Tenshii

1K posts

Tenshii banner
Tenshii

Tenshii

@geemoonyes23

💻 BSIT 📍 Cebu, Philippines 🌙 Selenophile

Republic of the Philippines Katılım Mayıs 2014
88 Takip Edilen23 Takipçiler
Tenshii
Tenshii@geemoonyes23·
I truly pity Abby for being targeted just because she's the general manager. Parang nawalan ng relevance yung heroic act nya of funding the group. Remember back then, we had teacher Anne but kahit sya walang magawa dahil si KuroP parin nasusunod sa lahat ng bagay. #MNL48
Filipino
1
11
42
944
Tenshii
Tenshii@geemoonyes23·
@mnl48insider Hindi siguro nila alam na naglabas na ng sariling resources si Abby para sa group kahit di nya nman responsibility yun. Even our beloved teacher Anne was powerless as GM kasi c KuroP parin nasusunod. Kaya ayoko sa mga teas from a third party eh kasi one-sided lang.
Filipino
1
2
39
2.1K
mnl48 insider
mnl48 insider@mnl48insider·
I'VE COMPILED ALL THE TRUTHS ABOUT #MNL48 SO YOU WON'T HAVE TO: 1. HHE staff members were later transferred into MNL48 Inc., which was eventually renamed POS Inc. due to trademark issues. 2. Everything was going great for MNL48 because of the efforts of GM Abby, Andi, and Dana. However, after Sulong Con, MNL48 suddenly stopped posting. It seems that Kurosawa started a legal battle against the new management, which forced them to rename MNL48 Inc. to POS Inc. and even attempt to change the MNL48 branding itself. Little did they know that Kuro P still had access to Spotify and Apple Music, which caused the songs and releases to disappear. That was when they realized that Kuro P could still copyright and control everything while the legal battle was ongoing, which eventually led them to give up. 3. It seems that GM Abby's didn't chose to renew her contract earlier this May, which was also the same date she was announced as the GM of MNL48, or she resigned due to the inactivity and the constant criticism calling her a useless manager. However, the real reason appears to be the ongoing legal battle, which prohibited the use of MNL48 social media accounts. That is why we barely heard anything from MNL48 for such a long time until the release of the PFC 2026 MV, which seemed to be Abby's last appeal to management. She might have even spoke to Kuro P, in exchange for Abby leaving the group, before the PFC MV was suddenly published. 4. Former MNL48 members Riri and Maj shared screenshots of conversations with Miyaka's older sister, Elijah Mazza. However, those screenshots were later used against Abby, with accusations being directed at her because she was part of management and also a former member. It is unfair to claim that Abby tolerated everything when we didn'tknow what really happened she was obviously pointing finger to Abby but in the screenshots involving Abby on an event, where Abby asked Maj to go home by booking her a Grab ride at Abby's own expense because she was worried that Maj would be left alone in the hotel room without food and without any adult supervision. Ethan, who was the road manager of the group, was also not allowed to stay in the same room because they were of different genders. 5. Livestreaming was not part of the members' original contracts. However, Livebuzz later insisted on introducing livestreaming, which resulted in the members being given new contracts related to livestream activities. The members were reportedly required to complete hourly quotas before receiving their salary. Hazel, a former HHE employee, was the one handling this system. Based on the screenshots, Hazel was reminding Riri that she needed to complete her required livestream hours. Riri's required hours appeared to be longer than most members because Abby insisted on doubling her salary due to Riri being far from her family. Unfortunately, management also increased the number of hours Riri had to render, which eventually caused her exhaustion and burnout. Based on the situation, Abby did not directly manage the livestreaming side because it was under Livebuzz and not MNL48 itself, meaning Abby had little to no control over it since the instructions came from the Japan management. 6. The new management eventually left Abby to face the backlash and anger of the fans. Mirai even had to stay at Abby's apartment for some time. Abby also used her own van for transportation, her studio for livestreaming at certain points, and even her own apartments whenever members needed a place to stay late. 7. At this point, all copyrights now appear to be handled again by HHE or Kuro P, as seen on Spotify and Apple Music. It seems that he ultimately won the legal battle. Maybe there are plans to bring back MNL48 in the future, or maybe he will simply continue collecting the royalties. That is the whole story.
mnl48 insider tweet media
English
18
170
585
33.8K
Tenshii
Tenshii@geemoonyes23·
1st Pic: #MNL48's first Asia Fes. Ang innocent pa nila dyan. Cute2x ang atake tas umaalog pa yung stage. And who would forget Sela's Cinderella moment. 🤣 2nd Pic: The time MNL48 unleashed their vocal prowess. Everyone in the venue was mesmerized. MNL48 was trending in weibo.
Tenshii tweet mediaTenshii tweet media
English
0
13
45
1K
Tenshii
Tenshii@geemoonyes23·
@angeloaustria94 Abby, Exploitative? May exploitative bang nagpo-provide ng costumes and MVs from her own pocket.
English
1
1
7
288
Austria_48
Austria_48@angeloaustria94·
Ang nangyari sa MNL48 disbandment ay hindi dahil sa boses kiki, isang battaliong members, jpoppish concept at hindi kpoppish, o hindi masyadong sikat sa masa Dahil ito sa exploitative na management na si HHE at Pos Inc. Abby atbp. malinis sila. x.com/Informasi4648/…
48G & 46Sakamichi Info@Informasi4648

