emma
4K posts

Sabitlenmiş Tweet
emma retweetledi
emma retweetledi

terharu banget after office lagi meriang terus di manggarai naik krl arah bogor ada segerombolan anak remaja, dia masuk duluan terus dapet duduk tapi akhirnya berdiri lagi sambil mereka ngingetin satu sama lain, “kita berdiri aja guys kita kan abis main, biar yang duduk kaka yang pulang kerja” 🥺
sederhana tapi sangat menyentuh, semoga kalian selalu diberikan keringan yaa dek🥹

Indonesia
emma retweetledi

emma retweetledi

@urmyroze Technically bener, demand USD makin tinggi, value rupiah makin rendah karena orang-orang udh ga "trust" nila tukarnya.
Hanya, buat orang-orang yang pengen nilai tabungan nya ga turun atau at least stabil, nyari safe haven kayak USD udah pasti dikonsider sihh
Indonesia

sependek pemahamanku bukan nya klo nabung dollar pas lg tinggi gini malah bikin rupiah makin lemah ya??? cmiiw🙏🏻
Billy@Billy_Naravit
Maaf gaes aku kalap... Langsung buka rekening USD & SGD pas dollar tembus 17.750an 🫣🫣🫣
Indonesia
emma retweetledi

Pernah bayangin seberapa kaya kamu kalo kerja kerja kamu dihari libur nasional itu dibayar sesuai?
Contoh :
Upah minimum jakarta 2026 : Rp5.729.876
Jumlah hari libur nasional : 17 hari
Upah sejam ( 1:173 x Rp5.729.876 = Rp 33.120 )
lembur kerja 1 hari hari libur nasional :
8 jam kerja x Rp 33.120 x 2 = Rp 529.920
lembur kerja 17 hari hari libur nasional :
Rp 529.920 x 17 = Rp 9.008.640
9 juta dari kerja lembur di hari libur nasional doang :))
perusahaan udah untung berapa juta dari ga bayar lembur pekerjanya?
kalo kalian mau bekerja di hari libur nasional tapi cuma diganti hari liburnya ke hari lain perusahaan udah hemat banyak!!!
yg harus dibayarkan perusahaan kalo sesuai aturan :
10 pekerja x Rp 9.008.640 = Rp 90.086.400 (90 jtan)
tapi karena pekerjanya mau diganti libur biaya yg dikeluarkan perusahaan adalah :
10 pekerja x Rp 9.008.640 : 2 = Rp 45.043.200 (45 jtan) aja.
PEKERJA INDONESIA BAIK BAIK BGT, walau gajinyaga besar suka baik ga nuntut haknya untuk meeringankann perusahaan.

Menteri Pekerja RI@MenteriPekerja
kata gue juga apa LIBUR HARI NASIONAL = UPAH LEMBUR semenjak jam pertama. BUKAN DIGANTI HARI LIBURNYA. lembur juga dapet makan btw👀
Indonesia
emma retweetledi

Saya, sambil melukis di Magelang, mengikuti perkembangan dan dinamika pasar. Baik pasar modal maupun pasar uang. Memang, kurang menggembirakan.
Tetapi, saya berpendapat, tekanan ekonomi yang lebih berat masih dapat dicegah. Tentu something must be done. Kita masih memiliki "political & economic resources". Opsi & solusi masih tersedia.
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, pemerintah, dunia usaha, para ekonom dan seluruh pemangku kepentingan "must be on board". In crucial things unity. Mutual trust mesti dibangun bersama.
Mari kita berikan kesempatan dan dukungan kepada pemerintah. Insya Allah Indonesia Bisa. *SBY*
Indonesia
emma retweetledi
emma retweetledi

Ini benerbener parah. Bukan 1-2 jam, tapi 5 jam???
Belum solved?
CIMB Niaga@CIMBNiaga
Kami memahami ketidaknyamanan yang dialami nasabah sehubungan dengan gangguan layanan aplikasi OCTO. Saat ini kami sedang melakukan tindak lanjut secara menyeluruh untuk memastikan layanan dapat segera digunakan kembali.
Indonesia

@shihabmohammad Biasanya kalo udh didoain lecturer gini, doanya tembus langittt. AMINNNN
Indonesia
emma retweetledi
emma retweetledi

I want to be rich. But not Lamborghini
or Rolex rich, I want to be rich enough to go to the gym at 3pm and nobody can tell me no. To tap the family in front of me at the supermarket and say, "It's on me," Rich enough that my future wife never has to worry about getting a job. Rich enough to show my children the world, not pictures of it. Rich enough to take my friends to dinner and say, "| got this", Rich enough that God uses me to help the people who are in need. That's my version of rich.
quote@itsmubashi
Daily reminder :
English
emma retweetledi
emma retweetledi

Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.

Indonesia













