Galangmi

56.2K posts

Galangmi banner
Galangmi

Galangmi

@galangmi

Charming & Enchanting

Outer space Katılım Mayıs 2009
441 Takip Edilen595 Takipçiler
Galangmi retweetledi
ann
ann@anhtiss·
Orang dewasa punya standar tinggi kalau ketemu anak kecil. Di mata orang dewasa, anak harus ceria, harus mau respon segala pertanyaan, harus mau salim, harus mengikuti norma sosial dengan perfect. Anak kecil teriak dikit "Gak diajarin ortunya ya?" Anak kecil nangis "Kok cengeng sih?" Anak kecil slow to warm up "Masih kecil udah introvert ya" Anak kecil ikut ortu nongkrong, bosen, butuh input stimulus lain "Rewel ya ternyata" Kata gw mah elu yg rewel. Udah dewasa tapi judgemental banget ke anak-anak. Anak kecil tuh sedang belajar memahami dirinya sekaligus memahami dunia yang semua isinya tuh besar-besar. It gets too overwhelmed sometimes. It's a part of the growth process. Mari kita jadi orang dewasa yg wajar gitu lho.
JazEe | Web 3 Thinker@JazEWeb3

Unpopular opinion about child ?

Indonesia
222
7.6K
23.6K
965.7K
Galangmi retweetledi
nasi.
nasi.@semangkukuji·
Dulu di kantor, ada senior namanya Pak Agus. Hubungan gue sama beliau tu sebel-sayang. Sering saling jadi menyebalkan satu sama lain, tapi tiap ada makanan, selalu disisihkan untuk gue. Tiap istrinya masak makanan enak, selalu diselundupkan cuma untuk gue (soalnya nggak enak sama yang lain karena nggak kebagian). Kalau gue sendirian di ruangan, beliau selalu nungguin karena tahu gue penakut akut. Gue tahu makanan apa yang beliau boleh makan dan nggak. Hampir setiap hari beliau minta dibelikan fish and fries ke gue karena cuma itu yang bisa beliau makan. Gue selalu ngomel kalau beliau lemburnya bablas karena gue tahu rumahnya jauh, dan beliau sudah nggak lagi bugar. Beliau tipikal bapak-bapak teduh. Jalannya pelan, tertawanya renyah, kalau ngomel judes banget tapi sepersekian detik lunak lagi. Ingat banget dulu satu unit ke Dufan, dan beliau cuma ikutin rombongan gue main, nunggu di depan wahana sambil lihatin kita. Kalau di suruh istirahat, nggak mau, bilangnya, “Udah main aja, bapak lihatin kalian.” Gue nggak peduli sebete apa orang-orang ke beliau kalau menyangkut kerjaan, bagi gue beliau adalah “Bapaknya gue.” Sampai satu hari beliau meninggal. Di rumah duka, gue memperkenalkan diri ke istrinya, lalu di depan Pak Agus gue janji, “Aku nggak akan lupa sama keluarga kecil Bapak.” Keluarga kecil yang selalu beliau banggakan. Cerita perjalanan cintanya yang selalu beliau ulang-ulang ke gue tiap jam 5 sore. Kesombongan beliau soal makanan istrinya yang enak. Kebanggaan beliau soal anaknya yang cerdas. Keluarganya kecil, hanya ada istri dan satu anak. Kalau dari cerita si Bapak, mereka berbahagia dalam sunyi. Sampai hari ini, hubungan gue sama istrinya sangat baik. Dari anaknya masih SMP sampai sekarang sudah kuliah, jalinan silaturahim kita nggak terputus. Kalau ada apa-apa, istrinya selalu menghubungi. Tiap natal, beliau selalu kirim ayam bakar buatan sendiri dan tiap hari raya, gue selalu kirim nastar buatan Mamah. Begitu terus selama bertahun-tahun. Lebaran kemarin, istrinya kirim teflon buat Mamah. Katanya tiba-tiba ingat kalau si Mamah suka masak. Tahun kemarin, beliau kirim satu set sprei biru buat gue, katanya biar gue tidur nyenyak 🥹 Gue bersyukur atas ikatan sederhana ini. Simpulnya nggak rumit tapi erat dan nggak terputus meskipun si penghubung utamanya hilang. Sebab setelah kepergian Bapak, kita punya penghubung baru. Kebaikan Pak Agus yang kita lestarikan bersama-sama. Gue setuju dengan kalimat, “Panjang umur kebaikan.” Orangnya memang mati, tapi baiknya terus hidup di sela-sela kehidupan kita yang masih bernapas di sini.
mon🍣@montcheryz