Mantan member generasi pertama sekaligus mantan manajer, Abby, blak-blakan membongkar manajemen MNL48 di Instagram pribadinya setelah ia diserang oleh fans lokal. Berikut adalah poin-poin pentingnya: 1. Kostum Rusak Kebanjiran: Kostum dan sepatu lama MNL48 hancur karena kebanjiran, makanya manajemen terpaksa harus bikin yang baru. 2. Masalah MV Koisuru Fortune Cookie (2026): Alasan kenapa di MV tersebut pelafalan liriknya gak pas kemungkinan karena ada masalah hak cipta dengan manajemen lama, sehingga liriknya harus ditulis ulang. Tapi untungnya masalah ini akhirnya selesai. 3. Manajemen Baru Lepas Tangan: Manajemen yang baru tidak memfasilitasi latihan, tidak menyediakan kostum, tidak menyediakan panggung, bahkan belum menandatangani kontrak resmi dengan para member. 4. Eksploitasi Live Streaming: Manajemen Filipina abai dengan kondisi kesehatan para member. Mereka memaksa member untuk live streaming dengan jadwal yang padat banget. Kalau member menolak atau gak memenuhi target, gajinya bakal dipotong. 5. Kasus Member Gen 5 (Riri): Riri tinggal di desa dan punya kendala finansial untuk bolak-balik berkegiatan di Manila. Abby berniat baik membantu dengan memberikan gaji dua kali lipat. Sialnya, manajemen justru memanfaatkan hal ini dengan menaikkan target live Riri dari yang tadinya 48 jam seminggu, naik jadi 80 jam, sampai diperas hingga 100 jam seminggu. 6. Kerja Keras Member Diklaim Sepihak: Wida (Gen 5) berhasil menarik sponsor dan mengamankan jadwal manggung di sebuah festival musik. Tapi, manajemen malah mengklaim kalau itu hasil kerja keras mereka, dan parahnya lagi, manajemen malah mengacaukan acara tersebut. 7. Fasilitas Minim saat Kerja: Pihak penyelenggara acara eksternal tidak menyediakan ruang tunggu maupun makan malam. Manajemen pun cuek dan tetap menyusun jadwal yang super padat tanpa memedulikan kesehatan fisik para member. 8. Member Jepang Telantar: Manajemen tidak menyediakan tempat tinggal maupun fasilitas Wi-Fi yang layak untuk member asal Jepang, Mirai (padahal Wi-Fi wajib untuk live). Untuk alat, informasinya telah diperbaiki staff, namun tidak. Akhirnya, Mirai terpaksa menumpang tinggal di apartemen Abby. 9. Akun TikTok Ditahan: Setelah para member menerima surat pemberitahuan bahwa kontrak mereka dengan pihak Jepang tidak diperpanjang, mereka meminta manajemen Filipina (lewat staf keuangan) untuk memutuskan hubungan akun TikTok mereka dari agensi. Namun, permintaan ini ditolak mentah-mentah. 10. Member Modal Sendiri: Para member harus patungan dan pakai uang pribadi untuk ikut kegiatan, tampil, bahkan untuk membiayai operasional grup agar MNL48 tetap bisa bertahan berjalan. Tahun lalu, kostum panggung untuk lagu Oh My Pumpkin ternyata dibikin sendiri oleh Abby. Berdasarkan postingan Instagram Andi (Gen 1), dia yang turun tangan mengurus manajemen beberapa proyek. Terus, alasan kenapa MNL48 masih bisa masuk TV dan radio setahun belakangan ini adalah berkat bantuan Dana (Gen 1). Mulai dari kostum, cari kerjaan sampingan, sampai urusan manajemen, semuanya dikerjain sendiri sama member. Manajemen baru cuma tahu beres dan cuma fokus bikin program live streaming, kalau member tidak live, gaji dipotong. Catatan Tambahan Lainnya: Di dalam isi chat yang bocor itu, orang manajemen yang berdebat sengit sama member adalah staf keuangan dari manajemen lama. weibo.com/7986171326/530…

