nn | ment after dm

20.1K posts

nn | ment after dm banner
nn | ment after dm

nn | ment after dm

@goddmnit

homië Katılım Mart 2019
853 Takip Edilen892 Takipçiler
nn | ment after dm retweetledi
cozy 🕷️
cozy 🕷️@cozyaltruis·
Kenapa pemimpin negara boleh lansia, tapi kerja corporate 30an dianggap ngga produktif? Dan kenapa ngelamar kerja harus pake SKCK? sedangkan banyak pejabat negara aja mantan napi
Indonesia
380
28.1K
62.2K
657K
nn | ment after dm retweetledi
muklas
muklas@mukaikhlas·
NGAWURRR😭😭😭😭😭
muklas tweet media
Indonesia
728
22.6K
104.3K
990.1K
nn | ment after dm retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, DPR baru saja mengusulkan sesuatu yang menurut gue paling sempurna menggambarkan betapa jauhnya jarak antara para wakil rakyat dengan kenyataan rakyat yang mereka wakili. Di tengah rupiah Rp17.700. Di tengah badai PHK yang mengintai. Di tengah guru honorer yang digaji Rp1,5 juta per bulan. Di tengah anggaran pendidikan yang dipotong 44% untuk MBG. Anggota DPR dari Fraksi Gerindra mengusulkan: Alokasi APBN 2027 untuk membangun 1.000 layar bioskop di desa. Gue perlu berhenti sejenak dan baca ulang itu: Seribu Layar Bioskop Di desa. Dari APBN. Dari uang pajak rakyat. Di 2027. Dan ini yang paling menggelikan: Alasannya mulia. Untuk mendukung rumah produksi kecil di daerah. Untuk menampilkan potensi dan budaya lokal. Untuk memberi akses sinema kepada rakyat desa. Tapi ada satu pertanyaan yang tidak pernah dijawab dalam rapat itu: Rakyat desa yang gajinya di bawah UMR dengan harga bahan pokok yang terus naik mau beli tiket bioskop pakai uang apa? Dan ini datanya yang harus dihadapkan langsung: 88% kepala rumah tangga Indonesia tidak punya pendidikan S1. IQ rata-rata Indonesia 78,9 hampir juru kunci dunia. Skor PISA Indonesia peringkat 69 dari 81 negara. 50% pegawai Indonesia pernah mengalami stunting waktu kecil yang artinya perkembangan otak mereka terganggu sejak masa paling kritis. Guru honorer yang seharusnya menjadi satu-satunya harapan untuk memutus rantai kebodohan struktural ini — digaji Rp1,5-2,8 juta per bulan. Di bawah UMP. Di bawah standar hidup layak. Dan anggaran pendidikan yang seharusnya mengurus semua ini dipotong 44% untuk program makan siang. Tapi DPR punya solusi: Bukan 1.000 sekolah baru di daerah terpencil yang belum punya akses pendidikan layak. Bukan rekrut 100.000 guru berkualitas dengan gaji Rp40 juta per bulan yang total biayanya hanya Rp50 triliun atau 7% dari anggaran pendidikan yang ada. Bukan perpustakaan desa. Bukan laboratorium sains. Bukan akses internet untuk sekolah-sekolah yang masih mengajar dengan papan tulis kapur. Tapi bioskop. Dan ini logika yang paling sederhana: Dr. Tirta sudah bilang: rakyat yang pintar adalah ancaman bagi penguasa yang tidak kompeten. Karena rakyat yang pintar akan mempertanyakan kebijakan yang tidak ada gunanya. Ahok sudah bilang: kebodohan struktural bukan kebetulan. Ini by design. Tidak ada pemerintah otoriter yang ingin punya warga yang benar-benar cerdas. Mahfud MD sudah bilang: demokrasi tidak akan berhasil sebelum pendapatan per kapita mencapai 5.500 dolar. Rakyat yang masih miskin dan tidak berpendidikan pasti menjual suaranya. Dan sekarang alih-alih memperbaiki pendidikan yang bisa mengubah semua itu DPR mengusulkan membangun bioskop. Rakyat yang tidak pintar tapi punya bioskop jauh lebih mudah dihibur. Jauh lebih mudah dialihkan perhatiannya. Jauh lebih mudah diberi sesuatu yang kelihatan seperti pemberian tanpa benar-benar mengubah kondisinya. Dan ini yang paling menohok: Orang desa yang gajinya Rp2-3 juta per bulan yang harga kedelai dan telurnya sudah naik karena rupiah melemah yang anaknya sekolah dengan guru yang mau resign karena gajinya tidak cukup untuk makan Tidak butuh bioskop. Mereka butuh guru yang digaji layak supaya anaknya tidak tumbuh dengan IQ 78. Mereka butuh sekolah yang layak supaya anaknya bisa bersaing. Mereka butuh sistem pendidikan yang mengajarkan berpikir kritis bukan menghafal untuk ujian. Karena bioskop tidak mengubah nasib. Bioskop hanya menghibur orang yang nasibnya tidak berubah. Dan angkanya bicara sendiri: 1.000 layar bioskop dengan asumsi biaya pembangunan, peralatan, dan operasional bisa menghabiskan ratusan miliar bahkan triliunan rupiah dari APBN. Uang yang sama bisa dipakai untuk: menggaji 25.000 guru berkualitas selama satu tahun penuh. Atau membangun ratusan perpustakaan desa dengan koleksi buku yang memadai. Atau memberikan beasiswa bagi ribuan anak desa yang putus sekolah karena tidak mampu. Tapi yang diusulkan adalah bioskop. DPR bukan Dewan Perwakilan Rakyat. DPR adalah Dewan Penghibur Rakyat. Rakyat tidak dirancang untuk pintar karena rakyat yang pintar tidak bisa dihibur dengan bioskop. Rakyat yang pintar akan tanya: kenapa anggaran pendidikan dipotong tapi ada uang untuk bioskop desa? Kenapa guru digaji Rp1,5 juta tapi ada dana untuk layar sinema? Kenapa stunting masih 21% tapi kita bahas distribusi film nasional? Dan pertanyaan-pertanyaan itu jauh lebih berbahaya bagi mereka yang duduk di kursi DPR daripada rakyat yang diam di depan layar bioskop desa sambil lupa bahwa hidupnya tidak berubah.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
879
7.7K
14.8K
646.6K
nn | ment after dm retweetledi
ayunk
ayunk@bingungtrs_·
fakk😭
ayunk tweet media
Norsk
564
9.4K
54.9K
647.1K
nn | ment after dm retweetledi
Sistha
Sistha@sisthaaaaa·
“Rakyat kita bermimpi untuk hidup layak.” Orang mah mimpi tuh keliling dunia, sekolah tinggi sampai S3 atau jadi profesor, punya penghasilan 3 digit perbulan… untuk hidup layak DOANG kok harus BERMIMPI tuh berarti negaranya gagal wok
akun hewan | tapi bukan@akunhewan

