𝒅
2.7K posts



Kita usahakan yang serius serius aja, yang gentle, yang ga labil sama perasaannya, yang full action tanpa menye menye, yang gà gila wanita, yang tegas tapi lemah lembut, yang ga friendly ke wanita lain, yang bucin dan yang masa nakalnya udah habis.


Waktu gue depresi karena patah hati, gue bilang ke psikolog gue: "Aku nih gym 5-6x seminggu loh, tapi aku masih nangisnya kaya anak kecil tiap hari, kenapa?" dia tersenyum kecil, lalu berkata: "Ini tangki emosi kamu (nunjukin gelas teh gede), lalu emosi yang kamu rasain itu kaya pitcher yang terus nuangin air ke gelas kamu. Kalau kamu berhenti atau ngurangin olahraganya, gelas kamu jadi kecil, airnya jadi cepat penuh kan? Gapapa, lanjutin aja, nanti air di dalam pitchernya bakalan habis kok dan tangki kamu bakalan cukup memenuhi emosi itu" Dari situ baru gue ngangguk dan paham, bukan olahraganya ga ngefek, emang sedihnya patah hati tuh SEDIH BANGET. Simply, karena ya perasaan ini nyata, ga kaya orang itu yang "pura-pura" cinta.





