gildyy
347 posts

gildyy retweetledi

Women
- are 51% of the population
- but 60% of the poor
- and 83% of single parents
- doing 66% of the work
- producing 50% of the food
- but earn just 11% of the pay
- and own only 20% of the land.
- All while giving birth to 100% of the population.
In case you wondered why we still need feminism.
✧@cessonmute
hit me with the harshest reality truth
English
gildyy retweetledi

Banyak perempuan diajarin untuk jadi kuat, tapi bukan untuk punya power.
Kuat itu tahan banting, sabar, ngalah, bisa handle semuanya sendiri.
Power itu berani untuk punya pilihan, bisa bilang no, bisa ninggalin, bisa set boundary tanpa rasa bersalah.
Dan ironisnya society sering ngepraise perempuan yang kuat (yang tahan disakiti, tetap stay, tetap ngurus semua), tapi uncomfortable sama perempuan yang punya power (yang tegas Dan gak mau compromise terus).
Semua perempuan kuat kok, gak kekurangan strength,
yang sering kurang itu permission untuk pakai powernya.
Abid@abid0588
Unpopular opinion about woman ?
Indonesia

@tanyarlfes tergantung tipe pertemanan sii nder, klo temen gw ngomong gitu bakal gw jawab najeess
Indonesia

@tanyakanrl kgk usah nyusun kata2 nder, ntar klo ga dibales makin sakit luhh. lgsg cut off, healing jalan jalan, happy happy sama temen or keluarga
Indonesia

@tanyarlfes baru pulang ke rmh setelah 2 bulan, ternyata lemari gw berjamur karena tembok belakangnya rembes air hujan, baju2 kena jamur sampe pada bolong, termasuk rok yg mau dipake lebaran, jadi pas hari-h beres sholat ied & silaturahmi gw sibuk bongkar seisi lemari dan nyuci2 baju😭😭
Indonesia
gildyy retweetledi

Kalau diskusinya masih sebatas “laki-laki provide rumah, mobil, lalu perempuan provide apa,” berarti pemahamannya masih di level transaksi, bukan pernikahan.
Karena hari gini, banyak perempuan bisa provide rumah, mobil, dan kehidupannya sendiri. Itu bukan lagi sesuatu yang eksklusif milik laki-laki.
Yang jauh lebih langka dan jauh lebih mahal adalah kemampuan membangun dan mengelola kehidupan bersama.
Pernikahan bukan semata biaya rumah dan mobil. Itu bagian obrolan level permukaan banget 😅
Biaya terbesar dalam pernikahan adalah hal yang tidak bisa dibeli pake uang: kematangan emosional, kapasitas intelektual, stabilitas karakter, dan kemampuan mengelola rumah tangga sebagai sebuah sistem.
Apalagi kalau you memutuskan punya anak.
Biaya membesarkan anak bukan hanya makan dan sekolah. Tapi kemampuan orang tua menjadi figur yang stabil, hadir, dan layak dicontoh. Kemampuan mengelola emosi. Kemampuan membuat keputusan jangka panjang. Kemampuan menjaga struktur keluarga tetap utuh. Semua itu ngga bisa digantikan oleh uang.
Jadi kalau diskusinya masih berhenti di “siapa provide rumah dan mobil,” honestly bukan perempuannya yang perlu dipertanyakan.
Tapi kesiapan berpikir laki-lakinya.
Karena pernikahan bukan tentang siapa membawa apa. Tapi tentang apakah dua orang punya kapasitas untuk membangun sesuatu yang jauh lebih besar dari diri mereka sendiri?
Kalau masih melihatnya sebagai transaksi, mungkin memang belum siap untuk menikah.
Lambe Saham@LambeSahamjja
Buat cewek-cewek, diskusi yuk. Cowo berupaya provide mobil, mahar, rumah, segala macem buat cewe, terus cewe nyediain apa ya buat cowonya? Serius, gw penasaran. Kalo alesannya cewe bisa melahirkan anak, cewe pun gabisa hamil tanpa ada cowo. Coba sebutkan 3 aja kenapa cowo harus butuh cewe yang gabisa dilakukan sendiri atau dapet dari temennya, selain dari sisi biologis? belum ditambah dari ngambek, tantrum, jagain mood & emosi.. belum juga pengaruh posting ulang tiktok soal ini itu..
Indonesia

tim saya gen Z banyak penganut private life katanya wkwk, setelah ngobrol2 banyak dari mereka banyak yg kaya gini:
- feeds instagram kosong, atau postingan lama dihapus agar enggak mudah diakses publik
- aktif di DM dan stories
- story close friend dipake bgt untuk share2 apa yg dirasain, keseharian
- non-aktif fitur interaksi story, jadi kita netijen gak bisa komentar
- lowkey dan misterius katanya "document everything post nothing" anjayyy keren juga
iziiiin para gen Z apakah seperti ini???
saya sebagai milenial post feeds kadang2, post stories kadang2, tapi gak nonaktif interaksi story wkwk
otakwk@wargasaturnusss
makin gede makin ngerti kenapa orang-orang di usia dewasa pada milih hidup privat dan lowkey
Indonesia
gildyy retweetledi
gildyy retweetledi
gildyy retweetledi
gildyy retweetledi
gildyy retweetledi
gildyy retweetledi

@MuhadklyAcho sebenarny kita udh pada meninggal tahun 2020 skrg kita lagi di Neraka.
Indonesia
gildyy retweetledi






















