𝗴𝗮𝘀𝗸𝗶𝗻𝗱
24.8K posts


Apakah pernah melihat Wapres di meja bundar Hambalang? Tidak kan? Wapresnya sibuk sendiri dan nggak ngerecoki atau komplain. Presiden terkuat, semoga semua fokus dan hasilnya berdampak.

Gunungkidul 💚💙 Supporter PSS dan PSIM berbaur menjadi satu pada perayaan onar kemarin malam.


blio ini bener bener ngikutin kata otak 😭😭😭

Prabowo: MBG bermanfaat atau tidak? Buruh: Tidaaaaaaakkk! Gue: 🤣🤌

Toko rung buka wis diserbu cahcah 🤣🤣🤙 📸arifsetya_k9

Prabowo says “smart” people are free to leave if they believe the nation is moving toward a “dark age”: “Matanya buram, Indonesia gelap. Indonesia terang. Ada yang mau kabur, kabur saja. Kau kabur saja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman. Silakan. Mau kabur ke mana. Hei orang-orang pintar, bukalah berita, lihatlah kita ditempatkan sebagai tempat yang paling aman di dunia sekarang. Kabur saja deh. Iya, kabur saja, biar kita enggak gaduh.” (nasional.kompas.com/read/2026/04/2…)



Kelihatannya seperti party estetik, padahal aslinya ini adalah TEROR MENTAL tingkat tinggi! Banyak yang mindblown lihat aksi Ultras Frente Atlético bikin hujan ribuan roll tisu toilet waktu Atleti menjamu Arsenal di Semifinal UCL. Di balik visual "badai putih" yang tumpah ke pinggir lapangan itu, ada dua masterplan gila dari penghuni Curva: 1️⃣ Pure Psychological Warfare 🧠 Ini bukan sekadar buang-buang kertas, tapi instruksi komando terencana. Tujuannya? Menciptakan suasana super chaotic tepat saat pemain Arsenal keluar dari lorong. Bayangkan pressure-nya: lapangan mendadak berantakan oleh tisu, ditambah aksi mass whistling (siulan massal) yang memekakkan telinga sampai anthem sakral UCL sama sekali nggak kedengaran. Target utamanya jelas: merusak fokus dan bikin mental lawan runtuh sebelum peluit kick-off bunyi. 2️⃣ The Argentine Tribute 🇦🇷 Nah, di balik kasarnya psywar tersebut, terselip apresiasi kultur yang berkelas. Aksi melempar kertas (roll tisu) ini mengadaptasi tradisi "Papelitos" yang sangat mengakar di Amerika Selatan. Ini adalah bentuk tribute dan penghormatan tertinggi untuk DNA Argentina yang mengalir deras di skuad Atleti—terutama untuk sang El Comandante Diego Simeone dan sang Juara Dunia, Julián Álvarez. Jadi, aksi ini bukan tradisi lama yang selalu diulang-ulang setiap match. Ini murni taktik intimidasi kreatif sekali-jadi untuk memanaskan laga.

@The_Ditto Gairah sepakbola Indonesia itu di titik Solo dan Sleman, tidak melihat kondisi tim mereka tetep ada. Beda dgn big fans kyk Jakarta, Bandung, Surabaya dan lainnya, mereka masih melihat kondisi tim Bukan hiperbola, tp sepakbola di 2 wilayah ini beneran beda level