Filipino
1
0
0
560
Tenshii
Tenshii@geemoonyes23·
@piyuwie_ Wala silang pake. Sa Bnk lang sila may pake.
Filipino
0
0
1
41
Labouchie`⁴⁸
Labouchie`⁴⁸@piyuwie_·
SUPERBALL DO SOMETHING BITCH??! #MNL48
48G & 46Sakamichi Info@Informasi4648

Mantan member generasi pertama sekaligus mantan manajer, Abby, blak-blakan membongkar manajemen MNL48 di Instagram pribadinya setelah ia diserang oleh fans lokal. Berikut adalah poin-poin pentingnya: 1. Kostum Rusak Kebanjiran: Kostum dan sepatu lama MNL48 hancur karena kebanjiran, makanya manajemen terpaksa harus bikin yang baru. 2. Masalah MV Koisuru Fortune Cookie (2026): Alasan kenapa di MV tersebut pelafalan liriknya gak pas kemungkinan karena ada masalah hak cipta dengan manajemen lama, sehingga liriknya harus ditulis ulang. Tapi untungnya masalah ini akhirnya selesai. 3. Manajemen Baru Lepas Tangan: Manajemen yang baru tidak memfasilitasi latihan, tidak menyediakan kostum, tidak menyediakan panggung, bahkan belum menandatangani kontrak resmi dengan para member. 4. Eksploitasi Live Streaming: Manajemen Filipina abai dengan kondisi kesehatan para member. Mereka memaksa member untuk live streaming dengan jadwal yang padat banget. Kalau member menolak atau gak memenuhi target, gajinya bakal dipotong. 5. Kasus Member Gen 5 (Riri): Riri tinggal di desa dan punya kendala finansial untuk bolak-balik berkegiatan di Manila. Abby berniat baik membantu dengan memberikan gaji dua kali lipat. Sialnya, manajemen justru memanfaatkan hal ini dengan menaikkan target live Riri dari yang tadinya 48 jam seminggu, naik jadi 80 jam, sampai diperas hingga 100 jam seminggu. 6. Kerja Keras Member Diklaim Sepihak: Wida (Gen 5) berhasil menarik sponsor dan mengamankan jadwal manggung di sebuah festival musik. Tapi, manajemen malah mengklaim kalau itu hasil kerja keras mereka, dan parahnya lagi, manajemen malah mengacaukan acara tersebut. 7. Fasilitas Minim saat Kerja: Pihak penyelenggara acara eksternal tidak menyediakan ruang tunggu maupun makan malam. Manajemen pun cuek dan tetap menyusun jadwal yang super padat tanpa memedulikan kesehatan fisik para member. 8. Member Jepang Telantar: Manajemen tidak menyediakan tempat tinggal maupun fasilitas Wi-Fi yang layak untuk member asal Jepang, Mirai (padahal Wi-Fi wajib untuk live). Untuk alat, informasinya telah diperbaiki staff, namun tidak. Akhirnya, Mirai terpaksa menumpang tinggal di apartemen Abby. 9. Akun TikTok Ditahan: Setelah para member menerima surat pemberitahuan bahwa kontrak mereka dengan pihak Jepang tidak diperpanjang, mereka meminta manajemen Filipina (lewat staf keuangan) untuk memutuskan hubungan akun TikTok mereka dari agensi. Namun, permintaan ini ditolak mentah-mentah. 10. Member Modal Sendiri: Para member harus patungan dan pakai uang pribadi untuk ikut kegiatan, tampil, bahkan untuk membiayai operasional grup agar MNL48 tetap bisa bertahan berjalan. Tahun lalu, kostum panggung untuk lagu Oh My Pumpkin ternyata dibikin sendiri oleh Abby. Berdasarkan postingan Instagram Andi (Gen 1), dia yang turun tangan mengurus manajemen beberapa proyek. Terus, alasan kenapa MNL48 masih bisa masuk TV dan radio setahun belakangan ini adalah berkat bantuan Dana (Gen 1). Mulai dari kostum, cari kerjaan sampingan, sampai urusan manajemen, semuanya dikerjain sendiri sama member. Manajemen baru cuma tahu beres dan cuma fokus bikin program live streaming, kalau member tidak live, gaji dipotong. Catatan Tambahan Lainnya: Di dalam isi chat yang bocor itu, orang manajemen yang berdebat sengit sama member adalah staf keuangan dari manajemen lama. weibo.com/7986171326/530…