punya tetangga yang masih kekurangan buat hidup sehari hari, dulu keluargaku juga pernah ada difase begitu, mungkin pas dulu lagi susah susahnya, ibu sharing cerita sama beliau. skrg keluargaku udah alhamdulillah. beliau hari ini kasih aku thr bilangnya “mumpung ada rejeki lebih” (aku kebetulan masih kuliah) beberapa tahun kebelakang beliau ga ngasih, gapapa banget, tapi disaat beliau ada rejeki lebih, beliau inget buat ngasih aku😭😭. jujur mandangin amplop dan uang ini daritadi, kenapa bisa sepeduli dan seinget itu😭😭😭 makasih orang orang udah baik

Indonesia
118
4K
20.5K
767.4K
Galangmi retweetledi
Harimerdeka
Harimerdeka@hariprast·
Semoga kita jadi lebih baik. Selamat Lebaran, mohon maaf lahir dan batin.
Harimerdeka tweet media
Indonesia
75
10.1K
44.7K
494.2K
Galangmi retweetledi
Merantau Ke Jerman
Merantau Ke Jerman@amouraXexa·
Beneran deh, jangan. Ada banyak hal yg emang udah gitu aja gak usah dibumbui aneh-aneh atau malah dibuang bumbunya. Lebaran.. ya emang gitu. Silaturahmi.. kasih THR kalau mampu. Panjangin kebahagiaan diri sendiri dan orang lain. Dulu pas kecil, nunggu lebaran tuh rasanya lamaaaaaa banget dan begitu tahu besok lebaran, bahagia dan groginya gak ketulangan. Dari malem udah nyetrika baju baru. Dielus-elus ditaruh di tempat aman, udah nyuci bersi mukena (namanya rukuh di desaku), disuruh tidur ibuk juga kaya ngga mau.. takut kebablasan dan gak bangun tepat waktu. Habis shalat ied langsung lari dari lapangan desa pulang ke rumah. Ganti baju baru dengan kecepatan petir. Gak sabar nunggu bapak ibuk buat sungkeman dan silaturahmi ke tetangga dan keluarga lain. Kayaknya dulu gak setiap lebaran juga bapak ibuk bagi-bagi duit. Karena ya, kami emang gak punya. Tapi kami, anak-anaknya sudah hafal tetangga mana yg pasti bagi-bagi duit. Kalau plan silaturahmi kami ketahuan ibuk, pasti dimarahin. Disuruh silaturahmi ke semua, THR-an itu bonusnya. Jadi kami nurut tapi tetep patokin nanti sampai mana silaturahminya. Pokoknya hari lebaran itu syahdu dengan vibe silaturahmi dan bagi-bagi THR nya. Kalau tiba-tiba mak jleb lebaran gak ada silaturahmi, gak ada THR.. lalu apa yang mau dirayakan? Biarlah anak-anak lain, minimal mereka tahu kebahagiaan di hari lebaran. Sekali setahun juga, kan?
Rexvill@rexvil01

“Normalisasi ga usah ngasih THR” “Normalisasi gausah silaturahmi” Guys, jangan coba-coba hilangin vibes lebaran ya. Kalo pelit dan males sendirian aja gausah sembunyi dibalik normalisasi😅

