Sora
15.2K posts

Sabitlenmiş Tweet

Sora retweetledi


Mahasiswa UIJ dan truk Tainya...
Rabu, 22 Juli 2026
18.01 WIB
Udah siap beloooom....
Sora@gracehui93
Mahasiswa UIJ datang bawa Truk Tinja. * JANCOK DEMO SEPI BANGET MANA BERITANYA 😭😭😭 GINI AMAT YA INDONESIA!!
Indonesia

Ratusan warga beserta para orang tua murid tumpah ruah menggelar aksi protes mendesak Polres Tanjungbalai pada Selasa, 21 Juli 2026.
Emosi warga memuncak hingga berujung pada aksi main hakim sendiri terhadap istri terduga pelaku yang berprofesi sebagai guru Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kasus ini menyita simpati dan kemarahan publik yang luar biasa karena latar belakang korban yang sangat rentan.
Korban adalah seorang anak berinisial A, yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dan berstatus sebagai anak yatim piatu.
A diduga menjadi korban kekerasan seksval yang dilakukan oleh pria berinisial D.
D diketahui merupakan suami dari salah seorang guru ASN yang mengajar di sekolah yang sama.
Dalam aksi unjuk rasa tersebut, Koordinator Aksi yang akrab disapa Kacak, menyuarakan beberapa fakta mengejutkan yang memicu amuk massa.
Warga menduga kuat bahwa istri terduga pelaku (sang guru ASN) mengetahui, menutupi, atau bahkan membantu melancarkan aksi bejat suaminya.
Hal inilah yang memicu warga hingga nekat menghajar perempuan tersebut.
Kacak mengungkapkan bahwa pada saat pemanggilan pertama oleh pihak berwajib, istri pelaku diduga mendatangi ibu angkat korban dan melakukan intimidasi, sehingga membuat pihak keluarga korban dilanda ketakutan.
Massa mendesak aparat kepolisian untuk segera menangkap D agar tidak ada korban lanjutan, serta mengusut tuntas pihak lain yang diduga ikut membantu kejahatan tersebut.
Menghadapi desakan massa, Kasat Reskrim Polres Tanjungbalai, IPTU Benjamin Silaban, memberikan penjelasan terkait proses hukum yang sedang berjalan.
Pihak penyidik mengaku sempat mengalami kendala teknis dalam proses pemeriksaan saksi-saksi, sehingga kepolisian membutuhkan tambahan waktu untuk melengkapi seluruh alat bukti yang sah.
Hingga saat ini, proses penyelidikan masih terus berlangsung dan polisi belum menetapkan satu pun tersangka dalam kasus ini.
Sebagai langkah pembuktian konkret, kepolisian menjadwalkan kehadiran dokter pada Rabu, 22 Juli 2026, untuk melakukan visum resmi terhadap korban.
Kasus ini menjadi peringatan darurat akan pentingnya perlindungan terhadap anak-anak di lingkungan pendidikan, terlebih bagi mereka yang berstatus yatim piatu.
Ketegasan aparat penegak hukum sangat dinantikan untuk meredam potensi konflik sosial di tengah masyarakat yang kadung marah.
Sora@gracehui93
Yaa Allah hari² ada aja beritanya. 😭😭
Indonesia






















