Sabitlenmiş Tweet

Trueform! Ryomen Sukuna x Boypussy! Toji Fushiguro | #SukuToji #TojiKuna
Cowboy AU.
🔞 CW | Violence , mention of gun , lewd language , vulgar local words , NSFW , boypussy .
Sekelompok bandit yang dipimpin Sukuna sebenarnya nggak ada masalah apa-apa sama Toji, seorang pemilik bar yang sangat terkenal di kotanya. Tapi karena tertarik dengan duda anak 1 itu, Sukuna suka buat keributan atau sekedar kehebohan belaka untuk menari atensi Toji.
Awalnya, Toji kesal dengan Sukuna dan kawan-kawannya yang terkadang memancing keributan dengan pelanggan lain. Tapi lama kelamaan dia muak, sampai harus mengeluarkan senapan laras panjangnya setiap kali Sukuna menampakkan batang hidungnya. Padahal, dia enggan melakukannya—namun sayang, terpaksa agar Sukuna dan kawan-kawannya bisa "jinak."
"Kalau kamu membuat keributan terus, akan ku tembak salah satu kepala dari kalian," ancam Toji dengan wajahnya merengut kesal.
Itu yang Sukuna inginkan. Ancaman dari pria yang ia idam-idamkan.
Ah, mendengar amarahnya membuatku ingin menidurinya sekarang, rutuk pria bersurai merah muda itu.
"Ah—maaf, maaf. Aku rasa bar ini seperti bar yang sudah tidak laku, karena sepi sekali. Itu sebabnya aku membuat sedikit kemeriahan," langkah kakinya berjalan mendekati counter yang terbuat dari kayu yang kokoh itu.
Dengan tatapan yang enggan berpaling dari Toji, Sukuna menarik kursi kosong dan duduk di hadapan Toji. Sedangkan anak-anak buahnya berpencar dan duduk di tempat lain.
Nafas Toji gusar menatap Sukuna.
"Kamu mau apa?" Tanya Toji.
"Mau kamu."
"Mau mati, ya?"
"Kalau di tanganmu, aku mau."
"Sialan—jangan membuang waktuku."
Sukuna tertawa terbahak-bahak sembari memangku dagu. Tatapannya nampak begitu menggoda, membuat Toji kesal menatapnya.
"Apapun yang kamu hidangkan, akan aku nikmati..." ia jeda sejenak. "Termasuk tubuhmu."
"Menggodaku sekali lagi, akan ku buat kamu menyesal datang kemari."
Toji berbalik badan, enggan berbicara lebih lama dengan pria yang ia anggap sudah gila.
Cuaca panas yang berkepanjangan membuat Toji akhirnya berpikir untuk membuatkan minuman dingin saja pada Sukuna. Di waktu yang bersamaan, Sukuna yang duduk di belakangnya dengan intens menatap Toji dari atas sampai ke bawah; melihat setiap inci bagian tubuh Toji yang rasanya ingin ia gagahkan sekarang juga.
Pikirannya sudah berakar ke mana-mana.
Sukuna kini memikirkan bagaimana indahnya Toji saat ia menghentakkan penisnya dari belakang, sembari kedua tangannya mencengkram pinggul rampingnya dan menepuk bokong sintal itu sampai Toji mendesah. Pun ia melihat otot tubuh Toji yang terukir begitu indah, membuatnya membayangkan jika pria segagah itu bisa menangis kenikmatan saat penisnya memasuki vaginanya.
Bukan rahasia umum jika Toji memiliki vagina layaknya kaum hawa, dan hal itu bukan sesuatu yang aneh bagi Sukuna setelah mengetahuinya. Ia menyukai Toji jauh sebelum ia mengetahui fakta itu.
"Minumanku sudah jadi belum, sayang?" Goda Sukuna.
"Diamlah," Toji berbalik badan sembari menghidangkan minuman dingin dengan gelas yang cukup besar.
"Wah! Ini untukku? Spesial, ya?"
"Ya—ini juga minuman yang paling mahal. Jadi, aku sengaja, agar mendapatkan uang dari seseorang yang kelihatannya banyak uang sepertimu."
Sukuna tersenyum kesal. Namun, ia memuji kata-kata Toji yang berhasil memanfaatkan kekayaannya.
"Minumlah, dan jangan banyak tanya lagi."
Atensi Sukuna kini beralih pada bibir Toji yang terdapat bekas luka di sana, tatapannya begitu terpaku sampai Toji kesal melihat ucapannya tak dihiraukan.
"Hey, kamu melihat apa?!" Ucap Toji, kesal.
"Bibirmu sexy sekali. Bolehkah aku menciummu?"
"Ucapanmu manis sekali. Bolehkah aku memukulmu?"
"Dengan bibirmu? Boleh."
Setelah percakapan itu, keduanya justru berdebat sembari Sukuna menikmati minuman itu sampai habis—dan selama percakapan itu, Sukuna berusaha menahan penisnya yang sudah tegak dan ingin sekali disentuh untuk memuaskan hasratnya melihat Toji.




Indonesia


