English
1
0
2
543
Tenshii
Tenshii@geemoonyes23·
@Nerurucchi Well, Lara warned us that the same people were still involved.
English
0
0
0
24
Neru
Neru@Nerurucchi·
What makes MNL48’s disbandment truly upsetting is that the same people who failed the earlier members were allowed to fail the newer generation all over again. Dreams were crushed, and nothing was ever resolved.
English
1
0
1
159
Tenshii
Tenshii@geemoonyes23·
@J46A48M9 Tapos may isang ate ng ex member na kinikwestyon pa kung bakit nag resign c Abby kesyo iniwan daw sila sa ere. 🤣
Filipino
1
1
2
199
Tenshii
Tenshii@geemoonyes23·
@Franstick_o @mnl48official Sa true lang hindi maganda based on the demo. They keep on giving us a google translate vibe. Useless ang ganda ng kanta kung hindi catchy pagkalatag ng translation.
Filipino
0
0
7
369
Francis_SB19xMNL48xBNK48xBND
I attempted to transcribe the full lyrics of MNL48's leaked song, "BABY! BABY! BABY!". Here is the full Lyrics: 💖 These lyrics were transcribed solely based on the leaked audio. Some words may not be completely accurate. ✨ #mnl48 | @mnl48official
Francis_SB19xMNL48xBNK48xBND tweet mediaFrancis_SB19xMNL48xBNK48xBND tweet media
English
7
31
143
7K
Tenshii
Tenshii@geemoonyes23·
@Informasi4648 Abby, Andi, Cole and Dana fought hard to keep the group alive. Unfortunately it didn't go well. I have nothing but admiration for the MNL48 1st gen.
English
1
8
39
3.1K
48G & 46Sakamichi Info
48G & 46Sakamichi Info@Informasi4648·
Mantan member generasi pertama sekaligus mantan manajer, Abby, blak-blakan membongkar manajemen MNL48 di Instagram pribadinya setelah ia diserang oleh fans lokal. Berikut adalah poin-poin pentingnya: 1. Kostum Rusak Kebanjiran: Kostum dan sepatu lama MNL48 hancur karena kebanjiran, makanya manajemen terpaksa harus bikin yang baru. 2. Masalah MV Koisuru Fortune Cookie (2026): Alasan kenapa di MV tersebut pelafalan liriknya gak pas kemungkinan karena ada masalah hak cipta dengan manajemen lama, sehingga liriknya harus ditulis ulang. Tapi untungnya masalah ini akhirnya selesai. 3. Manajemen Baru Lepas Tangan: Manajemen yang baru tidak memfasilitasi latihan, tidak menyediakan kostum, tidak menyediakan panggung, bahkan belum menandatangani kontrak resmi dengan para member. 4. Eksploitasi Live Streaming: Manajemen Filipina abai dengan kondisi kesehatan para member. Mereka memaksa member untuk live streaming dengan jadwal yang padat banget. Kalau member menolak atau gak memenuhi target, gajinya bakal dipotong. 5. Kasus Member Gen 5 (Riri): Riri tinggal di desa dan punya kendala finansial untuk bolak-balik berkegiatan di Manila. Abby berniat baik membantu dengan memberikan gaji dua kali lipat. Sialnya, manajemen justru memanfaatkan hal ini dengan menaikkan target live Riri dari yang tadinya 48 jam seminggu, naik jadi 80 jam, sampai diperas hingga 100 jam seminggu. 6. Kerja Keras Member Diklaim Sepihak: Wida (Gen 5) berhasil menarik sponsor dan mengamankan jadwal manggung di sebuah festival musik. Tapi, manajemen malah mengklaim kalau itu hasil kerja keras mereka, dan parahnya lagi, manajemen malah mengacaukan acara tersebut. 7. Fasilitas Minim saat Kerja: Pihak penyelenggara acara eksternal tidak menyediakan ruang tunggu maupun makan malam. Manajemen pun cuek dan tetap menyusun jadwal yang super padat tanpa memedulikan kesehatan fisik para member. 8. Member Jepang Telantar: Manajemen tidak menyediakan tempat tinggal maupun fasilitas Wi-Fi yang layak untuk member asal Jepang, Mirai (padahal Wi-Fi wajib untuk live). Untuk alat, informasinya telah diperbaiki staff, namun tidak. Akhirnya, Mirai terpaksa menumpang tinggal di apartemen Abby. 9. Akun TikTok Ditahan: Setelah para member menerima surat pemberitahuan bahwa kontrak mereka dengan pihak Jepang tidak diperpanjang, mereka meminta manajemen Filipina (lewat staf keuangan) untuk memutuskan hubungan akun TikTok mereka dari agensi. Namun, permintaan ini ditolak mentah-mentah. 10. Member Modal Sendiri: Para member harus patungan dan pakai uang pribadi untuk ikut kegiatan, tampil, bahkan untuk membiayai operasional grup agar MNL48 tetap bisa bertahan berjalan. Tahun lalu, kostum panggung untuk lagu Oh My Pumpkin ternyata dibikin sendiri oleh Abby. Berdasarkan postingan Instagram Andi (Gen 1), dia yang turun tangan mengurus manajemen beberapa proyek. Terus, alasan kenapa MNL48 masih bisa masuk TV dan radio setahun belakangan ini adalah berkat bantuan Dana (Gen 1). Mulai dari kostum, cari kerjaan sampingan, sampai urusan manajemen, semuanya dikerjain sendiri sama member. Manajemen baru cuma tahu beres dan cuma fokus bikin program live streaming, kalau member tidak live, gaji dipotong. Catatan Tambahan Lainnya: Di dalam isi chat yang bocor itu, orang manajemen yang berdebat sengit sama member adalah staf keuangan dari manajemen lama. weibo.com/7986171326/530…
48G & 46Sakamichi Info tweet media
Indonesia
81
612
1.8K
170.8K
Tenshii
Tenshii@geemoonyes23·
The burden of being a GM went out of hand when Abby had to shoulder expenses when it was not her responsibility in the first place. Execs should be banned from doing business in the entertainment industry!
48G & 46Sakamichi Info@Informasi4648