Munich, Germany 🇩🇪 Indonesia
12
129
622
68.6K
Galangmi retweetledi
jek
jek@jek___·
vidi aldiano berpulang. innalillahi wa inna ilaihi rojiun semoga amal kebaikan beliau berbalas surga. aamiin
Indonesia
103
633
5.1K
77.9K
Galangmi
Galangmi@galangmi·
RT @iPopBase: Vidi Aldiano has sadly away at the age of 35.
Galangmi tweet media
English
0
824
0
1
Galangmi retweetledi
Kama Estungkara
Kama Estungkara@Kamaestungkara·
Bayangin, lu masih bocil (kira-kira umur 10 taun) dan cuma bisa bengong di pojokan. Di depan mata, bokap tiri lagi mukbang fried chicken sama adek-adek tiri. Wanginya ke mana-mana, crispy-nya kedengeran banget, tapi piring gw? Cuma ada nasi dingin sisa kemarin. No protein, just sadness. Gw cuma bisa telan ludah, trying to act like I wasn't starving. Itu momen yang bener-bener bikin gw mikir, "One day, I’m gonna buy all the chicken in the world." Sepuluh tahun kemudian, the grind started to pay off. Gw udah mulai punya duit sendiri. Awalnya cuma sanggup beli ayam goreng tepung pinggir jalan yang harganya receh. Tapi lama-lama? I upgraded. Dari yang lokal sampai akhirnya bisa masuk ke gerai internasional tanpa perlu liatin harga di menu. That feeling of ordering a bucket of chicken with my own hard-earned money? Chef’s kiss. Puas banget, bener-bener healing luka lama. Fast forward ke sekarang. Roda beneran berputar, and God is good. Sekarang posisinya udah balik 180 derajat. Gw bisa duduk bareng bokap kandung gue, the man who’s been through it all with me. Gw tinggal bilang, "Dad, mau makan fried chicken di mana hari ini? Just name the place, I got you." Bukan lagi soal rasa ayamnya, tapi soal power buat bilang "pilih aja" tanpa harus mikir saldo. It’s not just about the chicken, it’s about the victory.
Kama Estungkara@Kamaestungkara

1995: Cuma bisa telan ludah di pojokan, ngeliat adek-adek asyik makan fried chicken bareng bokap tiri, sementara piring gw cuma isi nasi dingin sisa kemarin. 2005: Mulai bisa beli sendiri, dari yang lokal sampai akhirnya sanggup beli yang brand internasional. 2025: Roda berputar. Sekarang gantian gw yang tanya ke bokap kandung, "Dad, mau makan fried chicken di mana hari ini? Pilih aja."

