Putih. Ini sudah salah dari awal." Bukan karena niatnya buruk. Tapi karena desainnya tidak masuk akal secara data. Berdasarkan data statistik hanya 7,1% atau sekitar 20 juta orang yang benar-benar dalam kondisi urgen membutuhkan perbaikan gizi. Dari 20 juta itu, mungkin 10 juta adalah anak-anak. Tapi program MBG dirancang untuk menyuapi 83 juta orang dengan anggaran Rp328 triliun. Pertanyaan Ferry: " Kenapa yang harus disuapin 83 juta orang? Kalau memang mau fokus gizi kenapa tidak targetkan 20 juta yang benar-benar butuh, di daerah tertinggal, dengan sistem kupon yang jauh lebih efisien? Paling mahal 5 triliun." Dan kemudian muncul kabar ada 11 yayasan yang ikut di dalam ekosistem MBG. Ferry langsung tanya: Purbaya berani tidak mengcounter ini? Kalau berani saya cium tangannya." Kabinet 108 wakil menteri yang lebih gemuk dari Soekarno. Program gizi yang menyuapi 83 juta orang padahal yang darurat hanya 20 juta. Anggaran Rp328 triliun untuk program yang tidak menyentuh akar masalah. Dan tidak ada satu kebijakan fiskal yang benar-benar radikal untuk membalikkan tren ekonomi yang sedang turun. Ferry tidak bilang Purbaya jahat. Dia bilang Purbaya belum cukup. Dan selama kebijakan yang diambil masih bersifat kosmetik terapi kejut administrasi tanpa perombakan struktural yang nyata angka 8% growth yang terus digembar-gemborkan akan tetap menjadi angka yang indah di slide presentasi, bukan kenyataan yang dirasakan di dompet rakyat.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
124
982
2.2K
114K
GAMA 53% retweetledi
¥@N'$
¥@N'$@yaniarsim·
Romo Ferry Kurniawan. Cukup dengar mulutnya Teddy Teddy adalah gambaran Negara Besi anti kritik. Aksi Kamisan 7/5/26
Indonesia
47
2.3K
8.8K
265.4K
GAMA 53% retweetledi
GAMA 53% retweetledi
Habieb Selow
Habieb Selow@WagimanDeep212_·
Salah satu juri Lomba Cerdas Cermat 4 pilar MPR yg berinisial DWB ternyata pernah dipanggil KPK (dlm status sbage saksi) terkait kasus Gratifikasi 17 Milyar. Netijen kalo udah jengkel nyepilnya kgak males2an 😁
Indonesia
102
941
2.2K
62K
GAMA 53% retweetledi
Dianawati Seri
Dianawati Seri@SeriDianawati·
woooi kaum 58 dengerin nih,yg sulit bukan hanya kalian yg milih ,justru kerugian terbesar adalah kita yg tidak ikut milih kena imbasnya juga
Indonesia
25
259
519
7.3K
GAMA 53% retweetledi
Boediantar4
Boediantar4@Boediantar4·
PERHATIAN UNTUK KPK & KEJAKSAAN ✅️ TERNYATA BGN justru hambur²kan uang negara unt beli kaos kaki, spd motor listrik yg harganya mahal, dll ??? VIRALKAN ‼️
Indonesia
12
371
599
5.2K
GAMA 53% retweetledi
King Purwa
King Purwa@BosPurwa·
Hampir 1 jam belio diem, matanya terpejam sesekali terbuka, usianya 96 tahun 8 Juni 2026 besok. Tapi mendadak BRINGAS ketika bicara masalah lingkungan hidup. Video ekslusif krn gw sendiri yg ambil. Prof Emil Salim.. Esensi pembangunan berkelanjutan!
Indonesia
67
2.1K
10K
572.2K
GAMA 53% retweetledi
Artanabil
Artanabil@ArtaN7707·
"Kabarnya ada yang membekingi Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie. Para lawyer pecinta kebenaran silakan bergabung dengan 40 ormas. Jangan sampai segelintir orang bebas melakukan fitnah dan adu domba karena ada yang membekingi" (Din Syamsuddin) #TangkapNepalkanJokowi
Indonesia
87
971
2.4K
43.6K
GAMA 53% retweetledi
Arjaya Dirja
Arjaya Dirja@ArjayaDirja·
Habis sudah duit rakyat. Rakyat berhak marah dan berhak protes, duit yg dipakai buat koperasi merah putih itu duit rakyat bukan milik wowo dan wiwi. Sangat brutal dana trilyunan dialokasikan tanpa tender. Lengkap sudah duet maut bagi nasib rakyat.
Indonesia
27
545
1.1K
11.3K
GAMA 53% retweetledi
MANTO
MANTO@KangManto123·
Copot doang Laporin ke KPK dongg....
MANTO tweet media
Indonesia
432
6.5K
34.5K
551.2K
GAMA 53% retweetledi
Edy Bayo Regar
Edy Bayo Regar@regar_op0sisi·
Prabowo belum layak jadi presiden Dia gak mampu memilih dan menentukan orang2 yg kompeten untuk duduk dikabinetnya. Presiden @prabowo itu tak pandai bicara juga tak bisa kerja.
Indonesia
140
1.6K
3.9K
32.7K
GAMA 53% retweetledi
Sumatera Adil & Federal
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera·
URGENT: TESSO NILO DALAM BAHAYA, TESSO NILO DALAM BAHAYA , TESO NILO DALAM BAHAYA🚨 JANJI PEMERINTAH UNTUK MENGEMBALIKAN TESSO NILO JADI KAWASAN HUTAN YANG RAMAH AKAN SATWA CUMA SEKEDAR OMON OMON. PEMERINTAH PEMBOHONG PEMERINTAH PENDUSTA PEMERINTAH KALAH SAMA MAFIA Meski Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) telah menyita kebun-kebun sawit di Taman Nasional Tesso Nilo sejak 10 Juni 2025, tandan buah segar (TBS) dari kawasan konservasi itu tak berhenti mengalir ke pabrik-pabrik di sekitarnya. Investigasi Mongabay membuktikan: truk-truk pengangkut sawit ilegal tetap beroperasi, menembus koridor perusahaan bubur kayu, melewati batas provinsi, hingga CPO-nya tiba di kilang milik korporasi besar yang mengklaim komitmen nol deforestasi. Di balik rantai pasok yang panjang itu, satu benang merah tampak jelas absennya sanksi terhadap pabrik penerima. Selama pembeli tak disentuh hukum, permintaan terhadap sawit ilegal akan terus ada. Para pegiat lingkungan dan pakar hukum mengingatkan: Satgas PKH punya kewenangan dan regulasi yang cukup untuk menindak pabrik-pabrik itu, namun hingga kini pilihan itu belum diambil. Tesso Nilo pun terus menyusut.
Indonesia
152
19.7K
25.7K
295.6K