Sora

15.2K posts

Sora banner
Sora

Sora

@gracehui93

suka nge-share aja

Katılım Nisan 2026
1.9K Takip Edilen2.4K Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Sora
Sora@gracehui93·
"one day aku akan menemukan giliranku, menikmati hal-hal baik yang biasanya hanya bisa kudengar atau kulihat dari orang lain" Aamiin
Indonesia
15
3
23
681
Sora
Sora@gracehui93·
Sora@gracehui93

Ratusan warga beserta para orang tua murid tumpah ruah menggelar aksi protes mendesak Polres Tanjungbalai pada Selasa, 21 Juli 2026. Emosi warga memuncak hingga berujung pada aksi main hakim sendiri terhadap istri terduga pelaku yang berprofesi sebagai guru Aparatur Sipil Negara (ASN). Kasus ini menyita simpati dan kemarahan publik yang luar biasa karena latar belakang korban yang sangat rentan. Korban adalah seorang anak berinisial A, yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dan berstatus sebagai anak yatim piatu. A diduga menjadi korban kekerasan seksval yang dilakukan oleh pria berinisial D. D diketahui merupakan suami dari salah seorang guru ASN yang mengajar di sekolah yang sama. Dalam aksi unjuk rasa tersebut, Koordinator Aksi yang akrab disapa Kacak, menyuarakan beberapa fakta mengejutkan yang memicu amuk massa. Warga menduga kuat bahwa istri terduga pelaku (sang guru ASN) mengetahui, menutupi, atau bahkan membantu melancarkan aksi bejat suaminya. Hal inilah yang memicu warga hingga nekat menghajar perempuan tersebut. Kacak mengungkapkan bahwa pada saat pemanggilan pertama oleh pihak berwajib, istri pelaku diduga mendatangi ibu angkat korban dan melakukan intimidasi, sehingga membuat pihak keluarga korban dilanda ketakutan. Massa mendesak aparat kepolisian untuk segera menangkap D agar tidak ada korban lanjutan, serta mengusut tuntas pihak lain yang diduga ikut membantu kejahatan tersebut. Menghadapi desakan massa, Kasat Reskrim Polres Tanjungbalai, IPTU Benjamin Silaban, memberikan penjelasan terkait proses hukum yang sedang berjalan. Pihak penyidik mengaku sempat mengalami kendala teknis dalam proses pemeriksaan saksi-saksi, sehingga kepolisian membutuhkan tambahan waktu untuk melengkapi seluruh alat bukti yang sah. Hingga saat ini, proses penyelidikan masih terus berlangsung dan polisi belum menetapkan satu pun tersangka dalam kasus ini. Sebagai langkah pembuktian konkret, kepolisian menjadwalkan kehadiran dokter pada Rabu, 22 Juli 2026, untuk melakukan visum resmi terhadap korban. Kasus ini menjadi peringatan darurat akan pentingnya perlindungan terhadap anak-anak di lingkungan pendidikan, terlebih bagi mereka yang berstatus yatim piatu. Ketegasan aparat penegak hukum sangat dinantikan untuk meredam potensi konflik sosial di tengah masyarakat yang kadung marah.

ZXX
0
0
0
65
Sora
Sora@gracehui93·
Kata tetanggaku .. owner rx king biasanya ganteng2... Kenalin Dewi blayer cibaliung.
Indonesia
43
11
50
23.9K
Bella
Bella@beheavenlyblush·
Ini beneran ada ya??? ⚠️⚠️⚠️ Kalian pernah denger ceritanya ga Alam nya dirusak begini gila sih
Bella tweet media
Indonesia
3
0
2
134
MANTO
MANTO@KangManto123·
Tanggal tua gini, Jangankan tarik tunai, tarik nafas aja berat bgeet yaa 😭😭
Indonesia
19
2
7
464
Sora retweetledi
Sora
Sora@gracehui93·
Gebrakan pagi ini : Presiden membentuk Universitas Republik Indonesia untuk mendidik calon pejabat pemerintahan. Gubernur Universitas Republik Indonesia Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto menyebut URI akan terintegrasi dengan Sekolah Garuda dan LAN. (Sumber : Kompas)
Indonesia
3
2
5
396
Sora
Sora@gracehui93·
So Deep 😭💔
Sora tweet media
English
5
1
5
105
Sora
Sora@gracehui93·
Sora@gracehui93