Indonesia
23
94
1.9K
146.9K
Galangmi retweetledi
Columned
Columned@Columned_·
"My fingers, they feel like wood."
Columned tweet media
English
85
3K
37.8K
478.1K
Galangmi retweetledi
フライデンレイフ 🎬
フライデンレイフ 🎬@mediterariaa_·
beli barang buat diri sendiri mikirnya berminggu-minggu, tapi buat ngajak keluarga makan enak di luar mikirnya cuma 2 menit. semoga Allah lancarkan rejeki kita semua biar bisa membahagiakan orang-orang yang kita sayang, aamiin.
Indonesia
98
5.3K
20.1K
1.4M
Galangmi retweetledi
Vincenzo Cassano
Vincenzo Cassano@Vcassano11·
𝘕𝘦𝘷𝘦𝘳 𝘮𝘰𝘤𝘬 𝘢 𝘱𝘢𝘪𝘯 𝘺𝘰𝘶'𝘷𝘦 𝘯𝘦𝘷𝘦𝘳 𝘧𝘦𝘭𝘵, 𝘰𝘳 𝘢 𝘴𝘪𝘯 𝘺𝘰𝘶 𝘩𝘢𝘷𝘦𝘯'𝘵 𝘣𝘦𝘦𝘯 𝘵𝘦𝘴𝘵𝘦𝘥 𝘸𝘪𝘵𝘩.
Vincenzo Cassano tweet media
English
39
9.9K
44.6K
793.9K
Galangmi retweetledi
vanilatte
vanilatte@itssoyaa_·
sedang menyukai kalimat ini: "apapun yang kita pilih ada resikonya, bahkan saat kita tidak memilih pun ada resikonya
Indonesia
388
9.7K
26.3K
423.7K
Galangmi retweetledi
Morgan
Morgan@utdscope·
When we were humiliated 4-0 at Brentford in the summer of 2022, the football world turned away in disappointment. But one man, thousands of miles from Old Trafford, watched every painful second from his home in Madrid and sent a simple, defiant message to his agent: “Tell them I’ll fix this.” Those five words carried the weight of a champion who had already conquered everything. Five Champions Leagues, a shelf full of trophies, the respect of the entire game. Casemiro didn’t need Manchester United. Manchester United needed him. Yet he chose the chaos, the rebuild, the roar of a stadium desperate for leadership. You told them you’d fix it. And for a while, you really did. Rest well in the knowledge that Old Trafford will never forget the man who ran toward the storm ❤️
Morgan tweet media
English
29
626
5.4K
180.7K
Galangmi retweetledi
DYAH_NEZZ 🍉
DYAH_NEZZ 🍉@dyahNeZza·
Karena semua orang pasti punya suatu hari yang susah dalam hidupnya
DYAH_NEZZ 🍉 tweet media
Indonesia
166
10.3K
41K
633.4K
Galangmi retweetledi
Hasyim Muhammad
Hasyim Muhammad@hasyimmah·
Sepanjang yang saya tahu, semua kontrasepsi (KB) perempuan itu pasti ada "efek nggak enak" ke istri kita. Dan di awal punya anak, biasanua cenderung istri yang ber-KB. Wajar kalau ada saatnya, gantian laki-laki yang KB. Dan vasektomi itu menurut saya adalah bentuk kepedulian suami ke istri. Pilihan KB pria kan cuma kondom sama vasektomi. Vasektomi menurut pemerintah harus di atas 35 tahun. Sedangkan kondom, merepotkan dan nyampah. Termasuk kami sendiri (saya dan istri), setelah anak kami lahir, istrilah yang KB. Dunia KB perempuan penuh dengan efek samping. Bingung pilih mana. Makanya saya dulu setuju ketika istri pilih IUD Mirena yang tergolong mahal tapi paling minim gangguan ke istri. Mirena adalah sebuah brand dari Bayer. Mirena termasuk IUD yang hormonal. Efek sampingnya paling minim tapi ya lumayan mahal. Tapi itulah pilihan yang menurut kami paling minim "mengganggu" istri. Setelah memutuskan untuk tidak punya anak lagi, saatnya suami yang KB. Vasektomi seperti menjadi satu-satunya pilihan. Dan pertanyaan yang sering ditanyakan oleh sesama laki-laki adalah: "Bagaimana pengaruh ke hubungan seksual?" Setelah sudah setahun lebih vasektomi, jawaban saya tetap: "Nggak ada bedanya." Tidak ada bedanya sebelum dan sesudah vasektomi. Tidak ada efek negatif sama sekali. Begitupun efek positif, ya tidak ada sama sekali. Kecuali, saya tak lagi bisa menghamili istri saya. Contoh efek negatif yang sering ditanyakan: apa jadi loyo, apa nggak "keluar" lagi, dsb. Contoh efek positif yang sering ditanyakan: apa jadi tambah libido, apa jadi makin tegang, dsb. Sekali lagi, jawabannya: tak ada bedanya. Kembali ke tujuan kita vasektomi: menyenangkan istri. Gantian kita yang KB. Jangan cuma istri yang direpotkan.
Hasyim Muhammad@hasyimmah

"Saya Sudah Vasektomi" Saya pernah berjanji menuliskan pengalaman vasektomi saya. Setelah 2 bulan menjalani vasektomi, sekarang saya akan menceritakan pengalamannya. Dan saya ingin mengingatkan lagi bahwa KB bukan melulu urusan perempuan. Saya menulis berupa utas yang terbagi dalam beberapa tulisan. Sejauh yang saya tahu, kontrasepsi (KB) bagi perempuan itu hampir semua mempunyai efek yang kurang nyaman bagi perempuan. Itulah kenapa, ketika saya dan istri sudah memutuskan untuk tidak menambah anak lagi, saya menawarkan diri untuk vasektomi dan istri setuju. Oh ya, bahasa yang sering digunakan oleh petugas BKKBN dan RS untuk vasektomi adalah MOP (Metode Operasi Pria). Sedangkan untuk tubektomi adalah MOW (Metode Operasi Wanita). Untuk dokternya, MOP ditangani dokter urologi dengan bius lokal, sedangkan MOW ditangani dokter kandungan (obgyn) dengan bius total. Secara teknis, MOP adalah memutus saluran sperma yang berasal dari testis. Ini artinya, air mani yang keluar nantinya tidak lagi mengandung sel sperma. Jadi tetap (ada yang) keluar saat orgasme ya... Silakan lanjut ke tulisan berikutnya... >> keterangan foto: saya dan istri, bersama Pak Budi dari BKKBN Kab Mojokerto.

