ayu

6.3K posts

ayu banner
ayu

ayu

@gapakeguling

sorry not sorry intj. bakal banyakan komplen sih

Katılım Haziran 2016
416 Takip Edilen603 Takipçiler
ayu retweetledi
Pedagang Mur & Baut
Pedagang Mur & Baut@tagarabak·
Lagi dan lagi saya ingatkan. Jika ada pemilihan Presiden, pilihlah sipil. Siapapun itu. Memilih sipil adalah mutlak. Jauhilah militer. Percayalah dgn sejarah, jgn pernah berharap ada perubahan Sekali lagi, pilihlah sipil, jangan memilih militer, apalagi milter ampas Orde Baru.
Indonesia
260
13.3K
41.5K
432.6K
ayu retweetledi
Giii
Giii@seribugigabyte·
harga minyak masi mahal plastik mahal dolar naik tp org pada nyanyi lagu bahlil bolu ketan, this country truly has no hope
Indonesia
163
11.8K
38.4K
481.7K
ayu retweetledi
cozy 🕷️
cozy 🕷️@cozyaltruis·
Kenapa pemimpin negara boleh lansia, tapi kerja corporate 30an dianggap ngga produktif? Dan kenapa ngelamar kerja harus pake SKCK? sedangkan banyak pejabat negara aja mantan napi
Indonesia
381
28.4K
62.9K
679K
ayu
ayu@gapakeguling·
mati lampu😭😭
Indonesia
0
0
0
79
ayu
ayu@gapakeguling·
@yappingfess 1❎ 2❎ 3✅ 4❎ tunjangan ✅ sholat ✅😭😭
Indonesia
0
0
0
10
YAPPINGFESS
YAPPINGFESS@yappingfess·
Lima hari kerja itu nyata kah 😭 Kantor kalian termasuk green flag gaak, Yap!
YAPPINGFESS tweet media
Indonesia
906
1.5K
15.3K
1.1M
ayu
ayu@gapakeguling·
@tempodotco alah kek bakal kerja aja
Indonesia
0
0
0
14
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
Menkomdigi: 200 Ribu Anak Terpapar Judi Online "Angka ini menjadi alarm serius bagi masa depan generasi bangsa. Kami harus hentikan ini bersama.”
tempo.co tweet media
Indonesia
812
494
2.8K
895.8K
ayu retweetledi
mikai
mikai@malikiki__·
Gua gak deserve galau, limpahkan kegundahan hati ini kpd prabowo dan teddy yaa Allah
Indonesia
91
14.4K
34.8K
333.7K
ayu
ayu@gapakeguling·
@tanyarlfes spreadsheets, wa wkwk
Indonesia
0
0
0
87
Tanyarlfes
Tanyarlfes@tanyarlfes·
Tebak kerjaan yukkkk Sender: Query, Looker, Power BI, Python Kalo kalian? 💚
Indonesia
432
71
3.9K
606.4K
ayu retweetledi
muklas
muklas@mukaikhlas·
ANJINGGGGG😭😭😭😭😭
muklas tweet media
Indonesia
1.1K
4K
21.3K
381.5K
ayu retweetledi
Pinggiran Meja
Pinggiran Meja@HabibiFuad·
@tempodotco Sebenci apapun aku ke kurikulum merdeka, ini udah berlebihan sih. JOKOWI MANASIH ANJING, KOK ENAK BANGET KAGAK DIPERIKSA.
Indonesia
180
6K
42.3K
564.3K
ayu
ayu@gapakeguling·
@tanyakanrl ewwww itu goblok yh ges
Indonesia
0
0
0
12
Tanyarl 💚
Tanyarl 💚@tanyakanrl·
Cw 18+ 💚 Gabisa berkata kata lagi😔 kasus kaya gini Penc*b*lan di tempat anu kayanya sering banget ya lewat di tl ku..
Tanyarl 💚 tweet media
Indonesia
2.5K
3.7K
20.5K
1.1M
ayu
ayu@gapakeguling·
lagian aneh orang berada tp ga diajarin behave
ir@hometuwr

@iPopBase dikit² nyenggol orang pinter berarti pas sekolah bloon soalnya kayak orang insecure

Indonesia
0
0
0
60
ayu retweetledi
gigin praginanto
gigin praginanto@giginpraginanto·
Dia terbang berkeliling dunia atas biaya rakyat dan bergaya seperti tokoh dunia. Tapi tak ada kepala negara lain yang berkunjung ke istananya. Dia seperti badut politik.
Indonesia
174
9.7K
31.5K
403.6K
rumput kecil
rumput kecil@rumputkeci84043·
@LambeSahamjja Yg salah juga suster ini. Tempat ibadah kok rangkap jadi tempat menabung. Walaupun menyuruh umat menabung itu berikan ilmu menabung buat individu masing2. Bukan menahan duit org lain, kecuali gereja lembaga keuangan. Patut ditangkap Krn Maruk x.
Indonesia
211
0
30
116.6K
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
2.9K
46.9K
102K
11.1M