nih guys dengerin, jadi rakyat ga usah bermimpi bisa kaya raya 🫵🤣 kata presiden, rakyatnya tidak bermimpi utk mengalami kehidupan yg kaya raya banyak2 bersyukur deh jd wni, masih hidup dan bisa makan udah bagus 😂

Indonesia
183
19.2K
37K
665K
nn | ment after dm retweetledi
🍅
🍅@thisarchived·
orang jepang kerja, bangun jam 7, jam 8 masih commute dan sarapan, jam 9 baru masuk, jam 5 sore pulang tenggo. orang indo masuk jam 8, bangun jam 5 pagi, masih bisa kesiangan. bukan karena orang indo yang males tapi segala hal disini gak bisa efisien
K.H.@KSubktkn

Sebagian orang menuduh orang indo males2 san, kerja tidak disiplin, seenaknya. Lah lah lah, justru yang paling keras keja itu ya manusia indonesia. Bangun jam tiga belanja ke pasar, pulang masak sebelum subuh harus sudah matang, selesai subuh orang pada sarapan. Ini manusia-

Indonesia
138
11.6K
45.1K
944.4K
nn | ment after dm retweetledi
asha
asha@scorpiyu·
tolong dicabut aja deh itu. mau jabatannya kek, bijinya kek, nyawanya kek cabut aja
Indonesia
179
25.5K
68.3K
522.9K
nn | ment after dm retweetledi
yogis
yogis@yoogiiss·
nyari duit keringet sampai ke sempak-sempak dibilang ga mau kaya raya
Indonesia
428
17.9K
41.9K
555.2K
nn | ment after dm retweetledi
😭
😭@bebeqmadura·
Padahal isu gaji guru ini sensitif banget loh tapi bisa-bisanya keceplosan ngomong begitu. Bener-bener jahat lu bisanya menyakiti dan menyiksa rakyat doang monokotil goblok
Indonesia
104
24.8K
68.1K
619.5K
nn | ment after dm retweetledi
Firgiawan
Firgiawan@seterahdeh·
“buka instagram” jir seru amat orang pada jalan2 “buka tiktok” wkwkwk apaan ini anjenggg “buka twitter” fix besok kiamat
Indonesia
251
24.8K
91.2K
790.3K
nn | ment after dm retweetledi
bryan
bryan@menbrrr·
Sehari pasca soeharto mundur, presiden B.J. Habibie perintahkan copot prabowo dari jabatannya . Sekarang malah kalian jadiin dia presiden ☺️🙏
Indonesia
179
9.8K
40.2K
462.5K
nn | ment after dm retweetledi
Happy Life
Happy Life@whereaiko·
pak anies bicara 3 menit saja isinya mewakilkan banget. ini prabroro bicara berjam-jam cuma membangkitkan emosi rakyat
Indonesia
178
14.4K
47.6K
309K
nn | ment after dm retweetledi
yudi syapril
yudi syapril@yudiiidoey·
@aniesbaswedan "Tidak mungkin mereka semua keliru bersama di saat yang sama", ringan tapi tegas. Tapi pemimpin tertinggi hanya menanggapi situasi sekarang dengan "nyinyir" orang pintar dan media yang bersuara. Tutup mata tutup telinga, semua tidak dianggap suaranya kecuali yang menyanjungnya.
Indonesia
4
423
4.7K
102K