Indonesia
41
664
2.7K
149.7K
HRD BACOT
HRD BACOT@hrdbacot·
Batang Kalikangkung 144.500. Menyala emoney-ku
HRD BACOT tweet mediaHRD BACOT tweet media
Indonesia
148
232
991
191K
Galangmi retweetledi
Galangmi retweetledi
Sean Strickland
Sean Strickland@SStricklandMMA·
Something clicks in your brain after 30 and you are unable to enjoy video games..... The inability to ignore your entire life for hours a day just becomes overwhelming....
English
4K
1.3K
32.6K
3.4M
Galangmi retweetledi
Agus Mulyadi
Agus Mulyadi@AgusMagelangan·
Saya punya perspektif yang agak berbeda soal makan-makan di tempat orang meninggal ini. Perspektif ini muncul saat nenek saya meninggal beberapa tahun yang lalu, dan konteksnya pun sebenarnya agak berbeda dengan yang ditulis Mas Bardan ini, sebab keluarga kami merasa tidak direpotkan perkara tenda dsb karena tendanya milik RT sehingga tidak perlu menyewa, dan yang memasang pun juga para tetangga. Kami juga tidak terlalu terbebani dengan masalah uang, sebab di daerah saya, para pelayat yang datang umumnya memberikan santunan. Uang itulah yang nantinya akan digunakan untuk menyuguh tetangga yang hadir. Saya pribadi merasa kehadiran para tetangga di malam hari (kami menyebutnya lek-lekan) itu benar-benar memberikan penghiburan yang besar bagi saya yang sedang berduka. Saya jadi merasa ditemani. Kedukaan yang saya rasakan itu jadi sedikit berkurang saat tahu banyak tetangga yang mau hadir meluangkan waktunya untuk mendoakan nenek saya. Saya jadi merasa almarhum nenek saya disayang oleh banyak orang. Bagi saya, itu semacam pesan hangat yang sangat berarti. Oh ya, sebagai tambahan, walau sudah mendapatkan uang layatan, keluarga saya tetap keluar uang. Sebab uang layatan dari tetangga itu sebenarnya hanya cukup untuk menjamu para tetangga untuk satu atau dua malam saja, sedangkan malam-malam setelahnya (Tidak semua keluarga menggelar lek-lekan sampai 7 hari, sebagian hanya 3 hari) ya dari kocek pribadi. Tapi itu pun tidak banyak, sebab menunya sekadar nasi lesah dan teh hangat. Saya dan keluarga menganggap uang yang kami keluarkan itu sebagai semacam ongkos tali kasih, sebab selama proses pemulasaraan jenazah, nyaris semuanya dibantu oleh tetangga. Yang memandikan nenek saya, yang mengafani, yang menggalikan kuburnya, yang mencarikan bambu penutup liangnya, yang merangkaiakan bunga ambyang-ambyangnya, yang mengurus kerandanya, semuanya dilakukan oleh tetangga, dan mereka tidak dibayar sama sekali. Ongkos yang kalau dihitung-hitung, bahkan lebih kecil dari biaya pengurusan pemakaman umum. Maka, suguhan makanan itu kami niatkan sebagai bentuk terima kasih paling sederhana kepada para tetangga yang sudah ikut meluangkan waktunya untuk membantu proses pemakaman nenek saya. Dalam konteks itulah saya jadi sukar untuk menganggap buruk tradisi makan-makan di tempat layatan. Sekali lagi, tentu ini konteksnya terbatas dan subjektif, sebab pasti tidak semua orang punya lingkungan dengan tradisi tolong-menolong yang kental dan sebaik di lingkungan tempat tinggal saya, sehingga pasti membutuhkan ongkos sosial yang jauh lebih besar.
Bardan - Digital Marketer@bardanslm

budaya makan2 di tempat orang meninggal, dan keluarga yg ditinggal yg harus menyiapkan, membayar semua, ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. lagi kena musibah harus keluar uang lagi jadi ingat dulu ayah saya meninggal, di saat semua sedang kalut, menangis, berusaha berlapang dada, di saat yg sama harus menyiapkan sekian juta untuk tenda, orang melayat, makanan, dll. seharusnya orang yg bertamu yg membawa makanan, memberikan uang, dan menghibur keluarga yg ditinggalkan. just my opinion.

Indonesia
232
743
3K
350.1K