Mantan member generasi pertama sekaligus mantan manajer, Abby, blak-blakan membongkar manajemen MNL48 di Instagram pribadinya setelah ia diserang oleh fans lokal. Berikut adalah poin-poin pentingnya: 1. Kostum Rusak Kebanjiran: Kostum dan sepatu lama MNL48 hancur karena kebanjiran, makanya manajemen terpaksa harus bikin yang baru. 2. Masalah MV Koisuru Fortune Cookie (2026): Alasan kenapa di MV tersebut pelafalan liriknya gak pas kemungkinan karena ada masalah hak cipta dengan manajemen lama, sehingga liriknya harus ditulis ulang. Tapi untungnya masalah ini akhirnya selesai. 3. Manajemen Baru Lepas Tangan: Manajemen yang baru tidak memfasilitasi latihan, tidak menyediakan kostum, tidak menyediakan panggung, bahkan belum menandatangani kontrak resmi dengan para member. 4. Eksploitasi Live Streaming: Manajemen Filipina abai dengan kondisi kesehatan para member. Mereka memaksa member untuk live streaming dengan jadwal yang padat banget. Kalau member menolak atau gak memenuhi target, gajinya bakal dipotong. 5. Kasus Member Gen 5 (Riri): Riri tinggal di desa dan punya kendala finansial untuk bolak-balik berkegiatan di Manila. Abby berniat baik membantu dengan memberikan gaji dua kali lipat. Sialnya, manajemen justru memanfaatkan hal ini dengan menaikkan target live Riri dari yang tadinya 48 jam seminggu, naik jadi 80 jam, sampai diperas hingga 100 jam seminggu. 6. Kerja Keras Member Diklaim Sepihak: Wida (Gen 5) berhasil menarik sponsor dan mengamankan jadwal manggung di sebuah festival musik. Tapi, manajemen malah mengklaim kalau itu hasil kerja keras mereka, dan parahnya lagi, manajemen malah mengacaukan acara tersebut. 7. Fasilitas Minim saat Kerja: Pihak penyelenggara acara eksternal tidak menyediakan ruang tunggu maupun makan malam. Manajemen pun cuek dan tetap menyusun jadwal yang super padat tanpa memedulikan kesehatan fisik para member. 8. Member Jepang Telantar: Manajemen tidak menyediakan tempat tinggal maupun fasilitas Wi-Fi yang layak untuk member asal Jepang, Mirai (padahal Wi-Fi wajib untuk live). Untuk alat, informasinya telah diperbaiki staff, namun tidak. Akhirnya, Mirai terpaksa menumpang tinggal di apartemen Abby. 9. Akun TikTok Ditahan: Setelah para member menerima surat pemberitahuan bahwa kontrak mereka dengan pihak Jepang tidak diperpanjang, mereka meminta manajemen Filipina (lewat staf keuangan) untuk memutuskan hubungan akun TikTok mereka dari agensi. Namun, permintaan ini ditolak mentah-mentah. 10. Member Modal Sendiri: Para member harus patungan dan pakai uang pribadi untuk ikut kegiatan, tampil, bahkan untuk membiayai operasional grup agar MNL48 tetap bisa bertahan berjalan. Tahun lalu, kostum panggung untuk lagu Oh My Pumpkin ternyata dibikin sendiri oleh Abby. Berdasarkan postingan Instagram Andi (Gen 1), dia yang turun tangan mengurus manajemen beberapa proyek. Terus, alasan kenapa MNL48 masih bisa masuk TV dan radio setahun belakangan ini adalah berkat bantuan Dana (Gen 1). Mulai dari kostum, cari kerjaan sampingan, sampai urusan manajemen, semuanya dikerjain sendiri sama member. Manajemen baru cuma tahu beres dan cuma fokus bikin program live streaming, kalau member tidak live, gaji dipotong. Catatan Tambahan Lainnya: Di dalam isi chat yang bocor itu, orang manajemen yang berdebat sengit sama member adalah staf keuangan dari manajemen lama. weibo.com/7986171326/530…