Ratusan warga beserta para orang tua murid tumpah ruah menggelar aksi protes mendesak Polres Tanjungbalai pada Selasa, 21 Juli 2026. Emosi warga memuncak hingga berujung pada aksi main hakim sendiri terhadap istri terduga pelaku yang berprofesi sebagai guru Aparatur Sipil Negara (ASN). Kasus ini menyita simpati dan kemarahan publik yang luar biasa karena latar belakang korban yang sangat rentan. Korban adalah seorang anak berinisial A, yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dan berstatus sebagai anak yatim piatu. A diduga menjadi korban kekerasan seksval yang dilakukan oleh pria berinisial D. D diketahui merupakan suami dari salah seorang guru ASN yang mengajar di sekolah yang sama. Dalam aksi unjuk rasa tersebut, Koordinator Aksi yang akrab disapa Kacak, menyuarakan beberapa fakta mengejutkan yang memicu amuk massa. Warga menduga kuat bahwa istri terduga pelaku (sang guru ASN) mengetahui, menutupi, atau bahkan membantu melancarkan aksi bejat suaminya. Hal inilah yang memicu warga hingga nekat menghajar perempuan tersebut. Kacak mengungkapkan bahwa pada saat pemanggilan pertama oleh pihak berwajib, istri pelaku diduga mendatangi ibu angkat korban dan melakukan intimidasi, sehingga membuat pihak keluarga korban dilanda ketakutan. Massa mendesak aparat kepolisian untuk segera menangkap D agar tidak ada korban lanjutan, serta mengusut tuntas pihak lain yang diduga ikut membantu kejahatan tersebut. Menghadapi desakan massa, Kasat Reskrim Polres Tanjungbalai, IPTU Benjamin Silaban, memberikan penjelasan terkait proses hukum yang sedang berjalan. Pihak penyidik mengaku sempat mengalami kendala teknis dalam proses pemeriksaan saksi-saksi, sehingga kepolisian membutuhkan tambahan waktu untuk melengkapi seluruh alat bukti yang sah. Hingga saat ini, proses penyelidikan masih terus berlangsung dan polisi belum menetapkan satu pun tersangka dalam kasus ini. Sebagai langkah pembuktian konkret, kepolisian menjadwalkan kehadiran dokter pada Rabu, 22 Juli 2026, untuk melakukan visum resmi terhadap korban. Kasus ini menjadi peringatan darurat akan pentingnya perlindungan terhadap anak-anak di lingkungan pendidikan, terlebih bagi mereka yang berstatus yatim piatu. Ketegasan aparat penegak hukum sangat dinantikan untuk meredam potensi konflik sosial di tengah masyarakat yang kadung marah.

ZXX
0
0
0
16
marfens
marfens@chaoticmale·
@gracehui93 Seha2 selalu kak sora dan smg bahagia selaluu 😇😇
Indonesia
1
0
1
9
Griffin
Griffin@griffinarks·
tiga perempuan paling cantik di alam semesta : ibuku, bayangannya dan pantulan cerminnya.
Indonesia
23
4
34
882
MANTO
MANTO@KangManto123·
MENURUT NETIZEN, DUKUN ITU MASIH ADA GASIHH.??
MANTO tweet media
Indonesia
61
4
28
5.2K
Catholic 𐕣
Catholic 𐕣@myshawti·
Taruh panti kak 😭🙏🏻
Catholic 𐕣 tweet media
Indonesia
23
3
23
864
Spade.
Spade.@Psychonesian_·
pagi2 mam lupis sisa di kulkas aj soalna lg tanggal tua hiks tp ak nanti masak ah biar ada mam enakk😋 semangatt hari ini kawan2 sehat teruss
Spade. tweet media
Indonesia
87
3
50
929
Sora
Sora@gracehui93·
@gamtenwg Harusnya aih gitu yh
Indonesia
0
0
0
8
zky
zky@gamtenwg·
zky tweet media
ZXX
21
1
21
58
séya, c
séya, c@lovescil·
sederhana tapi ga semua anak ngerasain :
séya, c tweet media
Indonesia
118
35
136
1.1K
Sora
Sora@gracehui93·
Ratusan warga beserta para orang tua murid tumpah ruah menggelar aksi protes mendesak Polres Tanjungbalai pada Selasa, 21 Juli 2026. Emosi warga memuncak hingga berujung pada aksi main hakim sendiri terhadap istri terduga pelaku yang berprofesi sebagai guru Aparatur Sipil Negara (ASN). Kasus ini menyita simpati dan kemarahan publik yang luar biasa karena latar belakang korban yang sangat rentan. Korban adalah seorang anak berinisial A, yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dan berstatus sebagai anak yatim piatu. A diduga menjadi korban kekerasan seksval yang dilakukan oleh pria berinisial D. D diketahui merupakan suami dari salah seorang guru ASN yang mengajar di sekolah yang sama. Dalam aksi unjuk rasa tersebut, Koordinator Aksi yang akrab disapa Kacak, menyuarakan beberapa fakta mengejutkan yang memicu amuk massa. Warga menduga kuat bahwa istri terduga pelaku (sang guru ASN) mengetahui, menutupi, atau bahkan membantu melancarkan aksi bejat suaminya. Hal inilah yang memicu warga hingga nekat menghajar perempuan tersebut. Kacak mengungkapkan bahwa pada saat pemanggilan pertama oleh pihak berwajib, istri pelaku diduga mendatangi ibu angkat korban dan melakukan intimidasi, sehingga membuat pihak keluarga korban dilanda ketakutan. Massa mendesak aparat kepolisian untuk segera menangkap D agar tidak ada korban lanjutan, serta mengusut tuntas pihak lain yang diduga ikut membantu kejahatan tersebut. Menghadapi desakan massa, Kasat Reskrim Polres Tanjungbalai, IPTU Benjamin Silaban, memberikan penjelasan terkait proses hukum yang sedang berjalan. Pihak penyidik mengaku sempat mengalami kendala teknis dalam proses pemeriksaan saksi-saksi, sehingga kepolisian membutuhkan tambahan waktu untuk melengkapi seluruh alat bukti yang sah. Hingga saat ini, proses penyelidikan masih terus berlangsung dan polisi belum menetapkan satu pun tersangka dalam kasus ini. Sebagai langkah pembuktian konkret, kepolisian menjadwalkan kehadiran dokter pada Rabu, 22 Juli 2026, untuk melakukan visum resmi terhadap korban. Kasus ini menjadi peringatan darurat akan pentingnya perlindungan terhadap anak-anak di lingkungan pendidikan, terlebih bagi mereka yang berstatus yatim piatu. Ketegasan aparat penegak hukum sangat dinantikan untuk meredam potensi konflik sosial di tengah masyarakat yang kadung marah.
Sora@gracehui93

Yaa Allah hari² ada aja beritanya. 😭😭

Indonesia
2
1
6
458