Noor Hadi Widyana

1.8K posts

Noor Hadi Widyana banner
Noor Hadi Widyana

Noor Hadi Widyana

@hadiemon

An ever learner. A lazy adventurer. A serious prankster. Can be described as a Boy full of contradiction and absurdity.

Earth Katılım Mayıs 2009
209 Takip Edilen200 Takipçiler
Noor Hadi Widyana retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada kasus yang menurut gue perlu lo dengar karena ini bukan cuma soal satu anak di satu sekolah di Pemalang. Ini adalah cerminan dari sesuatu yang jauh lebih besar. Seorang orang tua di Randudongkal, Kabupaten Pemalang sebut saja Bapak ini memposting sesuatu di media sosialnya. Isinya dua hal: kritik terhadap implementasi MBG dan pengingat bahwa sekolah negeri dilarang memungut biaya LKS dan infak berdasarkan aturan pemerintah yang sudah berlaku. Dia tidak menyebut nama sekolah anaknya. Tidak menyebut nama kepala sekolah. Tidak menyebut nama guru siapapun. Tapi anaknya Mas Azhim, siswa SD N 01 Banjarayar dikeluarkan dari sekolah. Yang terjadi secara kronologis: Bapak ini memposting kritik soal MBG dan pungutan liar di sekolah negeri di akun media sosialnya. Kepala sekolah memanggil dia. Dan setelah pertemuan itu anaknya diberhentikan secara sepihak. Tidak ada surat resmi pemberhentian yang prosedural. Tidak ada proses klarifikasi yang fair. Tidak ada mekanisme banding. Satu pertemuan dan anak itu tidak boleh masuk sekolah lagi. Dua bulan lebih Mas Azhim tidak mengikuti pelajaran. Dua bulan lebih seorang anak SD kehilangan haknya atas pendidikan bukan karena dia berbuat salah, tapi karena bapaknya berani bicara. Dan di atas itu semua Mas Azhim juga mengalami bullying. Bukti percakapan yang beredar dan ini yang paling mengejutkan: Ada screenshot percakapan WhatsApp yang beredar. Pihak sekolah melalui salah satu guru membalas pesan si Bapak dengan kalimat yang menurut gue sangat mengungkapkan segalanya: Meskipun njenengan tidak menyebutkan identitas sekolah, tapi kan masyarakat tahu kalau Mas Azhim sekolah di SD N 01 Banjarayar, jadi menggiring opini publik ke SD kami. Berhenti sebentar di sini. Pihak sekolah sendiri yang mengakui bahwa yang jadi masalah bukan tindakan si Bapak secara hukum tapi dampak reputasi ke sekolah. Bukan soal anak yang melanggar aturan. Bukan soal proses belajar yang terganggu. Tapi soal opini publik yang mengarah ke SD mereka. Artinya anak ini dikeluarkan bukan karena dia salah. Tapi karena bapaknya membuat sekolah tidak nyaman di mata publik. Apa yang dilakukan si Bapak itu sebenarnya? Dia mengingatkan bahwa sekolah negeri tidak boleh memungut biaya LKS dan infak. Ini bukan opini. Ini fakta hukum. Permendikbud dan berbagai regulasi turunannya sudah jelas melarang pungutan di sekolah negeri yang sudah mendapat BOS Bantuan Operasional Sekolah. Sekolah negeri mendapat dana BOS dari APBN untuk membiayai operasional sekolah. Dana itu sudah termasuk untuk pengadaan buku, alat tulis, dan kebutuhan belajar siswa. Memungut LKS tambahan di atas BOS adalah pelanggaran regulasi. Si Bapak tidak mengarang. Dia mengingatkan aturan yang memang ada. Dan untuk itu anaknya dikeluarkan. Soal kritik MBG yang dia sampaikan dan ini relevan dengan konteks yang lebih besar: Kita sudah bahas panjang lebar soal MBG dari Rp340 miliar yang menurut Mahfud MD hanya sampai ke makanan dari total triliunan yang dianggarkan, sampai 33.000 kasus keracunan, sampai 1.720 SPPG yang tutup tapi tetap dibayar Rp6 juta per hari. Orang tua yang kritis terhadap MBG bukan musuh program. Mereka adalah orang-orang yang paling langsung terdampak ketika program itu tidak berjalan dengan baik. Anak-anak merekalah yang makan makanan