@Naz_lira Itulah kenapa orang yang sudah pikun dilarang untuk menduduki jabatan kekuasan, bakalan ugal-ugalan. Mungkin maksudnya negara Palestina tetapi tersebut Israel.
𝗠𝗔𝗧𝗜𝗡𝗬𝗔 𝗡𝗔𝗟𝗔𝗥 & 𝗠𝗢𝗥𝗔𝗟 𝗗𝗜 𝗔𝗟𝗧𝗔𝗥 𝗣𝗘𝗡𝗝𝗔𝗝𝗔𝗛𝗔𝗡.
Pernyataan Prabowo bahwa “perdamaian hanya tercipta jika semua orang menjamin keamanan Israel” bukan sekadar kekeliruan diplomatik, itu adalah kebangkrutan moral yg paripurna.
Ini adalah sebuah lelucon gelap dalam panggung sejarah kemanusiaan, di mana logika diputarbalikkan hingga patah, dan akal sehat dipaksa berlutut di hadapan arogansi kekuasaan.
Meminta dunia, dan lebih parah lagi, meminta bangsa Palestina untuk menjamin “rasa aman” bagi Israel adalah sebuah paradoks yg menjijikkan.
Bagaimana mungkin sebuah bangsa yg tanahnya dirampas, rumahnya dibuldoser, dan anak-anaknya dibantai, kini dituntut untuk menjadi penjamin tidur nyenyak bagi si perampok…?
Ini sama halnya dengan menuntut leher yg tercekik untuk meminta maaf kepada tangan yg mencekik karena telah membuat jemarinya lelah.
Logika ini adalah sebuah anomali yg cacat dan konyol. Jika kita menggunakan standar nalar yg sama, mari kita putar waktu ke masa revolusi fisik Indonesia.
Bayangkan jika Bung Karno, Sang Putra Fajar, berdiri di hadapan ribuan rakyat jelata yg lapar dan tertindas, lalu berteriak lantang,
“Saudara-saudara!, Kita baru bisa damai jika kita menjamin NICA tidur nyenyak!. Kita harus akui kedaulatan Belanda agar mereka merasa aman menjajah kita!”.
Jika itu yang keluar dari mulut Soekarno, maka ia bukan pahlawan proklamator, ia akan dicatat sejarah sebagai pengkhianat yg meludahi penderitaan rakyatnya sendiri.
Kemerdekaan Indonesia tidak diraih dengan menjamin kenyamanan Westerling, tapi dengan mengusir kebiadaban mereka.
Menyamakan posisi penindas (okupator) dengan yg tertindas (okupied) dalam satu meja negosiasi yg menuntut jaminan keamanan bagi si kuat, adalah pengkhianatan terhadap konstitusi anti-penjajahan.
Pernyataan Prabowo dalam forum internasional adalah bentuk diplomasi yg tidak membumi, yg seolah lupa siapa yg memegang senjata laras panjang dan siapa yg hanya memegang batu.
Pemikiran dan logika absurd Prabowo ini merusak tatanan keadilan. Perdamaian tidak akan pernah lahir dari rahim ketidakadilan yg dipoles dengan kata-kata manis.
Menuntut jaminan keamanan bagi penjajah sebelum memberikan hak hidup bagi yg dijajah adalah sesat pikir yang fatal. Itu bukan jalan menuju damai, itu adalah jalan menuju perbudakan yang dilegalisasi atas nama “𝗦𝘁𝗮𝗯𝗶𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀.”
Sejarah tidak akan buta. Menjamin keamanan penjajah di atas tangisan korban jajahan adalah titik nadir di mana kemanusiaan kita telah resmi mati suri.
Dengan sikap dan pemikirannya, Prabowo bukan hanya telah menyakiti perasaan bangsanya sendiri, namun melukai nilai-nilai kemanusiaan dan moral seluruh insan waras di muka bumi ini.
@NenkMonica@UGMYogyakarta Perguruan tinggi negeri sekarang hanya buat lucu-lucuan bukan lagi cetak generasi pikiran yang kecerdasannya penuh di otaknya.
@124hmahHastuti1 Sepertinya jkw memang menikmati kekacauan negeri ini, apa sih susahnya tinggal tunjukkan saja ke publik ijazahnya......gitu aja repot.
@neVerAl0nely___ Sudah pakai hukum rimbakah Sekarang toh, masyarakat sipil ternyata lebih memilih keadilannya sendiri dibandingkan dg Lapor polisi....miris
Kejadian di Talaud masyarakat adat setempat melampiaskan amarahnya di kantor TNI-AL imbas dari pengeroyokan 6 orang anggota TNI-AL kepada salah seorang guru hingga mengakibatkan korban dirawat di rumah sakit dikarenakan wajah korban sudah babak belur.
Kejadian tersebut diduga dipicu oleh pengaruh minuman keras yang di konsumsi oleh ke enam anggota TNI-AL.
@Opposisi6890@jokowi Judul skripsinya Teknologi Kayu.....kita harusnya bisa menangkap apa yang akan dilakukan terhadap hutan supaya kayu ada nilai tambahnya......yaitu babat hutan.
@tempodotco Kenapa sih Pak Presiden masih memperkerjakan orang yang tidak sesuai dg keahliannya? Kalau masih menunggu mengundurkan diri, nggak ada ceritanya di negeri ini pejabat yang tau diri.