survivemode

10.9K posts

survivemode banner
survivemode

survivemode

@garfilll

Gambir, Indonesia Katılım Ekim 2015
684 Takip Edilen532 Takipçiler
folkative
folkative@insidefolkative·
Tanpa menyebutkan pekerjaan lo, apa kalimat yang paling sering lo ucapkan di tempat kerja? 🫵
Indonesia
8K
230
4.4K
1.1M
survivemode retweetledi
Handoko Tjung
Handoko Tjung@handokotjung·
Setiap manusia butuh 2 jenis sirkel pertemanan: - Sirkel pertama untuk jadi tambah pinter dan sukses. - Sirkel kedua untuk jadi tolol bersama.
Indonesia
135
3.5K
17.2K
437.1K
survivemode retweetledi
Griffin
Griffin@griffinarks·
sebelum tidur, bilang ke diri sendiri : “sabar ya, semua butuh proses, you're trying your best, and that's great. lagi pula enggak harus sekarang, mungkin nanti. percayalah doa yang kamu ulang-ulang akan terkabul tepat pada waktunya. be patient, God promise is sure.”
Indonesia
13
2.8K
6.5K
114.7K
survivemode
survivemode@garfilll·
Capeknya hidup dewasa tuh bukan karena kurang kuat, tapi karena hampir tiap hari harus kelihatan baik-baik aja. Kamu juga gitu nggak… capek tapi tetap jalan?
Indonesia
0
0
1
33
survivemode
survivemode@garfilll·
Normalisasikan tetap berada di centil era walaupun udah jadi emak-emak. Bukan apa-apa cuma buat menghargai diri sendiri. 😭🫶
survivemode tweet mediasurvivemode tweet mediasurvivemode tweet mediasurvivemode tweet media
Indonesia
1
0
0
77
survivemode
survivemode@garfilll·
Tahun ini tuh penuh kebimbangan banget. Udah pengen keluar dari rencana awal. Tapi ya masih Alhamdulillah blog aku bisa produktif dan tahun ini juga dapat monetisasi pecanducerita.com/2025/12/reflek…
Indonesia
0
0
0
30
survivemode retweetledi
Boy Candra
Boy Candra@dsuperboy·
Setiap hari membaca berita korban terus bertambah. Mayat-mayat masih tergeletak. Orang-orang kelaparan makin banyak. Ditambah hujan deras turun lagi. Rasanya makin depresi. Tiap video yang lewat terus kubagikan ulang, berharap beritanya makin luas tersebar dan semua lebih cepat tertolong.
Indonesia
4
267
832
33.8K
survivemode retweetledi
Kota-kota Indonesia: Pengantar untuk Orang Banyak
Status Darurat Bencana Nasional ditolak. Bantuan asing ditolak. Bencana jadi kebanggaan “bisa” urus sendiri. Beres saja tdk, ngaku bisa. Kegilaan paychopath. Nyawa warga jd taruhan. Ini berpotensi jadi genosida.
Indonesia
58
10.2K
16.8K
269.5K
ET Hadi Saputra 🍉🦉🇮🇩🏴‍☠️
Saya harus akui, jantung saya berdetak kencang, ingatan saya kembali menyergap tajam saat melihat berita bencana di Sumatera pekan ini. Dulu, hampir dua dekade lalu, saya ada di sana. Bukan sebagai pengacara, melainkan penerbang sipil yang dipanggil negara, berdesakan di lambung pesawat tua. Ya, pesawat TNI AU uzur. Kami terbang gila-gilaan, hampir tidak kenal pagi, siang, atau malam. Seringkali, kami sudah harus take off dari Halim sebelum subuh. Tujuannya: Banda Aceh. Kami bawa Hercules C-130 yang sudah sepuh itu. Pesawat itu, Bapak-Ibu sekalian, adalah potret jujur bangsa ini: tua, berisik, kurang terawat, tapi untungnya sangat andal dan pekerja keras. Di dalam perutnya yang gelap, kami duduk di jaring samping. Telinga berdengung raungan Allison T56. Jika Anda mau tau, bau di dalam kabin itu adalah campuran unik: solar, minyak mesin yang bocor halus, keringat relawan yang tidak mandi tiga hari, dan aroma timpahan mi instan basi. Intensitasnya? Luar biasa. Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) mendadak menjadi terminal paling sibuk di dunia. Ada Hercules TNI, ada C-17 Amerika, ada Ilyushin dari Rusia, semua berebut slot. Air Traffic Controller (ATC) kita seperti pesulap. Semua ingin cepat, semua jadi pahlawan tanpa berharap bintang. Ironinya adalah pada sistem logistik kita. Di satu sisi, kita punya Hercules TNI yang bertempur mati-matian, mengangkut puluhan ton barang. Di sisi lain, muncul pahlawan yang datang dari sektor yang paling tidak kita duga: Maskapai Sipil. Ya, maskapai-maskapai besar seperti Lion Air dan Batavia Air ikut menyumbangkan free lift dari Jakarta. Mereka menggunakan pesawat komersial, kursi dilepas, diisi karung beras. Mereka bergerak karena kemanusiaan, mendahului banyak surat izin dan nota dinas yang mungkin masih diketik di kantor-kantor pusat. Dan pahlawan sejati di udara adalah Susi Air. @susipudjiastuti Saat pesawat-pesawat besar TNI dan asing fokus ke Banda Aceh, Meulaboh dan Simeulue masih jadi titik buta. Landasan hancur, Susi dengan dua pesawat kecil Cessna Caravan-nya mengangkut obat-obatan dan susu bayi. Susi dan crew pilot asingnya terbang nekat, masuk ke landasan perintis. Mereka adalah antitesis dari birokrasi yang kaku. Contoh nyata bagaimana rule of law itu sejenak harus tunduk pada rule of need. Kebutuhan lebih dulu, baru administrasi. Saya ingat, interaksi kami dengan crew Susi itu terasa sangat kontras. Di dekat Hercules yang penuh serdadu, mereka berdiri di samping Caravan kecil, mengenakan kaos, mengangkut sendiri kardus-kardus tanpa forklift mewah. Salah satu pilot asingnya pernah menyindir, "Saya pikir tugas saya hanya lobster, ternyata saya juga delivery harapan kemanusiaan." Tawa kami pecah. Tawa terdengar pahit tapi kejujurannya nyata hanya berharap pahala. Saat ini, kita kembali menghadapi bencana di Sumatera. Apa yang berubah? Infrastruktur mungkin lebih baik. Teknologi komunikasi pasti lebih canggih. Namun, saya khawatir, jiwa gotong royong yang non-bureaucratic itu justru semakin menipis. yang jelas saya tidak dipanggil lagi menerbangkan pesawat, mungkin pilotnya sudah banyak. Mungkin juga karena memang tak ada landasan yang bisa didaratin fix wing. Mungkin juga kita makin terbiasa menunggu instruksi pusat, menunggu dana cair, menunggu SOP selesai dicetak. Padahal, semangat yang dibutuhkan saat bencana adalah semangat Susi Air: bergerak cepat, tidak bertanya izin, dan langsung menuju titik yang paling terluka. Semangat yang harusnya diwarisi oleh setiap aparatur sipil dan militer. Sudah saatnya kita belajar dari Hercules tua dan Cessna kecil. Aset terbaik bangsa ini bukanlah pesawat baru atau regulasi yang tebal, melainkan keberanian mengambil risiko dan keikhlasan untuk bergerak tanpa menunggu tepuk tangan. Jika tidak, setiap bencana hanya akan jadi pengulangan tragedi birokrasi yang mematikan. #ethadisaputra #majalahforumkeadilan #tsunamiaceh #operasikemanusiaan #hercules #susiair #dahlaniskan #hukumdanlogistik #militersipil #bencanaindonesia
ET Hadi Saputra 🍉🦉🇮🇩🏴‍☠️ tweet media
Cilandak, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
228
4.1K
6.7K
646.3K
survivemode
survivemode@garfilll·
@niwaQn Nanti aku akan jadi orang tua yang seperti itu ahh
Indonesia
0
0
0
21
Yoo
Yoo@niwaQn·
Makin kesini makin sadar klo punya orang tua yg tdk mendesak anak²nya utk suatu hal (misal menikah) tuh sebuah vintage privilage..
Indonesia
332
12.2K
44K
948.3K
Marcus Renton🦉
Marcus Renton🦉@WolfgangMathers·
@kaptenAmercia PT Tusam Hutani Lestari milik Prabowo mengolah lahan hutan seluas 97,000 hektar di Bireun, Bener Meriah, Aceh Utara. Daerah-daerah tersebut terdampak paling parah di Aceh di samping Tamiang dan Kuala Simpang.
Marcus Renton🦉 tweet mediaMarcus Renton🦉 tweet media
Indonesia
64
3.8K
7.8K
293.9K
( ◕◡◕)っ
( ◕◡◕)っ@kaptenAmercia·
Baru tau ternyata kalo ditetapkan jadi “bencana nasional” akan terpaksa ada audit besar-besaran penyebab kerusakan, struktur tata ruang & izin lingkungan sampe siapa yang menyebabkan kerusakan harus dicari😌 Lalu smua proyek milyaran dolar jg harus dihentikan😌 PANTESAAAANN😌😌😌
Indonesia
898
52.3K
125.3K
3.3M
survivemode
survivemode@garfilll·
Me : "lebaran tahun ini beli couple sarimbit ahh" Aku dengan kesadaran penuh : "iih aku mau cari outfit yang bisa dipakai sehari-hari aja lah, bisa untuk kondangan atau hangout" Kalian gitu juga gak sih?
Indonesia
1
0
0
102