English
1
15
50
1.7K
Tenshii
Tenshii@geemoonyes23·
@santan4sk @mujiku23 How would u effectively manage a group na walang funds? Think bro think. Manager lang sya. Hindi sya ang may ari ng franchise.
Filipino
2
1
18
851
SANTAN-ASK
SANTAN-ASK@santan4sk·
@mujiku23 huh? ano pala meaning ng General Manager? sali pusav
Filipino
2
0
2
2.3K
Mujiku Ono
Mujiku Ono@mujiku23·
Why c Abby pinag iinitan nila? She didn't make the rules & mas lalong hindi sya ang dapat mag labas ng pera to fund the luxuries. She has the right to leave sa laki ba nman ng sinakripisyo nya. Kung iisipin si Abby, Dana & Andi pa nga ang ginatasan ng MNL48 group. 🫠 #MNL48
Filipino
8
44
215
11.8K
Juné
Juné@mnlnaru·
@paurodesuu Gingham Check lang nakasurvive ng buo
Filipino
1
1
16
1.8K
pauchen
pauchen@paurodesuu·
"Sira at lubog sa baha" 😱 Grabe naman yan!
pauchen tweet media
Filipino
3
30
164
31.8K
Tenshii
Tenshii@geemoonyes23·
2/2 Baka mabaliktad ka pa under the strict law of NDA. Mapapahamak pa ang ibang ex members. Actually girl di mo man sabihin our distaste for the management had long been there even before 5th gen had existed. Just let the MNL48 rest in peace.
English
2
1
6
729
Tenshii
Tenshii@geemoonyes23·
Lara tried to tell us that HHE was still involved in the new management and it cost her bashing. #MNL48
Tenshii tweet media
English
0
1
14
598
Tenshii
Tenshii@geemoonyes23·
@FourTEight027 @mnl48official Technically MNL48 is still part of the 48G until May 31. By the end of May or first week of June, most probably updated na.
English
0
0
0
341
Tenshii
Tenshii@geemoonyes23·
@FW48_majordomo Well, realistically we just can't expect HHE to just sit and move on do we? Especially kung property naman talaga nila. Outside this fandom there's business. They're businessmen kaya expect na HHE will gatekeep it. Minalas lang talaga ang mnl sa previous management
English
1
0
2
437