dari program itu. Anak-anak merekalah yang keracunan ketika standar sanitasinya tidak terpenuhi. Mengkritisi MBG bukan kejahatan. Mengkritisi sekolah yang memungut biaya ilegal bukan kejahatan. Tapi di Banjarayar Pemalang melakukan dua hal itu ternyata cukup untuk membuat anakmu kehilangan akses pendidikan. Ini bukan hanya masalah satu sekolah ini adalah masalah sistemik: Yang terjadi di sini adalah penggunaan kekuasaan institusional untuk membungkam kritik warga. Dan yang dikorbankan bukan si orang tua tapi anaknya yang tidak berdaya. Ini adalah bentuk intimidasi yang sangat kejam justru karena targetnya bukan si pengkritik secara langsung. Targetnya adalah orang yang paling dicintai oleh pengkritik itu anaknya sendiri. Kalau lo mau membungkam seseorang tanpa kelihatan melanggar hukum secara terang-terangan sakiti anaknya. Itu yang terjadi di sini. Dan kalimat dari guru itu tadi "menggiring opini publik ke SD kami" menunjukkan bahwa ini adalah keputusan yang diambil secara sadar untuk melindungi reputasi institusi, bukan untuk kepentingan terbaik anak didik mereka. Apa yang seharusnya terjadi secara hukum: Pertama — sekolah tidak punya kewenangan hukum untuk mengeluarkan siswa secara sepihak hanya karena orang tuanya mengkritik di media sosial. Ini melanggar hak anak atas pendidikan yang dijamin Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UUD 1945 Pasal 31. Kedua — pungutan LKS dan infak di sekolah negeri yang sudah menerima BOS adalah pelanggaran regulasi yang seharusnya dilaporkan dan diinvestigasi oleh Dinas Pendidikan dan inspektorat daerah. Ketiga — bullying terhadap anak karena tindakan orang tuanya adalah pelanggaran serius yang masuk dalam kategori kekerasan berbasis relasi kuasa. Kasus ini sudah masuk ke Polres Pemalang. Dan si Bapak memohon agar Kapolres mengawal proses penyidikan ini agar berjalan sesuai hukum bukan sesuai keinginan pihak tertentu. Yang paling menyentuh dari seluruh cerita ini: Si Bapak menulis: "Saya tidak mampu membayar pengacara untuk mencari keadilan." Dan di sisi lain dia bilang: "Tidak apa-apa, saya bisa mendidik anak-anak walaupun tanpa ada ijazah." Ini adalah seorang ayah yang sudah pasrah dengan sistem tapi belum menyerah pada kebenaran. Yang tahu dia mungkin tidak punya kekuatan finansial untuk melawan. Tapi tetap berjalan karena dia yakin masih ada orang-orang baik yang bisa membantu. Dan si Bapak menutup pernyataannya dengan kalimat yang menurut gue harus diingat oleh setiap pejabat dan kepala sekolah di Indonesia: "Jangan semena-mena dengan jabatan yang kau sandang karena itu semua hanya titipan." Kalau kita bisa marah pada triliunan rupiah MBG yang tidak sampai ke makanan anak-anak kita juga harus bisa marah ketika satu anak SD kehilangan haknya atas pendidikan hanya karena bapaknya berani mengingatkan aturan. Keduanya adalah wajah dari sistem yang sama sistem di mana institusi lebih sibuk melindungi dirinya sendiri daripada melayani mereka yang seharusnya dilayani. Mas Azhim berhak atas pendidikannya. Dan bapaknya berhak atas keadilannya.
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
361
5.3K
9.2K
490.5K
Noor Hadi Widyana retweetledi
Friday7th
Friday7th@Friday_SOL·
Hari ini gw hampir kena scam kartu kredit UOB senilai Rp 3 juta. Tapi gw malah balik ngerjain mereka, sampe mereka yang ngamuk ke gw 😂 ini pengguna-an vibe coding ga baik Ini kronologi lengkapnya + bukti teknisnya. Baca sampe abis, bisa selamatin kamu atau orang terdekat. 🧵
Friday7th tweet media
Indonesia
60
832
1.6K
155.8K
Noor Hadi Widyana
Noor Hadi Widyana@hadiemon·
@FirstMediaCares Mohon bantuan untuk penanganan gangguan. Tidak ada Contact Center yang bisa dihubungi. Terima kasih.
