ysf
1.5K posts


Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keinginannya untuk mengambil alih minyak Iran, sekaligus membuka kemungkinan merebut pusat ekspor utama negara tersebut di Pulau Kharg. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk Persia, saat konflik dengan Iran terus berlangsung. AS telah mengerahkan ribuan pasukan ke wilayah tersebut, termasuk unit amfibi dan sebagian pasukan 82nd Airborne. Di saat yang sama, konflik antara AS dan Israel melawan Iran telah memasuki pekan keempat dengan serangan yang meluas ke target militer, fasilitas industri, hingga wilayah sekutu AS di Teluk. "Preferensi saya adalah mengambil minyaknya," kata Trump kepada Financial Times, dikutip dari Bloomberg, Selasa (31/3). Trump juga membandingkan langkah tersebut dengan operasi di Venezuela pada Januari lalu, ketika AS menangkap Nicolas Maduro dan kemudian mengambil alih kendali minyak negara itu. Pernyataan ini turut mendorong harga minyak mentah, dengan Brent diperdagangkan di atas USD 115 per barel, mendekati level tertinggi sejak konflik dimulai. “Sejujurnya hal yang paling saya inginkan adalah mengambil minyak Iran, tetapi ada orang-orang bodoh di AS yang bertanya: ‘Mengapa Anda melakukan itu?’ Mereka itu orang-orang bodoh," kata Trump. 📸: Dok. AFP/Roberto SCHMIDT. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: bisnisupdate | update | bisnis | oneliner | R068 | E036 #bicarafaktalewatberita #kumparan






Sejak era Soeharto, baru kali ini Indonesia berada pada posisi paling tolol di kancah dunia. Bener2 goblok kayak ga tau mau ngapain. Semua gara2 si gendut nunjuk orang gagu jd menlu. Goblok kabeh!









