nan

2.2K posts

nan banner
nan

nan

@gladifous

gajah yang dimakan ular setelah bermain dengan biri-biri

021 Katılım Mart 2011
186 Takip Edilen276 Takipçiler
nan
nan@gladifous·
@rvaimm China, kan kamu Mr Zhang.
Indonesia
0
0
0
4
nan
nan@gladifous·
Today’s selfie: masih ngerasa ini mbak MUAnya lebai banget punya bulu mata, tapi suka banget bagian complexion dan bibirnya.
nan tweet media
Indonesia
3
0
1
126
nan
nan@gladifous·
@hothotpaw Tau aja. Udah kebelet pake baju belel tidur.
Indonesia
1
0
0
5
nan
nan@gladifous·
@rvaimm Seneng banget ngerangkap jabatan kayak pemerintahan kita. 🙂‍↔️
Indonesia
1
0
0
17
nan
nan@gladifous·
@hothotpaw Diladenin beneran (otw terbang)
Indonesia
1
0
0
8
nan
nan@gladifous·
@rvaimm Wali tidak boleh merangkap sebagai saksi, pak.
Indonesia
1
0
0
17
nan
nan@gladifous·
@hothotpaw Dipuji tidak terbang, dikipasin aku terbang 🥹
Indonesia
1
0
0
17
nan
nan@gladifous·
Tapi kalau aku yang menikah pls nggak mau prosesi adat. Gak mau riweuh.
Indonesia
0
0
0
39
nan retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara? Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu. Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun. Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai. Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain. Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi. Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook. Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa: 1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN. 2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal. 3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu. 4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan. 5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian. Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam. Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka. Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam. Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan. Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja. Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam. Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek. Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan. JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun. Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara. Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan. Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga. Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum. Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi. Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun... Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit. Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus. Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini? Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara? Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian. Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi. Jakarta, 16 April 2026 Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)
Ibrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet media
Indonesia
713
11.8K
16.9K
2M
nan
nan@gladifous·
@mhuseinali Mirip dengan BSD area ya.
Indonesia
0
0
0
27
Ali 👊🏻
Ali 👊🏻@mhuseinali·
Ini namanya hambatan samping. Tau ga kota yg paling efisien dalam hal ini? ✨Batam ✨ Ga ada ceritanya pinggir jalan langsung bangunan. Semua dibikin masuk kawasan. Jadi bahu dan ruas jalannya steril. Sayangnya gak dimanfaatin jadi walkable city dengan transum. Wasted deh.
Ali 👊🏻 tweet media
Pangeran@pangeransiahaan

Apa udah pernah ada yg bikin studi soal berapa % kemacetan Jakarta itu disebabkan kelakuan pengguna jalan sendiri? Berhenti sembarangan, muter balik tidak pada tempatnya, lawan arah, terobos lampu merah, dll

Indonesia
51
288
1.9K
101.2K
nan
nan@gladifous·
nan tweet media
Shining Science@ShiningScience

Scientific research reveals that practicing gratitude physically rewires your brain. Expressing gratitude is far more than a polite gesture; it is a biological catalyst that physically reshapes the human brain. Through the process of neuroplasticity, consistently focusing on appreciation strengthens neural circuits linked to emotional regulation and resilience. This habit triggers the immediate release of dopamine and serotonin—the body’s natural feel-good chemicals—while simultaneously lowering levels of the stress hormone cortisol. By activating the prefrontal cortex and the hypothalamus, gratitude provides a natural boost to mental health, effectively training the mind to prioritize well-being over distress. Beyond immediate mood improvements, a dedicated gratitude practice shifts the brain’s fundamental operating mode from survival to growth. While the human brain is naturally wired for threat detection, intentional thankfulness trains it to scan the environment for opportunities and positive outcomes instead. Whether through journaling or verbal acknowledgment, this repetitive focus builds lasting synaptic connections that make optimistic thinking an automatic habit. Over time, this mental shift fosters a more balanced emotional state, proving that the simple act of noticing the good can yield profound and permanent neurological benefits. Source: Emmons, R. A., & McCullough, M. E. (2003). Counting blessings versus burdens: An experimental investigation of gratitude and subjective well-being in daily life. Journal of Personality and Social Psychology.

ZXX
0
0
0
23
nan retweetledi
Curious Minds
Curious Minds@CuriousMindsHub·
Write more. Write more. Write more. Write more. Because your brain gets sharper with it.
Curious Minds tweet mediaCurious Minds tweet media
English
30
1.7K
8K
258.8K
Oposisi
Oposisi@a_baikbaik·
@gladifous @hrdbacot Btw, ini buat kulit kering bisa ga ya? Berkeringat parah pas olahraga, tapi kulit tipikal kering.
Indonesia
1
0
0
35
HRD BACOT
HRD BACOT@hrdbacot·
Guysss ada rekomendasi?
🐓@angkanlah

@hrdbacot Teman-teman atau mincot, bisa kah rekomendasikan merk sunscreen apa yang cocok untuk pria yang mudah berkeringat seperti saya?

Indonesia
148
22
198
56.5K
nan
nan@gladifous·
Pertemuan keluarga begini sadar both pihak bapak dan ibu punya gen kembar. Excited dan deg-degan wkwkwkw
Indonesia
0
0
1
43
nan retweetledi
📖🎧
📖🎧@inkandseerah·
saying you read my favorite book because of me is the highest compliment you can give me.
English
5
175
633
9.1K
nan
nan@gladifous·
Di luar masalah kang parkir. Daya beli masyarakatnya juga menurun. Kalau ngomongin kenaikan seribu dua ribu, masih aman tapi karena semua naik secara bersaman, otak manusia terbiasa ngerem, mana yang urgent dibeli mana yang bisa ditahan. Bakmie samping rumah korbannya.
Abid@abid0588

UMKM sepi bukan karena dagangan ga laku, tapi karena orang males berhenti gara-gara ada kang parkir liar. Menurutku salah satu sebab ekonomi susah berkembang di kalangan menengah kebawah ya adanya parkir liar ini bayangin jualan makanan serba 10rb bayar parkirnya 2rb 😅

Indonesia
0
0
0
56
nan retweetledi
Sonia
Sonia@BalogunSonia4·
Dating past your 30s is realizing attraction is easy … but alignment is rare.
English
106
5.3K
22.7K
610.5K
nan
nan@gladifous·
@rvaimm Siapaaaaa? Bang erosss?
Indonesia
0
0
0
11