Indonesia
1
0
0
28
Noor Hadi Widyana
Noor Hadi Widyana@hadiemon·
@LumineYing1 @rdhn333 @jackcfrost CMIIW. Untuk musik live di cafe, berdasarkan aturan yang ada, Musisi ga bayar royalti. Yang bayar adalah Kafe/EOnya. Beberapa musisi memang menagih royalti, tapi itu berdasarkan kesepakatan antar musisi, bukan berdasarkan aturan pembayaran royalti.
Indonesia
1
0
1
290
Lumine Ying
Lumine Ying@LumineYing1·
@rdhn333 @jackcfrost Wlpun yg bayar pihak kafe, sama aja musisi live musicnya kena kak, akan lbh sedikit kafe yg menyediakan live music karena adanya penambahan biaya alhasil musisi live music jadi sepi job juga. Jadi bener dong mending mereka nyanyi barat aja, ngapain" jauh" bahas buat musik sendiri
Indonesia
3
0
6
5.2K
.
.@jackcfrost·
. tweet media
ZXX
882
2.1K
28.4K
4.1M
Noor Hadi Widyana
Noor Hadi Widyana@hadiemon·
@Shamdstudytwt Bentar. Domisili Jakarta, yang notabene Ibukota dan pusat negara, umur segitu masih sulit baca tulis? How low can you fall?
Indonesia
0
0
0
17
Sha 🤡
Sha 🤡@Shamdtwt·
Tapi iya sih, udh mulai jd masalah ni Di RS gw skrg, pasien udh mulai didominasi yg muda2 (teenage pregnancy, ibu muda umur 17-18thn) dgn suami yg jg umurny msh belasan atau early 20s Dan mrk tuh byk yg kesulitan baca, bhkn ga bisa nulis namany sendiri klo ga dicontohin 😭😭
Indonesia
294
2.8K
16.7K
1.2M
Noor Hadi Widyana retweetledi
internet hall of fame
internet hall of fame@InternetH0F·
That singer has forever earned my respect ❤️
English
722
4.3K
38.9K
2.8M
Noor Hadi Widyana retweetledi
Ndoro Kakung
Ndoro Kakung@ndorokakung·
Apakah setelah ini netizen akan lebih berhati-hati dengan jari dan jempolnya yang begitu ringan menghakimi sebuah kejadian hanya berdasarkan sepotong video, tanpa menimbang latar belakang dan konteksnya?
Ndoro Kakung tweet media
Indonesia
60
104
398
66.6K
Noor Hadi Widyana retweetledi
Elon Musk
Elon Musk@elonmusk·
Elon Musk tweet media
ZXX
11.2K
67.7K
562K
59.6M
Noor Hadi Widyana retweetledi
Miss Tweet |
Miss Tweet |@Heraloebss·
BIADAB Siswi SD di Banyuwangi Diperkosa Ramai2 Orang Tua Sudah lapor Polisi sejak 16 Agustus 2023 lalu Tapi Pelaku Belum juga di tangkap, Padahal ciri-ciri dan identitas pelaku sudah dijelaskan Ayah korban yang yang sudah Renta R (67) mengatakan kasus yang menimpa putrinya itu terjadi di Juli-Agustus 2023. Tidak hanya diperkosa berkali-kali oleh DS, korban juga diperkosa oleh teman DS
Miss Tweet | tweet mediaMiss Tweet | tweet media
Indonesia
1.8K
9.7K
21.3K
1.9M
Noor Hadi Widyana retweetledi
Extra Time Indonesia
Extra Time Indonesia@idextratime·
Tepat hari ini satu tahun yang lalu 🥀 Tragedi paling memilukan dalam sejarah persepakbolaan Indonesia. Total 135 orang meninggal dunia karena menonton sepak bola. Al-Fatihah untuk para korban tragedi Kanjuruhan.. 🤲
Extra Time Indonesia tweet media
Indonesia
214
3.8K
10.4K
779.1K
Noor Hadi Widyana retweetledi
Garis Tengah
Garis Tengah@garistengah_id·
Satu tahun tragedi kanjuruhan dan keadilan itu belum sepenuhnya ditemukan. Kenapa kita harus ikut berjuang untuk korban tragedi kanjuruhan? Sebuah utas.
Garis Tengah tweet media
Indonesia
7
148
275
56.6K
Noor Hadi Widyana
Noor Hadi Widyana@hadiemon·
@infomaya_id @kegblgnunfaedh Kekurangan masyarakat awam, seringkali abai terhadap dokumen, padahal dokumen lengkap dan valid itu mempermudah urusan, seringkali malah sebagai penyelamat.
Indonesia
0
0
0
1.3K
Noor Hadi Widyana retweetledi
Coki Tobing
Coki Tobing@cktbng·
Saya bersedia buatkan kaki palsu buat Nabila, gratis hingga dewasa. Kalau ada kelurga/tetangga Nabila yang baca twit saya ini, silahkan DM saya.
Indonesia
362
7.2K
18.7K
1.8M